
Melihat kekaguman buta yang dimiliki oleh He Yue untuknya membuatnya salah tingkah dan tidak tahu bagaimana harus menghadapi nya.
"Ehm, kita harus mencari pakaian untuk Chu Xue terlebih dahulu. " Ucap He Xun.
"Tentu saja ! Aku yang akan memilihkan untuk adik Chu !" Ucap He Yue dengan antusias.
Mereka pergi mencari pakaian dan tentunya adalah ranjang lain untuk Chu Xue , tidak mungkin He Xun tega untuk membiarkan He Yue dan Chu Xue tinggal di satu tempat tidur yang sempit.
Tempat tidur yang dia beli sebelumnya memang memiliki desain untuk satu orang jadi jika dipakai untuk dua orang, bahkan jika penggunanya memiliki tubuh yang mungil, itu masih akan kurang nyaman.
"Chu Xue , mulai sekarang ini adalah rumahmu. " Ucap He Xun dengan tenang.
He Xun ingin mengejar orang yang telah menitipkan Chu Xue padanya, melakukan kekerasan pada anak adalah hal yang tabu menurutnya.
"Terimakasih Tuan. " Ucap Chu Xue dengan suara yang sangat kecil.
Chu Xue turun dari gendongannya dan langsung bersujud di kakinya.
"Tolong angkat aku jadi muridmu !" Ucap Chu Xue dengan suara penuh permohonan, melihat hal ini membuat He Yue juga melakukan hal yang sama.
"Tuan, tolong angkat aku menjadi muridmu ! Aku akan berlatih dengan giat di bawah bimbingan mu !"Seru He Yue.
"Kalian ini..... " He Xun menggelengkan kepalanya dengan tidak berdaya melihat dua anak ini.
"Berdirilah." Ucap He Xun dengan lembut.
"Kami tidak akan berdiri sampai Tuan mengangkat kami menjadi seorang murid !" Seru keduanya dengan kompak.
He Xun tiba tiba dilanda oleh sakit kepala sebelum akhirnya dengan pasrah mengiyakan.
"Baiklah, aku akan menerima kalian sebagai murid tapi kalian harus menghadapi banyak kesulitan jika bersama denganku. " Ucap He Xun dengan tegas.
__ADS_1
"Kami tidak takut dengan kesulitan ! Akan selalu mengikuti Tuan !" Ucap keduanya dengan kompak.
"Baiklah, mulai sekarang kalian berdua, He Yue dan Chu Xue adalah muridku, He Xun. Mulai saat ini, tidak ada yang bisa melukai kalian tanpa melewati ku !" Ucap He Xun dengan suara sekeras guntur.
"Murid He Yue memberi hormat pada Shizun !" Ucap He Yue dengan suara yang lantang dan jelas.
"Murid Chu Xue memberi hormat pada Shizun !" Ucap Chu Xue dengan suara yang sama kerasnya dengan He Yue.
(Shizun : Guru Agung , hampir sama dengan sebutan Shifu. )
Kedua gadis muda itu bersujud di tanah tiga kali kepada guru baru mereka, yaitu He Xun. He Xun membantu keduanya berdiri.
"Karena kalian telah menjadi muridku, maka aku akan mengajarkan kalian hal yang paling dasar yaitu teknik pernafasan. " Ucap He Xun.
"Perhatikan aku dan ikuti aku. " Ucap He Xun.
He Xun duduk di halaman dengan sinar matahari yang terik lalu memejamkan matanya dan duduk dalam posisi lotus.
Kedua tangan yang berada di atas lutut dengan telapak tangan yang mengarah ke arah langit dan terbuka dengan lebar.
Keduanya mencoba untuk mengikuti He Xun dengan hati hati tapi mereka masih tidak sebaik He Xun, He Xun belum mengajarkan mereka untuk menarik Qi adalah karena mereka awalnya adalah orang biasa dan tiba tiba dilatih langsung dengan menarik Qi maka akan membuat fondasi mereka menjadi rapuh.
He Xun tidak mengetahui hal ini pada awalnya, tapi ketika menyempatkan waktu luang untuk membaca baca buku , barulah dia mengetahui hal ini.
"Tarik nafas, lalu hembuskan. Teruskan sampai kalian merasa tenang dan menjauhkan diri dari dunia Fana, kalian harus terus melakukannya dan jika kalian belum bisa mencapai ketenangan yang ku maksudkan maka jangan harap untuk menjadi kultivator. " Peringat He Xun.
Mereka berlatih selama 3 jam dan itu menjadi lebih baik tapi tidak dapat dikatakan sangat baik sampai menjadi sepertinya hanya saja itu sudah lumayan, selama mereka berlatih selama 3 jam setiap harinya maka itu akan baik baik saja.
Hanya perlu 7 hari untuk mencapai ketenangan yang ditargetkan olehnya, He Xun percaya bahwa muridnya adalah orang orang yang mampu.
Baik dari segi pemahaman maupun dari segi bakat, keduanya sama sama sangat baik.
__ADS_1
Keesokan harinya, pagi pagi sekali kedua muridnya yang masih muda itu telah bangun dan kembali berlatih.
He Xun mengeluarkan Pedang Naga Petir dan tidak ingin muridnya saja yang membuat kemajuan melainkan dirinya juga.
"Pedang Naga Petir, panggil !" Perintah He Xun dan Pedang itu muncul di tangan kanan nya.
"Pukulan Cakar Naga : Bagian 1 !" Teriak He Xun dan gerakannya menjadi sangat terampil dibandingkan dengan sebelumnya tapi masih belum membuatnya puas.
Rangkaian gerakan Bagian 1 sudah dilakukan oleh nya tapi masih tidak membuatnya merasa puas dan ingin melanjutkan ke bagian 2 .
Untuk mendapatkan ilmu yang baik maka harus membuat fondasi yang baik, karena dia ingin menjadi salah satu orang terbaik yang menggunakan seni bela diri ini, maka dia akan membuat setiap bagian dieksekusi dengan sempurna, tanpa ada celah.
He Xun terus mengulangi beberapa kali sampai akhirnya keringat mengalir deras bahkan jika matahari belum terbit.
"Pukulan Cakar Naga : Bagian 1 !" Ucapnya untuk ke sepuluh kalinya.
Gerakan demi gerakan yang ganas dan mendominasi dilakukan oleh He Xun dan batu besar di depannya terbelah menjadi 7 bagian tanpa mengeluarkan suara.
Melihat ini barulah He Xun merasa puas, He Xun menyarungkan pedangnya dan merasa bahwa kekuatannya seolah meningkat.
He Xun memejamkan mata dan melihat buku Pukulan Cakar Naga untuk memahami bagian kedua dari Seni Bela Diri tersebut.
He Xun bermeditasi dan mempelajari setiap gerakan yang ada di Bagian kedua dan menghafalnya terlebih dahulu sebelum akhirnya nanti dia menghafalnya.
"Pukulan Cakar Naga : Bagian 2 !" Teriak He Xun dan pada saat itu gerakannya seolah olah seperti air yang mengalir.
Tampak sangat baik dan terampil tapi He Xun memejamkan mata dan membiarkan tubuhnya mengambil alih terhadap gerakan ini.
Seolah olah tubuhnya sudah familiar dengan gerakan ini dan terus bergerak dan mengayunkan pedangnya dengan anggun tapi tidak kekurangan kekuatan sama sekali.
Kekuatan semacam ini sama dengan pelatihan selama beberapa tahun atau jika bakat seseorang agak lebih rendah maka perlu beberapa puluh tahun.
__ADS_1
Setelah setiap rangkaian gerakan di selesaikan, akhirnya He Xun berhenti dan membuka matanya dengan rambut yang berkibar dan pakaian yang berkibar lalu melihat Pedang di tangannya dengan penuh kekaguman.
"Pedang yang sangat baik, aku tidak akan menyia nyiakan nya dan membuat pedang yang sangat baik ini menjadi batang besi yang berkarat. " Gumam He Xun dengan penuh tekad.