Pernikahan Fatamorgana

Pernikahan Fatamorgana
Kekecewaan Mama dan Papa Ricky


__ADS_3

"Sudah mbak jangan berlebihan, ini kan atas perintah pak Rio juga, semoga secepatnya selesai ya mbak, kalau begitu saya pamit dulu," ucap Erawan.


"Iya iya mas, sekali lagi terimakasih ya mas," jawab Laras yang masih kaget kalau semua masalahnya bisa selesai secepat ini, rasanya masih seperti mimpi bagi Laras.


Saat itu juga Laras segera kembali ke kelasnya dan sekalian pamit untuk pulang lebih awal dan tidak lupa pamit kepada sahabatnya. Laras secepatnya menuju perusahaan milik keluarga Ricky, sampai disana seperti biasa ia langsung ke arah ruangan Ricky.


Tok,,,, tok,,, tok,,,, Suara ketukan pintu ruangan Ricky.


"Ya masuk saja," teriak Ricky dari dalam ruangan.


Tanpa basa basi Laras masuk ke dalam membuat Ricky terkejut melihat beberapa berkas berada di tangan Laras.


"Hm kamu ternyata, ada apa lagi?," tanya Ricky dengan sedikit ketus.


Prakkkkk suara hentakan dokumen ke atas meja Ricky.


"Silahkan tanda tangan semua sudah saya urus, kalau saya menunggu kamu sampai kiamat pun gak bakal terurus," ucap Laras sedikit emosi.


Ricky melotot kaget mendengar apa yang diucap Laras, ia tidak menyangka kalau Laras secepat itu mengurus semua permasalahan diantara mereka.


"Ow kok bisa secepat itu?," tanya Ricky seakan meragukan Laras.


"Sudah jangan banyak tanya lagi mas, tanda tangan aja aku tau kok kamu pasti gak akan percaya kalau aku bisa mengurus ini semua," jawab Laras dengan nada agak tinggi.


Tanpa basa basi Ricky mengambil dokumen itu dan membaca isi dari semuanya, ternyata benar itu surat resmi dari pengadilan mengenai masalah perceraian antara dirinya dengan Laras istrinya itu, yang akan segera berubah status menjadi mantan istrinya.


"Sudah di baca kan mas, silahkan langsung ndi tanda tangani," ucap Laras.


Ricky segera mengambil pulpen di saku baju kemejanya dan menandatangani dokumen itu, satu persatu ia mulai menggoreskan tintanya tepat diatas namanya yang sudah tertera di dalamnya.


"Ini semua sudah aku tanda tangani," ucap Ricky.


"Baguslah mas, berarti mulai sekarang diantara kita sudah selesai gak ada lagi hubungan antara aku dengan mu," jawab Laras dan langsung berputar arah melangkahkan kakinya dari ruangan mantan suaminya itu.

__ADS_1


"Hey Laras apa kabar kamu nak, ada urusan apa kamu kemari kok gak bilang-bilang mau kemari," tanya lelaki paruh baya tepat dihadapan Laras yaitu papa Ricky.


"Oh papa, aku kemari cuma minta tanda tangan mas Ricky, kita sudah resmi berpisah sekarang pa," ucap Laras dengan menjelaskan kepada papanya Ricky.


Durrrrrrr,,,,, seperti tersambar petir perasaan papanya Ricky mendengarkan ucapan Laras, bagaimana tidak ia sungguh berharap kalau perpisahan itu tidak akan terjadi antara anaknya dengan menantunya itu, dan kini semua berbalik arah perpisahan diantara mereka terjadi dengan secepat ini. Apalagi istrinya tau bisa-bisa mamanya Ricky gak bisa tidur akibat dari perpisahan anaknya.


"Jadi sekarang Laras bukan menantu papa lagi?," tanya papa Ricky dengan suara agak sendu.


"Laras kan sudah janji kalau Laras akan sering berkunjung ke rumah untuk melihat mama, berarti Laras masih menantu papa kok hehehehe ," jawab Laras dengan senyum tipisnya.


"Syukurlah kalau begitu," ucap papa Ricky.


"Baiklah pa, kalau begitu Laras pamit dulu ya," ucap Laras berpamitan kepada mantan mertuanya itu.


"Iya Laras kamu hati-hati ya, titip salam sama ibu kamu," jawab papa.


"Baiklah pa nanti Laras sampaikan," ucap Laras sambil berjalan menuju pintu keluar perusahaan keluarga Ricky.


Entah apa yang terjadi perasaan papa Ricky sangat hancur, dia kecewa terhadap sikap anaknya selama ini memperlakukan istrinya. Ia sadar bahwa anaknya juga sangat salah besar karena tidak pernah memperhatikan istrinya, sementara istrinya termasuk istri yang berbakti kepada suami bahkan kepada mertuanya.


Matahari yang mulai redup memancarkan cahaya nya dan perlahan tenggelam di upuk barat dengan warna awan yang ke orange an, menandakan hari sudah sore kemudian akan segera berganti dengan malam, di kediaman keluarga Ricky terdengar sebuah mobil berhenti tepat di depan garasi rumah mewah itu.


Brukkkkkk,,,,, Suara pintu rumah terbuka.


"Lohhh kamu Ricky tumben cepat pulang biasanya pasti pulang malam," tanya mamanya.


"Iya ma, lagi gak enak badan soalnya," jawab singkat Ricky dan berlalu meninggalkan mamanya di ruang keluarga.


"Eh pa si Ricky ada apa sih,kok sepertinya ada masalah," ucap mamanya.


Papa Ricky belum cerita mengenai apa yang terjadi tadi siang di kantor mereka yang di datangi Laras.


"Gak tau ma, mungkin dia kecapekan," jawab papa Ricky yang masih ragu menceritakan kejadian yang sebenarnya kepada istrinya itu.

__ADS_1


"Mana mungkin papa gak tau, papa kan satu kantor dengan Ricky, emang papa kasi kerja apaan ke dia sehingga bisa kecapekan," tanya mama.


Melihat cara bicara suaminya itu mama bisa membaca kalau ada yang tidak beres, pasti ada yang disembunyikan oleh suaminya itu.


"Gak ada kok ma, cuma," jawab papa.


"Cuma apa sih paaa??," tanya mama lagi.


"Tadi Laras datang ke kantor, mungkin itu penyebab Ricky seperti itu," jawab papa.


"Lohhhh ngapain Laras ke kantor?? kok tiba-tiba dia kesana?," tanya mama yang semakin curiga.


"Tadi Laras datang membawa dokumen perceraian antara Laras dengan Ricky, mereka sudah resmi berpisah sekarang," ucap papa dengan perasaan tidak sampai hati membicarakan itu sebenarnya, tapi ia takut kalau cerita yang sebenarnya didengar dari orang lain.


Brukkkk seketika tubuh mama Ricky melemas dan terdiam di sofa yang ada diruang keluarga itu, ia tidak dapat membayangkan bahwa dirinya sekarang sudah tidak ada menantu yang setia bersamanya, dan membayangkan kalau nanti yang datang kerumahnya itu adalah Meike ,gadis yang bisanya hanya menghamburkan uang tanpa tau bagaimana susahnya mengumpulkan uang itu.


"Lohhh pa kenapa papa biarkan semua ini terjadi, kok papa gak bertindak sih, mama gak tau lagi harus ngomong apa, Laras menantu yang baik, dia idaman semua mertua, tapi sekarang kita kehilangan itu pa," jawab mama Ricky dengan lemasnya disertai suara yang lemah.


"Papa juga gak tau kok secepat ini ma, kemaren sekretaris Ricky datang memberitahu papa, kalau Ricky tidak pernah mau mengurus perceraian itu, tapi kasihan Laras dengan status yang tidak pernah jelas akibat ulah anak kita ma, mungkin ini salah satu faktor kenapa Laras yang mengurus semuanya," ucap papa Ricky sambil menjelaskan kepada mama.


"Lah iya pa, Laras juga gak salah sebenarnya pa, siapa sih istri yang tahan kalau posisinya seperti Laras, kalau mama berada di posisi itu mungkin mama juga akan melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan Laras," jawab mama Ricky.


"Kita harus sabar ya ma, mungkin ini yang terbaik untuk hubungan mereka, tadi Laras juga bilang kalau ia akan sering berkunjung ke rumah untuk melihat mama kok," ucap papa.


Mendengar ucapan papanya Ricky membuat hati mamanya sedikit terobati, pasalnya ia tidak akan kehilangan sepenuhnya sosok Laras dalam hidupnya.


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


...Bersambung...


...Jangan Lupa Like, Vote & komentar yang membangun...


...Terimakasih...

__ADS_1


...🙏🙏🙏...


__ADS_2