
"Hmph ! Apa yang kamu katakan seperti seekor bebek yang marah. Lihat bagaimana kami berdua menghajar mu ! " Teriak salah satu dari pendekar pedang Phoenix kembar.
"Siapa namamu ?" Tanya He Xun dengan tertarik.
"Jun Yunwan. " Ucap pria itu dengan bangga.
"Jun Yunwan, nama yang menarik. " Balas He Xun dengan seringaian.
"Lalu, bagaimana denganmu ?" Tanya He Xun pada yang satu lagi.
"Qiu Fenghuang !" Jawab yang lain.
Ketika mendengar ini, He Xun langsung tertawa terbahak bahak tanpa bisa ditahan ketika mendengar nama itu.
Fenghuang berarti Phoenix , orang ini benar benar menyebut dirinya sendiri sebagai Phoenix ? Bukankah sangat menyebalkan sekaligus menggelikan ?
Nama nama mereka seperti itu, layaknya seekor burung merak yang terus memamerkan ekornya yang berwarna warni.
Bagaimana mungkin ada seseorang yang begitu percaya diri untuk menyebut dirinya sendiri sebagai Phoenix ?
(Note : Xue Fenghuang di sebelah akan tersindir dengan pemikiran He Xun, hahaha. )
"Baiklah, kalau begitu maka kita telah saling mengenal satu sama lain, ayo bertarung. Mohon bimbingan dari Tuan Tuan sekalian. " Ucap He Xun dengan seringaian.
"He he, jangan mengadu kepada ayah dan ibumu karena telah dihajar oleh kami. Jika kamu masih ingin bersujud dan menjilat sepatu kami yang berlumpur, maka aku akan melepaskan mu dan memohon atas namamu kepada Ketua murid. " Qiu Fenghuang mulai membual dan menunjukkan betapa hebatnya dia.
He Xun tertawa ringan dan tidak terburu buru lalu mengeluarkan Pedang Naga Petir dari sarungnya , pedang sepanjang 1,5 meter lebih itu hampir 1,6 meter, siap untuk mencabur nyawa musuhnya.
"Pukulan Cakar Naga !" He Xun menerjang ke depan dengan pedang yang mengarah ke Qiu Fenghuang.
Qiu Fenghuang mengangkat tombaknya dan menahan pedang He Xun, tapi kekuatan He Xun sangat luar biasa dan membuat Qiu Fenghuang terus menerus dipaksa untuk melangkah mundur.
Tatapan He Xun seolah olah terbuat dari pisau dan ingin memotong Qiu Fenghuang menjadi ribuan keping.
__ADS_1
Qiu Fenghuang menjadi bergidik ngeri ketika mendapat tatapan maut dari He Xun. Jun Yunwan yang melihat rekan nya kesulitan langsung datang membantu dan bersiap untuk menyerang He Xun.
"Bulan Menghancurkan Batu !" Seru Jun Yunwan.
He Xun yang mendengarkan nama ini terdiam lalu tertawa, bukankah nama nama ini terlalu luar biasa untuk sebuah seni bela diri ?
Bahkan, sangking bagusnya dan sangking luar biasanya, itu bahkan bisa dikatakan tidak memiliki kaitan sama sekali dan aneh.
He Xun menyimpan kata kata ini untuk dirinya sendiri dan memilih untuk tidak mengejek orang lain.
Jun Yunwan yang membawa pedang panjang sama seperti He Xun langsung mendorong pedang Naga Petir untuk menyingkir.
He Xun yang melihat bahwa situasi ini tidak menguntungkan nya langsung melompat mundur. He Xun melompat ke belakang dengan lincah dan tertawa ringan.
Dua orang mengeroyok nya dan mereka bertingkah tidak tahu malu, mereka benar benar luar biasa.
"He Xun, apakah aku perlu untuk membantu mu ?" Tanya Baili Ruoqing di belakang.
Ketika He Xun menoleh ke belakng, barulah He Xun menyadari bahwa semua orang orangnya telah datang kemari dan bersiap untuk bertarung.
He Xun memandang kedua orang di depannya dengan tatapan garang lalu menerjang ke depan layaknya seekor cheetah.
Tubuh He Xun, sangat ringan seolah olah terbuat dari kapas dan setiap gerakannya sangat halus seperti sutra.
Tapi, siapa yang menyangka bahwa dibalik gerakannya yang halus, siapapun yang menyentuh sedikit saja bilah pedangnya maka akan terbelah menjadi dua.
He Xun memutar tubuhnya ketika dua senjata menjepit dirinya di tengah tengah, lalu melompat ke atas.
Pedang milik Jun Yunwan dan tombak milik Qiu Fenghuang saling bersilangan dan pada saat itu, He Xun berdiri dengan satu kaki di antara kedua senjata itu.
Keduanya menarik senjata mereka dan He Xun kembali melompat lalu kakinya menghantam ke arah kepala belakang Qiu Fenghuang.
Qiu Fenghuang menghindari serangan He Xun dan tendangan He Xun menghantam ke arah dada Jun Yunwan dengan sangat keras dan sangat tepat.
__ADS_1
Jun Yunwan yang tidak siap dengan serangan tiba tiba ini langsung terdoronh mundur sambil terbatuk batik.
He Xun menyeringai dan telah menebak bahwa Qiu Fenghuang akan menghindar, karena sejak awal tujuan utamanya adalah Jun Yunwan.
He Xun mendarat di tanah dengan kedua tangan yang bertaut di belakang punggungnya, bilah pedangnya mengarah ke tanah dan berada di belakang punggungnya.
Jun Yunwan berdiri dibantu oleh Qiu Fenghuang dan dalam satu tendangan yang penuh tenaga tadi, Jun Yunwan telah mengalami luka internal yang cukup dalam.
Kenapa Jun Yunwan bisa terluka begitu parah ? Itu semua karena He Xun mengalirkan Qi miliknya ke telapak kaki dan seluruh tenaga diarahkan ke telapak kaki yang menghantam ke dada Jun Yunwan.
Jun Yunwan tidak meninggal di tempat adalah keajaiban, sepertinya tendangannya tadi masih kurang kuat.
Akan lebih seru jika tendangannya tadi lebih kuat, maka Jun Yunwan akan terbaring di tanah tanpa nyawa.
He Xun memandang keduanya, sementara keduanya memandang He Xun dengan penuh kebencian.
"Aku sudah mengatakan sebelumnya untuk meminta bimbingan dari kalian, siapa yang menyangka bahwa kedua senuor ini terlalu merendahkan ku sehingga kalian menerima kerugian semacam ini. Huft, aku sangat sedih, semula aku sangat serius untuk mengalahkan kedua senior sehingga menaruh terlalu banyak tenaga dalam tendangan ku. " He Xun berbicara tanpa rasa bersalah.
"Sepertinya, Senior Jun telah mengalami patah tulang yang lumayan parah. " Lanjut He Xun dengan nada mengejek.
"Hmph ! Menindar junior ku, aku ingin melihat bagaimana kamu bisa melawan ku !" Ucap Qiu Fenghuang dengan murka.
He Xun tertawa ringan sekali lagi dan salam sekejap tatapan He Xun menjadi penuh kekejaman, seolah olah sedang melihat musuh bebuyutannya.
He Xun mengarahkan pedangnya ke depan, tubuhnya melesat ke depan dan pedang Naga Petir menghantam ke arah tiang tombak Qiu Fenghuang.
Kali ini, serangan mereka menjadi lebih serius. Kedua senjata itu bergetar dengan hebat, sementara kedua pemilik senjata itu terus mengalirkan Qi ke senjata mereka.
He Xun tidak kehilangan fokusnya sama sekali dan terus menerus mengalirkan Qinya ke Pedang Naga Petir.
Pedang Naga Petir bisa saja patah karena tenaga yang dia alirkan terlalu banyak, tapi pada akhirnya kepercayaan yang dimiliki nya pada pedang ini sangat besar.
"Kamu adalah orang yang sangat berbakat, sayang sekali bahwa kamu harus mati disini!" Ucap Qiu Fenghuang.
__ADS_1
"he he, siapa yang mati dan siapa yang hidup masih belum jelas. Kenapa Senior Qiu terburu buru dengan hasil yang menanti ? Apakah Senior Qiu telah kehilangan kepercayaan diri ?"