
Setelah kejadian itu, ternak yang dipesan olehnya akhirnya datang dan memenuhi halaman nya yang berumput, pengrajin kayu juga telah datang dan memperbaiki pagar rumahnya yang rusak.
He Yue berlari lari dan bermain kejar kejaran dengan ayam yang dibeli olehnya sementara He Xun hanya menatap dengan jengah.
He Xun duduk di lantai depan dan menghadap ke arah He Yue yang sedang berlari larian dengan hewan ternak miliknya.
He Xun menggunakan cincin kultivasi milik orang tuanya dan sangat membantu nya dalam melancarkan Qi.
He Xun bermeditasi dan memasuki ruangan dimana dia bermeditasi selama 4 bulan sebelumnya, He Xun duduk tepat di atas tanda Yin dan Yang.
Tanda itu mengandung aliran Qi yang sangat murni dan deras, lalu He Xun mengambil salah satu buku untuk pengobatan dan membaca.
Buku itu berjudul menjadi ' Tabib Seribu Kemampuan', He Xun membaca dengan serius dan melihat bagaimana cara mengobati batuk.
Lalu, cara menangani Flu dan demam, cara mengobati cacar air dan cara mengobati luka tergores atau luka terbuka.
Semakin lama semakin banyak, He Xun terus mempelajarinya dengan serius dan perlahan lahan menjadi lebih paham.
He Xun menemukan bahwa aliran waktu disini lebih cepat dibandingkan di dunia asli. Jadi, misalnya jika disini 3 hari maka mungkin diluar hanya 1 jam.
Ini adalah pengamatan yang dia lakukan sendiri untuk memastikan dugaannya, He Xun pernah mendengar dari seorang pendongeng ketika masih muda bahwa ada sesuatu yang disebut dengan 'Dimensi Pribadi'.
Itu adalah sesuatu yang sangat luar biasa dan tidak ada yang mengetahui itu dengan jelas apakah hanya karangan semata dari pendongeng itu atau bukan.
Tapi, He Xun sekarang mengerti bahwa inilah yang disebut dengan ' Dimensi Pribadi ' , dimana hanya dia yang mengetahui ini dan mengendalikan tempat ini.
Tapi, dikatakan oleh pendongeng itu apabila 'Dimensi Pribadi', diberikan dengan cara diturunkan oleh orang tua.
Tapi, itu tidak mungkin, bagaimanapun ayahnya hanyalah seorang kultivator biasa yang berasal dari kota ini.
Ayahnya mungkin tampak superior jika dikota ini tapi jika dibandingkan dengan kultivator kota lain, maka itu sama sekali tidak bisa dibandingkan sama sekali.
He Xun menekan kegelisahan dalam hatinya dan mulai fokus untuk kembali belajar tentang pengobatan, ada tiga pekerjaan yang menghasilkan sangat banyak uang.
__ADS_1
Pertama adalah menjadi Tabib, tabib adalah hal yang langka sementara orang sakit sangat banyak. Kebanyakan Tabib hanya dapat dipanggil oleh kalangan atas.
Tapi, dia tidak berniat seperti ini dan berniat untuk mengobati orang orang banyak.
Kedua, adalah menjadi Alkemis atau yang lebih sering disebut sebagai penyuling obat. Alkemis adalah pekerjaan yang menghasilkan sangat banyak uang disini, dimana seorang Alkemis dianggap sebagai Dewa disini.
Ketiga, adalah menjadi seorang Penempa Senjata atau Penyuling Senjata, seperti senjatanya, itu terjual dengan sangat banyak bahkan untuk satu senjata.
Awalnya, He Xun berpikir untuk menjadi salah satu dari mereka saja tapi pada akhirnya berpikir bahwa jika dia bisa mempelajari semuanya, kenapa harus satu ?
Dengan fasilitas khusus yang didapatkan olehnya, fasilitas yang tidak didapatkan oleh orang lain, kenapa He Xun harus mengikuti standar orang lain dan mudah puas dengan keberhasilan yang semu ?
He Xun adalah orang yang ambisius, siksaan dan penderitaan tidak akan mampu untuk menhentikan ambisinya yang liar.
Setelah berlatih selama 9 hari di dalam Dimensi Pribadi miliknya, He Xun menyadari bahwa yang ada di dalam Dimensi itu hanyalah Jiwanya.
Jadi, bahkan jika sudah 9 hari berjalan di dalam Dimensi Pribadinya, itu baru 3 jam bagi tubuhnya dan itu tidak akan membuatnya kelaparan.
"Ya, apakah kamu sudah lapar ?" Tanya He Xun.
"Ya !" Jawab He Yue dengan semangat ketika mendengarkannya menawarkan makanan.
He Xun menggelengkan kepalanya dengan ringan seolah olah tidak habis pikir dengan tingkah laku He Yue yang menurutnya terlalu menggemaskan.
He Xun memasak sepanci sup daging sapi yang penuh dengan daging dan dihiasi oleh sedikit lemak yang kenyal dan kuah yang dilapisi oleh minyak yang membuat kuah itu menjadi berwarna kuning keemasan.
Setelah wortel dan kentang telah menjadi lembut, He Xun mencicipi sedikit kuah dari sup daging sapi miliknya dan merasa bahwa itu sangat enak.
Setelah meyakinkan dirinya bahwa itu semua sudah matang, He Xun mengangkat panci ke atas meja makan dan mengambil dua mangkuk kayu dan dua sendok kuah tentu saja.
"He Yue !!" Panggil He Xun.
"Aku datang !" Teriak He Yue dari depan dan berlari ke dalam dengan semangat.
__ADS_1
"Cuci tangan mu dan ganti pakaian mu. " Perintah He Xun.
"Baik, Tuan. " Ucap He Yue dan menuruti keinginan He Xun.
Setelah mencuci tangan dan mengganti pakaian, He Yue meloncat ke atas kursi dan dengan semangat menghirup kuahnya.
"Jangan terburu buru, itu masih panas. " Peringat He Xun.
He Yue hanya menjulurkan lidahnya dengan nakal ke arahnya, He Xun hanya menghela nafas ringan sebelum akhirnya tertawa kecil.
Setelah makan, He Xun mengajak He Yue untuk keluar sambil menyamar, dengan topeng yang menutupi wajahnya dan He Yue, mereka membawa sebuah papan yang bertuliskan.
'Tabib Fang yang ahli dalam pengobatan dan hati seluas samudera, menerima setiap bayaran untuk setiap pengobatan !'
He Xun dan He Yue berdiri disana tapi tidak ada yang mendatangi mereka bahkan orang orang hanya menatap mereka dengan sinis seolah olah sedang melihat seorang Penjahat atau seorang penipu.
He Xun tidak berkecil hati tapi He Yue merasa putus asa dengan hal sekecil ini.
"Tuan, apakah ini akan berhasil ?" Bisik He Yue dengan putus asa.
"Tenang saja, selama sabar maka akan ada ikan yang melompat ke dalam jaring mu dengan suka rela. Mulai sekarang, kau akan memanggilku Tuan Fang atau Tuan saja sementara aku akan memanggil mu dengan Ah - Yue. " Ucap He Xun.
"Aku mengerti Tuan. " Ucap He Yue sambil mengangguk nganggukkan kepalanya.
Waktu terus berlalu tapi, belum ada orang yang menghampiri mereka sama sekali sampai akhirnya matahari telah mulai tenggelam dan He Xun masih dengan sabar duduk dan menunggu sementara dari tatapan nya, terlihat bahwa He Yue merasa tidak tahan lagi.
Sampai akhirnya seorang pria dengan pakaian bersulam Emas dan beberapa pengawal tampaknya dipenuhi dengan kegelisahan dan ketika melihat papahnya, langsung menghentikan langkahnya dan menghampirinya.
" Apakah kamu seorang tabib ?" Tanya Pria kaya itu.
"Ya, aku adalah seorang Tabib. Apakah Tuan membutuhkan pengobatan ?" Tanya He Xun dengan suara yang dibuat seperti pria dewasa.
"Tuan Tabib, bisakah kamu datang ke kediaman ku dan melihat keadaan Putraku ? Kondisinya parah dan puluhan Tabib telah keluar dan masuk tapi tidak ada yang bisa menyembuhkan Putraku. " Ucap Pria kaya itu dengan sedih.
__ADS_1