PESONA BUNGA SURGAWI ( Season 1 )

PESONA BUNGA SURGAWI ( Season 1 )
60. Terpisah


__ADS_3

Pangeran kedua, Wei Qi tampak sangat murah senyum tapi kata katanya penuh dengan berbagai jebakan yang mematikan.


"Semuanya bisa pergi dengan berjaga jaga dan saling menjaga satu sama lain. Ditambah lagi, kita semua adalah saudara dan siapapun yang mendapatkan hasilnya akan menjadi milik semuanya. " Ucap Wei Qi dengan senyum lebar.


Kata kata Wei Qi ini berterus terang, tapi digunakan pada kalimat yang sangat halus, sehingga orang orang seringkali terlena dan tidak menyadari apa arti dibalik kata kata nya yang sebenarnya.


Itulah yang disebut oleh He Xun sebagai orang yang sangat berbahaya, dimana orang bisa berkamuflase dengan sangat baik.


"Tentu saja, apa yang dikatakan oleh Pangeran Qi tidak salah !"


"Pangeran Qi sangat bijak dan cocok untuk menjadi penerus takhta !" Ucap yang lain dengan seruan.


Wei Qi tampak mengeluarkan tawa palsu lalu bertingkah malu malu, He Xun telah menebak apa yang akan dikatakan oleh Wei Qi.


"Wei Qi masih muda, tidak layak untuk dibandingkan dengan kakak Kekaisaran saya yang sangat berbakat dan berpengalaman. Harap semua orang bisa membantu Wei Qi mencari pengalaman. " Ucap Wei Qi dengan rendah hati.


He Xun memutar matanya dan merasa bahwa ini adalah kalimat yang sangat murahan, kalimat seperti ini telah di dengar olehnya dari para penjilat selama lebih dari 10 kali, seperti yang diperkirakan olehnya.


"Orang ini sangat berbahaya, aku tidak menyukainya. " Ucap Baili Ruoqing dengan dahi yang berkerut.


He Xun tidak pernah melihat Baili Ruoqing seserius ini sebelumnya, jadi He Xun merasa bahwa masalah ini sangatlah serius jadi sangat waspada terhadap Wei Qi ini.


Mereka menunggu pintu terbuka dan sampai akhirnya ketika pintu terbuka, semuanya menjadi gelap gulita.


He Xun secara reflek mengenggam tangan Baili Ruoqing menjadi lebih erat sebelum akhirnya mereka jatuh menghantam lantai gua yang keras dan dingin, penuh dengan lumut.


"Hati hati, lantainya licin dan penuh dengan lumut. Kita tampaknya terpisah dari Nona Xiu dan Yi Fei Fei." Ucap He Xun dengan waspada.


Tapi, wajah Baili Ruoqing tampak muram setelah mendengar ini.

__ADS_1


"Apakah terjadi sesuatu ?" Tanya He Xun dengan khawatir.


"Ini buruk, kami ras Siluman Rubah berekor sembilan, bisa mendengarkan untuk jarak yang jauh tapi tidak ada yang bisa ku dengarkan dalam tanah ini. Berarti kita terlempar sangat jauh dari yang lain, atau ada sesuatu yang kuno dan menyegel setiap lorong. Jika memang seperti itu maka kita akan aman untuk saat ini. " Ucap Baili Ruoqing dengan serius.


"Tapi, aku sangat khawatir tentang Nona Xiu dan Yi Fei Fei. " Ucap He Xun dengan dahi yang berkerut.


"Kita hanya bisa pasrah dan berharap bahwa kita beruntung. Lagipula, dengan kalung yang kamu berikan maka Xiu Xiyi akan baik baik saja. Dia memiliki kekuatan yang jauh lebih tinggi darimu tapi karena segel kemarin telah melemahkan kekuatannya. " Ucap Baili Ruoqing.


Mendengar ini membuat He Xun menghela nafas lega, paling tidak itu tidak akan menjadi orang yang mudah untuk ditindas.


Sementara disisi lain, Yi Fei Fei dan Xiu Xiyi tampak saling menatap satu sama lain dengan canggung. Lagipula mereka tidak saling mengenal sebelumnya sehingga ini adalah perjalanan pertama mereka untuk berdua.


Yi Fei Fei adalah orang yang gampang bergaul sementara Xiu Xiyi adalah orang yang kamu dan pendiam.


Yang menjadi masalah adalah, keduanya adalah orang yang sombong dan bangga pada diri sendiri. Jadi, He Xun takut bahwa keduanya akan saling mengacungkan pedang ketika terjadi perbedaan pendapat.


"Nona Xiu, apa yang harus kita lakukan saat ini ? Bagaimana pun kita terpisah dari yang lain. " Tanya Yi Fei Fei.


"Aku akan menjaga dari belakang sementara kamu dari depan. " Ucap Yi Fei Fei.


Jadilah Xiu Xiyi berjalan terlebih dahulu dan Yi Fei Fei menyusul, jadi kelompok ini sangat cepat dalam perjalanan bahkan tidak sempat untuk memikirkan yang lain.


Berbeda dengan kelompok He Xun yang memikirkan banyak hal, mulai dari keselamatan Yi Fei Fei dan Xiu Xiyi serta kedua murid dan kedua siluman yang menjaga muridnya.


He Xun memiliki banyak orang untuk di jaga di dalam hatinya jadi He Xun merasa bahwa dia harus keluar dalam posisi hidup hidup kali ini.


Jika tidak, bagaimana dengan nasib dari kedua murudnya ? Apakah mereka akan kembali ke kehidupan mereka yang lama ? Tidak ada yang tahu soal ini.


"Apakah kamu memikirkan sesuatu yang kamu khawatirkan ?" Tanya Baili Ruoqing.

__ADS_1


"Ya, sejujurnya aku khawatir pada Nona Xiu, Nona Lan, Nona Liu, Chu Xue, He Yue, dan Yi Fei Fei, semuanya aku merasa sangat khawatir tentang mereka. Bagiku mereka adalah satu satunya keluargaku. " Ucap He Xun.


"Apakah kamu tidak mengkhawatirkan aku ?" Tanya Baili Ruoqing dengan candaan.


"Nona Baili berada di depanku, aku tetap saja akan mengkhawatirkan nya tapi aku menjadi lebih percaya diri karena dengan adanya aku disini, maka tidak akan ada tempat yang tidak aman. " Ucap He Xun sama terkikik geli.


"Lalu, apakah kamu bisa membawa ke dalam Istana ?" Tanya Baili Ruoqing.


"Tidak masalah asalkan kamu bersedia untuk menyelinap masuk bersamaku. " Ucap He Xun dengan sangat bangga.


Baili Ruoqing dan He Xun terus menerus mengeluarkan omong kosong untuk membunuh kepanikan dan kekhawatiran di dalam hati mereka.


Sampai akhirnya mereka sampai di ujung yang buntu, mereka telah berulang kali berbolak balik dan semuanya adalah buntu.


"Tunggu sebentar ! Kita tampaknya salah ! Aku akan mengecek nya untuk memastikan apakah dugaanku salah atau benar. " Ucap He Xun.


He Xun memeriksa setiap petak dinding dengan cara diketuk sampai akhirnya ada suatu papan batu yang berbeda suaranya.


He Xun mengumpulkan Qi nya ke telapak tangan lalu memukul pintu batu bagian yang kosong itu, ketika dipukul, pintu batu yang palsu itu langsung berubah menjadi abu.


He Xun memandang ke arah dirinya sendiri dengan penuh kebanggaan. Bagaimanapun ini adalah sesuatu yang mungkin tidak dapat dilakukan oleh yang lain.


"Kerja bagus, kekuatan mu sama sekali tidak buruk. " Puji Baili Ruoqing.


Sementara di sisi lain, Wei Qi sedang berjalan bersama dengan seorang pria yang berambut putih.


"Tetua, apakah menurutmu aku bisa menang dalam mencari harta karun ini ?" Tanya Wei Qi.


"Tentu saja bisa dan karena ini, maka Pangeran Kedua akan memiliki kesempatan untuk mendorong jatuh Putra Mahkota. " Ucap Tetua yang mengikuti Wei Qi.

__ADS_1


Setelah mendengar ini membuat Wei Qi menjadi bahagia bahkan tatapan nya menjadi kejam.


"Tidak peduli apapun itu caranya maka aku akan memenangkan harta karun ini !" Seru Wei Qi dengan bangga.


__ADS_2