
"Jika kamu bisa mengeluarkan 100 Tael maka kamu pasti membawa lebih banyak uang, serahkan semua yang kamu bawa !" Teriak wanita gila itu.
"An Yun ! Kamu sudah gila !" Teriak seorang pria yang tampak kasar keluar dari rumah gubuk sebelah.
"Feng Lan, kamu tidak bisa menghalangi ku kali ini !" Teriak An Yun dengan marah.
"Paman Feng Lan !" Ucap gadis kecil dipelukannya sambil menangis.
"Tuan muda, tolong bawa Qi kecil dan tolong rawat dia. Ibunya sudah tidak sanggup untuk merawat nya lagi, pria tua ini memohon kepadamu. " Ucap Feng Lan itu sambil berlutut dan menahan An Yun.
"Feng Lan ! Apa yang kau lakukan ?! Dasar penjahat sampah ! " Teriak An Yun.
"An Yun, kamu telah memukuli Qi kecil selama bertahun-tahun , selama ini akulah yang merawat Qi kecil ! Kamu hanya memanfaatkan nya ! Kamu telah berubah menjadi gila !" Bentak Feng Lan dengan murka.
"Selama ini aku menahan diri karena melihatmu kasihan, tapi kali ini aku tidak tahan lagi. Qi Kecil tidak memiliki kesalahan tapi kamu terus menerus menghukumnya dengan begitu keras, kamu tidak layak !" Teriak Feng Lan.
Keduanya terus menerus bertengkar lalu He Xun merasakan kalau gadis kecil ini menggenggam pakaiannya dengan erat.
"Jangan menangis. " Bisik He Xun dengan lembut.
He Xun berjalan menuju ke arah Feng Lan dan memberikan satu kantung berisi 100 tael untuk pria itu.
"Pria tua ini tidak berani menerima kebaikan dari Tuan muda, hanya bisa berharap jika Tuan muda membawa Qi kecil dan merawat Qi kecil dengan baik. " Ucap Feng Lan.
"Walaupun aku bukan keluarganya, tapi aku sudah merawatnya sejak kecil. Aku sudah menganggap nya sebagai putriku sendiri, istriku juga melakukan hal yang sama ketika dia masih hidup. Sayang sekali bahwa dia pergi lebih dahulu tahun lalu. "Lanjut Feng Lan.
"Tuan Feng, tolong terima ini. Anggap aku memberikan bantuan kepadamu untuk hal ini, aku akan merawat Qi kecil dengan baik. " Ucap He Xun sebelum akhirnya menghilang di tengah keramaian dalam sekejap.
Mereka kembali ke penginapan dan Qi kecil itu memiliki mata yang memerah. Terlihat bahwa Qi kecil ini adalah anak yang penurut dan tidak mudah hancur.
__ADS_1
Ketika He Xun mengatakan untuk tidak menangis, Qi Kecil berusaha mati matian untuk tidak menangis.
Sesampainya di penginapan, Qi kecil tampak ragu dan melihat sekeliling nya dengan waspada sebagai naluri seseorang yang telah banyak menderita.
"Kamu sekarang aman, apakah namamu adalah Qi ?" Tanya He Xun.
Qi kecil mengangguk, He Xun memikirkan sebuah nama untuk diberikan kepada Qi kecil.
"Bagaimana dengan He Feng Qi ?" Tanya He Xun dengan lembut.
"Namaku adalah He Xun, mulai sekarang aku adalah gurumu. Apakah kamu mau menjadi muridku ?" Tanya He Xun.
Qi kecil mengangguk dengan antusias dan menyadari bahwa He Xun adalah orang yang baik dan lembut jadi Qi kecil menurunkan kewaspadaan nya pada He Xun.
"He adalah marga milikku, sementara Feng berasal dari Fenghuang yang berarti Phoenix, dan Qi berasal dari nama masa kecil milikmu. Apakah menurutmu itu bagus ?" Tanya He Xun.
He Feng Qi mengangguk dan namanya resmi berubah menjadi He Feng Qi. He Feng Qi berlutut dan memberikan hormat kepada guru barunya.
"He Feng Qi, ini adalah He Yue, saudari seperguruan pertamamu. Sementara ini adalah Chu Xue, saudari seperguruan kedua mu. " Ucap He Xun memperkenalkan kedua murid pertamanya.
"He Yue jie jie, Chu Xue jie jie. " Ucap He Feng Qi dengan ragu ragu.
"Jangan takut, di masa depan kita harus saling bahu membahu untuk merawat Shizun dan menjaga Shizun. " Ucap He Yue dengan ramah.
"Kalian berdua tolong bantu He Feng Qi untuk berganti pakaian dan membersihkan diri sebelum kita memulai pelajaran kita di dalam dimensi. " Perintah He Xun.
"Ya, Shizun. " Ucap kedua murid nya dengan patuh lalu membawa He Feng Qi.
He Xun duduk di kamarnya dengan lelah, tidak menyangka bahwa ada orang orang yang malang seperti He Feng Qi ini.
__ADS_1
He Xun merasa kalau uangnya sangat banyak saat ini, tidak masalah jika dia membawa beberapa murid lain.
Mampu mengubah nasib beberapa orang orang yang menyedihkan adalah hal yang baik, He Xun akan membantu mereka menemukan jalan milik mereka yang sebenar nya.
Tidak perlu pintar atau bagus dipandang , He Xun hanya ingin seorang murid yang bisa mendengarkan perintannya dengan baik dan bisa bekerja keras dengan giat.
Tidak mudah untuk berjalan sejauh ini sendirian, jadi He Xun tahu, bahkan jika ada seorang berbakat di tengah orang orang ini maka sulit bagi mereka untuk menyadari bakat mereka atau bahkan bakat tersebut tidak akan pernah menunjukkan diri dan menjadi barang tidak berguna.
He Xun telah tenggelam dalam pemikiran dirinya sendiri dan tidak menyangka bahwa di depannya ada Chu Xue dengan wajah yang muram.
"Shizun, apakah kamu memiliki sebuah krim pengobatan yang baik untuk luka terbuka atau bekas luka ?" Tanya Chu Xue.
"Siapa yang terluka ?" Tanya He Xun.
"Tubuh He Feng Qi penuh dengan luka terbuka dan bekas luka, sebagian besar merupakan luka baru diatas luka lama. Ini mengerikan, tapi dengan bantuan Yue jie jie, maka kami bisa mengoleskan nya. " Ucap Chu Xue.
He Xun mengerutkan dahi nya dan merasa ngilu untuk hal ini, kenapa sangat mengerikan ? He Xun langsung mengeluarkan sebotol salep dengan botol giok yang indah.
"Ini adalah salep yang Shizun buat sendiri, harusnya setelah tiga kali dioleskan maka luka lama akan memudar dan luka baru akan menutup. " Ucap He Xun dengan yakin.
"Baiklah jika begitu maka aku akan mengoleskan nya pada He Feng Qi. " Ucap Chu Xue.
"Terima kasih, Shizun. " Lanjut Chu Xue sebelum akhirnya kembali ke kamar mandi untuk mengoleskan obat pada tubuh He Feng Qi.
He Xun menghela nafasnya dan menunggu kedatangan He Feng Qi sampai akhirnya setelah sekitar 15 menit menunggu barulah He Feng Qi berjalan keluar.
"Feng Qi datang untuk menyambut Shizun. " Ucap He Feng Qi dengan tubuh yang tertunduk rendah dan sekarang tampak jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya.
"Jangan terlalu sopan, karena pada saat ini kita semua adalah guru dan murid maka kita harus saling menjaga di masa depan. Kalian mungkin tidak berasal dari orang tua yang sama tapi kalian berasal dari guru yang sama maka kalian harus menganggap saudari satu sama lain. " Nasehat He Xun.
__ADS_1
"Kami mengerti, Shizun !" Seru ketiganya.