
He Xun segera melompat dengan anggun, paling tidak sebelum kakinya mendarat di dada seorang murid Klan He.
Duk !!
Suaranya membuat orang ngeri dan pria yang memiliki tubuh kekar itu langsung limbung dan ingin jatuh, sebelum jatuh, tangan He Xun terulur.
Buk !!
Suara hantaman terdengar dan tangan He Xun menghancurkan Dantian milik pria dewasa itu, pria itu terbatuk dengan darah dan jatuh ke tanah dalam kesakitan.
He Xun tidak menunggu lagi dan mengayunkan tangannya untuk menghancurkan Dantian dari 5 murid yang lain, 4 dalam posisi yang baik sementara 1 lagi dalam posisi pingsan.
"Kalian semua bahkan tidak bisa menggunakan formasi lagi, sungguh menyedihkan. " Ucap He Xun dengan nada prihatin.
"Kami tidak perlu rasa kasihan dari anjing luar sepertimu !" Teriak seorang wanita dengan marah.
"Tidak perlu rasa kasihan dari anjing liar sepertiku ? Kakak perempuan, mulutmu terlalu berbisa tapi sayangnya otakmu hampir tidak ada. Jika aku anjing liar dan kalian sekelompok sampah yang tidak bisa mengalahkan aku anjing liar, bagaimana kalian seharusnya dipanggil ? Kotoran anjing ?" Tanya He Xun dengan keramahan tapi mata wanita itu memerah seperti ingin menangis.
Klan He adalah kelompok kultivator angkuh yang tidak pernah dipermalukan, dipermalukan olehnya seperti ini membuat orang orang Klan He hancur.
"He Yan, sepertinya orang yang kamu bawa ini kurang hebat. Kamu sebaiknya meminta orang yang lebih baik, apakah ayahmu menipumu dan memberikan sekelompok kotoran anjing ini untuk kamu bawa kemana mana ?" Tanya He Xun dengan ejek.
"He Xun ! Kamu ! Lihat bagaimana Tuan Muda ini menghajar mu !" Teriak He Yan dan masuk ke dalam formasi mereka.
He Xun hanya mendengus dingin dan kembali menekan pedangnya sebagai tumpuan lalu menendang wajah He Yan.
Buk !!!
He Yan terlempar ke tanah dengan kuat dan darah mengalir dari hidung He Yan tanpa dapat dikendalikan.
__ADS_1
"Ups, aku telah terlalu kuat. Maafkan aku kakak seperguruan, sebelumnya aku telah mematahkan gigi mu dan sekarang aku secara tidak sengaja mematahkan hidung mu dan bahkan wajahmu memiliki jejak sepatuku. " Ucap He Xun dengan nada mengejek.
He Yan tidak sanggup untuk berbicara karena rasa sakit yang ditimbulkan oleh tendangan He Xun di wajahnya.
Ini adalah harga yang harus dibayar oleh para pengganggu usil ini karena telah mencoba untuk menyerang muridnya dengan senjata tersembunyi.
Menyerang langsung maka dia tidak akan begitu kejam apalagi karena mereka berasal dari Klan yang sama , walaupun mengandung banyak kebencian, He Xun tidak akan terlalu kejam.
Tapi, karena mereka mencoba untuk melukai muridnya dengan serangan tersembunyi, maka tidak akan ada jalan pulang bagi mereka, termasuk He Yan !
Serangan He Xun berubah arah dan menjadi lebih kejam di bandingkan sebelumnya, orang orang tidak dapat menahan serangannya dan satu persatu tumbang bahkan He Yan tidak bisa menahan sakit dan jatuh pingsan.
"Aku tidak pernah menganggu kalian sebelumnya, tapi selalu kalian yang mengganggu ku terlebih dahulu. Aku tidak mengerti dengan pikiran kalian, para sampah. " Ucap He Xun dengan sinis pada wanita yang dari tadi mengutuk dan hanya menyisakan dia.
He Xun mengcengkram dagu wanita itu dan menatap mata wanita itu yang berkaca kaca tapi sayangnya tidak membuatnya tergerak.
"Kemana sifat pemberani mu sebelumnya ? Kamu yang melemparkan pisau bukan ? Maka aku akan memberikan hadiah yang lebih besar padamu, tidak hanya kamu akan dilumpuhkan. Aku juga akan meninggalkan mu di tengah kota , entah apa yang dilakukan oleh para preman kota pada dirimu yang cantik dan lembut ini, tanpa daya dan kultivasi. Mereka pasti menyukai mu. " Ucap He Xun tanpa perasaan ketika mengelus wajah wanita di depannya.
"Jangan, jangan !" Ucap wanita itu dengan ketakutan dan air mata mulai mengalir dengan deras.
Buk !!
Tangan He Xun menabrak Dantian wanita itu dan wanita itu terhenyak dengan rasa sakit lalu memuntahkan darah dan jatuh ke tanah.
"Selamat menikmati masa depan mu. "Ucap He Xun yang membuat wanita itu ketakutan.
Semuanya sudah di lumpuhkan, kecuali He Yan. He Xun mengeluarkan belati di sakunya dan merusak wajah wanita itu sebagai gantinya.
Lalu berjalan menuju He Yan dan tatapan nya penuh kebencian.
__ADS_1
"Ah, aku telah menunggu ini sejak lama, tidak menyangka bahwa akan segera berbalik seperti ini. Aku sudah memperingatkan mu dengan baik baik, sepupuku. Jika di masa depan kamu masih mencari masalah, maka aku tidak akan seringan ini. " Ucap He Xun dengan penuh kebencian.
He Xun merusak wajah yang paling dibanggakan oleh He Yan, He Xun juga tidak menyeret tubuh wanita itu seperti yang dia katakan tadi..
Apa yang dia katakan tadi hanyalah sebuah bentuk gertakan, dengan melumpuhkan kultivasi dan merusak wajah sudah lebih dari cukup.
Untuk saat ini, He Xun masih menolak untuk membasahi tangannya dengan darah manusia dan membuat dirinya diliputi oleh nyawa nyawa manusia yang melayang dibawah pedangnya.
He Xun adalah manusia, bukan mesin pembunuh yang akan membunuh semua musuhnya tanpa pandang bulu.
He Xun lebih senang jika melihat mereka jatuh pelan pelan, He Xun menoleh ke belakang untuk melihat kedua muridnya yang terperangah.
"Shizun sangat luar biasa !" Puji He Yue.
"Bagaimana dengan cara guru memberi ajaran pada kalian dan para pengganggu ini ?" Tanya He Xun dengan bangga.
"Sangat baik ! Shizun sangat baik dalam memberi ajaran !" Jawab He Yue sementara Chu Xue hanya mengangguk ngangguk dengan menggemaskan.
"Kalian semua, tunggu disini dan tinggal dirumah diam diam. Guru akan membawa mereka pergi. " Ucap He Xun.
He Xun pergi dan meminta beberapa tukang untuk membawa tubuh tubuh itu menuju Klan He dan langsung kembali lagi sementara He Xun tentu saja langsung kabur.
He Xun sangat berhasil dalam provokasi nya, untuk 50 tahun terakhir, akhirnya ada permasalahan besar yang terjadi di antara Klan He berkat He Xun.
He Xun duduk di kediaman halaman nya dengan bangga dan mengelus Chu Xue yang masih kecil dan muda.
"Chu Xue, apakah bibi mu memperlakukan mu dengan buruk ?" Tanya He Xun sambil memainkan rambut Chu Xue.
"Tidak, tidak juga. Bibi hanya ingin mengambil hati paman, hanya saja paman terlalu jahat dan pemarah , kadang kadang juga memukul bibi dengan keras. Jadi, walaupun bibi sering memukulku, dia akan memberikan makanan enak padaku secara diam diam. Jika dia ketahuan maka dia akan dipukuli, ini membuatku ketakutan dan tidak bisa marah padanya, karena dia juga sama seperti ku. " Ucap Chu Xue dengan pelafalan yang belum terlalu jelas karena masih sangat muda.
__ADS_1