PESONA BUNGA SURGAWI ( Season 1 )

PESONA BUNGA SURGAWI ( Season 1 )
96. Kondisi Baili Ruo Qing


__ADS_3

Baili Ruo Qing yang mendengar ini mendongakkan kepala nya dan menatap He Xun dengan tatapan berkaca kaca.


"Apakah yang kamu katakan hari ini adalah kejujuran atau hanya untuk menyenangkan hatiku saja ?" Tanya Baili Ruo Qing menunjukkan kerapuhan dirinya.


He Xun yang melihat ini merasa kalau dirinya telah melihat sisi baru Baili Ruo Qing yang tidak pernah di lihat oleh nya di masa lalu.


Ini adalah hal baru yang sulit untuk ditemukan kedua kalinya. Di dalam benaknya, Baili Ruo Qing adalah yang paling ceria.


Tidak pernah menunjukkan kegelisahan atau kesedihannya dan berusaha untuk terus tersenyum lalu membuat orang lain ikut tersenyum.


Tapi, kali ini Baili Ruo Qing benar benar tampak sangat rapuh layaknya sebuah lapisan es tipis yang akan hancur menjadi ribuan keping dengan satu sentuhan lembut.


"Apakah kamu tidak bisa menilai ketulusan ku ?" Tanya He Xun dengan lembut.


"Sejujur nya, sejak awal aku tidak pernah bisa menebak niatmu. Kamu telah menyembunyikan diri terlalu dalam, aku benar benar tidak yakin dengan apa yang kamu pikirkan. " Jawab Baili Ruo Qing dengan jujur.


He Xun tersenyum ketika mendengar jawaban jujur itu lalu dengan berani mengulurkan tangannya untuk menyeka air mata Baili Ruo Qing.


Lalu, menyingkirkan rambut yang menutupi wajah cantik gadis itu. He Xun tidak terburu buru untuk menjawab pertanyaan Baili Ruo Qing.


"Ruo Qing, jika aku berada di dekat orang yang aku sayangi maka aku akan sangat jarang berbohong. Bahkan jika itu kebohongan maka itu adalah sebuah kebohongan putih. " Ucap He Xun dengan serius.


(Kebohongan putih : kebohongan untuk sebuah kebaikan. )


"He Xun...... apakah kamu tahu .... " Baili Ruo Qing menghentikan kata kata nya untuk sejenak dan tampak menggigit bibirnya sendiri.


He Xun menunggu dengan sabar dan membuat beberapa tebakan liar di dalam hatinya, jujur saja He Xun benar benar tidak memiliki gambaran tentang situasi ini.


"Apakah kamu tahu jika sebenarnya aku cinta padamu ?" Tanya Baili Ruo Qing dengan buru buru.

__ADS_1


He Xun untuk sejenak terdiam dan ragu untuk menjawab hal ini, dirinya memang memiliki perasaan mendalam dengan Baili Ruo Qing tapi dia telah memiliki Sima Ying.


He Xun benar benar ragu dan bingung bagaimana menjawab nya sebelum akhirnya terdengar sebuah suara lembut.


"Kamu bisa membawanya sebagai wanitamu, aku tidak akan melarang mu. Untuk seseorang yang luar biasa sepertimu, sudah sepantasnya didampingi oleh beberapa wanita." Ucap Sima Ying di dalam pikirannya.


"Apakah kamu baik baik saja ?" Tanya He Xun di dalam hati pada Sima Ying.


"Aku tidak apa apa, aku sudah mengira hal ini sebelumnya. " Balas Sima Ying sebelum akhirnya berubah menjadi kesunyian.


He Xun menarik nafas dalam dalam dan bersiap siap untuk menyatakan sesuatu pada Baili Ruo Qing.


He Xun meraih kedua tangan Baili Ruo Qing dan menatap mata gadis itu dengan tatapan serius.


"Ruo Qing, bagaimana jika aku mengatakan kalau aku sudah memiliki wanita ? Apakah kamu tetap bersedia ?" Tanya He Xun.


He Xun ingin Baili Ruo Qing tahu sejak awal sehingga tidak ada penyesalan di masa depan, He Xun tidak ingin Baili Ruo Qing menyesali hal ini di masa depan.


Wajah Baili Ruo Qing untuk sejenak berubah sebelum akhirnya mengatakan sesuatu.


"Apakah itu Yi Fei Fei ?" Tanya Baili Ruo Qing dengan ragu.


"Bukan, dia bukan orang yang kamu kenal. Aku akan memperkenalkan nya denganmu di masa depan. " Ucap He Xun sambil tersenyum untuk menutupi kegugupan nya.


"He Xun, apakah kamu tahu kalau kamu adalah satu satunya pengecualian? Sebelumnya aku sangat marah ketika tahu pamanku mengambil beberapa selir. Tapi, sekarang aku berpikir bahwa aku tidak sanggup untuk melepaskan mu. Bahkan jika menjadi selirmu, aku tidak akan pernah keberatan. " Ucap Baili Ruo Qing menyatakan jawabannya.


He Xun tersenyum lebar dan tidak menyangka kalau berakhir dengan sangat baik, He Xun mengira kalau Baili Ruo Qing akan menampar nya lalu mengusir nya sambil meneriaki nya bajingan.


Warning ⚠ : Rate 21 + !!

__ADS_1


(Part 21 + sampai akhir, jika tidak suka maka bisa langsung skip ke chapter selanjutnya. )


He Xun memeluk pinggang Baili Ruo Qing dan membawa gadis itu masuk kedalam pelukannya, kedua tubuh menempel dengan erat dan udara di sekitar menjadi sangat panas.


"Kamu sekarang adalah milikku. " Ucap He Xun dengan serius.


"Tentu, aku akan membuktikan nya malam ini." Baili Ruo Qing tersenyum lalu melompat dan mel*mat bibir He Xun dengan agak kesulitan.


He Xun tidak menertawakan upaya Baili Ruo Qing yang kurang baik, ini menunjukkan bahwa ini adalah pertama kali bagi Baili Ruo Qing dan membuat He Xun sangat senang.


He Xun dengan sabar mengajarkan Baili Ruo Qing bagaimana caranya berciuman yang benar.


Lama kelamaan, suasana menjadi lebih panas dan kedua tangan mungil Baili Ruo Qing terulur untuk membuka ikat pinggang He Xun.


Ikat pinggang He Xun meluncur ke bawah dan pakaian lapisan luar He Xun jatuh ke tanah, tangan He Xun tidak berhenti dan melepaskan pakaian Baili Ruo Qing sampai sampai hanya menyisakan pakaian dalam.


Lekuk tubuh yang begitu indah dengan gunung kembar yang menonjol dibalik kain tipis itu membuat He Xun merasa tidak tahan.


He Xun membaringkan Baili Ruo Qing dengan kedua tangan yang menumpu di kanan dan kiri Baili Ruo Qing.


Tangan Baili Ruo Qing terulur dan memeluk leher He Xun, He Xun melepaskan pakaian lapis terakhirnya dan hanya menyisakan celana panjang putih polos.


Terlihat sesuatu yang menonjol dibalik celana putih tipis milik He Xun, He Xun melepaskan kain tipis yang menutupi gunung kembar Baili Ruo Qing.


Lalu mengisapnya dengan rakus, semuanya berlalu dengan sangat cepat sebelum akhirnya mereka telah sepenuhnya lepas dari helaian kain.


Keduanya terengah engah dan saling menatap satu sama lain dengan penuh kasih sayang.


He Xun mengenggam tangan Baili Ruo Qing sebelum akhirnya mendorong Naga miliknya untuk masuk kedalam gua milik Baili Ruo Qing.

__ADS_1


Dahi Baili Ruo Qing berkerut dan air mata tampak di sudut matanya, He Xun tidak langsung menggerakkan naganya melainkan menunggu Baili Ruo Qing sedikit lebih tenang dan sesudah itu barulah He Xun melanjutkan kegiatan mereka yang sebenarnya.


Tidak ada yang tahu alasan mengapa He Xun dan Baili Ruo Qing mematikan lampu begitu awal bahkan mereka tidak keluar setelah 3 jam. Semua orang merasa khawatir tapi tidak ada yang berani untuk mendobrak masuk.


__ADS_2