
"Tampaknya, Nona Rong harus segera bangkit lagi dan melawan orang. " Ucap He Xun dengan candaan.
"Tampaknya, orang orang ini tidak ingin membiarkan ku istirahat sejenak. Tapi, tidak apa apa, aku yakin bahkan tanpa istirahatpun aku bisa menang. Aku ingin menjadi satu dari empat anak berbakat tahun ini, jika aku bisa maka sumber daya yang akan diberikan pada Sekte ku pastilah akan menjadi lebih besar. " Ucap Rong Yuan.
"Pasti begitu sulit di persaingan antar Sekte. " Ucap He Xun dengan kasihan.
"Tidak juga, ini tidak seburuk yang kamu pikirkan. Hanya saja, aku adalah orang yang serakah, jika aku bisa mendapatkan yang lebih baik maka aku akan berusaha untuk mendapatkannya. Lagipula, aku hanyalah seorang anak yatim piatu jadi aku sudah terbiasa untuk bersaing dengan orang lain. Pada saat ini, Ketua Sekte memang menjadikanku sebagai anak angkatnya, hanya saja..... Huh, sudahlah sebentar lagi aku berumur 17 tahun, aku akan keluar dari Sekte. " Ucap Rong Yuan dengan helaan nafas.
Semua kebahagiaan yang selalu terpancar di wajah Rong Yuan tiba tiba hilang seolah olah menunjukkan kelelahan yang dia rasakan selama ini, He Xun memiliki firasat bahwa Ketua Sekte ini tidak sebaik yang dianggap.
Tidak ada orang terhormat yang akan mengambil anak angkat dengan asal usul yang tidak jelas tanpa sebuah alasan atau tanpa sebuah keuntungan tertentu.
Melihat apa yang dimiliki Rong Yuan maka tidak sulit untuk menebaknya, He Xun akan memastikannya sendiri nanti.
Rong Yuan maju dan melawan Jian Yu, keduanya saling bertarung hanya saja Jian Yu ini agak unik. Karena senjatanya berubah dari sebuah pedang menjadi sebuah tombak panjang.
Bahkan panjang tombak itu lebih panjang daripada tinggi badan Jian Yu, membuat He Xun bertanya nya, apakah bisa digunakan dengan baik ?
Tidakkah akan canggung jika menggunakan senjata yang besarnya lebih besar daripada tubuhmu ? Hanya saja, ternyata dugaan He Xun salah.
Gerakan Jian Yu sangat halus dalam penyerangan dan dalam bertahan tentu saja lebih baik.
Tombak Jian Yu bergerak secara vertikal, melindungi dirinya dari serangan pedang Rong Yuan.
Terus berputar dan sampai ke sebuah titik dimana Rong Yuan terpojok ke sudut, Rong Yuan terpaksa melompat ke atas tombak Jian Yu dan menarik rambut Jian Yu.
Bahkan jika Jian Yu ingin menjatuhkan Rong Yuan dari tombaknya harus berpikir dua kali, karena jika tidak maka kepalanya akan lepas.
Rong Yuan bisa dikatakan termasuk hebat dalam melawan musuhnya, tapi jika itu melawan dirinya maka tidak akan kena dengan trik semacam itu.
__ADS_1
Karena keduanya masih ceroboh lah yang membuat hal ini bisa terjadi, sepertinya Rong Yuan ini belum terlalu banyak bertarung dengan orang lain.
Beruntunglah bertemu dengan Jian Yu, inilah hal yang tidak disukai oleh He Xun dari sebuah Sekte, dengan Sekte maka murid murid akan merasa terlindungi dan tidak memiliki pengalaman yang cukup melainkan hanya belajar peperangan yang palsu.
Ketika bertemu satu sama lain, hanya bisa bertarung seperti ini.
"Lepaskan rambutku !" Teriak Jian Yu.
"Tidak akan ! Lihatlah bagaimana aku menghajar mu !" Teriak Rong Yuan dan memotong rambut Jian Yu sampai menjadi pendek dan hampir botak.
Yang lebih parah adalah potongannya sama sekali tidak rata, bahkan hampir terlihat sangat buruk.
Tampaknya tidak ada pilihan lain bagi Jian Yu selain membuat botak kepalanya, He Xun tertawa tanpa suara dan tampak sangat bahagia dengan pemandangan ini.
Keduanya mundur tiga langkah dan berdiri di sudut yang berlawanan dan tampak saling menatap satu sama lain dengan penuh dendam.
He Xun pikir, disini tampaknya yang bisa menarik perhatiannya hanya ada tiga orang yaitu Rong Linqi, Baik Qiyun dan Guang Lingyun.
Ketika Guang Lingyun dan Bai Qiyun bertanding maka apapun hasilnya akan membantunya di babak semifinal.
Menurut pengamatan He Xun, maka mereka seharusnya merasa di Tahap Prajurit Emas tingkat 3.
Sementara dia sendiri barulah di Tahap Prajurit Emas tingkat 1. Jika harus bertanding, maka tidak tahu siapa yang menang.
Dia mengetahui kelemahan dan kekuatan yang dia miliki sendiri, jadi He Xun dapat berandai andai tentang kekuatannya sendiri.
Kedua orang di atas arena itu mulai bertanding satu sama lain dengan kekuatan penuh, mungkin karena emosi satu sama lain yang meluap.
He Xun melipat tangannya di depan dada dan menaikkan salah satu kakinya di atas kakinya yang lain, dia duduk layaknya seorang bos.
__ADS_1
Orang orang di sekitarnya bahkan tertuju padanya alih alih melihat ke arah pertandingan, He Xun melemparkan senyum miring pada keluarga Kekaisaran yang duduk di seberang sana.
Entah Keluarga Kekaisaran melihatnya atau tidak, tidak ada yang perlu tahu. He Xun diam diam memasukkan kesadarannya ke dalam Dimensi.
Dan bertemu dengan berbagai orang yang disayanginya. Dia melihat bahwa ketiga muridnya sedang berlatih bersama sama.
"Bagaimana dengan kemajuan kalian ?" Tanya He Xun.
"Shizun ! Kamu mengejutkan kami saja. " Ucap He Yue sambil cemberut.
"Kami baik baik saja, Shizun. Kami berlatih satu sama lain hanya saja memang ada beberapa kendala di antara kami, tapi itu semua sudah ditangani dengan baik berkat bantuan kakak Chu Xue. " Ucap He Feng Qi.
"Baguslah kalau begitu, aku akan tenang. Oh ya, dimana yang lain ?" Tanya He Xun.
"Para bibi sedang mandi bersama di sungai dan menikmati musim dingin menuju musim semi. " Jawab Chu Xue.
"Baiklah, kalian beri pesan saja kepada mereka bahwa untuk bersiap karena aku membutuhkan bantuan mereka untuk melawan Kekaisaran. " Ucap He Xun dengan tenang.
"Baik Shizun, kami akan mengatakannya kepada para Bibi guru. " Ucap Chu Xue mewakili yang lain.
Ketiga gadis kecil itu mulai berlatih satu sama lain lagi sementara He Xun sendiri kembali keluar Dimensi dan ketika selesai, dia melihat bahwa pertandingan sudah selesai.
Darah tercecer dengan tangan Jian Yu yang terputus sementara tangan Rong Yuan sendiri basah oleh darah, He Xun sendiri terkejut bahwa dia telah melewatkan hal yang paling menarik dalam pertandingan ini.
Tidak menyangka bahwa Rong Yuan bisa menang telak seperti ini, Rong Yuan pasti menang dengan kondisi ini dan berhasil untuk masuk menjadi empat orang paling berbakat tahun ini.
He Xun sendiri tidak ingin hanya berhenti di empat saja melainkan dia ingin keluar menjadi pemenang.
Seperti yang dikatakan oleh He Xun, tidak perlu lama sebelum akhirnya pedang Rong Yuan berada di leher Jian Yu dan itu berhasil menjadi kemenangan telak bagi Rong Yuan, He Xun memberikan tepuk tangannya sebagai bentuk apresiasi untuk Rong Yuan.
__ADS_1