PESONA BUNGA SURGAWI ( Season 1 )

PESONA BUNGA SURGAWI ( Season 1 )
110. Babak Ketiga II


__ADS_3

"Selanjutnya adalah babak ketiga yang akan diselenggarakan 2 minggu dari sekarang. " Ucap Qian Li.


2 Minggu berlalu dengan panjang, He Xun tidak berani tertidur terlalu nyenyak takut bahwa dia akan membuang waktunya untuk tidur.


Untuk masuk ke babak selanjutnya ini, tidak mudah. Di babak ketiga ini ada begitu banyak orang terkenal.


Saat ini He Xun tetap duduk di tempatnya bersama dengan Rong Yuan dan sedang menunggu keputusan penilai.


"Baik, selamat datang di babak ketiga. Di babak ketiga ini ada :


Rong Yuan dari Sekte Pedang Surgawi,


Jian Yu dari Sekte Kelelawar Emas,


Fang Tao dari Sekte Pedang Surgawi, Ming Yuan dari Sekte Api Langit,


Bai Qiyun dari Sekte Harimau Putih,


Rong Linqi dari Sekte Phoenix Merah,


Guan Lingyu dari Sekte Ular Hijau,


Wei Da dari Kerajaan Chang Ying,


Yu Xin dari Sekte Harimau Putih,


Lian Fang dari Sekte Pedang Surgawi,


Guan Jing dari Sekte Ular Hijau,


Yu Jing dari Sekte Harimau Putih,


Yuan Li dari Sekte Phoenix Merah,


Xu Ying dari Sekte Kelelahan Emas,


Qian Yu dari Sekte Phoenix Merah,


dan Ji Feng seorang pendekar bebas. " Ucap Juri tanpa jeda yang panjang.

__ADS_1


He Xun mendengarkan setiap nama sampai membuat telinga nya berubah menjadi panas ketika mendengar hal ini.


Tapi, dia tetap berusaha untuk memasang wajah datar sebagai bentuk penghormatan. Jangan membuat masalah yang tidak perlu.


" Kerajaan hanya memiliki satu orang yang masuk ke babak ketiga, aku takut itu tidak akan bisa bertahan sampai akhir. " Ucap He Xun.


"Pelan kan suaramu saudara Ji, walaupun hanya satu tapi itu adalah Pangeran Ketiga, kekuatannya tidak kalah dari Putra Mahkota, bahkan di katakan kekuatannya di atas Pangeran Kedua, Wei Xun yang baru saja meninggal. " Ucap Rong Yuan dengan suara pelan.


"Oh ? Kalau begitu maka ini akan berubah menjadi lebih menarik bukan ? Aku tidak melihat dimana guru Yuan Li yang kemarin menyerang ku. " Ucap He Xun dengan pelan dan melihat ke arah sana.


"Dikatakan bahwa dia sekarat dan berada di atas tempat tidur tanpa bisa berjalan atau kemanapun, sejak bertemu dan bertengkar denganmu pada saat itu dia mengalami hal ini dan tabib manapun tidak bisa menemukan gejalanya. " Ucap Rong Yuan dengan hati hati ketika mengatakan ini.


"Ah, tampaknya nenek tua itu telah menemukan balasannya karena menyerang ku yang jauh lebih lemah darinya. " Ucap He Xun dengan candaan.


Rong Yuan hanya memelototi nya sebentar sebelum akhirnya merasa bahwa hal ini juga cukup lucu.


Hanya He Xun yang tahu jelas bahwa apa yang di derita oleh Nyonya Qing, karena itu adalah ulah nya.


Itu sangat sesuai untuk membalas orang jahat seperti Nyonya Qing, beruntung bahwa ini adalah dia yang di serang dan bisa menghindar.


Bagaimana jika yang lebih lemah darinya maka mereka akan menghadapi kematian mereka karena Nyonya Qing.


Hidup Nyonya Qing tidak akan lama lagi, pada saat tanding ini berakhir maka itu akan menjadi hari kematiannya.


Tapi, tentu saja masih cukup untuk mendengar kabar bagaimana murid nya dikalahkan dengan menyedihkan.


He Xun telah mengembangkan dendam mendalam untuk sepasang guru dan murid itu karena tingkah laku dari keduanya.


Semua orang saling menatap sebelum akhirnya ramai ramai menatap nya bersama sama.


He Xun terkejut karena dirinya tiba tiba menjadi bintang utama di tengah orang orang ini tanpa alasan yang jelas.


"Apa yang terjadi ? Kenapa semua orang melihat kepadaku ?" Tanya He Xun dengan suara rendah.


"Kamu adalah satu satunya Pendekar bebas jadi tentu saja menjadi pusat perhatian, selamat untuk mu. Mulai saat ini maka kamu akan menjadi perhatian semua orang. Sebagian besar memiliki pandangan yang putus asa terhadap Sekte besar ketika melihat seorang pendekar bebas seperti mu bisa masuk maka itu akan lebih menyegarkan. " Ucap Rong Yuan menjelaskan.


He Xun menganggukkan kepala nya dan mengerti alasan semua orang memandang ke arahnya dengan penuh semangat.


Kebetulan sekali bahwa dia menggunakan nama samaran jadi latar belakangnya bersih tanpa ada kejahatan dan dia bisa masuk ke dalam Kompetisi Yuan Liu.

__ADS_1


"Pertama adalah Ji Feng melawan Wei Da. " Ucap Bing An Yue.


He Xun terkejut bahwa dirinya menjadi yang pertama bahkan melawan orang orang Kerajaan Chang Ying.


Ini tidak akan menjadi perjalanan yang mudah bagi nya, bagaimanapun setiap hal memiliki tantangan tersendiri.


He Xun melompat dari tempat duduknya dan mendarat tepat di arena utama, kali ini kedelapan arena telah dihilangkan dan berubah menjadi satu arena yang luar biasa besar di bagian tengah.


Seorang pria dengan wajah dingin dan datar mendarat di depannya, pria ini memegang dua pedang tipis di kedua tangannya.


He Xun tidak menduga bahwa dirinya akan bertemu dengan seorang pendekar yang menggunakan ilmu pedang ganda.


Tidak banyak yang bisa mengembangkan ilmu semacam ini, karena pedang ganda membutuhkan konsentrasi yang luar biasa kepada dua tangan.


"Tuan Wei, siapapun yang menang nanti, aku harap bahwa ini tidak akan menjadi masalah setelah turun dari arena. Jangan sampai hal dulu terulang lagi. " Ucap He Xun sambil tersenyum ramah dan melirik ke arah Yuan Li.


"Apa maksudmu dengan melirik ku ?!" Bentak Yuan Li dengan marah.


He Xun hanya melemparkan senyum mengejek dan tidak menanggapi Yuan Li yang terus berteriak.


"Aku adalah orang yang adil, tidak akan membawa hal yang tidak berkaitan keluar dari arena. " Ucap Wei Da dengan dingin dan tidak sabar.


"Baiklah jika begitu, aku akan memegang kata kata Tuan Wei. " Ucap He Xun sebelum akhirnya menyerang ke depan.


Kipasnya terbuka dari awal, He Xun tidak berani meremehkan Wei Da. Jika benar Wei Da seluar biasa Wei Xun maka ini akan menjadi musuh yang sulit.


He Xun berputar di udara ketika kedua pedang menuju dimana tempat tubuhnya berada. Pedang itu menancap tepat dibawah kakinya dan hampir saja menyentuh dirinya.


He Xun mendarat ditengah kedua pedang yang sedang menjadi satu dan Wei Da menekankan tenaga untuk menarik pedang.


He Xun yang takut bahwa dirinya akan kehilangan keseimbangan langsung melakukan salto ke belakang dan mendarat dengan mulus di tanah sambil mengipasi dirinya sendiri dengan gaya yang angkuh.


Tentu saja, kemampuan Wei Da ini luar biasa, berbeda dengan Yuan Li. Wei Da ini adalah bakat sejati, sayang sekali bertemu dengannya di begitu awal sehingga harus menemukan kekalahannya begitu awal.


He Xun menyipitkan matanya lalu senyum di wajahnya telah menghilang sepenuhnya dan berubah menjadi serius.


...----------------...


Note : Mohon maaf karena bulan kemarin fokus dengan karya author yang lain, tapi bulan ini author akan fokus dengan karya author yang ini 🙏

__ADS_1


__ADS_2