
He Xun sampai ke titik dimana dia melihat ayah dan ibunya, He Xun memegang tangan mereka dan memeluk mereka dengan erat.
Sosok yang tidak pernah di lihatnya secara langsung dan sosok yang tidak pernah berbicara langsung dengannya, kali ini berdiri di depannya.
"Apakah ini kalian nyata ?" Tanya He Xun dengan tatapan tidak percaya.
"Ya, putraku, ini semua nyata. Berkat dari Tuan Phoenix bisa membantu kita kembali bertemu satu sama lain, dengan begini maka kita akan tinggal bersama. " Ucap Ibu He Xun.
He Xun untuk sejenak terlena dalam kehangatan ini dan memikirkan sejenak tentang kata kata yang di dengarnya sebelum masuk ke dalam Cobaan Hati ini.
Sesuai dengan namanya , ini adalah Cobaan hati dan dibuat untuk mencobai hati dari orang orang yang masuk ke dalam sini.
Untuk memeriksa apakah hatinya kuat atau tidak, apakah dia masih memiliki keterikatan atau tidak dengan Dunia fana.
He Xun melihat kedua orang tuanya dengan tatapan yang berkaca kaca, sayang sekali bahwa ini semua hanya ilusi dan dia akan segera keluar.
Tidak peduli seberapa hangat disini, ini tidak lebih dari bayangan semata. Setelah ini semua berakhir, maka yang tersisa hanyalah kepahitan.
Lebih baik untuk mengakhiri ini lebih cepat dan dengan begini dia tidak akan merasakan begitu banyak rasa sakit atau keberatan karena harus berpisah dengan kedua orang tuanya.
"Putraku, disini bukanlah ilusi, ini adalah suatu dunia sendiri dan jangan tinggalkan kami. " Ucap Ayah He Xun.
He Xun yang mendengar ini , semakin yakin dengan dugaannya bahwa tempat ini hanya ilusi semata. Orang tua mana yang dikatakan sangat menyayangi anak nya tapi ingin anak nya segera mengikuti mereka ke alam baka dengan alasan kesepian ?
Ini tidak nyata dan tidak layak !
__ADS_1
"Akting kalian cukup bagus tapi tidak cukup bagus atau cukup nyata untuk menipu seseorang. Orang yang tertipu adalah orang yang bodoh. " Ucap He Xun dengan bangga dan di depannya berubah menjadi dua Phoenix yang sederhana tapi tampak angkuh.
"Kamu sangat baik tapi, kamu mengatakan bahwa hanya orang bodoh yang terjebak di dalam sini, pada kenyataan nya selama ratusan tahun, telah ada lebih dari 100 orang yang terjebak di dalam Cobaan Hati ini. Di dalam dunia ini, tidak banyak orang yang bisa melepaskan keinginan mereka dengan begitu cepat dan acuh tak acuh sepertimu. " Ucap salah satu Phoenix.
"Bukan aku yang tidak masuk akal, tapi penyusunan rencana kalian, sejujurnya kurang rapi. Jika kalian membuat semuanya menjadi lebih dramatis, maka mungkin aku akan terjebak dan percaya pada semua kebohongan ini. "
"Lalu, bukannya aku acuh tak acuh dalam melepaskan keinginanku. Tapi, pada kenyataan nya mereka berdua meninggal ketika hari kelahiranku dan aku tidak memiliki kesan yang mendalam tentang mereka. Kalian berdua berharap aku bereaksi seperti apa ?" Tanya He Xun dengan senyum tipis.
"Apa yang kamu katakan masuk akal, karena kamu telah lolos ke dalam Cobaan Hati maka kamu bisa duduk dan menunggu rekan mu untuk menyelesaikan Cobaan Hati miliknya. " Ucap Phoenix yang lain dengan nada yang datar dan dingin.
"Terima kasihan atas bimbingan nya, Senior. " Ucap He Xun.
Keduanya mengangguk dan mengirim He Xun kembali, He Xun kembali ke ruang batu yang semula, ruang batu yang dingin dan penuh dengan teka teki ini.
He Xun memandangi sekitar dengan antusias lalu menjelajah, He Xun yakin bahwa untuk saat ini tidak akan ada bahaya yang menanti nya di dalam ruangan batu ini, bagaimanapun satu satunya rintangan mereka disini adalah untuk melewati Cobaan Hati yang tadi di lewati olehnya.
Jadi, He Xun menunggu Baili Ruoqing dengan sepenuh hati, sampai akhirnya 1 jam berlalu dan Baili Ruoqing membuka matanya untuk melihat sekitar.
He Xun duduk di depan Baili Ruoqing dan melambai lambaikan tangannya di depan wajah Baili Ruoqing.
"Apakah kamu bisa melihat tanganku ?" Tanya He Xun dengan curiga karena tatapan kosong miliki Baili Ruoqing.
Plakk !
Tanpa diduga duga, Baili Ruoqing menampar tangannya tanpa rasa bersalah dan He Xun mengadu kesakitan karena ulah Baili Ruoqing.
__ADS_1
"Aku baik baik saja, tenang saja. Lihatlah bahwa aku baik baik saja, hanya saja sangat sulit untuk keluar dari Cobaan Hati itu. " Ucap Baili Ruoqing mengeluh.
"Tidak terlalu sulit, aku berhasil menyelesaikan nya setelah berada di dalam sana sekitar 10 menit. " Ucap He Xun dengan polos tapi penuh dengan kebanggaan.
Baili Ruoqing mendengus dan mau tak mau percaya karena melihat He Xun yang tidak tampak linglung sama sekali, itu artinya He Xun masuk tidak terlalu lama di dalam Dimensi yang di bentuk oleh Cobaan Hati.
"Apakah kamu ada terluka ?" Tanya Baili Ruoqing.
"Tidak, aku baik baik saja. Dari ujung rambut sampai ke ujung kaki, tidak ada luka sama sekali. Bahkan dalam keadaan sangat baik. " Ucap He Xun dengan bangga yang membuat Baili Ruoqing gera. dan ingin mencekik pria ini sampai mati.
Baili Ruoqing membuang wajahnya dan berdiri lalu memeriksa pintu lain yang telah terbuka, Baili Ruoqing membawa He Xun sementara He Xun memandang sekitar dengan antusias.
"Sangat bagus !" Seru He Xun ketika melihat terowongan yang terbuat dari emas asli.
Ini pastilah tempat tinggal yang sangat kaya dan penuh dengan yang, He Xun benar benar menjadi gatal dan merasa bahwa cincin ruang keduanya akan segera terkumpul lagi.
"Ini adalah emas asli !" Seru He Xun setelah menggigit dinding.
"Dasar bodoh ! Kamu bisa memeriksa emas dengan ketukan tanpa perlu menggigit nya seperti itu ! Bukankah itu sangat menjijikkan ? Tidak tahu ada berapa banyak orang yang telah memegang dan debu yang telah menempel disana lalu masuk ke dalam mulut atau perut mu, tidak kah itu menjijikkan ?" Keluh Baili Ruoqing.
He Xun menundukkan kepalanya dengan malu lalu berjalan jalan ke depan lagi lalu memutuskan untuk mengambil emas emas ini nanti dari jalan pulang.
Mereka terus berjalan sampai akhirnya menemukan sebuah tangga, di ujung tangga itu ada sebuah arema yang terbuat dari batu alami dan tampak sangat kokoh.
Keduanya memandang satu sama lain dengan tatapan yang tidak bisa di artikan, ada energi yang berapi api di mata mereka.
__ADS_1
"Karena kalian berdua, maka kalian akan berduel satu sama lain untuk menentukan siapa yang masuk ke dalam tempat harta karun !" Ucap suara misterius itu lagi, sama seperti yang dikatakan ketika ingin melalui Cobaan Hati.
Tampaknya ini adalah Untaian Jiwa Phoenix yang dikatakan oleh Baili Ruoqing tadi.