
Note : Pertama tama, author mau memperjelas dulu alasan kenapa belakangan ini update tidak teratur, pertama adalah karena jadwal yang berubah di dunia nyata, jadi sedang menyesuaikan. Lalu, kedua ide yang agak stuck, dan demi membuat sebuah karya yang berkualitas dan di sukai oleh banyak orang, author berusaha untuk berhenti sejenak dan memikirkan alur ke depan dengan lebih hati hati, agar tidak terjadi kesalahan. Ketiga, kesehatan author sendiri tidak terlalu baik dan cenderung mudah sakit jadi seringkali mengambil libur, mohon maaf apabila membuat para pembaca kecewa, terimakasih untuk para pembaca yang masih menunggu dengan sabar sampai saat ini, sekali lagi Terima kasih 🙏
...----------------...
Wei Da berada di tingkat 3 Tahap Prajurit emas, tentu saja bukan musuh yang mudah untuk di hadapi.
He Xun melemparkan kipas nya ke depan dan kipas itu berbenturan dengan pedang milik Wei Da.
Dengan kedua pedang yang saling bersilangan, Wei Da menahan kipas milik He Xun.
"Kipas ku bukan yang terbaik tapi tentu saja bukan hal yang mudah untuk di hadapi, tanpa kemampuan yang cukup maka tidak akan bisa dihadapi. " Ucap He Xun mengejek Wei Da.
Kedua senjata itu terus bergetar satu sama lain, tentu saja senjata milik Wei Da berkualitas lebih tinggi.
Tapi, dengan ditopang oleh Qi yang sama besar, itu berubah menjadi satu tingkat yang sama, paling tidak untuk beberapa saat.
Jika kipasnya di aliri dengan tenaga yang begitu besar untuk waktu yang lama maka akan berubah menjadi abu.
Kipas nya tidak akan tahan dengan kekuatan yang begitu besar darinya, jika begitu maka akan begitu cepat baginya untuk mengungkap kan kemampuannya dengan pedang.
Perjalanan nya tidak akan berhenti hanya sampai disini, jika begitu maka dia harus menghentikan Wei Da.
"Kamu adalah seseorang bakat muda yang sangat langka, setelah keluar dari sini, apakah kamu mau masuk ke dalam Kerajaan dan menjadi orang kepercayaan ku ?" Tanya Wei Da dengan bangga.
He Xun yang mendengar ini agak tertawa, tapi tawanya tidak sepenuhnya mengejek tapi lebih ke arah kasihan.
__ADS_1
"Tentu saja, tapi aku mendengar bahwa Pihak Kerajaan tidak sanggup untuk menahan seorang penjahat bernama He Xun yang telah membuat banyak kekacauan, ini membuatku meragukan kemampuan Kerajaan. Mohon Tuan Wei tidak tersinggung dengan kata kataku yang jelas dan tidak bertele tele. " Ucap He Xun dengan senyum mengejek.
Semua orang yang mendengar ini meneriakkan nama nya dan mengagumi keberanian nya.
Siapa yang tidak tahu bahwa belakangan ini nama He Xun telah berubah menjadi titik sakit di antara keluarga Kerajaan dan dia berani untuk mengungkit nya disini.
Kenapa dia tidak berani ? Dia adalah orang yang sama dengan He Xun. Wajah Wei Da agak berubah sebelum akhirnya kembali menjadi normal.
"Memang sebuah aib, tapi dengan sebuah bakat seperti Saudara Ji masuk ke dalam Kerajaan, aku pikir seseorang yang licik seperti He Xun tidak akan bisa membuat masalah lagi. Hmph ! Selain kelicikan nya, bagaimana mungkin dia masih tidak bisa di tangkap. Setelah pertandingan ini selesai, aku akan turun tangan sendiri dan pergi untuk menangkapnya. " Ucap Wei Da dengan dingin.
" Baguslah jika begitu, seandainya aku bisa ikut dengan Tuan Wei pasti akan sangat seru untuk melihat orang seperti apa yang telah membuat kekacauan selama ini, sayang sekali bahwa aku tidak bisa ikut. Tapi, kita akan segera bertemu lagi di masa depan, Tuan Wei. " Ucap He Xun dengan senyum penuh makna.
"Tentu saja, kau bisa menemui aku di Kerajaan jika kamu berminat untuk masuk ke dalam Kerajaan. Dengan bakat mu maka tidak di perlukan serangkaian tes yang harus di buat, ini adalah perhargaan dariku. " Ucap Wei Da.
Tampaknya Wei Da telah sepenuhnya tertarik dengan dirinya sebagai Ji Feng ini, sayang sekali bahwa mereka akan segera bertemu lagi di masa depan, di luar pertandingan ini.
He Xun memanfaatkan ini dan menyerang titik vital milik Wei Da, Wei Da berhasil menghindar tapi akibatnya terlempar keluar arena.
"Tuan Wei, kamu sudah kalah. Di medan pertandingan maka kamu tidak boleh terkecoh dengan beberapa hal, jika kamu terlalu mudah terkecoh maka akan berubah menjadi mudah untuk di singkirkan. " Ucap He Xun pada Wei Da.
Wei Da tampak terperangah dengan kekalahan nya yang tidak masuk akal dan tidak banyak pertandingan sehingga tidak terlalu sengit.
Lalu tiba tiba tertawa , He Xun semula menduga bahwa Wei Da tidak bisa menerima kekalahan nya dan akan menyerang lagi.
Tapi, siapa yang menyangka bahwa Wei Da akan memberi salam kepadanya.
__ADS_1
"Saudara Ji benar, aku yang sudah salah kali ini, terima kasih atas pelajaran nya. Aku, Wei Da tidak akan melakukan kesalahan yang sama di masa depan. " Ucap Wei Da sebelum akhirnya berjalan pergi.
Walaupun terdengar penuh kekecewaan di dalam suara Wei Da karena teledor tapi Wei Da paling tidak adalah orang yang bertanggung jawab dan memenuhi janji nya.
Karena Wei Da telah berjanji untuk menerima apapun hasil nya nanti maka Wei Da tidak membuat masalah apapun padanya.
He Xun menggelengkan kepalanya dengan ringan, sayang sekali bahwa mereka di takdirkan untuk saling membunuh di masa depan.
Di masa depan, mereka berdua akan sama sama memegang pedang dan siapa yang menang atau siapa yang kalah masih belum bisa di tentukan.
He Xun bisa menang dengan mudah kali ini karena Wei Da terlalu semangat dengan cerita yang dia buat.
"Ji Feng menang !" Seru Juri.
He Xun memberikan salam nya kepada semua orang dan semua orang bertepuk tangan kepadanya.
Hanya saja pihak Kerajaan tampak tidak senang dengannya dan memberikan tatapan tajam padanya.
He Xun tidak terganggu dengan hal itu, justru memberikan senyum tipis ke urusan Kerajaan itu, menunjukkan bahwa dia tidak peduli dengan apapun.
Semua orang mulai menjulukinya sebagai Pendekar Mulut Beracun.
"Saudara Ji, penampilan mu kali ini sangat luar biasa tapi sayangnya bukan penampilan terbaik mu. Aku pikir Wei Da sudah cukup untuk membuat ku melihat seni bela dirimu yang sebenarnya tapi ternyata aku terlalu meremehkan mu, saudara Ji, kamu benar benar luar biasa. " Ucap Rong Yuan dengan antusias.
Rong Yuan adalah orang dengan tatapan dan penilaian yang tajam terhadap orang lain sehingga bisa menemukan bahwa He Xun sedang menyembunyikan kekuatannya yang asli dan berusaha untuk mengecoh orang lain.
__ADS_1
"Apa yang dimaksud dengan Saudari Rong untuk kata kata itu ? Aku hanya seorang pendekar liar, kenapa aku harus menyembunyikan kekuatanku ?" Tanya He Xun dengan tenang.
He Xun masih tidak tahu apakah Rong Yuan ini berada di pihaknya atau berada di pihak Kerajaan.