PESONA BUNGA SURGAWI ( Season 1 )

PESONA BUNGA SURGAWI ( Season 1 )
86. Apakah kamu mau menjadi Raja?


__ADS_3

Pantas saja tanaman Lobak aneh itu tidak dapat banyak ditemukan , dari seluruh penyimpanan Sekte Naga Biru.


Hanya ada 15 buah Lobak aneh itu dan semuanya telah ditelan oleh He Xun. Seandainya He Xun tahu bahwa Lobak itu diiris menjadi 100 potong kecil lalu setiap potong akan dibagi menjadi dua untuk orang orang teratas di Sekte Naga Biru dan akan dibagikan setiap tahunnya.


Tapi, He Xun dengan santainya menekan cadangan untuk 15 tahun itu bahkan tanpa meledak. Dipotong dengan begitu kecil, selain karena pelit dan berharga.


Itu juga memiliki tenaga yang sangat besar, sehingga orang orang yang memakannya berlebihan akan bisa mengalami penyimpangan Qi dan meledak.


Pada saat itu, tidak hanya tidak akan mendapat peningkatan kekuatan melainkan hanya akan tinggal nama.


Benar benar tanaman yang mengerikan, tapi He Xun yang polos memperlakukannya seolah olah sedang memakan apel.


He Xun menekan semua Qi yang memberontak di dalam Dantiannya dengan begitu tenang seolH olah sedang melakukan pendekatan dengan seekor anak anjing yang ketakutan.


Semua kekuatan He Xun saat ini, akan bisa untuk mengalahkan pasukan musuh sendirian dengan begitu gagah.


Ketika He Xun menyadari bahwa dirinya telah hampir 2 hari di dunia nyata, He Xun keluar dari kultivasi nya dan menyadari bahwa ini sudah pagi.


Siang ini mereka akan berangkat dari sini dan berjalan menuju Istana, dengan kekuatannya saat ini maka dia menjadi lebih percaya diri.


Pada saat ini, tidak akan ada yang bisa menakuti nya lagi. Jika pasukan Kerajaan mencoba untuk menghadangnya maka He Xun akan membersihkan nya.


Ketika matahari terbit, mereka berkumpul di bagian bawah penginapan dan saling menatap satu sama lain.


" He Xun, kamu telah menjadi lebih tinggi lagi. " Ucap Baili Ruoqing.


"Benarkah ?" Tanya He Xun dengan tatapan tidak percaya sebelum akhirnya menyadari bahwa apa yang dikatakan oleh Baili Ruoqing benar.


Pantas saja celana panjangnya yang bisa menutupi sampai ke bawah, kali ini berada di atas mata kaki. Sepertinya dia perlu mencari pakaian lain nanti, jika tidak maka akan lucu jika dia menggunakan pakaian kesempitan seperti ini.

__ADS_1


"Bagaimana dengan kekuatan mu ?" Tanya Xiu Xi Yi.


"Baik, aku telah meningkat cukup jauh !" Seru He Xun dan melemparkan untaian Qi menuju sebuah batu dan batu itu langsung menjadi abu.


"Prajurit Emas, kamu telah mencapai Prajurit Emas !" Seru Liu Qing Xin.


"Ya, sama seperti kalian berempat. " Ucap He Xun dengan senyum lebar.


"Dengan begini maka kita akan menjadi rombongan yang kuat dan gagah, aku ingin melihat siapa yang bisa menghalangi. He Xun, apakah kamu ingin menjadi Raja ?" Tanya Baili Ruo Qing.


He Xun yang mendapatkan pertanyaan ini untuk sejenak terdiam. Di masa lalu, He Xun merasa bahwa Raja adalah hal tertinggi yang bisa dicapai oleh semua orang.


Semua anak akan setuju jika di tanya apakah ingin menjadi seorang Raja atau tidak , tapi kali ini He Xun telah menjadi dewasa.


He Xun telah menyadari bahwa semuanya tidak seindah yang dikatakan, dunia yang sebenarnya tidak sesempurna yang diceritakan.


Seorang Raja tidak segagah yang diceritakan dan yang ada di dongeng, He Xun dengan lembut menggelengkan kepalanya.


"Kamu benar, kamu telah sangat dewasa. Menjadi Raja tidak seindah yang di bayangkan. Ayahku adalah Ketua Klan , tapi tanggung jawabnya sangat besar dan setiap langkah harus hati hati. Jika Ketua Klan saja seperti itu, bagaimana dengan seorang Raja ?" Tanya Lan Hua Yin.


"Aku telah mengerti dengan semua ini, aku sudah dewasa tentu saja. " Ucap He Xun dengan bangga.


"Ha ha ha, kamu sekarang sudah dewasa dengan sangat cepat. Ketika kamu menemui mu pada saat itu, kamu tidak lebih dari seorang anak ingusan yang tidak mengenal dunia. Sangat berbeda dengan saat ini. " Ucap Liu Qing Xin sambil tertawa lantang.


"Sssht, jangan buka aibku. Kalian harus menjaga martabat ku di hadapan kedua muridku. " Keluh He Xun.


Kedua murid He Xun tertawa dengan bebas, tidak ada larangan sepele seperti murid tidak boleh menertawakan gurunya atau tidak boleh tertawa dengan bebas di depan gurunya.


He Xun membiarkan kedua muridnya melakukan apa yang mereka sukai asalkan tidak melewati batas dan He Xun daripada memperlakukan mereka sebagai murid, He Xun lebih mirip seperti memperlakukan mereka layaknya teman lama.

__ADS_1


Jadi, kedua murid He Xun sama sekali tidak tertekan dengan berbagai macam kesopanan yang harus dilakukan mereka agar di cap sebagai murid yang berbakti.


"Apakah Shizun benar benar seperti itu ?" Tanya He Yue sambil tertawa.


He Xun memasang wajah cemberut, bukannya berhenti tertawa, He Yue justru kembali tertawa dengan puas.


"Shizun sangat imut dengan wajah itu. " Puji He Yue.


Mendengar pujian dari murid kecilnya membuat He Xun tersenyum puas dan mencubit pipi He Yue yang gembul setelah diberikan perawatan yang baik.


He Yue saat ini sangat berbeda dengan ketika baru saja dibawa oleh He Xun, mereka sangat berbeda jauh.


Saat ini, He Yue mengenakan pakaian yang terbuat dari sutra dan memakan makanan yang baru dibuat dan masih hangat serta enak.


Membuat wajahnya menjadi gembul dan imut, sementara Chu Xue telah memancarkan kecantikan langka di usianya yang masih sangat muda.


Wajah yang menunjukkan kecantikan yang dingin itu pasti akan memikat banyak orang di masa depan, He Xun tidak sabar untuk melihat banyak nya pria yang memeberikan lamaran padanya untuk kedua muridnya.


Yang pasti, He Xun akan memilihkan seorang calon yang sopan dan kuat, serta bisa merawat kedua murid kesayangannya dengan baik.


Membayangkan ini membuat He Xun sedikit sedih, jika begini maka dia harus berpisah dengan kedua muridnya di masa depan.


Walaupun sudah tahu bahwa muridnya akan menikah , He Xun masih ada sedikit ketidak relaan. Dia telah merawat mereka cukup lama dan membuat nya mengukir banyak kenangan dengan mereka.


"Chu Xue, apa yang kamu inginkan di masa depan ? Jika kamu sudah dewasa. " Tanya Baili Ruo Qing ketika mereka sudah selesai makan.


"Aku ingin melayani Shizun dengan sepenuh hati dan mengabdikan hidupku untuk Shizun. " Ucap Chu Xue dengan penuh ketulusan.


He Xun yang mendengar ini langsung terperangah lalu menundukkan kepalanya karena malu sekaligus terharu dengan pengabdian Chu Xue.

__ADS_1


Semua orang bertepuk tangan atas kesetiaan yang dimiliki oleh Chu Xue untuk He Xun.


__ADS_2