
"Hei ! Siapa namamu ? Aku ingat kamu yang berada di belakangku bukan ?" Tanya suara gadis di sebelah He Xun.
He Xun perlahan lahan membuka matanya untuk melihat gadis di sebelahnya, ini ternyata orang yang berada di depannya, Rong Yuan.
"Namaku Ji Feng, Nona Rong, bukankah kamu bisa duduk di barisan kuning ?" Tanya He Xun dengan heran.
"He he, aku malas. Dengan posisi paling ujung disini, ini adalah titik paling tinggi. Aku akan bisa melihat semua hal yang terjadi di arena. " Ucap Rong Yuan sambil menyeringai.
He Xun hanya menggelengkan kepalanya dengan ringan, di dunia ini ada begitu banyak orang aneh dengan pemikiran yang tidak bisa ditebak olehnya.
Semua orang berebut untuk duduk di kursi terbaik yang bisa mereka dapatkan berbanding terbalik dengan Rong Yuan ini.
Yang seharusnya bisa duduk di kursi kuning malah memilih untuk duduk di kursi hijau yang penuh sesak dan kumuh ini.
Tapi, memang apa yang dikatakan oleh Rong Yuan ini masuk akal. Pemandangan tempat dia duduk ini adalah salah satu yang terbaik dibandingkan tempat lain.
Hanya saja, He Xun terus menerus waspada dengan orang baru yang dia temui. Bagaimanapun, setiap orang disini bekerja untuk Kerajaan.
Setiap orang akan bisa menjadi kaki tangan bagi Kerajaan untuk memburunya, dia telah mencapai permusuhan yang tidak dapat di damaikan dengan Kerajaan.
Jadi, tidak ada gunanya untuk menyesal pada saat ini. Dia akan menyelesaikan permasalahan dan kebencian ini dengan baik.
Karena, jika dia tidak menyelesaikannya maka dia yang akan diselesaikan oleh musuhnya.
Ketika sore hari tiba, seluruh stadion itu telah penuh oleh pengunjung, baik orang yang mengikuti ataupun yang menonton. Semuanya penuh sesak.
He Xun menebak jika stadion ini menampung lebih dari 3 ribu orang, benar benar sangat ramai !
Seorang pria tua dengan tubuh yang bungkuk, membawa tongkat yang terbuat dari kayu akasia dan memiliki ukuran berbentuk sebuah pola yang tidak di mengerti.
Rambutnya bercampur antara warna hitam dan putih, He Xun memandang dengan rasa penasaran.
__ADS_1
Sementara disisi lain, ada seorang wanita yang mendarat dari atas dengan pakaian yang cukup terbuka dan pedang lebar yang tergantung di punggungnya.
Wajahnya cantik tapi menunjukkan bahwa wanita ini telah hidup untuk waktu yang lama, semuanya bisa dilihat dari tatapannya yang dalam.
Selanjutnya adalah seorang pria paruh baya dengan kacamata tipis disebelah mata, rambutnya masih sepenuhnya hitam dan tampak pendiam.
"Nona Rong, apakah kamu tahu siapa ketiga orang ini ?" Tanya He Xun dengan penasaran.
"Kamu tidak mengetahuinya ? Apakah kamu berasal dari tanah yang jauh ?" Tanya Rong Yuan dengan bingung.
"Ya, berasal dari utara. " Jawab He Xun.
He Xun membuat alasan ini karena untuk ke utara memerlukan jarak ribuan mil, tentu saja itu bukan jarak yang dekat.
Benar saja, ketika mendengar kata kata He Xun barulah Rong Yuan mengerti.
"Yang tua itu adalah Qian Li, seorang pendekar tao paling bijak dalam sejarah. Dia telah mendapatkan pencerahan dan telah hidup lebih dari 800 tahun. " Ucap Rong Yuan.
"Yang terakhir itu adalah yang paling muda, sejujurnya dalam kultivasi maka dia adalah yang paling muda tapi dalam pengetahuan maka dia akan mengalahkan semua orang. Dia adalah Jenius Bing An Yue. " Lanjut Rong Yuan.
"Jika Bing An Yue ini, berapa umurnya ?" Tanya He Xun dengan ragu dan menyadari bahwa dirinya telah berubah menjadi gemetar karena mendengar umur umur orang itu.
"Ehmm, seingatku dia baru saja berulang tahun ke 100 kemarin. Dia masih sangat muda dibandingkan kedua orang lain tapi dia sangat di hormati dan tidak kalah dari dua orang lain. Masing masing dari mereka tidak memiliki Sekte jadi bisa menilai dengan adil. " Ucap Rong Yuan.
He Xun mengangguk dan merasa bahwa kali ini, Bing An Yue ini cukup normal. Walaupun 100 tahun merupakan waktu yang panjang bagi manusia biasa.
Tapi, bagi Kultivator semacam mereka maka itu adalah seperti angin yang berlalu. He Xun memandang sekitar dan menghela nafas.
Secara tidak sengaja, tatapannya melewati Bing An Yue. Keduanya saling menatap satu sama lain sebelum akhirnya He Xun langsung mengalihkan pandangannya.
Tatapan Bing An Yue terlalu dingin dan tajam, sama sekali tidak manusiawi. Bahkan Jika He Xun tidak takut sama sekali, ini masih membuat dirinya bergetar.
__ADS_1
"Kami tahu bahwa kalian semua sudah tidak sabar, tapi kami akan menjelaskan peraturannya terlebih dahulu ! " Seru Liu Wan Er.
"Pertama tama, kalian tidak boleh saling membunuh satu sama lain. Kedua, jika lawan telah menyerah maka harus berhenti. Ketiga , tidak boleh menggunakan ilmu terlarang dalam bentuk apapun. Keempat, dilarang menggunakan obat terlarang dalam bentuk apapun. Kelima, tidak boleh melakukan hal curang dalam pertandingan. " Lanjut Liu Wan Er.
"Siapapun yang melanggar peraturan tersebut akan dikeluarkan, tanpa terkecuali !" Ucap Bing An Yue dengan dingin.
"Apakah benar benar tanpa terkecuali ? Bagaimana jika itu anggota Kerajaan ?" Tanya He Xun dengan sinis dan mengejek.
"Jangan sembarangan bicara ! Semua juri tidak terikat dengan apapun, mereka akan memberikan penilaian yang adil. Ketika kompetisi Yuanliu dimasa lalu diadakan, ada seorang pangeran, dikeluarkan karena melanggar. " Ucap Rong Yuan dengan penuh pemujaan untuk Bing An Yue.
Tampaknya, Rong Yuan terpesona dengan wajah tampan sekaligus dingin milik Bing An Yue, memang harus di akui bahwa pria itu tampak seperti pria berumur 30an tahun dan berada di puncak pesonanya.
"Kali ini akan dibagi menjadi 8 kelompok, besok kita akan memulai pertandingan ! Kami akan mulai mengacak !"Ucap Qian Li.
Di depan mereka semua seperti ada layar besar yang bercahaya dibagi menjadi delapan bagian dan terlihat bahwa ada 882 orang yang ikut bertanding kali ini.
Sangat banyak, berarti setiap arena akan membawa 11 orang dan ada dua arena yang membawa 12 orang.
Ini benar benar pertarungan yang sengit, tidak tahu apa yang dilakukan oleh ketiga orang itu dan nama nama mulai muncul di layar itu, He Xun memandang dan mencari namanya dengan tatapan serius.
"Nona Rong, itu namamu !" Seru He Xun menunjuk arena tiga.
"Ah ya, terima kasih ! Aku akan membantu mu mencari milikmu. " Ucap Rong Yuan.
Keduanya terus mencari tapi tidak ada nama Ji Feng dilayar, tampaknya dia akan berada di arena terakhir.
880 orang..... 881 orang..... tersisa arena dua.
Ji Feng !
Namanya adalah orang yang ke 882 dan mendapat arena dua, tidak tahu apakah ini berkah atau kesialan , karena didalam arena dua ada 12 orang.
__ADS_1