PESONA BUNGA SURGAWI ( Season 1 )

PESONA BUNGA SURGAWI ( Season 1 )
40. Ilusi Alam Keajaiban II


__ADS_3

He Xun duduk di atas pohon dan mengamati monster landak yang terlihat imut itu, walaupun terlihat imut tapi itu adalah monster yang berbahaya.


Jika melihat dari ciri cirinya maka kemungkinan besar itu adalah Landak Berkaki Tiga, dua di depan dan satu di belakang, di bagian tengah tubuhnya.


Monster semacam ini terlihat sangat sederhana dan lucu tapi sebenarnya sangat berbahaya. Jujur saja, kali ini He Xun merasa takut.


Monster ini memiliki kekuatan yang sama dengannya, tidak kalah darinya sama sekali ! Bagaimana mungkin Sekte Awan Ringan bisa begitu kejam ?


Menaruh monster tingkat 7 tahap Prajurit Perunggu ? Ini adalah kekejaman ! He Xun tidak langsung serta merta melompat ke bawah dan menantang Landak Berkaki Tiga.


Tunggu sebentar ? Kenapa terasa bergetar ? Apakah ada Gempa ? Gempa di dalam Dimensi ? Bagaimana mungkin !


He Xun seketika langsung mengingat sesuatu yang dibacanya dibuku dan langsung di abaikan olehnya karena merasa bahwa itu tidak masuk akal.


Yaitu, guncangan dimensi !


Guncangan Dimensi, dimana suatu Dimensi menabrak Dimensi lain dan menyebabkan guncangan, bahkan para penghuni di dalam Dimensi akan keluar.


Ini tidak baik !


Jika menurut apa yang dibacanya dengan sekilas maka Guncangan Dimensi berarti terlepasnya Dimensi dari pemiliknya.


Dimensi ini tidak di kendalikan oleh Sekte Awan Ringan lagi !


Benar saja, retakan yang ada di sekitar langit sebagai jalan keluar dan juga jalan masuk untuk mereka telah sepenuhnya tertutup dan menghilang.


"Ini gawat, aku harus menghemat tenaga ku sebanyak mungkin. " Ucap He Xun sambil memandang sekitar.


Sementara di luar Dimensi, wajah Senior Yi yang biasanya selalu datar kali ini tampak muram dan sebuah segel yang sangat rumit terbentuk di tangannya lalu di dorong ke arah pintu Dimensi yang hampir tertutup.


"Senior Yi, apa yang terjadi dengan ini ?" Tanya Yuan Qi dengan bingung.


"Tutup mulutmu ! Kemana kamu ketika sedang pelajaran ! Alirkan tenagamu pada Segel Suci itu !" Perintah Senior Yi dengan marah dan murka.

__ADS_1


Yuan Qi adalah orang yang takut dengan atasannya dan selalu menjadi anjing penjilat nomor satu bagi Tuannya.


Jadi, Yuan Qi tidak berani untuk menunda perintah yang diberikan oleh Senior Yi.


"Ini adalah Guncangan Dimensi yang sudah pernah aku jelaskan sebelumnya, kamu bodoh dan lambat tangkap, lebih baik untuk mengerahkan usahaebih banyak. " Ucap Senior Yi dengan merendahkan dan angkuh.


"Ya, Senior. " Ucap Yuan Qi sambil menundukkan kepalanya rendah rendah.


"Kalian semua keluarlah !" Teriak Senior Yi dengan pengeras suara yang dibuat menggunakan Qi.


Beberapa orang keluar dengan tubuh penuh darah, tapi He Xun disisi lain bertemu dengan sebuah masalah yang sangat fatal.


He Xun tentu saja mendengar kata kata yang diberikan oleh Senior Yi dan melihat sebuah keretakan kecil dan bersiap untuk melompat keluar sebelum akhirnya seekor monster monyet yang besar yang muncul dari belakangnya.


He Xun jatuh dari atas pohon dan mendarat di atas tubuh Landak Berkaki Tiga.


"Sialan, begitu buruk dalam keberuntungan !" Umpat He Xun dan dia langsung melompat turun.


Kedua monster itu menatapnya dengan tatapan lapar, sementara He Xun berusaha untuk menyelesaikan dengan cepat sambil memandang keretakan yang semakin kecil.


"Pukulan Cakar Naga : Bagian 1 !" He Xun menerjang ke depan dengan brutal dan menyerang dengan tangan kanan sementara bertahan dengan tangan kiri yang memegang sarung pedang.


Sarung pedang miliknya terbuat dari bahan yang sama dengan pedang sehingga sama sekali tidak rapuh atau bahkan sama kuatnya dengan pedangnya, bedanya yang satu tajam dan yang lain tumpul.


He Xun berputar putar beberapa kali seolah olah sedang memegang dua pedang, Monyet Mata Emas mungkin bisa dipukul mundur.


Tapi, Landak Berkaki Tiga tidak bisa dipukul mundur karena tubuhnya yang besar dan kulitnya yang tebal.


Landak Berkaki Tiga membuat tubuhnya menjadi bola dan meluncur ke arahnya, He Xun panik dan melompat ke atas lalu menginjak bagian atas tubuh Landak Berkaki Tiga.


He Xun berusaha untuk terus menjaga keseimbangannya di atas punggung Landak Berkaki Tiga.


Sementara dia terus bertarung dengan Monyet Mata Emas, jadi ini sebenarnya agak lucu karena Ge Xun bertarung dengan seekor monyet di atas Landak yang sedang menjadi bola.

__ADS_1


He Xun membelalakkan matanya ketika melihat bahwa keretakan menjadi semakin jauh sementara dia tidak bisa mendekat karena dihalangi oleh kedua monster ini.


"Pukulan Cakar Naga : Bagian 2 !" Kekuatannya meningkat dan kelincahan nya membuatnya seperti bayangan.


Diluar dimensi, semua orang telah keluar dalam kondisi yang mengenaskan, ada yang kehilangan tangan atau kaki atau bahkan anggota tubuh yang lain.


Satu hal yang sama dari mereka adalah mereka bersimbah darah. Yuan Qi tampak mengerutkan dahi dan Senior Yi telah menyadari terlebih dahulu bahwa yang keluar hanya ada 49 orang.


"Senior, kita kekurangan satu orang, bagaimana ini ?" Tanya Yuan Qi.


"Tidak apa apa, dengan bakat yang dimiliki oleh anak itu, selama dia bisa bertahan maka dia akan keluar menjadi orang yang luar biasa. " Ucap Senior Yi dengan dingin dan mengibaskan lengan pakaiannya yang lebar dan berjalan.


"Senior, apakah kita tidak memiliki cara lain untuk menyelamatkan anak itu ? Lagipula dia memiliki Bakat Surga yang sangat jarang. " Ucap Yuan Qi masih tidak menyerah.


"Percuma, Dimensi telah sepenuhnya tidak berada di bawah kendali ku lagi. Hidup atau mati, hanya bisa mengandalkan keberuntungannya. Jika dia beruntung maka dia akan bisa bertahan. " Ucap Senior Yi lalu berjalan dengan anggun dan membuat dadanya bergoyang mengikuti irama langkahnya.


Yuan Qi tampaknya masih ingin mengatakan sesuatu tapi tidak memiliki cara untuk menjelaskan nya sehingga hanya bisa mengejar Senior Yi.


"Kalian semua ikutlah denganku untuk mendapatkan perawatan. " Ucap Yuan Qi.


Para calon murid mengikuti Yuan Qi untuk mendapatkan perawatan intensif, sementara He Xun sendiri dibawa semakin dalam ke dalam hutan yang gelap dan lebat.


He Xun sendiri telah merasa putus asa dan tubuhnya penuh dengan luka, kedua monster ini memiliki kekuatan pada tahap yang sama dengannya.


He Xun tidak mungkin menang untuk melawan kedua monster ini tanpa cara cara tertentu, hanya saja He Xun benar benar tidak menemukan cara untuk mengalahkan kedua monster yang berbahaya ini sementara Dimensi terus berguncang dengan liar.


"Bagaimana dengan He Yue dan Chu Xue ? Aku harus bertahan dan keluar secepat mungkin, mereka mungkin akan aman untuk sejenak karena tetap di dalam penginapan. " Gumam He Xun.


Memikirkan kedua murid kecilnya yang penurut membuat tekad He Xun kembali menyatu dan dengan sekuat tenaga melawan kedua monster yang telah memojokkan nya sejak tadi.


Nafas He Xun terengah engah ketika menahan serangan dari Landak Berkaki Tiga sebelum akhirnya dipukul oleh Monyet Mata Emas.


Brukk !?

__ADS_1


Tubuh He Xun menghantam pohon besar dan memuntahkan seteguk darah segar.


__ADS_2