PESONA BUNGA SURGAWI ( Season 1 )

PESONA BUNGA SURGAWI ( Season 1 )
100. Serakah


__ADS_3

Beberapa bulan berlalu sejak kejadian sebelumnya, He Xun akan tinggal di dalam Dimensi Alam Keajaiaban apabila sedang santai dan saat ini dia menjadi sangat kesepian karena dia sendirian disini, sementara semua orang berada di dalam Dimensi Alam Keajaiban.


Kali ini, dia akan mengikuti kompetisi, tentu saja dengan penampilan yang berbeda. Penjahat tidak di perbolehkan masuk sementara dia adalah seorang penjahat kelas atas yang ada di Kerajaan ini.


He Xun benar benar akan mengambil sosok baru untuk mendapatkan apa yang dia inginkan, tentu saja apa yang di inginkan nya kali ini adalah kekacauan.


He Xun melepaskan pita biru laut yang mengikat rambut nya dan membiarkan itu tergerai.


Lalu mengikat bagian depan atas, dan membuatnya tampak seperti seorang pria terpelajar.


Lalu, He Xun mengubah tampilannya, dari yang biasanya menggunakan pakaian hitam berubah menjadi pakaian serba putih dengan celana putih yang sama.


Ikat pinggang berpola bunga persik yang menjadi tanda miliknya, Kali ini dia benar benar tampak terpelajar.


He Xun telah menerima sebuah pelajaran dari Baili Ruo Qing untuk menyamarkan wajahnya. Tidak merubah wajahnya melainkan membuat setengah wajahnya seolah-olah ada luka.


Jadi, He Xun membuat itu lalu menutup sebelah wajahnya, jadi jika orang curiga maka dia akan mengatakan kalau wajahnya terluka dan tidak baik untuk menunjukkan nya di depan semua orang.


He Xun menutupi sebelahnya tapi ketampanannya benar benar tidak tertahankan , belum lagi dengan gayanya yang terpelajar, benar benar tak tertahankan.


Lalu, He Xun untuk lebih meyakinkan mengeluarkan sebuah kipas lipat senada yang biasa dibawa oleh para sarjana, benar benar meyakinkan semua orang !


He Xun berjalan turun dan ada sangat banyak orang yang terpesona dengan ketampanannya.


Sampai akhirnya seorang gadis berjalan mendekatinya dan membawa sebuah sapu tangan lalu menyerahkan nya dengan wajah malu malu dan merah.


He Xun mengetahui bahwa ada sebuah tradisi yang mengatakan jika seorang wanita ingin menyatakan cinta nya maka akan memberikan sapu tangan miliknya pada pria yang di cintainya.

__ADS_1


Dan jika sapu tangan di terima maka itu artinya Cinta mereka berbalas, He Xun tidak berniat untuk terlibat dengan hal ini tapi tahu jika dia menolak dengan terang terangan maka akan mempermalukan wanita itu di depan umum.


"Maaf Nona, tapi aku sibuk dengan pengetahuan dan takutnya tidak bisa mengurusi orang lain. Aku tidak layak untuk perhatian Nona ini, selamat tinggal. " Ucap He Xun dengan sopan.


Wanita itu hanya bisa kembali dengan lesu lalu He Xun melanjutkan rencana awalnya untuk berjalan jalan dengan identitas barunya.


Siapa nama baru miliknya bagaimana jika Ji Feng ?


( Feng disini bukan Feng (angin) melainkan Feng dari kata Fenghuang yang berarti Phoenix. )


Nama yang bagus, Ji Feng, Ji Feng. Terbang seperti seekor Phoenix bebas diudara tanpa kekangan.


Phoenix adalah raja Langit , tidak ada tanding dan kekuatannya berada di luar kendali semua orang, He Xun ingin dirinya menjadi seperti itu.


He Xun ingin dirinya berada di tingkat yang tidak tertandingi oleh orang lain dan berada di atas untuk memandang orang lain bukan orang lain yang menunduk untuk melihatnya melainkan dia yang menunduk untuk melihat orang lain.


"Kau ini ! Dasar nakal ! Mencoba untuk merayu ayah angkat mu, hah ?! " Tanya wanita itu sambil memukul dengan sapu.


"Apa yang terjadi saudara ?" Tanya He Xun pada seorang pria yang sedang menonton.


"Gadis kecil ini benar benar sial, dikatakan bahwa ibunya gila karena ayahnya meninggalkan nya untuk menikah dengan orang lain. Jadi, dia akan memarahi anak kecil ini untuk alasan yang tidak masuk akal setiap tiga hari. Kali ini, kekasih Ibunya berniat untuk melakukan hal buruk pada gadis kecil ini. Ibunya yang melihat ini menyalahkan gadis kecil itu karena telah merayu kekasih nya, bukankah ini tidak masuk akal ?" Tanya pria itu sambil tertawa ringan.


Tapi, wajah He Xun sejak awal sangat dingin, semua orang mengeluhkan bahwa mereka merasa kasihan tapi pada akhirnya tidak berniat untuk membantu sedikit pun.


He Xun tidak tahu, apakah sekarang arti kasihan sudah berubah ? He Xun berjalan maju dan menahan pukulan untuk gadis kecil itu dengan tangannya.


Tatapan He Xun bertemu dengan tatapan gadis kecil itu, itu adalah tatapan yang teguh dan penuh dengan tekad tidak seperti tatapan kebanyakan anak anak, sangat tegas.

__ADS_1


"Jangan ikut campur ! Dasar bajingan ! Darimana datangnya kamu seorang bajingan tidak memiliki hati ?! Aku adalah ibunya dan berniat untuk memberi hukuman padanya karena tidak berbakti !" Teriak Wanita tua itu.


He Xun memandang dengan dingin dan sapu itu telah patah menjadi dua , orang semacam ini tidak layak untuk hidup.


Tapi, ketika He Xun ingin mencabut nyawanya, gadis kecil yang dipukuli itu menarik sudut jubah pakaian nya dan memasang wajah memohon untuk ibunya.


He Xun akhirnya menghela nafas dan membatalkan niatnya, He Xun hanya mendorong mundur wanita gila itu lalu menggendong gadis kecil itu.


"Tuan Tuan sekalian tolong aku ! Dia ingin menculik putriku ! Tolong !" Teriak wanita gila itu sambil menangis.


Seorang pria mengeluarkan pedangnya dan mengarahkan nya kepada He Xun.


"Bagaimanapun dia adalah ibunya , kamu tidak layak untuk membawanya kabur. Ini adalah takdir gadis kecil itu, dia harus membayar kebaikan ibunya. " Ucap pria itu dengan wajah sinis.


He Xun yang mendengarkan ini bahkan tidak mundur dan hanya tertawa terbahak bahak.


"Semua ini adalah takdir ? Jika begitu, maka terimalah takdirmu sekarang !!" Seru He Xun.


Tangan kanannya terulur dan mengarah ke dada pria itu , Qi mengalir dan menyerang jantung pria itu.


Pria itu jatuh ke tanah dan beriutut sambil menjerit kesakitan sekaligus ketakutan tampak sangat kesakitan. He Xun tidak peduli sebelum akhirnya menghempaskan tangannya dan pria itu jatuh ke tanah tampan nyawa.


Semua orang tidak berani mengatakan apa apa lagi setelah melihat hal ini , tatapan He Xun setajam elang yang sedang memantau pergerakan mangsanya.


He Xun melemparkan sebuah kantung uang kepada wanita itu, wanita itu mengecek dan melihat lalu berdecak tidak puas.


"Aku membesarkan nya untuk waktu yang lama, bagimana mungkin kamu hanya memberiku 20 Tael Emas ? Berikan 100 Tael Emas dan kamu bisa pergi, jika tidak maka aku akan berteriak lalu semua orang akan memukulmu !" Ucap wanita gila itu.

__ADS_1


He Xun melihat bahwa gadis kecil itu semakin lemah dan akhirnya melemparkan kantung uang lain agar bisa segera kembali ke penginapan dan mengobati gadis kecil ini, siapa yang menyangka jika wanita gila ini akan berubah menjadi lebih serakah ?


__ADS_2