PESONA BUNGA SURGAWI ( Season 1 )

PESONA BUNGA SURGAWI ( Season 1 )
84. Kehancuran Sekte Naga Biru


__ADS_3

He Xun rela untuk mengeluarkan uang lebih banyak hanya untuk melihat sekumpulan murid Sekte Naga Biru yang kesulitan untuk mencari makanan atau uang.


"Bagaimana ini ? Kita sudah tidak punya makanan lain ? " Tanya wakil Ketua Sekte Naga Biru, Hu Yuan.


"Tidak ada yang bisa dilakukan , siapapun yang melakukan sumpah untuk Sekte Naga Biru maka tidak akan bisa melarikan diri dari bencana ini. " Jawab Ketua Sekte Naga Biru, Qi Xuan.


Mereka telah menjual seluruh barang berharga mereka untuk bertahan hidup, tapi pada akhirnya ini adalah hari ketiga dan tidak akan ada yang bertahan.


Benar benar disayangkan bahwa ada maling yang membawa cadangan makanan dan harta mereka tepat di bawah hidung mereka, tapi mereka tidak menyadarinya.


Tidak ada yang bisa di lampiaskan untuk kemarahan ini karena seluruh penjaga yang bertugas pada waktu itu telah dibersihkan oleh penjahat tercela ini.


Hu Yuan menghela nafas pasrah ketika mendengar hal ini, menyesal karena telah menjadi murid Sekte Naga Biru.


Tiba tiba, ketika kematian telah mendekati dirinya, Hu Yuan merasa bahwa dosanya sangat banyak.


Ada puluhan gadis yang telah dia bawa, penyesalan menyusul hati kecilnya dan merasa menyesal karena telah melakukan semua ini.


He Xun benar benar kejam dalam hal ini, membiarkan orang orang merenungi seluruh dosa mereka sambil menunggu kematian mendatangi mereka.


Jika tanpa sumpah yang dibuat oleh mereka, maka He Xun tidak akan berencana untuk melepaskan mereka selama beberapa hari seperti ini,melainkan memutuskan untuk meracuni mereka semua.


He Xun tidak suka mengambil resiko, jika tidak ada sumpah ini maka akan ada kemungkinan bahwa sekelompok orang orang ini akan datang padanya dan membawa masalah padanya di masa depan.


He Xun bukannya takut menghadapi karma, hanya saja He Xun malas untuk menambah masalah dalam kehidupannya , sementara masalah kehidupannya sama sekali tidak kekurangan.


He Xun dengan malas duduk di pekarangan penginapan, sama sekali tidak bosan untuk menunggu sambil membaca dan berlatih.


Murid murid Sekte Naga Biru sudah berulang kali ingin merampok warga di sekitar jadi He Xun membantu warga sekitar untuk membersihkan mereka sampai tuntas.


"Sampai kapan kita akan terus disini ?" Tanya Xiu Xi Yi.

__ADS_1


"Tentu saja sampai mereka semua musnah. " Jawab Lan Huayin dengan antusias.


"Tunggu dan lihat, ini sudah hari ketiga. Hari pertama mereka akan bisa melawan, hari kedua mereka akan bisa bertahan. Tapi, bagaimana dengan hari ketiga ?" Tanya He Xun dengan seringaian jahat.


Orang yang bermain main dengannya harus mendapatkan bayaran yang setimpal, sejak awal, He Xun tidak menganggu mereka sama sekali. Tapi, si bodoh Deng Quan itu membuat masalah padanya.


Belum lagi dengan dua Phoenix jadi jadian yang dikirimkan padanya, benar benar menyebalkan.


Orang orang di Desa sekitar juga menganggap nya sebagai pahlawan karena dia telah menjaga mereka dari Sekte Naga Biru.


Sayang sekali bahwa He Xun tidak menerima pujian ini hanya karena alasan dia tidak suka untuk di panggil sebagai seorang Pahlawan.


Tidak ada akhir baik untuk seorang Pahlawan, He Xun telah melihatnya dengan mata kepalanya sendiri.


"Kenapa kamu tidak ingin menikmati Gelar Pahlawan sebentar saja ? Kenapa tidak membiarkan mu hidup di tengah pujian orang orang ?" Tanya Liu Qing Xin.


"Kenapa aku harus membiarkan diriku menikmati hal hal remeh seperti itu ? Selain hal yang kabur, apalagi yang bisa dinikmati dari hal hal semacam itu ?" Tanya He Xun dengan acuh tak acuh.


"Aku sama sekali tidak tegas pada diriku sendiri, aku hanya menggambar batas untuk diriku sendiri. Di masa lalu, aku lebih kejam dari ini pada diriku sendiri , saat ini sudah lebih baik. Karena langit telah memberiku kesempatan untuk mengulang kehidupan yang baru maka aku tidak akan keberatan untuk bekerja dua kali lipat lebih keras dari orang lain. " Jawab He Xun dengan ketenangan yang luar biasa.


Baili Ruo Qing bertepuk tangan untuk He Xun dan memberikan sebuah pujian.


"Baiklah, kamu sangat bijak. Benar benar mengagumkan. " Puji Baili Ruo Qing.


He Xun hanya menggelengkan kepalanya dengan ringan dan masih tidak setuju dengan pujian yang di sematkan padanya.


Kedua murid He Xun mendatanginya dan memeluk gurunya dengan penuh kasih sayang.


"He Yue, Chu Xue, kalian berdua telah berlatih dengan keras, hm ? Bagaimana jika kita membeli permen nanti ?" Tanya He Xun.


"Kenapa tidak sekarang Shizun ?" Tanya He Yue dengan polos.

__ADS_1


"Saat ini, kita masih di tengah lembah, bagaimana mungkin bisa membeli permen ? Bersabarlah, kita besok akan kembali dari sini. " Ucap He Xun sambil mengacak rambu He Yue.


He Yue tidak memprotes hanya cemberut dengan cara yang menggemaskan, He Xun merasa bahwa He Yue untuk anak seumurannya tidak bisa dikatakan sebagai dewasa.


Bisa dikatakan sangat kekanak kanakan, berbeda dengan Chu Xue yang sangat tajam dan dewasa jauh sebelum umurnya.


Tidak peduli bagaimana kedua muridnya, walaupun tidak semuanya sangat berbakat di bidang seni bela diri, maka He Xun tidak akan memaksa mereka.


Selama mereka bahagia, maka He Xun akan baik baik saja. Lagipula, yang penting adalah sifat dan moral mereka.


Selama mereka memiliki pendirian yang kokoh dan sifat yang baik, maka He Xun tidak mengharapkan hal lain.


Keesokan harinya, Sekte Naga Biru benar benar hancur, bangunan yang megah itu benar benar hancur dan rata dengan tanah dan dilalap oleh api sampai habis.


Orang orang mengetahui ini ketika di pagi hari mereka melihat, siapa yang melakukan hal ini dan tidak ada yang tahu.


Sementara rombongan He Xun telah keluar dari lembah dengan langkah yang tak bersalah, He Xun tidak sabar lagi jadi membakar seluruh bagian dari bangunan Sekte Naga Biru.


Sayang sekali bahwa dia tidak bisa mengambil beberapa bagian bangunan yang terbuat dari Emas asli.


He Xun dan rombongannya bersiap untuk menghadapi Kerajaan yang telah membuat mereka kesulitan selama ini.


Bukan hanya satu atau dua kali, melainkan sudah belasan kali , Kerajaan mencoba untuk memburu mereka.


Kali ini, sudah saatnya bagi mereka untuk balas dendam. Tapi, He Xun tidak terburu buru untuk melancarkan serangan.


Melainkan menunggu sesuatu, seolah olah sedang menunggu sesuatu yang penting dan membuat Liu Qing Xin tampak muram ketika berada di tengah Ibu kota.


"Apalagi yang sedang kita tunggu ?!" Tanya Liu Qing Xin.


"Tunggu dan kita akan menginap selama 2 hari, aku akan menerobos ke Tingkat 1 Tahap Prajurit Emas dalam 2 hari. " Ucap He Xun yang mengejutkan semua orang.

__ADS_1


__ADS_2