
Setelah He Xun berjalan keluar, semua orang langsung mengerumuni He Xun dan menatap He Xun dengan penasaran.
Mereka saling menatap satu sama lain dan He Xun sendiri hanya memasang wajah datar untuk mengerjai semua orang ini.
"Bagaimana kondisinya ?" Tanya Lan Hua Yin buka suara.
"Bagaimana menurutmu ? " Tanya He Xun dengan datar.
"Bisakah kamu mengatakan sesuatu dengan jelas ?!" Tanya Liu Qing Xin dengan tidak tahan.
"Ayo kita masuk ke dalam ruangan dulu, tidak baik untuk mengatakan nya di sini. " Ucap He Xun sambil menundukkan kepala nya.
Semua orang berpikir kalau sesuatu yang besar telah terjadi tapi pada akhirnya mereka tidak menyadari kalau mereka hanya di kerjai oleh He Xun saja karena He Xun merasa bosan.
Sesampainya di dalam ruangan, He Xun tertawa ringan yang membuat semua orang merasa bingung bahkan orang baru seperti You Lianqi ikut bingung.
"Sebenarnya, tidak ada apa apa. Baili Ruo Qing saat ini sedang beristirahat di ruang sebelah. " Ucap He Xun sambil tertawa.
Semua orang langsung menghela nafas dan You Lianqi ikut menghela nafas lega walaupun tidak mengenal Baili Ruo Qing.
"Kamu mengerjai kami !" Ucap Lan Hua Yin sambil menepuk lengan He Xun dengan tenaga.
"Uh, sakit sekali ! Jangan marah , maafkan aku. Ini adalah salahku karena telah mengerjai kalian semua !" Ucap He Xun dengan buru buru karena pukulan bertubi tubi dari Lan Hua Yin dan Liu Qing Xin.
__ADS_1
"Ini adalah pelajaran yang kami berikan karena telah berani beraninya menipu kami ! Lihatlah jika kamu berani menipu kami lagi di masa depan maka aku akan memukul mu lebih keras dari ini !" Ucap Lan Hua Yin dengan wajah garang.
"Tentu saja, tentu saja. Aku akan mengikuti Senior Lan dengan sangat baik. " Ucap He Xun sambil bercanda.
"Tentu saja, aku tahu memang seharusnya seperti ini. " Ucap Lan Hua Yin dengan bangga lalu melipat tangannya di depan dada.
Suasana menjadi lebih ringan dan lebih santai, semua orang menjadi tenang dan sibuk untuk bercerita satu sama lain.
He Xun adalah seseorang yang pendiam dan tidak suka untuk berkumpul semacam ini, Xiu Xi Yi juga tidak suka dengan hal ini.
"Sebenarnya, apa yang terjadi pada Baili Ruo Qing ?" Tanya Xiu Xi Yi.
Xiu Xi Yi sekilas memang terlihat seperti seseorang yang dingin dan acuh tak acuh tapi He Xun menyadari bahwa sebenarnya Xiu Xi Yi adalah orang yang sangat sesitif dan memperhatikan sekitar dengan sangat serius.
"Kenapa kamu bisa bertanya seperti itu ? Bukankah aku sudah mengatakannya sebelumnya ?" Tanya He Xun dengan lembut.
"Kamu tidak tahu tapi Ruo Qing, walaupun adalah yang paling muda di antara kami tapi juga merupakan yang paling tertutup. Sekilas dia tampak sangat terbuka dan ceria tapi dia selalu menyembunyikan dirinya dalam dalam dan tidak membiarkan orang lain untuk melihat kelemahannya. "
"Ruo Qing adalah orang yang kuat dan sensitif, aku hanya berharap jika kamu bisa memperlakukan nya dengan baik dan sabar. Bukannya aku tidak menyadari jika sesuatu telah terjadi di antara kamu dan Ruo Qing. " Ucap Xiu Xi Yi.
He Xun yang mendengar ini terkejut dan menatap Xiu Xi Yi dengan tatapan bingung.
"Tidak sulit untuk menyadarinya, ada harum tubuhnya di tubuh mu. Jika kamu sekedar menghibur nya maka tidak akan seperti ini, dengan lama waktu yang kamu perlukan maka tidak perlu bingung untuk hal ini. Jangan takut, aku tidak akan mengatakannya kepada orang lain. Aku tahu, Ruo Qing pasti meminta mu untuk merahasiakan ini dari orang lain bukan ?" Tanya Xiu Xi Yi.
__ADS_1
"Itu benar, dia meminta ku untuk merahasiakan ini dari semua orang. Tapi, karena kamu telah menebak dengan baik maka aku tidak memiliki cara untuk menutupinya hanya berharap kalau kamu bisa menjaga rahasia ini demi diri nya. " Jawab He Xun dengan ringan.
"Aku berharap kalau kamu bisa menjaganya dan memberinya perhatian lebih, dia menjalani kehidupan yang sulit sejak usia muda. Orang seperti dia tidak akan pernah bisa mengungkapkan kesedihan nya dengan terang terangan jadi aku berharap jika kamu menjadi lebih sensitif untuk nya dan memahami perasaannya. "
"Sekilas, Ruo Qing terlihat seperti orang yang lembut tapi pada akhirnya dia adalah orang yang keras kepala. Dia tidak bisa dipaksa untuk melakukan sesuatu tapi bisa menggunakan bujukan. " Nasehat Xiu Xi Yi.
He Xun mendengarkan semuanya dengan serius lalu mencatat semuanya di dalam hatinya.
Bagaimanapun, Xiu Xi Yi sudah lama bersama dengan Baili Ruo Qing tentunya lebih memahami Baili Ruo Qing dibandingkan dirinya.
"Aku mengerti, aku telah mencatat semua yang kamu katakan padaku. Percayalah padaku, aku akan berusaha yang terbaik untuknya. " Ucap He Xun.
"Baik, selama ini kata kata mu selalu ditepati oleh mu dan karena itu aku berharap banyak terhadap kata katamu yang lebih berat dari emas. " Xiu Xi Yi memberikan tepukan di bahu He Xun sebagai bentuk semangat.
(Artinya, kata kata He Xun tidak bisa diingkari dan membawa nilai yang besar. )
"Kamu telah terlalu memujiku, oh ya kamu belum mengatakan bagaimana keluarga Baili Ruo Qing di masa lalu ?" Tanya He Xun.
"Dia adalah seorang putri dari Ketua Klan Rubah Merah Ekor Sembilan. Dia memiliki dua kakak laki laki, tiga kakak perempuan, dengan empat adik laki laki dan tiga adik perempuan. Dibandingkan dengan dirinya yang berada di tengah tengah, dia benar benar tidak mendapat perhatian yang cukup dan harus bersaing dengan banyak saudaranya. Tidak mudah untuk terus mempertahankan posisi mu dan Ayahnya tidak terlalu peduli dengannya karena dia adalah anak tengah. Tidak terlalu tua juga tidak terlalu muda. " Ucap Xiu Xi Yi.
"Bukan kah itu tidak adil ?" Tanya He Xun sambil mengerutkan dahi.
"Kamu bisa mengatakan hal itu tidak adil karena kamu mengerti bagaimana perasaan ketika tidak mendapat kasih sayang yang cukup, tapi bagi orang orang seperti Ayah Baili Ruo Qing. Yang paling penting adalah bakat, tidak peduli muda atau tua. Selama memiliki bakat yang baik maka akan menjadi Putra atau Putri kesayangannya. "
__ADS_1
"Ayah Baili Ruo Qing juga sangat kejam dan membiarkan Putra Putrinya bertarung satu sama lain untuk menentukan satu orang pemenang, dari semua saudara Baili Ruo Qing, beberapa di antaranya telah meninggal karena perebutan takhta. Baili Ruo Qing tidak tahan lagi dengan perebutan takhta ini dan memilih untuk pergi menjelajah bersama dengan kami. " Cerita Xiu Xi Yi sambil mengenang masa lalu.