PESONA BUNGA SURGAWI ( Season 1 )

PESONA BUNGA SURGAWI ( Season 1 )
56. Kabur Dari Ibukota


__ADS_3

He Xun dan yang lainnya bersiap untuk pergi ketika hari sudah sore, pertama tama yang keluar adalah Yi Fei Fei dan yang lainnya sementara He Xun masih berada di dalam penginapan.


Setelah berselang satu jam, barulah He Xun keluar dengan Baili Ruoqing dah Lan Huayin dari penginapan.


Semuanya memainkan peran mereka masing masing tanpa ada kesalahan dan mereka berhasil untuk keluar dari gerbang dengan selamat tanpa diketahui.


Mereka berada di ujung Kota Tanpa Batas dan masuk ke dalam salah satu penginapan yang ramai lalu berbaur di dalamnya.


Semuanya melepaskan pakaian samaran mereka dengan putus asa dan kesal, Yi Fei Fei tampak menghela nafas.


"Ini sangat baik, untuk bisa menyusun rencana ini benar benar hebat. " Ucap Yi Fei Fei.


Tanpa diduga, ketika He Xun mengecek ke bawah, disana sudah sangat banyak penjaga yang bertugas untuk mencarinya dan ke empat siluman penolongnya.


"Bagaimana ini ?" Tanya He Xun dengan sedikit panik.


Kali ini, He Xun benar benar kehilangan cara untuk menghindari hal buruk ini. Sepertinya mereka benar benar harus bertarung sampai mati kali ini.


Bahkan, jika orang orang mengancam untuk membunuhnya, He Xun tidak akan pernah menyerah untuk melindungi ke empat siluman yang telah menolongnya.


He Xun adalah orang yang tahu berterima kasih , jadi He Xun menolak untuk berlari dan menyelamatkan dirinya sendiri layaknya seorang pengecut yang memalukan.


He Xun merasa jika dia melakukan itu maka dia tidak pantas untuk disebut sebagai manusia.


Yi Fei Fei tiba tiba berbisik dan He Xun menatap Yi Fei Fei dengan tatapan tidak percaya, lalu mulai membuka pakaian luarnya.


"Cepatlah ! Tidak ada waktu lagi untuk menunda ! Kalian semua cepat bersembunyi. " Perintah Yi Fei Fei.


Baili Ruoqing langsung ikut melakukan hal yang sama dan menunjukkan bahu putihnya, jika dilihat seperti ini maka Baili Ruoqing tidak tampak seperti siluman sama sekali, bahkan tampak seperti manusia biasa.


"Apa yang kamu lakukan, saudari Baili ?" Tanya Yi Fei Fei dengan tatapan tidak percaya.

__ADS_1


"Kebanyakan orang orang disini menyewa 2 sampai 3 wanita, mustahil hanya untuk menjadi 1 kecuali orang itu sangat miskin. Saat ini, aku akan membantu kalian memainkan peran ini. " Ucap Baili Ruoqing.


He Xun mengangguk dengan enggan dan melepaskan pakaian luarnya dan hanya menyisakan ****** *****.


He Xun memeluk tubuh Yi Fei Fei ketika mendengar suara langkah kaki yang mendekat lalu Baili Ruoqing membelakangi pintu dan mengelus wajah He Xun.


Pintu dibuka dengan kasar dan He Xun menoleh ke arah pintu dengan tatapan marah. Kedua orang gadis cantik di dalam pelukannya tampak mendesah ringan.


"Gongzi, siapa yang datang ?" Tanya Baili Ruoqing dengan suara mendesah.


"Tidak tahu, aku tidak tahu apa yang ingin dilakukan oleh kedua Tuan ini. " Ucap He Xun sambil mengerutkan dahinya dengan tidak senang.


"Tuan Muda, maafkan kami tapi kami akan mengecek kamarmu untuk mencari 4 siluman , alat yang dibawa kami tidak mungkin salah. " Ucap Penjaga itu dan menjukkan sebuah liontin yang menunjukkan panah ke arah sini.


"Apa maksudmu ada siluman ? Kalian berdua menakuti kedua kesayanganku ! Lihatlah dan buka mata kalian baik baik, apakah mereka terlihat seperti siluman ? Apakah maksudmu Siluman Rubah ?" Tanya He Xun dengan marah.


(Siluman rubah identik dengan wanita penggoda. )


He Xun menutup pintu dan terduduk di lantai dengan mata yang terpejam, memainkan peran sebagai pria bajingan tiga kali sehari, benar benar membuatnya sakit kepala.


Bagaimana mungkin orang orang ini memiliki hal yang begitu canggih seperti alat melacak siluman ?


Tiba tiba, sebuah anak panah melesat dari jendela dan mengarah ke arah Baili Ruoqing. He Xun yang melihat ini langsung mengeluarkan Pedang Naga Petir lalu membelah anak panah itu menjadi dua.


Orang yang melemparkan anak panah itu menggunakan topeng dan berdiri di atas atap bangunan seberang.


Orang misterius itu pergi kabur sementara He Xun tidak mengejarnya, jika itu memang pembunuh yang ingin membunuhnya maka mereka pasti akan bertemu lagi di masa depan, tidak perlu terburu buru.


Rencana nya tidak boleh dihancurkan oleh seorang pembunuh kecil semacam itu. Jadi, He Xun hanya menatap kepergian pembunuh itu.


Semua orang sudah keluar dan mereka duduk dalam keheningan, hal semacam ini adalah hal yang baru bagi mereka semua.

__ADS_1


"Bagaimana ini ? Apakah kita akan tetap disini ?" Tanya Xiu Xiyi.


"Apakah ada sesuatu yang dapat menekan aura siluman kalian ?" Tanya He Xun dengan penasaran.


"Setahu ku tidak kecuali pusaka pusaka yang sangat hebat dan langka. " Ucap Lan Huayin sambil mengerutkan dahi.


"Kalian semua diam diam disini dan aku akan bermeditasi sebentar. " Ucap He Xun.


He Xun bermeditasi dan memasuki Dimensi Pribadinya untuk mencari tahu bagaimana cara untuk melemahkan aura Siluman milik ke empat siluman cantik ini.


"Tanaman Ginseng darah 100 tahun, dengan Jamur Es 100 tahun, Bunga Krisan 70 tahun, dan Persik Abadi 10 tahun. Hancurkan mereka dan campur dengan satu ember air lalu rendam sebuah kalung dengan liontin di dalamnya selama 24 jam dan itu akan menekan setengah dari aura siluman. " Gumam He Xun di dalam meditasinya.


He Xun keluar dari dalam Dimensi Pribadinya dan menjelaskan apa yang didapatkan olehnya, ketika He Xun akan pergi keluar untuk membeli semua barang yang dibutuhkannya, sebuah suara memanggilnya.


"He Xun. " Panggil suara itu dengan lembut.


"Sima Ying ?" Tanya He Xun dengan terkejut.


"Ya, kamu bisa mendapatkan semua tanaman itu di dalam Dimensi Alam Ilusi Kejaiban. " Ucap Sima Ying.


"Apa ? Benarkah ?! Aku akan masuk ke dalam Dimensi saat ini !" Ucap He Xun dengan antusias.


He Xun menghilang dan hanya menyisakan sebuah lonceng kecil yang bercahaya keemasan, tampak sangat cantik dan mempesona, sama seperti pemiliknya.


He Xun di dalam Dimensi Alam Ilusi Keajaiban mulai mencari tanaman dibawah arahan Sima Ying dan tidak ada yang berani untuk mengganggu mereka.


Sima Ying menatap He Xun dengan serius , jujur saja, Sima Ying cemburu dengan apa yang didapatkan oleh wanita wanita diluar, sementara dia tidak bisa mendapatkan hal yang sama dari He Xun membuat Sima Ying putus asa.


Wajah He Xun saat ini, telah dua kali lipat lebih tampan sejak mereka bertemu pertama kali.


"Ah ini adalah Pohon Persik Abadi !" Seru He Xun dengan antusias dan mulai memetik buah yang menurutnya telah matang sempurna.

__ADS_1


__ADS_2