
"Saat ini, akan ada begitu banyak orang yang datang ke Kota Jinyu. Kita tetap harus mempertahankan penampilan kita yang menyedihkan ini agar tidak menarik perhatian. " Ucap He Xun dengan santai.
"Tapi.... pakaian kita saat ini tidak bisa dikatakan sebagai pakaian seorang pengemis. "Ucap He Yue dengan bingung.
"Jika terlalu menyedihkan maka kita akan dijadikan pandangan orang orang juga, satu satunya cara adalah menjadi sangat biasa. Tidak terlalu menonjol atau tidak terlalu menyedihkan, dengan begitu tidak akan ada yang peduli padamu. " Ucap He Xun menjelaskan.
Semuanya mengangguk dan menyetujui dengan apa yang dikatakan oleh He Xun karena apa yang dikatakan oleh He Xun tidak salah.
Semuanya berjalan menuju Kota Jinyu dan bersiap untuk melihat pedang pusaka ini, sesampainya disana.
Mereka bisa melihat bahwa ini sangat ramai. He Xun memandang kearah dua muridnya dan membuat keputusan.
"Bagaimana jika kalian pergi dan aku tidak ikut ?" Tanya He Xun dengan penasaran.
"Kenapa begitu ?" Tanya yang lain dengan terkejut.
"Kedua muridku akan berada dalam bahaya apabila didalam ada sesuatu yang mengancam, itu juga akan membebani kalian. " Ucap He Xun dengan tenang menjelaskan.
"Jika begitu, apakah aku boleh tidak ikut ? Sebenarnya, aku benar benar sangat malas untuk ikut dalam hal semacam ini. " Ucap Lan Huayin.
"Tapi ?" He Xun tidak melanjutkan ucapannya dan menatap ke arah Lan Huayin.
"Aku melakukan ini bukan karena kedua muridmu tapi memang karena aku tidak suka dengan hal ini. " Ucap Lan Huayin dengan bosan.
"Aku juga tidak akan ikut. " Ucap Liu Qingxin.
Terlihat jelas bahwa wajah mereka tampak mengantuk, jadi tampaknya mereka kelelauan dan itulah yang menjadi alasan mereka mengapa mereka memilih untuk tidak ikut dalam perjalanan ini.
"He Xun, kamu sebaiknya pergi dan ikut dengan mereka. " Ucap Lan Huayin.
"Tapi, kalian berempat ?" Tanya He Xun dengan khawatir.
"Tidak perlu khawatir, kekuatan kami tidak rendah dan kami tidak akan melakukan sesuatu yang aneh aneh. " Ucap Lan Huayin.
__ADS_1
He Xun mengangguk lalu meminta kedua muridnya untuk tidak melakukan sesuatu yang menyulitkan Lan Huayin atau Liu Qingxin.
"Shizun bisa tenang, kami tidak akan melakukan hal tersebut. " Ucap Kedua muridnya dengan kompak.
"Baiklah, Shizun akan tenang jika mendengar kalian seperti ini. " Ucap He Xun dengan senyum bangga dan memeluk kedua muridnya dengan erat lalu berjalan menuju gua yang dikatakan menyimpan harta karun oleh para pengelana.
Awal mula dari menyebarnya berita ini adalah warga setempat melihat kilatan cahaya yang sangat terang dilangit dan berasal dari gua ini, jadi diperkirakan bahwa harta yang hebat talb muncul dan sedang mencari Tuan baru.
He Xun berjalan bersama dengan Xiu Xiyi, Yi Fei Fei, dan Baili Ruoqing. Keduanya berbaur di keramaian dan He Xun meminta mereka untuk berpegangan satu sama lain.
Dengan membagi dua dua, yaitu Baili Ruoqing dengannya dan Yi Fei Fei dengan Xiu Xiyi.
"Jangan sampai terpisah ditengah kerumunan, kita harus tetap waspada setiap saat. " Ucap He Xun dengan suara rendah.
"Kamu bisa tenang, kami bukan anak 5 tahun. " Ucap Yi Fei Fei menenangkan He Xun.
Tapi, entah bagaimana perasaan He Xun berubah menjadi lebih khawatir setiap saatnya. Mungkin karena He Xun merasa bertanggung jawab atas nyawa para gadis ini.
Jika salah satu dari mereka terluka, maka He Xun akan menyalahkan dirinya sendiri dengan keras. Jadi, ini adalah salah satu bentuk kekhawatirannya.
"Jika orang lain mendengar ini maka mereka akan memukulmu sampai mati. " Bisik Baili Ruoqing sambil tertawa ringan.
"Kenapa ? Apakah ucapanku salah ? Bagaimana mungkin senjata pusaka bisa lebih penting dari nyawa seseorang ?" Tanya He Xun dengan tatapan tidak percaya.
"Bagi orang yang berbakat sepertimu maka mudah untuk mengatakan ini, tapi bagi orang yang mengandalkan peruntungan disetiap saat. Bahkan ada yang tidak akan bisa menemukan senjata yang layak sampai akhir hayatnya. " Ucap Baili Ruoqing menjelaskan.
"Jadi, kebanyakan orang lebih senang bertaruh pada hidup mereka untuk mendapatkan sebuah senjata daripada kembali dengan tangan kosong. "Lanjut Baili Ruoqing.
He Xun yang mendengar ini menggeleng geleng kan kepalanya dan merasa tidak mengerti dengan pola pikir kebanyakan orang ini.
Orang orang ini memperlakukan nyawa mereka seolah olah tidak ada harganya, He Xun benar benar merasa tidak mengerti dengan pola pikir mereka.
"Aku hanya merasa bahwa ini tidak cocok dengan pemikiran ku. " Ucap He Xun sambil memandang Baili Ruoqing.
__ADS_1
"Tenang saja, tidak semua orang berpikir seperti itu. Aku, adalah orang yang berpikiran seperti kamu. Asalkan bisa melarikan diri maka bisa membalas dendam di masa depan. " Ucap Baili Ruoqing dengan santai dan merangkul bahu He Xun.
Keduanya berdiri didepan pintu gua yang tertutup oleh pintu batu dan dipadati oleh banyak sekali orang, orang orang ini mencapai lebih dari 3.000 orang.
Sepertinya, yang ingin mencari harta karun tidak hanya mereka melainkan akan ada sangat banyak orang.
Baru saja memikirkan ini, He Xun memandang seorang pemuda yang mendarat di depan banyak orang dengan jubah yang bersulam naga dan berkelim emas.
Tampak sangat Agung dengan ekspresi yang mendukung, sepertinya ini adalah anggota Kerajaan.
"Ini adalah Pangeran Qi !" Seru orang orang dengan antusias.
"Pangeran Qi ?" Gumam He Xun dengan bingung dan merasa bahwa dia belum pernah mendengar nama ini sebelumnya.
"Putra Kedua Raja, Wei Qi. Dia berbakat dalam sastra dan catur, tapi sayangnya tidak terlalu berbakat dalam seni bela diri berbeda dengan Putra Mahkota yang berbakat dalam Sastra dan strategi. " Ucap Baili Ruoqing memberi jawaban pada He Xun.
He Xun menatap pria muda ini dengan tatapan menilai, Pria muda ini layak untuk menjadi Pangeran dan perangaian nya tampaknya baik.
Tapi, entah mengapa He Xun merasa bahwa tatapan dari Pangeran ini agak aneh seolah olah yang ditampilkan nya saat ini, semuanya adalah kepalsuan.
He Xun tidak tahu apakah itu semua hanya prasangka nya atau memang itu adalah kenyataan. He Xun menatap pria itu lebih dalam untuk memastikan ini.
"Apakah kamu merasa bahwa Pangeran ini tidak sesederhana yang tampak di permukaan ?" Tanya Xiu Xiyi dengan bisikan dari belakang.
"Apa yang salah ? Dia tampan dan muram senyum, dia tampaknya adalah orang yang sangat baik. " Ucap Yi Fei Fei sambil menilai Wei Qi.
He Xun menggelengkan kepalanya dan kembali menatap Wei Qi yang berpidato kepada semua orang , orang orang yang mendengar pidatonya seolah olah terhipnotis.
"Aku takut, ini tidak sesederhana Pangeran yang terbuang. Dia tampaknya sangat dalam dan tidak memiliki dasar, orang seperti ini harus diwaspadai. " Ucap He Xun kepada tiga orang lain.
Baili Ruoqing juga setuju dengan apa yang dikatakan oleh He Xun dan Xiu Xiyi, Wei Qi ini tidak sesederhana yang tampak di permukaan, sangat berbahaya !
Yi Fei Fei yang melihat bahwa semuanya setuju bahwa Wei Qi ini berbahaya langsung menuruti mereka dan menyalahkan bahwa pandangannya dan penilaian nya tidak terlalu baik.
__ADS_1
Semua orang bisa merasakan keanehan dari Wei Qi tapi dia sendirian yang tidak bisa melakukannya, membuat Yi Fei Fei merasa sangat malu pada dirinya sendiri.
"Jangan merasa malu, semua orang bisa salah. Tapi, apa salahnya menjadi sedikit lebih waspada ?" Tanya He Xun menghibur Yi Fei Fei yang tampak murung.