PESONA BUNGA SURGAWI ( Season 1 )

PESONA BUNGA SURGAWI ( Season 1 )
66. Kaisar He


__ADS_3

"He Xun, bagaimana kamu bisa terus menerus tertawa seperti itu ?" Tanya Baili Ruoqing dengan cemas karena melihat He Xun yang bertingkah seolah olah sedang kerasukan itu.


He Xun memandang ke arah Baili Ruoqing lalu sedikit memiringkan kepalanya dan menyeringai ringan.


He Xun berjalan dan mengambil papan Penghormatan He Jiang Yin itu dengan tatapan rumit.


Semua yang dia inginkan, semua yang dia harapkan, pada akhirnya tidak akan pernah bisa terpenuhi.


Setiap hari, dia berharap kasih sayang dari kedua orang tuanya , tapi mereka telah tiada dan tidak akan pernah bisa terpenuhi, tidak peduli seberapa banyak He Xun mencoba.


He Xun menatap papan Penghormatan itu, jika memang ini adalah Ayahnya, kenapa Ayahnya harus datang ke kota Yunhua yang kecil ?


Jika Ayahnya memang sekuat ini, kenapa Ayahnya bisa dibunuh oleh Sekte Awan Ringan ? Mungkinkah ada beberapa hal yang tidak diketahui oleh He Xun ?


He Xun merasa bahwa kakinya menjadi lebih lemas, bagaimana ini bisa terjadi. Nama ayahnya dan nama Kaisar He ini mirip.


Satu adalah He Jiang sementara yang lain adalah He Jiang Yin.


Motto hidup mereka juga sama dan dikatakan bahwa asal usul ayahnya tidak jelas di Klan He dan hanya merupakan salah satu anak angkat dari Tetua Klan He yang telah meninggal bahkan sebelum He Xun dilahirkan.


He Xun memandang dengan tatapan nanar dan terhuyung huyung sebelum akhirnya terduduk di tanah.


He Xun bangkit dan akhirnya memberikan sujud tiga kali ke arah papan penghormatan itu.


"Tidak peduli apakah kamu terkait padaku, karena kamu mengingatkan ku pada Ayahku maka aku akan memberikan penghormatan. Dan jika kamu benar benar Ayahku, maka aku ingin penjelasan. " Ucap He Xun dengan tatapan rumit.


Kesedihan ini, bukanlah sesuatu yang bisa dia tanggung. Papan nama ini telah menghancurkan hatinya yang telah lama menjadi batu.


"Ayo pergi dan lihat ke sudut sana. " Ucap He Xun.

__ADS_1


He Xun mengajak Baili Ruoqing berjalan menuju sebuah ruangan yang gelap, dimana disana memiliki pencahayaan yang sangat minim.


He Xun mengambil pemantik api dalam bentuk tabung bambu, ketika tutupnya dibuka, maka api akan bisa hidup selama 3 jam tanpa henti.


Ini digunakan sebagai pengganti obor, walaupun tidak bisa seterang obor, tapi paling tidak lebih mudah untuk dibawa kemana mana dibandingkan obor.


He Xun memimpin jalan dan menemukan bahwa lantai dan dinding sekitar dipenuhi dengan tanaman merambat dan lumut.


"Perhatikan langkahmu, jangan sampai terpeleset. " Perintah He Xun.


Baili Ruoqing mengeluarkan dehaman sebagai tanda setuju dan He Xun melihat bahwa di depan mereka adalah tangga dengan anak tangga kecil kecil.


Itu tangga yang mengarah ke ruang bawah tanah dan He Xun memandang ke belakang untuk memastikan bahwa Baili Ruoqing masih mengikuti.


He Xun merobek pakaiannya sendiri lalu mengikat kan nya ditangan Baili Ruoqing sehingga mereka saling terhubung satu sana lain.


"Aku tidak bisa menemukan ujung dari tangga turun ini, aku takut bahwa kita akan terpisah jadi aku melakukan tindakan pencegahan ini. " Ucap He Xun.


"Terimakasih atas pujiannya, aku hanya terbiasa untuk berpikir tajam di manapun aku berada. " Ucap He Xun dengan malu ketika dipuji oleh Baili Ruoqing.


He Xun turun dengan perlahan lahan sebelum akhirnya, sesuai dengan dugaannya, mereka tiba tiba dibawa ke tempat misterius ditengah kabut.


Keduanya terlempar ke dalam sebuah ruangan dan disana ada seekor hewan yang di rantai dan menatap mereka dengan penuh kebencian, bahkan dari tubuhnya mengeluarkan Petir.


Itu seperti naga tapi bukan, memiliki empat kaki yang ramping , ini bukanlah naga melainkan Qilin ! Mahkluk yang hanya pernah di dengar di dalam mitologi atau dongeng anak anak !


"Ini adalah Qilin Petir, Ras yang Agung. Bagaimana seseorang bisa menghinanya sampai ke titik ini dengan mengikat nya disini ? " Tanya Baili Ruoqing dengan terkejut.


"Jika kalian bisa menemukan cara untuk melepaskan Anak Qilin Petir yang nakal ini maka kalian bisa membawanya pulang dan kalian akan menuju ruangan selanjutnya. " Ucap Suara Jiwa Phoenix.

__ADS_1


"Senior, bukanlah ini berlebihan ? Qilin Petir juga Binatang Suci, kalian berdua berasal dari akar yang sama, bagaimana kamu bisa begitu kejam ?" Tanya Baili Ruoqing dengan tidak tega.


"Tidak ada yang perlu di sesalkan. Tuan meminta aku untuk membuat beberapa tantangan bagi orang yang ingin menerima warisannya jadi aku menggunakan Qilin Petir yang tidak tahu diri ini. " Ucap Jiwa Phoenix.


"Yang kamu sebut sebagai Tuan, apakah Kaisar He tadi ?" Tanya He Xun.


"Itu benar. " Balas Jiwa Phoenix dengan jujur.


"Kenapa kamu ingin bekerja untuk manusia biasa ?" Tanya He Xun.


"Tidak ada yang bisa dikatakan, kalian manusia biasa sangat menjijikkan dan tidak bisa dibandingkan dengan Tuan yang Agung. " Ucap Jiwa Phoenix dengan jijik.


"Sebenarnya ini agak lucu, Tuanmu menyerukan keadilan bagi seluruh dunia tapi kamu justru menangkap mahkluk hidup dan mekperlakukannya sebagai mainan, apakah yang diteriakkan oleh Tuan mu selama ini hanyalah tipuan belaka. Atau sebenarnya dia adalah seseorang yang munafik ?" Tanya He Xun dengan senyum yang merekah di wajahnya.


Baili Ruoqing menarik tangan He Xun dengan cemas karena kata kata He Xun yang dinilai telah kelewatan.


"Kamu tampaknya sangat membenci, aku tidak tahu apa yang terjadi padamu sampai sampai kamu menjadi gila seperti ini. " Ucap Jiwa Phoenix tidak marah.


"Kebetulan, Ayahku memiliki nama He Jiang, sama sama memiliki Motto hidup untuk menyelamatkan dunia. Aku tidak tahu bahwa ada kebetulan semacam ini dan secara tidak langsung memandang Kaisar He ini dengan rendah, aku harap Senior tidak memasukkannya ke dalam hati. "Ucap He Xun.


Walaupun kata katanya seolah olah dia menyesal, tapi pada akhirnya itu bahkan tidak ada penyesalan sama sekali dalam suaranya.


Kata kata itu sama sekali tidak tulus melainkan sebuah sindiran keras bahwa Kaisar He itu adalah orang yang palsu, sama seperti Ayahnya.


"Menarik sekali, apakah ada kebetulan semacam itu ? Aku benar benar tidak tahu bagaimana harus menjelaskan nya. " Ucap Jiwa Phoenix tanpa rasa malu.


Qilin Petir yang mendengar setiap perdebatan ini bertingkah laku seolah olah semua kata kata sindiran diberikan padanya.


Qilin Petir kecil itu terus menerus mengeluarkan raungan penuh kemarahan dan menatap He Xun dengan Baili Ruoqing seolah olah ingin menelan kedua orang itu hidup hidup.

__ADS_1


He Xun yang melihat pemandangan ini tidak tahu apakah harus menangis atau tertawa akan kejadian aneh ini.


He Xun jelas jelas sedang bersitegang dengan Jiwa Phoenix tentang Kaisar He ini tapi Qilin Petir ini yang marah.


__ADS_2