
"Apakah kamu sudah puas minum dengan semua arak ini ?" Tanya He Xun dengan senyum tipis ketika melihat wajah Yi Fei Fei yang telah memerah.
"Cukup dengan sesedikit ini ? Aku akan mengajakmu untuk minum lebih banyak !" Ucap Yi Fei Fei meracau.
"Kami akan masuk ke kamar terlebih dahulu bersama dengan He Yue dan Chu Xue untuk beristirahat. " Ucap Baili Ruoqing sambil menguap.
"Tentu, kalian bisa beristirahat terlebih dahulu, aku akan menemani Yi Fei Fei disini, kalian tidak perlu khawatir. " Ucap He Xun.
Semuanya mengangguk dan naik ke atas ke arah tempat mereka menginap sementara kedai ini masih sangat ramai, bahkan semakin malam semakin ramai.
Kebanyakan adalah pria dewasa yang mentraktir temannya untuk minum sampai puas, He Xun terus memesan minuman sampai mereka berdua menghabiskan 5 Guci Arak.
He Xun merasa bahwa kesadarannya menjadi sedikit terganggu dan tidak baik baginya untuk minum lebih banyak lagi, Yi Fei Fei sendiri sudah sepenuhnya tidak sadar.
"Ayo naik. " Ajak He Xun.
"Tidak mau !!! Temani aku minum lagi !" Ucap Yi Fei Fei dengan bibir yang mengerucut.
"Ayolah, kamu sudah mabuk dan tidak boleh minum arak lagi. " Ucap He Xun dengan lembut dan mengguncang tubuh Yi Fei Fei.
"Tidak ! Aku tidak mabuk !" Teriak Yi Fei Fei.
He Xun memandang sekeliling nya dengan tatapan meminta maaf karena telah membuat keributan lalu menggendong tubuh Yi Fei Fei.
Yi Fei Fei mengalungkan lengannya di tubuh He Xun dan He Xun membawa Yi Fei Fei untuk naik ke kamar.
Yi Fei Fei mendapat kamar sendirian jadi disana sangat kosong, sementara Ling Hua masih tidur di dalam kamar He Xun.
He Xun berniat untuk meminta gadis itu pindah agar tidak merusak reputasi gadis itu, He Xun mungkin tidak akan terpengaruh.
__ADS_1
Tapi, itu akan berpengaruh pada Ling Hua ketika ingin mencari kekasih di masa depan. He Xun membaringkan tubuh Yi Fei Fei di atas ranjang dengan mulus.
He Xun dengan rapih menyelimuti tubuh Yi Fei Fei lalu memadamkan lilin yang ada disana dan menutup jendela agar angin malam tidak masuk membuat Yi Fei Fei kedinginan.
He Xun juga menurunkan tirai sampai pada akhirnya He Xun bersiap siap untuk pergi, dan sejenak merapikan bantal yang digunakan oleh Yi Fei Fei.
Tiba tiba, tangan He Xun ditahan oleh Yi Fei Fei yang membuat He Xun hampir saja menjerit ketakutan. He Xun menghela nafas dan melihat tingkah usil Yi Fei Fei yang membuatnya jantungan.
"Aku sangat mencintaimu, sangat. Tidak bisakah kamu memutar kepalamu dan melihat ketulusan ku sekali saja ?" Racau Yi Fei Fei dengan suara khas orang mabuk.
He Xun yang mendengarkan kata kata Yi Fei Fei untuk sejenak terpaku dan mendengarkan setiap kata kata dengan serius. Kata kata Yi Fei Fei ini kayaknya air dingin yang disiramkan ke kepalanya.
He Xun melepaskan cengkraman tangan Yi Fei Fei dari lengannya lalu menghela nafas dan berjalan keluar.
Yi Fei Fei yang mabuk ini memang merepotkan, meracau dan berteriak layaknya orang gila membuat He Xun merasa pusing.
Sesampainya di kamar miliknya, itu ada Ling Hua yang sedang tidur di atas ranjang sementara He Xun tidur di lantai yang dingin.
Yi Fei Fei jelas bukan seseorang yang memiliki ketrampilan untuk meminum arak, He Xun juga tidak.
Kemampuan He Xun hanya sedikit di atas rata rata, selain itu tidak ada bedanya dengan orang biasa. Tidak sampai bisa minum seratus guci dalam satu waktu seperti yang ada di dalam legenda.
Keesokan harinya, pagi pagi sekali, Yi Fei Fei telah menemui He Xun untuk membawa He Xun masuk ke dalam kamarnya.
Saat ini mereka saling memandang satu sama lain, Yi Fei Fei bingung harus memulai dari mana pembicaraan mereka.
"Apakah pada saat aku mabuk semalam , aku mengatakan sesuatu yang aneh pada mu ?" Tanya Yi Fei Fei dengan keraguan.
He Xun tahu bahwa Yi Fei Fei adalah orang yang sangat mementingkan harga dirinya, jadi He Xun akan berbohong untuk menyelamatkan harga diri Yi Fei Fei.
__ADS_1
"Aku tidak ingat juga, semalam aku juga mabuk dan bangun tanpa mengingat apapun. Apakah aku mengatakan sesuatu yang aneh juga ?" Tanya He Xun.
"Kita berdua mabuk, itu adalah hal yang masuk akal. " Gumam Yi Fei Fei sambil menghela nafas lega.
He Xun tersenyum dalam hati ketika melihat kelegaan Yi Fei Fei, bayangkan saja jika He Xun menceritakan yang sebenarnya.
Maka, dimana harga diri Yi Fei Fei akan di taruh ? Yi Fei Fei akan merasa bahwa ini adalah aib yang sangat memalukan.
Dan He Xun tidak ingin Yi Fei Fei merasa seperti itu, ini adalah tindakan yang tulus dari lubuk hatinya.
"Sangat menyenangkan untuk minum arak dan mabuk bersama mu, kita harus melakukannya lebih sering di masa depan. " Ucap Yi Fei Fei dengan santai.
"Tidak yakin, bagaimana pun aku memiliki dua murid di bawah umur yang akan terus mengikuti ku. Melakukan mabuk masukkan seperti ini tidak akan menjadi contoh yang baik bagi mereka. " Ucap He Xun dengan santai.
"Ha ha ha, sungguh guru teladan. " Ucap Yi Fei Fei dengan sindiran.
Keduanya turun bersama sama dan makan, ketika sedang makan, kedai yang ramai itu tiba tiba di datangi oleh sekelompok besar orang yang menggunakan seragam yang sama.
Jubah biru tua dengan kelim perak, memiliki lambang naga dibagian dada, He Xun tidak yakin Sekte apa ini tapi yang lain sudah tahu.
"Ini adalah Sekte Naga Biru. " Ucap Baili Ruoqing dengan suara yang sangat rendah.
"Sekuat apa Sekte ini ?" Tanya He Xun dengan buru buru.
"Jika harus dikatakan, maka itu seharusnya 3 kali lipat lebih kuat dari Sekte Awan Ringan. Hanya saja, dikatakan bahwa Sekte Naga Biru sering melakukan penculikan wanita dengan kerja sama dari pihak Kerajaan. " Ucap Yi Fei Fei dengan takut.
"Bawa semua wanita yang ada disini, jangan sampai ada yang tersisa bahkan jika itu adalah tikus betina ! " Ucap pemimpin murid Sekte Naga Biru itu dengan wajah yang bengis.
Dalam sekali lihat saja sudah membuat He Xun tidak senang dengan wajah pria itu, karena memiliki wanita paling banyak di mejanya, jadi orang Sekte Naga Biru menghampirinya.
__ADS_1
He Xun memandang mereka dengan tatapan dingin dan bersiap untuk menyerang apabila situasi menjadi tidak terkendali.
"Aku ingin melihat siapa yang bisa menyentuh wanitaku disini. " Ucap He Xun dengan datar dan aura membunuh menguar dari tubuhnya.