
Tanpa disadari oleh He Xun, kedua muridnya menjadi terganggu oleh pelatihannya dan kedua murid kecilnya memandang nya dengan penuh kekaguman.
"Shizun ! Kamu sangat luar biasa !" Seru He Yue dengan antusias.
"Shizun sangat hebat. " Puji Chu Xue dengan lebih kalem.
Mendapat pujian dari kedua muridnya membuat He Xun merasa malu dan membuang wajahnya lalu mengibaskan lengan pakaiannya.
"Kalian berdua, cepat latihan lagi. Sementara itu, Shizun ini akan memeragakan teknik yang tadi, pejamkan mata kalian dan pastikan bahwa kalian hanya merasakan dari hembusan angin dan suara. " Ucap He Xun.
Ini adalah bentuk pelatihan yang sangat baik untuk melatih sensitifitas mereka agar mereka menjadi lebih waspada saat menjadi kultivator.
"Pukulan Cakar Naga : Bagian 1 !" Ucap He Xun dengan semangat dan daun daun yang ada di pohon yang tumbuh di halaman rumahnya mulai bertebaran.
Kedua murid Kecil He Xun menahan diri agar tidak membuka mata mereka dan hanya mendengar gerakan yang dilakukan oleh Shizun mereka.
"Pukulan Cakar Naga : Bagian 2 !" Seru He Xun dan melanjutkan gerakannya dan membiarkan gerakan nya berjalan layaknya air yang mengalir, tanpa diduga duga ada serangan dari belakang.
Itu berupa lemparan pisau dan dengan Pedang Naga Petir, He Xun menepis semuanya bahkan sebelum bisa menyentuh kedua muridnya.
Tatapan He Xun menjadi sangat dingin dan melihat He Yan yang berjalan di depannya dengan angkuh diikuti oleh beberapa orang murid senior Klan He.
"Tuan Muda He disini, bagaimana aku tidak menjamu nya dengan baik ?" Tanya He Xun dengan senyum dingin.
"He Xun, sepertinya kesombongan mu telah tumbuh sampai menutupi langit ! Lihatlah bagaimana aku mengajarimu ! " Bentak He Yan.
"Aku memiliki kemampuan untuk menutupi langit, kenapa aku harus menyembunyikan nya ? Lalu, aku kebetulan kemarin sedang melakukan eksperimen untuk meracuni seseorang, bagaimana menurutmu ?" Tanya He Xun dengan senyum acuh tak acuh.
Memang , dia tidak hanya mempelajari pengobatan melainkan racun juga, itu untuk melindungi diri, baik untuk muridnya maupun untuk dirinya sendiri.
"He Xun, jangan lupa bahwa asal usul mu hanyalah seorang rendahan yang tidak lebih baik daripada anjing kampung. Lebih baik menundukkan kepalamu dan bersujud padaku sampai aku puas dan aku akan menyelamatkan nyawa mu. " Ucap He Yan dengan angkuh.
__ADS_1
"He Yan, aku tidak mengerti. Aku telah menunjukkan nya selama ini tapi kamu bertindak lebih buruk dari orang buta. Sekarang , kamu bahkan tidak bisa membedakan mana yang buruk dan mana yang baik untukmu. " Ucap He Xun dengan dingin.
"Kalian berdua, mundurlah dan lihat bagaimana Shizun mengajari para orang nakal ini. " Ucap He Xun pada kedua muridnya dengan tegas.
"Ya, Shizun !" Ucap kedua muridnya langsung bergegas.
"Ha ha ha ! Ya ampun, apa yang barusan aku dengar ? Shizun ? Kamu tidak layak ! " Ejek He Yan.
"Yang melihat apakah aku layak atau tidak bukan dirimu, kualifikasi apa yang dimiliki oleh mu sampai sampai ingin menilai ku ?" Tanya He Xun.
"Aku -" Ucapan He Yan terpotong oleh ucapannya.
"Ayah mu bisa mendapatkan kejayaan nya saat ini adalah karena ayahku sudah meninggal, jika tidak, apakah dia bisa menduduki posisi nya saat ini ? Apakah dia layak ? " Tanya He Xun dengan sinis.
"Menurutku, dia hanyalah sampah yang mengenakan jubah emas, tidak lebih dari itu, sama sepertimu. " Lanjut He Xun dengan senyum mengejek.
"Kau.... kau... bagaimana mungkin kau bisa mengejek ayahku?! Kau tidak layak ! Dasar sialan ! Ayahmu yang suka mencampuri urusan orang lain itu, apakah layak untuk disandingkan dengan ayahku yang terhormat ?!" Tanya He Yan dengan amarah yang tidak bisa dibendung.
"Tidak hanya tidak dapat disandingkan, ayahmu bahkan tidak layak untuk membawa sepatu ayahku." Ucap He Xun dengan dingin.
"Formasi 7 Pedang : Menarik Pedang !" Ucap ketujuh orang yang mengikuti He Yan.
Ketujuh orang itu membentuk lingkaran sebelum cahaya keluar dari pedang mereka dan menyerangnya, kekuatan mereka sangat besar dan stabil.
Tapi, He Xun saat ini bukanlah He Xun tanpa pengalaman, saat ini He Xun telah berlatih dengan keras, tidak mungkin kalah dengan mudah.
"Pukulan Cakar Naga : Bagian 1 !" Raung He Xun.
Dengan serangannya, He Xun melompat ke tengah formasi dan menghancurkan susunan formasi yang dimiliki oleh Klan He ini.
"Formasi 7 Pedang : Mengangkat Pedang !" Ucap ketujuh orang itu.
__ADS_1
"Pukulan Cakar Naga : Bagian 2 !" Teriak He Xun dan kekuatannya meningkat.
Cringg !!!
Suara besi yang bertabrakan dengan besi terdengar dan salah satu pedang terbelah menjadi dua. He Xun melompat ke langit dan pedang pedang menusuk tempat dimana dia berdiri sebelumnya.
Dengan satu kaki, He Xun mendarat di tengah tengah pedang itu, pedang ditarik dan He Xun melompat lagi sebelum menginjak bahu seorang pria dan menekannya sampai pemilik bahu merintih kesakitan.
He Xun meloncat turun dan menendang dada pria itu sampai menghantam pohon dan memuntahkan darah.
"Aku ingin melihat bagaimana kalian ingin menggunakan Formasi 7 Pedang lagi. Dengan 6 orang dan 5 pedang. " Ucap He Xun dengan meremehkan.
"Kau !" Orang orang Klan He selalu diperlakukan dengan hormat tapi kali ini dipermalukan habis habisan oleh mantan sampah Klan He mereka.
"Aku dulu berpikir bahwa Klan He adalah Dewa ternyata kalian hanya sekelompok penjahat yang menggertak orang lemah !" Ucap He Xun dengan hinaan dan memutar pedangnya menuju seorang wanita.
Wanita ini adalah yang paling lemah dan menjadi sasaran tiba tiba membuat wanita itu tidak siap lalu menjatuhkan pedangnya karena panik.
"Karena kita berasal dari Klan yang sama, maka aku tidak akan mengambil nyawa mu, anggap saja sebagai salah satu bentuk kemurahan hatiku !" Ucap He Xun lalu telapak tangannya yang membawa Qi menabrak perut wanita itu.
Wanita itu jatuh terduduk dan darah mengalir dari sudut bibirnya.
"Saudari !" Teriak teriak murid Klan He yang lain.
Kultivasi wanita itu, telah dilumpuhkan olehnya. Dantian wanita itu, telah dihancurkan olehnya.
Ketika Dantian telah dihancurkan, maka orang itu telah ditakdirkan untuk menjadi cacat seumur hidupnya.
"Tidak ! Tidak !!" Wanita itu tampak terpukul sebelum akhirnya jatuh pingsan tapi tatapan He Xun masih sangat datar seolah olah tidak memiliki rasa bersalah.
"Kalian semua ingin membunuhku dan aku menolak untuk membasahi tanganku dengan darah kalian yang menjijikkan, jadi aku hanya melumpuhkan nya lalu kalian menatapku dengan penuh dendam seolah olah aku membunuh 7 generasi leluhur kalian. " Ucap He Xun dengan tawa mengejek.
__ADS_1
"He Xun ! Lihat saja ! Aku akan membunuhmu untuk membalas dendam Saudari kecil ku !" Teriak seorang kultivator wanita lain dari Klan He.
"Silakan, jangan salahkan aku apabila kalian semua bernasib sama dengan wanita itu. " Ucap He Xun dengan tatapan yang menajam.