PESONA BUNGA SURGAWI ( Season 1 )

PESONA BUNGA SURGAWI ( Season 1 )
71. Bertarung Melawan Wei Qi


__ADS_3

Melihat perangaian yang dimiliki oleh He Xun membuat Wei Qi sadar bahwa pria ini terlalu berbahaya dan tidak sesederhana yang dibayangkan.


Hanya saja, sulit untuk dikatakan, wajah pria di depannya ini terlalu polos dan tidak tampak seperti wajah seorang penjahat.


Raut wajahnya juga tidak menunjukkan tanda tanda berbohong, tapi walaupun begitu, Wei Qi masih merasa curiga.


" Aku tentu saja tidak akan sembarangan menuduh tanpa bukti yang cukup. Tenang saja, jika Saudara ini memang tidak salah maka minum bubuk kejujuran ini dan Saudara ini akan menjawab semua yang aku tanyakan tanpa ada sedikitpun ketidak jujuran. " Ucap Wei Qi dengan serius dan menekan.


He Xun yang mendengar ini tertawa terbahak bahak dan pedang Naga Petir telah muncul di tangannya menebas kantung bubuk di tangan Wei Qi menjadi dua.


"Pangeran Wei memaksa orang lain untuk menekan bubuk kejujuran , bukankah ini penyalahgunaan kekuasaan ?" Tanya He Xun dengan sinis dan melompat keluar dari kedai.


Jalan telah berubah menjadi kosong dalam sekejap dan memberikan tempat pada mereka untuk bertarung.


"Karena saudara ini memaksa untuk menggunakan jalur kekerasan maka maafkan Wei Qi karena bertindak kasar. " Ucap Wei Qi dengan sinis.


"Tentu saja, silakan Pangeran Wei !" Ucap He Xun.


He Xun mendorong pedangnya secara vertikal sementara Wei Qi mendorong pedangnya ke depan. He Xun menahan pedang Wei Qi dengan kedua tangan lalu mendorong Wei Qi ke belakang.


Wei Qi ter mundur beberapa langkah dan terbatuk batuk tapi tidak berhenti untuk menyerangnya dengan ganas, He Xun bahkan tidak berani untuk lengah sedikitpun ketika melawan Wei Qi yang gila ini.


Jika tidak gila, maka kata kata apa lagi yang cocok untuk disematkan pada Wei Qi ? Ingin mendapatkan apa yang di dapatkan orang lain, benar benar tidak sesuai dengan statusnya sebagai seorang Pangeran yang bisa mendapatkan tahkta apabila saudaranya meninggal atau mengalami kecelakaan.


He Xun menggelengkan kepalanya dan melompat ke depan lalu memutar tubuhnya , Wei Qi melompat ke atas dan menerjang tepat di atas kepalanya dengan pedang yang mengarah ke kepalanya.


He Xun mengangkat pedangnya dan menahan pedang Wei Qi , suara gesekan besi terdengar dan membuat pertarungan menjadi semakin kembaran.


He Xun melompat mundur dan mengambil inisiatif untuk menyerang terlebih dahulu, serangan He Xun tidak buruk sama sekali , tapi sayangnya jika dibandingkan dengan Wei Qi maka itu bisa dikatakan masih sedikit kurang.

__ADS_1


Hanya saja, tidak tahu apa yang terjadi pada Wei Qi yang terus terbatuk batuk dan langkah nya tidak stabil, sehingga membuat He Xun berhasil untuk memotong pakaian di punggungnya.


Darah mengalir keluar dari punggung Wei Qi yang membuat Wei Qi terhenyak ke depan, He Xun tidak mengejar hal ini lagi.


Bagaimanapun, Wei Qi adalah seorang pangeran , membunuhnya dengan terburu buru seperti ini benar benar tidak seru.


Tapi, itu tergantung pada sikap Wei Qi juga, jika Wei Qi benar benar tidak bisa diajak untuk bekerja sama , maka jangan salahkan dia karena kejam.


He Xun tidak akan ragu untuk memotong leher Wei Qi disini, He Xun mendekati Wei Qi dan berlutut ketika Wei Qi terduduk di tanah tanpa alasan yang jelas.


Satu satunya alasan yang tidak diketahui oleh semua orang termasuk Wei Qi adalah arak tadi, arak tadi beracun.


Semua orang mungkin tidak tahu tapi sebenarnya , lengan pakaian He Xun selalu menyimpan racun yang melumpuhkan setiap organ seperti ini.


Jadi, He Xun dengan sengaja menaburkan ini ke dalam minuman Wei Qi karena tahu bahwa dia bukanlah tandingan dari Wei Qi.


He Xun menolak untuk menjadi orang sombong tanpa otak yang terus menerus merasa bahwa dirinya adalah pemeran utama dan bisa melakukan segalanya.


He Xun mendekatkan bibirnya di telinga Wei Qi lalu menaruh Pedang Naga Petir tepat di samping leher Wei Qi.


"Pangeran Wei yang baik, bagaimana dengan arak yang aku berikan tadi ? Apakah kamu masih ingin memberikan ku Bubuk kejujuran ?" Tanya He Xun dengan lembut dan membelai rambut Wei Qi.


"Kau ?! Kau meracuni ku ?" Tanya Wei Qi dengan murka.


He Xun menutup mulut Wei Qi dengan wajah muram, mulut ember ini benar benar buruk dan membuat He Xun ingin membunuhnya sekarang.


"Memohonlah padaku tiga kali, aku akan memberikan mu waktu 3 detik untuk memohon maaf. " Ucap He Xun dengan helaan nafas.


"Puihh !!Tidak hanya aku tidak akan memohon padamu, aku akan meniduri semua muridmu !" Teriak Wei Qi.

__ADS_1


Mendengar kata kata kasar dari mulut Wei Qi membuat tatapan He Xun menjadi gelap dan dia tidak ragu ragu lagi.


Wei Qi jatuh terbaring di atas tanah tanpa nyawa , tatapan nya menunjukkan keterkejutan dan semua orang berlari lalu menjerit ketakutan.


"Mencari mati, kamu bisa menghinaku sepuasnya. Tapi, berusaha untuk menyentuh muridku ? Kamu mencari mati. Neraka tidak memiliki pintu tapi kamu mendobrak masuk. " Ucap He Xun dengan sinis lalu menyimpan Pedang Naga Petir.


Mereka harus pergi sesegera mungkin dari sini. Jika tidak, maka rombongan Wei Qi akan tiba, pada saat itu, He Xun tidak akan bisa menangani nya.


"Ayo pergi !" Ucap He Xun sambil meninggalkan uang di meja.


Semuanya berdiri dan bersiap untuk meninggalkan kedai sebelum akhirnya tiga orang menghalangi mereka, salah satunya adalah tetua yang mengikuti Wei Qi tadi.


"Membunuh pangeran tanpa pandang bulu adalah kejahatan yang tidak terampuni !" Ucap pria tua itu.


He Xun menoleh ke belakang dan melihat orang orangnya lalu membuat kesepakatan apakah mereka bisa menangani pria tua ini atau tidak.


Tanpa diduga duga, Ling Hua berjalan ke depan dan menatap pria tua ini dengan tenang lalu merapalkan sebuah mantra dan pria tua di depannya berubah menjadi seekor kura kura.


"Xuanwu !" Seru He Xun dengan terkejut .


Xuanwu juga merupakan salah satu dari 4 binatang mitologi yang Suci, yang sering dikenal sebagai Kura kura hitam.


Qilin dan Xuanwu seharusnya memiliki kedudukan yang sama, tidak heran kalau Ling Hua begitu berani untuk berjalan ke depan.


"Seekor kura kura hitam belaka yang membuat keributan di dunia manusia, aku akan mengirimkan mu kembali !" Ucap Ling Hua.


"Putri ?! Putri Ling Hua dari Klan Qilin Petir !" Ucap Tetua itu sebelum akhirnya tersedot oleh sesuatu dan menghilang.


He Xun melihat sekitar dan menyadari bahwa sekitar telah membeku, semua orang tampak di hentikan dan diam.

__ADS_1


...----------------...


hari ini cuma bisa up 2 padahal niatnya mau up 3


__ADS_2