PESONA BUNGA SURGAWI ( Season 1 )

PESONA BUNGA SURGAWI ( Season 1 )
44. Petir Cobaan


__ADS_3

He Xun menatap Sima Ying dengan bingung sebelum akhirnya terdengar suara guntur yang menakutkan lalu petir mulai menyambar nyambar di depannya.


"Apa ini ? Bagaimana mungkin ada petir di dalam Dimensi ini ?!" Seru He Xun dengan terkejut.


Sima Ying tampak tenang tapi menatapnya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan, seolah olah sedang mengenang masa lalu.


"Ini adalah pemilihan pemilik baru Dimensi, mari kita lihat. Setiap petir yang akan kamu terima setelah ini, maka kamu akan menjadi semakin kuat. Jika kamu bisa menarik 12 Petir Cobaan. Maka kamu akan menjadi pemilik ini, tapi jika kamu bisa menarik 13 Petir Cobaan. Maka kamu tidak akan hanya menjadi pemilik, melainkan menjadi Penguasa semua mahkluk hidup di dalam sini, termasuk aku. " Ucap Sima Ying dengan sedikit seringaian.


He Xun yang mendengar ini terkejut dan pernah membaca ini di dalam buku yang telah ia baca, tidak menyangka bahwa dia akan mengalaminya dengan begitu cepat.


He Xun dengan segera mengambil posisi bersila untuk menerima Petir Cobaan yang dikatakan oleh Sima Ying.


Sementara Sima Ying berjalan mundur beberapa meter, mungkin sekitar 10 sampai 15 meter untuk menatap He Xun.


Duarrr !!


Petir memnyambar ke arah tubuh He Xun dan He Xun tampak terhenyak ke depan tapi tidak ada luka di tubuhnya.


Karena, Petir Cobaan tidak menghancurkan atau menimbulkan luka fisik melainkan menimbulkan luka Jiwa.


Ini adalah kekejaman , rasa sakit menghampiri He Xun. Seolah olah kulitnya telah disiram oleh air panas.


Tapi, Petir Cobaan tidak memiliki belas kasihan dan langsung melemparkan Petir lain kepada He Xun. Karena, hanya yang layak bisa menerima semua Petir Cobaan.


Seperti Sekte Awan Ringan, itu tidak benar benar dipilih oleh Dimensi ini sebagai pemilik, melainkan menggunakan paksaan.


Berbeda dengan He Xun yang benar benar dipilih oleh Dimensi Alam Ilusi Keajaiban ini. He Xun menerima petir lain.


Duarrr !!!


Darah mengalir dari sudut bibir He Xun karena He Xun telah menggigit bibirnya terlalu kuat, rasa sakit ini terlalu tidak tertahankan.


Tapi, tidak sampai membuat He Xun berteriak kesakitan. Dari kejauhan, Sima Ying menonton dengan tangan yang terlipat di dada.


Anak ini, baru berumur 13 atau 14 tahun dengan tingkat kultivasi ketujuh dari tahap Prajurit Perunggu, sanggup untuk menahan 2 Petir Cobaan adalah hal yang sangat hebat.

__ADS_1


3 adalah maksimal dari anak ini, begitulah pikiran Sima Ying terhadap penilaiannya pada He Xun. Lagipula, Sima Ying tidak akan berharap terlalu banyak pada He Xun.


He Xun penuh dengan rasa sakit, kali ini bukan seperti disiram air panas melainkan seperti ditusuk tusuk oleh puluhan jarum di tubuhnya.


Itu terus berlangsung selama 3 menit dan keringat dingin terus mengalir dari punggungnya. Petir ketiga bersiap untuk menyerang He Xun dengan kejam.


Duarrr !!


Ikatan rambut He Xun terbuka dan membiarkan rambutnya terurai dengan bebas, tangannya mengepal dengan erat.


Ketika kepalanya dihantam oleh rasa sakit yang sangat tajam, pandangannya menjadi kabur dan kepalanya berat.


Nafasnya menjadi sesak seolah olah ditimpa oleh batu besar, tapi tekadnya masih sangat kuat.


Sima Ying bahkan melihat He Xun dengan tatapan takjub, bagaimana mungkin pemuda ini tidak mengeluarkan sedikitpun suara ?


Sepertinya dia telah terlalu meremehkan pemuda ini, seperti yang di perkirakan. Pilihannya tidak mungkin salah.


Pemuda ini sama sekali tidak memiliki bakat yang buruk, sesuai dengan namanya, Bakat Surga. Tapi, sayang sekali bahwa jika hanya dengan Bakat Surga biasa maka sulit untuk menguasai dunia.


Tapi, Qi nya telah mulai terganggu bahkan sedikit menjadi kacau karena guncangan yang dialami olehnya.


Ini sangat buruk, tapi tidak ada yang bisa dilakukan olehnya . He Xun menerima Petir sekali lagi dan kali ini Petir menyerang Dantiannya dengan kejam.


He Xun memuntahkan seteguk darah tapi berusaha untuk tetap duduk dan menenangkan diri, karena walaupun rasa sakit tidak terbayangkan, tapi kekuatannya meningkat dengan sangat pesat.


Saat ini bahkan telah mencapai pertengahan tingkat ketujuh Tahap Prajurit Perunggu, menyambut beberapa Petir lagi mungkin akan membuatnya mencapai tingkat 8.


Tekad He Xun meluap layaknya air bah, keinginannya untuk menjadi penguasa melebihi apapun.


Petir Kelima menghampiri dan He Xun terbatuk batuk, mulutnya penuh darah dan pandangannya telah kabur.


Tidak ada suara seperti raungan atau teriakan putus asa melainkan hanya desisan tajam yang dengan sengit, seolah olah menantang.


He Xun terus menerima Petir yang menghantam dengan kejam sampai akhirnya Petir kesembilan datang, bahkan Sima Ying mengamati dengan semangat seolah olah sedang melihat pertunjukkan yang sangat menarik.

__ADS_1


Petir kesembilan sampai Petir kedua belas akan menyerang fisik, dikatakan bahkan beberapa kultivator Tahap Prajurit Perak, menemui kematian mereka ketika sedang mencoba untuk mengendalikan Dimensi.


Tapi, He Xun berhasil sampai sejauh ini adalah sebuah kejaiban yang akan terukir dalam sejarah selama seribu tahun.


Duarrr !!


Petir menyambar dengan lebih kuat dan He Xun terdorong ke depan sampai sampai harus menggunakan satu tangannya untuk bertumpu agar tidak jatuh ke depan dan mulutnya penuh dengan darah.


Rasa sakit seolah olah setiap ototnya ditarik keluar dengan paksa, ini adalah perasaan sakit berkali kali lipat dari sebelumnya.


Pakaian He Xun langsung hancur menjadi debu dan hanya menyisakan celana paniangnya, Sima Ying menatap ke arah perut He Xun yang berbentuk kotak kotak.


Sangat bagus !


Untuk sejenak, Sima Ying salah tingkah dan salah fokus tentu saja. Tapi, setelahnya langsung ingat bahwa ini adalah hal yang tidak pantas untuk di lakukan.


"Perhatian posisimu, edarkan Qi mu ke seluruh tubuh dan berusahalah untuk terus bertahan. Seluruh serafmu akan putus dan diperbarui dengan yang lebih baik !" Ucap Sima Ying dengan serius.


He Xun tidak bisa menanggapi tapi masih bisa mendengar, walaupun nafasnya telah terengah engah dan kesadarannya telah sangat kabur.


He Xun masih berusaha untuk duduk dengan tegak dan dada yang terbuka, kedua tangan di depan dada.


Telapak tangan saling berhadapan di depan dada, bola cahaya terbentuk di celah antara kedua telapak tangannya dan meliputi seluruh tubuhnya.


He Xun mengedarkan seluruh Qi nya yang tersisa untuk melapisi tubuhnya sebelum akhirnya Petir kesepuluh berhasil dipanggil oleh He Xun.


Tubuh He Xun terpelanting dan menghantam pohon di belakangnya sambil terbatuk batuk, kepalanya terkulai dan tatapannya menjadi gelap.


He Xun tidak memiliki kemampuan untuk mengatakan apapun lagi dan tubuhnya sangat sakit seolah olah disayat sayat oleh ribuan pisau.


Penyiksaan ini bertahan selama beberapa menit sampai akhirnya mereda, Sima Ying yang melihat ini menyemangati He Xun.


...----------------...


Tunggu ya, masih ada 1 chapter lagi

__ADS_1


__ADS_2