PESONA BUNGA SURGAWI ( Season 1 )

PESONA BUNGA SURGAWI ( Season 1 )
52. Balas Dendam II


__ADS_3

He Xun tersenyum dingin dan menyerang Xing Yuliang dengan dua bilah besi di tangannya, bedanya yang satu adalah tumpul sementara yang lain tajam.


He Xun berpikir bahwa dia memiliki bakat untuk menggunakan dua bilah pedang yang tidak diminati oleh orang orang karena harus membagi fokus ke dua pedang.


Tapi, tanpa diduga duga bahwa He Xun berbakat dalam hal ini, jadi He Xun berniat untuk mencoba hal baru nanti.


Suara gesekan besi terdengar dan pedang besar Xing Yuliang tampak lebih unggul, dari sini terlihat bahwa Pedang Naga Petir memiliki kualitas yang lebih buruk daripada Pedang besar milik Xing Yuliang yang dijamin berharga ratusan ribu atau bahkan jutaan Tael Emas.


Hal semacam ini, terlalu luar biasa, tapi He Xun menolak untuk mengakui perbedaan ini. He Xun mengalirkan tenaga lebih besar dan pedangnya melengkung sebelum akhirnya mendorong Pedang besar menjauh.


He Xun menyeringai dan tampak mengubah serangannya, menjadi tertuju pada kaki Xing Yuliang.


Mereka berdua bertarung dengan sengit sebelum akhirnya setelah bertukar lebih dari 100 jurus, He Xun terdorong mundur dengan nafas terengah engah sementara Xing Yuliang terdorong mundur sambil terbatuk batuk darah.


"Kamu adalah seorang pemuda yang berbakat, sayang sekali bahwa kita ditakdirkan untuk bermusuhan. Sulit untuk menemukan lawan sebanding, sayang sekali bahwa kamu akan mati disini. " Ucap Xing Yuliang dengan gigi yang merah.


"Xing Yuliang, tutup mulutmu dan ayo bertarung lagi !" Ucap He Xun dengan tidak puas.


Akhirnya kedua orang itu kembali bertarung sebelum akhirnya Pedang Naga Petir menusuk jantung Xing Yuliang.


He Xun mencabut pedangnya dengan kejam dan membiarkan Xing Yuliang jatuh ke belakang dengan tatapan tidak percaya.


"Pada akhirnya, seorang tetua terhormat sepertimu harus jatuh ditangan anak anak sepertiku. Pasti sangat menyulitkan untukmu bukan ? Bagaimana jika aku membantumu untuk mengurangi perasaan tidak nyaman ini ?" Tanya He Xun sebelum akhirnya menusuk perut Xing Yuliang.


"Shifu !" Teriak Yi Fei Fei dan memeluk mayat Xing Yuliang.


"Aku akan membunuhmu !!" Teriak Yi Fei Fei dengan marah dan menerjang He Xun.


"Pukulan Cakar Naga : Bagian Ketujuh !" Teriak He Xun.


Keduanya bertarung dengan sengit, tapi kemampuan Yi Fei Fei dibawahnya sehingga tidak bisa memberikan perlawanan yang memuaskan, berbeda dengan pertarungan sengit dengan Xing Yuliang sebelumnya.

__ADS_1


"Aku , Yi Fei Fei, membencimu baik dalam kehidupan ini maupun kehidupan selanjutnya !" Ucap Yi Fei Fei dengan penuh kebencian dan matanya tampak berkaca kaca.


"Mungkin saja kamu menjadi istriku di kehidupan selanjutnya. " Ucap He Xun dengan santai dan menolak untuk membunuh Yi Fei Fei.


He Xun menyegel kekuatan Yi Fei Fei dan membuat wanita itu tidak berdaya dibawah serangannya.


He Xun membunuh semuanya kecuali Yi Fei Fei yang memandangnya dengan penuh kebencian ketika melihat satu persatu rekan atau muridnya dibunuh.


Pembantaian yang sama , yang terjadi pada Klan he kembali terulang lagi. Mayat telah ditumpuk menjadi satu dan He Xun melepaskan pakaian mereka, tentu saja kecuali murid perempuan.


He Xun selalu menghormati perempuan, karena ibunya, kedua muridnya dan penolongnya, mereka semua adalah perempuan.


Jadi, setelah menelanjangi mereka, He Xun menggantung mayat mereka di pagar depan Sekte Awan Ringan.


He Xun memandangi beberapa murid perempuan yang masih berpakaian utuh dan merasa bahwa ini adalah yang paling baik.


Tidak baik untuk mengambil kesempatan dalam kesempitan, lagipula He Xun tidak tertarik untuk mempermalukan wanita sampai ke titik itu.


He Xun menyiramkan minyak tanah dan kebakaran di lumbung juga telah menyebar, jadi tidak perlu menyalakan api lain sebelum akhirnya tersambar dan melalap Sekte Awan Ringan menjadi satu.


"Setidaknya kamu masih memiliki hati nurani untuk tidak melakukan hal yang memalukan pada murid perempuan. " Ucap Yi Fei Fei di belakangnya.


"Aku tentu saja tidak akan melakukan tindakan hina itu. Aku membawamu karena aku membutuhkan bantuan mu. " Ucap He Xun dan memberikan jubah luarnya untuk menutupi tubuh Yi Fei Fei karena pakaian Yi Fei Fei robek di beberapa bagian akibat pedang.


"Aku tidak butuh belas kasihanmu dan aku menolak untuk membantumu !" Ucap Yi Fei Fei dengan keras kepala.


"Kenapa kamu begitu keras kepala ? Kedua muridku adalah perempuan, jadi aku tidak tahu bagaimana harus merawat mereka. Aku membutuhkan seorang perempuan untuk membantumu merawat mereka. " Ucap He Xun dengan acuh tak acuh dan mengajak Yi Fei Fei untuk makan terlebih dahulu.


"Aku tidak akan membantumu ! Bagaimana jika aku membunuh kedua muridmu ?! " Tanya Yi Fei Fei.


"Aku yakin bahwa kamu tidak akan melakukan nya. " Ucap He Xun dengan santai dan duduk di salah satu kedai.

__ADS_1


He Xun memesan beberapa macam jenis makanan dan tampak santai menunggu, seolah olah yang menyebabkan kekacauan bukanlah dirinya.


"Apakah kau tidak takut bahwa aku akan mendatangimu tengah malam dan mencekik mu sampai mati ?" Tanya Yi Fei Fei dengan waspada.


"Kenapa aku harus takut ? Tangan halus mu itu tidak akan membuatku kehabisan nafas. " Ucap He Xun menggoda Yi Fei Fei.


"Kau ?! Kau sudah membunuh Shifu sekaligus Yifu ku, dia telah membesarkan ku. " Ucap Yi Fei Fei dengan sedih.


(Yifu : Ayah angkat)


"Oh ? Kenapa aku mendengar bahwa hubunganmu dengan Xing Yuliang tidak baik ? Dia terbiasa memakan daging, aku tidak percaya bahwa ketika daging ditaruh di depan mulutnya dan dia menolak untuk memakannya. " Ucap He Xun dengan sinis.


Xing Yuliang adalah seorang laki laki yang memasuki rumah bordil siang dan malam, memiliki seorang murid perempuan yang begitu cantik dan menawan , He Xun tidak percaya bahwa Xing Yuliang akan menolaknya.


"Bisa dibilang bahwa aku menyelamatkan mu. "ucap He Xun.


Yi Fei Fei yang mendengar ini tidak menolak bahkan setuju dengan kata kata He Xun, Xing Yuliang itu akan menggunakan setiap kesempatan untuk berduaan dengannya dan membuatnya tidak nyaman.


Belakangan ini bahkan semakin parah jadi Yi Fei Fei menghindari setiap pertemuan pribadi dengan Xing Yuliang.


Untuk saat ini, Yi Fei Fei menyadari bahwa apa yang dikatakan oleh He Xun tidak salah, hanya saja ini masih sangat sulit untuk diterima.


"Aku tahu bahwa aku tidak masuk akal, jika begitu apakah kamu ingin mengambil nyawaku dan membalaskan dendam Shifu mu ?" Tanya He Xun sambil merentangkan tangannya.


Yi Fei Fei menggenggam erat pedangnya sebelum akhirnya menjatuhkan nya dengan wajah yang menahan amarah.


Yi Fei Fei menatap ke samping dan tampak kesal sementara He Xun tersenyum puas, ikan telah menggigit pancing yang dia berikan.


He Xun memang sengaja memancing Yi Fei Fei, dengan begini maka Yi Fei Fei akan disiksa oleh rasa bersalah dan hutang budi.


Bukannya apa, tapi He Xun benar benar menghargai Yi Fei Fei karena memiliki bakat yang baik. Umur Yi Fei Fei hanya 5 tahun lebih tua darinya, tapi berada di tingkat yang tidak berbeda terlalu jauh dengannya.

__ADS_1


Jika memiliki seseorang yang hebat seperti itu untuk melatih kedua muridnya maka itu akan baik baik saja, secara Yi Fei Fei adalah seorang wanita.


Maka, akan lebih mudah memahami perasaan wanita lainnya, setidaknya itulah yang di pikirkan oleh He Xun.


__ADS_2