
He Xun berdiri dan membersihkan debu di kipas milik nya lalu berjalan menuju ke atas arena dan melemparkan senyum tipis pada Yuan Li.
Pada Yuan Li ini, dia bahkan sudah malas untuk memuntahkan omong kosong. Lebih tepatnya dia malas dengan semua orang di kelompok nya kali ini.
Selain seorang penggertak, apalagi yang bisa dibanggakan dari kelompok nya kali ini ? He Xun benar benar tidak habis pikir dengan kelompok nya kali ini, benar benar menyedihkan.
"Aku akan menunjukkan bagaimana konsekuensi mu karena telah mendekati saudari junior Rong !" Ucap Yuan Li.
He Xun tidak membalas hanya memberikan senyum mengejek lalu bergerak ke depan. Dalam dua langkah maka dia akan menangani Yuan Li yang berada di Tingkat 1 Prajurit Emas.
Walaupun kekuatannya sama dengan Cui Lan, tapi Cui Lan bisa mendapatkan kekuatan tersebut karena latihan dan bakat.
Tapi, jika Yuan Li ini maka bisa di lihat dengan jelas bahwa semua itu adalah paksaan semata.
Yuan Li dipaksa dan di dukung oleh sumber daya yang tidak ada habis nya dengan begitu barulah bisa mencapai titik ke saat ini.
Mungkin, ini adalah titik perhentian terakhir dari kekuatan Yuan Li atau mungkin jika beruntung maka Yuan Li akan bisa naik satu tingkat yang lain dalam 10 tahun.
Tidak ada yang perlu di takuti dari Yuan Li, dari segi kekuatan saja He Xun telah lebih unggul dan dari segi pondasi....... Yuan Li bahkan tidak layak untuk disebutkan !
He Xun menekan gagang kipasnya yang mendorong kipas agar terbuka lalu melemparkan ke depan.
Bilah pisau dari sela sela kipas itu terbuka dan mengincar leher Yuan Li, Yuan Li berniat untuk memotong kipas miliknya dengan pedang.
Kedua senjata itu saling bergetar satu sama lain, sama sama tidak ingin mengalah satu sama lain.
He Xun menarik kembali kipasnya karena takut jika tingkat kekuatan kipas ini sedikit lebih rendah dari pedang milik Yuan Li.
Seperti yang dia katakan tadi, Yuan Li ini sebenarnya biasa saja tapi di dukung oleh sumber daya tanpa batas, barulah bisa sampai ke titik ini.
Yuan Li berniat untuk menusuk kakinya dengan pedang setelah dia meraih kipasnya, jadi He Xun melakukan salto dan mendarat dengan satu kaki di atas pedang Yuan Li.
Kedua tangannya terentang dan yang kanan memegang kipasnya yang terbuka, He Xun mengipasi dirinya dengan angkuh sebelum akhirnya menekankan kekuatan kakinya yang membuat Yuan Li tidak bisa melawan.
__ADS_1
Yuan Li terus menerus ingin menarik pedangnya tapi tidak bisa. Pedang Yuan Li menyentuh tanah dan Yuan Li ingin terus mengangkatnya sebelum terdengar suara retakan.
Bukan pedang Yuan Li yang patah melainkan tangannya !
"Tampaknya, tulang milik Tuan Yuan terlalu rapuh, hm ?" Tanya He Xun.
Yuan Li otomatis tidak memiliki kekuatan untuk memegang pedang tersebut lagi. He Xun turun dari pedang itu lalu menendangnya tanpa kekuatan.
Pedang itu jatuh dari arena dan Yuan Li langsung berteriak histeris.
"Tidak !!! " Teriak Yuan Li.
"Aku beri kau kesempatan untuk menyerah dalam tiga detik, jika tidak maka kita bisa terus melanjutkan pertarungan ini. " Ucap He Xun dengan lembut dan tawa terkikik.
"Aku tidak akan menyerah !" Seru Yuan Li dan ingin meninju He Xun dengan tangan kirinya.
He Xun memiringkan kepalanya ke samping untuk menghindari itu dan menangkap tangan Yuan Li dengan tangannya sendiri lalu memelintir nya.
Yuan Li masih ingin menyerang dengan satu tangan yang patah dan tangan lain yang terkilir.
He Xun menertawakan kecerobohan Yuan Li, tidak sanggup mengenali kekuatan sendiri adalah jalan kehancuran diri yang paling cepat.
He Xun sudah malas dengan semua ini dan menjulurkan kakinya untuk menendang dada Yuan Li.
Yuan Li terlempar ke belakang dan terbatuk batuk darah lalu pingsan.
"Ji Feng, menang !" Seru juri.
"Ini keterlaluan ! Anak ini terlalu kejam dan hampir membunuh muridku !" Teriak seorang wanita tua.
He Xun menolehkan pandangannya untuk melihat wanita tua yang berteriak itu dengan dingin.
Sekte apa ini ? Sekte Phoenix Merah ?Jika dia bisa menghancurkan Sekte Naga Biru, kenapa dia tidak bisa menghancurkan Sekte Phoenix Merah ?
__ADS_1
He Xun hanya menghela nafas mengejek ketika melihat guru dari Yuan Li berteriak layaknya orang bodoh yang memamerkan diri.
He Xun turun dari panggung sebelum akhirnya sebuah serangan dengan tongkat kayu di arahkan padanya, He Xun dengan secepat kilat mendorong tubuhnya ke belakang.
Dalam posisi kayang, tongkat kayu itu melewati atasnya dan hampir saja memukul kepalanya sampai hancur.
He Xun menjentikkan sesuatu di balik jubahnya dan tidak di ketahui, He Xun lalu menoleh kepada orang yang menghalangi nya.
Itu adalah Bing An Yue yang menahan wanita tua yang merupakan guru Yuan Li itu.
"Nyonya Qing, disini adalah tempat dimana kamu tidak bisa membuat keributan. Jika Nyonya Qing memaksa maka kamu terpaksa mengeluarkan muridmu. " Ucap Bing An Yue dengan dingin.
Nyonya Qing baru saja akan memberikan alasan lain untuk membela murid nya tapi He Xun telah mengeluarkan suara.
"Menyerang peserta adalah hal yang tidak patut tapi seorang tetua Sekte terhormat sepertimu menyerang pemuda sepertiku secara diam diam adalah hal yang tidak terhormat. Aku tidak melakukan apapun yang melanggar peraturan, muridmu tidak mampu kenapa aku yang harus di salahkan ?" Tanya He Xun dengan senyum tipis.
He Xun memiringkan kepalanya sedikit dan memberi wajah menantang pada Nyonya Qing.
Dengan jarum yang dia lemparkan ke Nyonya Qing secara diam diam tadi, maka jarum itu akan menyatu ke dalam aliran darahnya lalu perlahan lahan penderita akan menderita kejang kejang sebelum akhirnya pingsan, lalu jika beruntung maka hanya akan koma.
Itu adalah racun yang dikembangkan oleh He Xun sendiri, itu adalah racun tanpa nama.
"Kau ?! Dasar pemuda tidak sopan !" Teriak Nyonya Qing dan ingin melawan He Xun tapi ditahan oleh Bing An Yue tanpa ekspresi.
"Paling tidak, aku tidak akan menyerang secara diam diam. Daripada kamu membuat keributan disini, lebih baik kamu pergi dan melihat keadaan muridmu. " Ucap He Xun dengan angkuh dan berjalan pergi.
Seseorang seperti Nyonya Qing yang tidak mampu menerima kekalahan dan hanya bisa terus menerus membanggakan dirinya dan menindas yang lemah, kali ini tidak akan lolos.
He Xun telah mendengar reputasinya yang buruk dari orang orang, tapi tidak menyangka bahwa dirinya akan bertemu dengan orangnya secara langsung.
"Ji Feng, lolos ke babak ketiga !" Seru Liu Wan Er.
He Xun mengangguk dan memberikan hormat kepada tiga juri sebagai bentuk terima kasihnya.
__ADS_1