PESONA BUNGA SURGAWI ( Season 1 )

PESONA BUNGA SURGAWI ( Season 1 )
61. Cobaan Hati


__ADS_3

He Xun dan Baili Ruoqing berjalan masuk ke dalam sebuah ruangan batu yang terbuka setelah mereka berhasil memecahkan teka teki yang ada di pintu.


Tapi, pada kenyataan nya ketika mereka berhasil masuk ke dalam ruangan batu ini, kembali terdengar suara mekanisme batu.


Sekali dilihat, itu adalah pintu batu yang kembali tertutup, Baili Ruoqing ingin mencoba untuk menahannya atau membuat sedikit cela agar mereka bisa keluar.


Tapi, kekuatan dari pintu batu itu terlalu luar biasa dan tidak bisa ditanggung oleh Baili Ruoqing jadi He Xun langsung menarik tubuh Baili Ruoqing ke belakang.


"Apa yang kamu lakukan ?!" Tanya Baili Ruoqing dengan putus asa ketika melihat pintu yang tertutup rapat.


"Kamu akan berubah menjadi bubur daging jika terjepit di tengah sana !" Ucap He Xun dengan kesal.


Baili Ruoqing melihat ini semua dan menghela nafas lalu duduk di tengah dan bermeditasi, mencoba untuk menemukan titik lemah dari tempat istimewa ini.


"Tidak ada masalah tanpa jalan keluar bahkan termasuk ini, aku percaya bahwa akan ada jalan keluar bagi kita. Kita hanya perlu bersabar dan tenang. " Ucap He Xun sambil melihat sekitar dan memeriksa, apakah ada mekanisme untuk mengeluarkan mereka dari sini.


Tapi, pintu batu ini benar benar tanpa cela jadi bahkan setelah berusaha dengan keras, He Xun masih belum bisa menemukan kesalahan dari pintu batu ini.


"Duduk diam disini, aku menemukan untaian jiwa Binatang Suci. " Ucap Baili Ruoqing.


"Binatang Suci ? Phoenix ? Atau Naga ?" Tanya He Xun dengan antusias.


"Phoenix." Ucap Baili Ruoqing dengan serius.


"Apakah itu berarti bahwa aku akan bisa melihat Phoenix yang ada di dalam legenda ?" Tanya He Xun dengan antusias.


Selama ini, dia hanya mendengar nama ini dari dalam buku dan mengetahui bentuknya dari dalam sketsa yang ada di buku.

__ADS_1


"Aku mengatakan bahwa aku menemukan untaian jiwa, bukan Phoenix. Ini hanya salah satu untaian jiwa dari ribuan untaian jiwa yang ditinggalkan dan menyimpan sedikit kenangan. Jika aku tidak salah, maka ini seharusnya adalah makam Suci Phoenix. Tidak heran orang orang mengatakan bahwa akan ada senjata langka. Ternyata memang ada, jika ada untaian Jiwa yang di tinggalkan maka biasanya digunakan untuk menjaga barang peninggalan diari si Phoenix. " Ucap Baili Ruoqing menjelaskan.


"Bagaimana kamu bisa mengetahui begitu banyak ? Bukankah kamu seorang siluman ?" Tanya He Xun dengan penasaran.


"Tidak peduli hewan apapun dan jenis apapun, mereka akan menyembah Binatang Suci. Jadi, ini bisa dibilang adalah makam leluhur kami. " Ucap Baili Ruoqing menjelaskan.


He Xun yang mendengarkan penjelasan ini mengangguk ngangguk layaknya orang jodoh, padahal tidak mengerti dengan apa yang di maksudkan oleh Baili Ruoqing.


Keduanya duduk bersila saling menatap satu sama lain lalu mereka mengumpulkan kedua telapak tangan mereka.


Dengan kedua lengan yang terulur dan telapak tangan yang saling menempel satu sama lain, Qi langsung berjalan degan lancar.


"Karena kalian telah membangunkan ku hari ini, maka aku akan memberikan kalian ujian untuk melihat apakah kalian layak atau tidak untuk hadiah tersebut. " Ucap Suara misterius.


"Siapa kamu ?!" Tanya He Xun dengan waspada dan berdiri sambil memandang sekitar dengan hari hati.


He Xun menatap Baili Ruoqing lalu duduk kembali untuk mendengarkan apa yang ingin dikatakan oleh Untaian Jiwa Phoenix ini.


"Hari ini, aku akan melakukan sesuatu yang disebut dengan cobaan hati. Dimana seseorang yang di dalam mimpi akan masuk ke dalam kenangan terindah mereka dah memiliki kesempatan untuk mengubah masa lalu buruk mereka dan menyatu dengan mimpi tanpa bisa keluar. " Ucap Untaian Jiwa Phoenix dengan anggun.


He Xun yang mendengar ini tampak merasa seperti di siksa oleh seseorang, bagaimanapun ini adalah sesuatu yang tidak bisa di pahami eunya.


Dari dalam bukunya yang lengkap dan mencatat banyak hal, He Xun telah pernah mendengar sekali tentang ini dari Dewi Perang Lin Beishang. Tapi kejadian itu tidak dicatat dalam jumlah banyak karena tidak ada catatan pasti tentang hal itu.


Jadi, He Xun tidak bisa memastikan apakah ini sama dengan yang di alami oleh Dewi Perang Lin Beishang.


Disini cenderung meremehkan seorang gadis, tapi pada buktinya, Lin Beishang bisa menjadi penyelamat bagi semua orang.

__ADS_1


Dia menyingkirkan banyak hantu atau monster jahat, membuat semuanya menjadi damai. He Xun memikirkan ini dalam hatinya dan diam diam berpikir untuk memiliki akhir yang sama dengan Dewi Perang Lin Beishang.


Ada begitu banyak versi tentang Dewi Perang Lin Beishang, ada yang mengatakan bahwa mereka meninggal di medan perang, ada juga yang mengatakan bahwa mereka menghabiskan waktu bersama , tapi ada juga yang mengatakan bahwa Dewi Perang Lin Beishang sedang bermeditasi dan telah mencapai tahap pencerahan. Ini tidak masuk akal tapi pada kenyataan nya ada banyak sekali orang yang melakukan ini padanya.


He Xun langsung mengalihkan pandangannya setelah merasa bahwa sekitarnya menjadi berputar sebelum akhirnya sampai ke saat saat dimana dia disiksa oleh He Yan.


Tapi, ekspresi He Xun bahkan tidak berubah. Apakah ini yang dikatakan sebagai Cobaan Hati yang sangat berat ? Kenapa dia tidak merasakan tekanan.


Jika dia bisa mencoba, maka apa yang akan di lakukannya ? Memukuli He Yan ? Bagaimanapun He Yan telah sampai di dalam Neraka.


Tidak ada gunanya lagi untuk memikirkan nya. He Xun bukanlah tipe orang yang akan melakukan hal sia sia.


Bagaimanapun He Yan telah menemukan kematian sejak lama, tidak ada gunanya untuk mengatur semua ini.


He Xun memandang sekitar dan melihat dirinya sendiri ketika masih muda, diminta untuk berjalan layaknya seekor anjing tapi He Xun kecil menurut karena jika tidak maka dia tidak akan mendapatkan makanan.


He Xun di mata orang lain ketik masih di dalam Klan He tidak di anggap sebagai manusia melainkan alat.


Alat untuk membuat mereka merasa lebih baik dan bahagia. Dengan melihatnya menderita maka orang orang itu akan merasa lebih baik.


He Xun tidak mengerti dengan pemikiran dan mereka dan menyadari bahwa dia tidak akan pernah menyadari bagaimana cara otak mereka berjalan.


Karena jika dia mengerti pemikiran mereka, maka sama saja dia menurunkan dirinya sendiri sampai ke tingkat yang sama dengan orang orang yang menjijikkan itu.


Setelah memikirkan ini, He Xun merasa bahwa keputusannya untuk membunuh dan membersihkan Klan He pada hari itu, bukanlah kesalahan sama sekali.


He Xun tidak merasa bersalah karena telah melakukan itu.

__ADS_1


__ADS_2