PESONA BUNGA SURGAWI ( Season 1 )

PESONA BUNGA SURGAWI ( Season 1 )
107. Babak Kedua II


__ADS_3

Setelah Cui Lan dan Yuan Li bertarung dengan sangat sengit, itu mengeluarkan dua hasil yang sangat memalukan untuk Yuan Li.


Saat ini, Yuan Li terduduk di tanah dengan pedang yang terhempas jatuh keluar dari arena, pedang Cui Lan terarah pada leher Yuan Li.


"Aku menyerah !" Teriak Yuan Li dengan ketakutan.


He Xun menahan diri agar tidak tertawa terbahak-bahak, bagaimana pun disini ada Rong Yuan.


Anggap saja dia melakukan semua ini untuk melindungi harga diri milik Rong Yuan, tidak ada gunanya menyinggung Rong Yuan hanya untuk seseorang yang tidak berguna seperti Yuan Li.


Selanjutnya adalah He Xun dengan Fang Xin. He Xun berdiri ketika mendengar namanya di sebut dan menatap Fang Xin dengan tatapan datar.


"Harap Tuan Fang menunjukkan belas kasihan pada ku. " Ucap He Xun dengan lembut.


"Hmph ! Kamu seorang pria cantik hanya tahu bagaimana cara mengatakan puisi dan memuntahkan omong kosong. " Ucap Fang Xin.


"Tentu saja, dibandingkan dengan Tuan Fang yang selalu berjemur di bawah cahaya matahari, aku lebih sedikit. " Balas He Xun dengan sombong.


"Untuk apa terus memberikan penampilan ? Tanpa kekuatan maka kamu akan menjadi sampah !" Ucap Fang Xin dengan marah.


"Kenapa Tuan Fang menjadi marah ? Tentu saja, dengan kulit yang terawat ini aku bisa mencari gadis gadis cantik. Atau jika tidak.... maka aku bisa menjadi mainan pendekar wanita yang kesepian. " Goda He Xun pada Fang Xin.


Wajah Fang Xin langsung memerah ketika mendengar kata kata tidak tahu malu milik He Xun, He Xun hanya tertawa dalam hati.


Pria bernama Fang Xin ini benar benar memiliki wajah yang tipis, bahkan dengan kata kata pendek semacam ini telah menganggu konsentrasi nya.


"Jangan salahkan aku jika aku melukai mu, bagaimana pun pedang tidak memiliki mata !" Ucap Fang Xin dengan kejam.


He Xun tidak menjawab hanya tertawa manis sebelum akhirnya membuka kipasnya dan pedang Fang Xin ditahan ditengah kipas.


Fang Xin terkejut ketika melihat bahwa pedangnya ditahan oleh kipas yang tampak rapuh itu.

__ADS_1


Bahkan, Fang Xin merasa bahwa yang di depannya bukanlah kipas melainkan papan besi.


He Xun tertawa dingin dan menutup kipasnya untuk memukul pedang Fang Xin. Lalu kembali membuka kipasnya dan melemparkannya ke arah Fang Xin.


Bilah Bilah pisau keluar dari sela sela lipatan kipas dan hampir saja memotong leher Fang Xin jika saja Fang Xin tidak segera melompat mundur.


He Xun kembali menyambut kipasnya dan menyimpan Bilah pisau yang ada disana, lalu He Xun mulai menyerang ke depan.


Fang Xin tampak nya telah kehilangan kepercayaan diri nya terlihat dari serangan nya yang tampak ragu ragu.


"Tuan Fang, kenapa serangan mu begitu lemah ?Apakah mungkin kata kata ku tadi benar benar mempengaruhi mu ?" Ucap He Xun memprovokasi Fang Xin.


Dengan begini maka Fang Xin akan semakin berpikir bahwa serangannya tidak berguna dan tidak memiliki efek yang nyata pada He Xun.


He Xun memberikan senyum mengejek dan memutuskan untuk mengakhiri permainan membosankan ini lebih awal.


"Pukulan Cakar Naga !" Kipas itu bersinar dengan cahaya biru dan menabrak dada Fang Xin.


Bahkan jika Fang Xin masih ingin bertarung, itu artinya dia harus keluar untuk mengambil pedang nya dan kembali bertarung dengan He Xun.


"Kamu kalah. " Ucap He Xun dengan nada yang sama sekali berbeda dengan sebelumnya.


"Kamu curang ! Kamu memanipulasi ku !" Teriak Fang Xin.


"Tuan Qian, Nyonya Liu, Tuan Bing, pria ini berbuat curang dengan mengaku bahwa dia lemah !" Teriak Fang Xin lagi.


"Tuan Fang, tampaknya kamu salah memahami. Itu adalah bentuk keramahan ku dan kerendahan hati ku, bagaimana mungkin kamu bisa menyalahkan ku untuk itu ? Kamu harus menyalahkan diri mu sendiri karena tidak menyadari hal ini. Lalu, seharus nya kamu bisa berpikir bahwa orang yang bisa masuk kemari tentu saja bukan orang sembarangan. Aku takut, sejak awal Tuan Fang lah yang telah meremehkan ku. " Ucap He Xun dengan nada sedih yang menipu.


"Ji Feng mendapat 3 poin !" Ucap Liu Wan Er.


Fang Xin menatap nya dengan penuh kebencian tapi He Xun bahkan tidak perlu merasa takut dengan gertakan semacam ini.

__ADS_1


Jika dia ingin serius maka dia akan bisa membunuh Fang Xin hanya dalam dua gerakan.


He Xun memberi pandangan merendahkan pada Yuan Li yang baru saja selesai dan memandang pertandingan nya dengan Fang Xin.


"Selanjutnya adalah Yuan Li dengan Fang Xin !" Ucap Qian Li.


Sementara Rong Yuan juga berjalan menuju arena milik nya karena namanya telah di panggil.


Daripada memperhatikan Yuan Li dan Fang Xin yang sebenarnya tidak berguna itu, He Xun lebih tertarik untuk memperhatikan seni bela diri milik Rong Yuan.


Itu sangat cepat dan lentur, juga menekankan kekuatan pada kaki. Kedua tangan yang lincah dan wajah yang menipu.


Gerakannya seringan kapas, kakinya dapat berputar dengan sangat cepat belum lagi dengan keseimbangan yang sangat baik.


He Xun menilai semua nya dengan hati hati, jika di masa depan dia harus bertemu dengan Rong Yuan maka dia sudah memiliki persiapan terlebih dahulu.


Tidak sulit bagi Rong Yuan untuk mengalahkan musuhnya, benar benar sulit di prediksi.


Kekuatan Rong Yuan terlalu luar biasa untuk seorang gadis yang masih muda, Rong Yuan hanya beberapa tahun lebih tua darinya, bukan ?


Tidak lama, Rong Yuan berlari ke sebelahnya dan tampak ceria dan antusias seperti biasa, He Xun memberikan sapu tangan baru milik nya yang masih bersih.


"Aku memiliki beberapa sapu tangan yang selalu aku bawa bersama denganku. Nona Rong bisa mengunakan nya terlebih dahulu. " Ucap He Xun.


"Terima kasih atas kebaikan dan perhatian yang diberikan oleh Saudara Ji, hari ini aku tidak menyangka jika aku bisa mengalah kan musuh dengan sangat cepat. " Balas Rong Yuan dengan semangat.


"Nona Rong adalah orang yang berbakat, benar benar merupakan suatu berkah tersembunyi bagiku untuk memiliki orang seperti Nona Rong untuk menemani ku. " Ucap He Xun.


"Saudara Ji terlalu sopan dan memujiku, sebagaimana gerakan Saudara Ji yang sangat cepat dan ringkas, telah memukau ku. Lalu, selanjut nya tolong jangan panggil aku Nona Rong. Panggil saja aku Saudari Rong, sebagaimana aku memanggil mu sebagai Saudara Ji. " Ucap Rong Yuan, He Xun hanya mengangguk dan tidak menunjukkan reaksi yang berlebihan.


Tanpa di duga duga, pertarungan sudah berakhir dan menunjukkan bahwa Yuan Li berhasil menang kali ini.

__ADS_1


__ADS_2