
He Xun duduk di tepi ranjang dan mulai membantu Jun Lian untuk duduk dan dengan kalau tangan yang menempel dengan erat di punggung Jun Lian.
Qi nya mengalir ke dalam tubuh Jun Lian dengan sangat kuat tapi sangat teratur dan lembut, ada sesuatu yang disebut dengan elemen.
Dikatakan bahwa semakin banyak elemen yang dimiliki maka semakin buruk tingkat kultivasi nya karena jika begitu, sulit untuk melatih satu elemen dengan serius.
Sulit untuk memiliki 1 elemen yang difokuskan untuk dipelajari, Jun Lian sendiri memiliki elemen api tunggal dan karena itulah Jun Lian memiliki bakat yang baik.
Sementara dia sendiri, telah mengecek bahwa dia memiliki 3 elemen dalam tubuhnya. Pertama adalah Elemen Es, Elemen Air dan Elemen Kayu.
Elemen Kayu adalah elemen yang dianggap lemah oleh orang lain karena hanya berguna untuk pengobatan dan tidak berguna untuk hal lain.
Tapi, dari apa yang di baca olehnya di Dimensi Pribadi, terlihat bahwa kegunaan Elemen Kayu tidak seburuk itu bahkan sangat baik jika dibandingkan dengan yang lain.
Elemen Kayu selalu terhubung dengan Energi Kehidupan seseorang, jika melatih Elemen Kayu sampai ke tahap tertentu maka bukan tidak mungkin untuk menyerap Energi Kehidupan seseorang.
Dengan Elemen Kayu yang masih lemah miliknya, He Xun mengalirkan Qi Kayu miliknya ke dalam tubuh Jun Lian.
Tidak sulit untuk mencari benda yang diminta olehnya tadi, jadi He Xun yakin bahwa Walikota Jun bisa memberikan ramuan obat tepat waktu.
Jun Lian terbatuk batuk dan memuntahkan seteguk darah sebelum akhirnya menjadi agak lebih baik, He Xun memberi tanda pada He Yue.
He Yue mengambil kain bersih dan mengelap bibir Jun Lian yang dipenuhi dengan darah, He Xun kembali mengalirkan tenaga sampai akhirnya 3 jam berlalu.
Pintu diketuk dengan hati hati sebelum akhirnya seorang pria yang membawa nampan dengan Walikota Jun masuk ke dalam.
Jun Lian yang sedang berbaring tiba tiba menbuak matanya dan menatap ayahnya dengan penuh kerinduan.
"Putraku ! Ah - Lian !" Teriak Walikota Jun dengan terkejut dan memeluk putranya.
"Maaf menganggu Tuan, tapi Tuan Muda ini belum sanggup untuk dipeluk seperti itu. " Ucap He Xun dengan ramah.
__ADS_1
"Ah iya, aku telah melupakan nya dan akhirnya terlalu semangat. " Ucap Walikota Jun sambil menyeka air matanya karena terlalu bahagia.
"Beri sup obat seperti yang aku resep kan ini selama 7 hari berturut-turut dan 3 kali sehari , pada saat itu maka Tuan Muda ini pastilah akan bisa berlari. " Ucap He Xun sambil memberes bereskan barangnya.
"Tabib Fang, silakan ikuti aku. " Ucap Walikota Jun.
He Xun mengangguk dan mengajak He Yue untuk ikut dengannya. He Xun dan He Yue masuk ke dalam ruang kerja Walikota Jun.
Disana ada sebuah peti kayu dan ketika dibuka, itu berisi ribuan Tael Emas.
"Di dalam ini ada 5 ribu Tael Emas, tidak tahu apakah Tabib Fang merasa puas atau tidak. " Ucap Walikota Jun.
"Tuan, ini sepertinya terlalu banyak. " Ucap He Xun sambil mengerutkan dahi.
"Terlalu banyak ? Tentu saja tidak, aku bahkan merasa malu bahwa aku hanya memberikan 5 ribu Tael Emas, bagaimana jika aku meminta orang untuk membawa 1 peti lainnya ?" Tanya Walikota Jun.
"Tidak perlu, hanya saja aku membutuhkan sebuah bantuan Tuan. " Ucap He Xun dengan serius.
"Tidak sulit, aku ingin Tuan meminta bawahan Tuan menyebarkan berita ini. Jadi, dengan begitu namaku akan melambung naik. " Ucap He Xun dengan terus terang.
"Ah hanya seperti itu ? Tenang saja, aku akan melakukan nya. " Ucap Walikota Jun dengan senyum bangga.
"Kalau begitu, orang rendah ini berterima kasih banyak pada Tuan. Jika ada sesuatu, maka tidak sulit untuk mencariku dengan jumlah anak buah yang Tuan miliki. " Ucap He Xun lalu mengangkat Peti Tael Emas itu.
Walikota Jun yang baru akan meminta 2 pelayannya untuk membawa peti itu tiba tiba tercengang melihat He Xun yang membawa peti itu dengan satu tangan.
Peti itu memiliki berat sekitar 400 pon atau jika menjadi kilogram maka sekitar 181 kilogram, kecuali seorang kultivator maka mustahil untuk mengangkat itu dengan santai.
Walikota Jun langsung menemukan bahwa Tabib yang ditemui oleh nya ini tentu saja bukan karakter yang sederhana.
Jika Putranya sudah sehat maka akan Walikota Jun akan meminta putranya untuk mencoba mengangkat satu peti berisi 5000 Tael Emas.
__ADS_1
Sementara He Xun dan He Yue yang baru saja selesai mengobati pasien pertama mereka, yaitu Jun Lian langsung berjalan menuju sebuah restoran yang sangat terkenal disini.
"Karena kita mendapatkan banyak uang maka kita akan makan lebih banyak hari ini. " Ucap He Xun.
"Aku tidak tahu bahwa menghasilkan uang akan semudah ini. " Lanjut He Xun.
"Tuan, apa yang ingin anda pesan ?" Tanya pemilik toko.
"Bos, aku ingin 3 Guci arak Pir Hujan, 2 ekor bebek panggang, 1 ekor ayam panggang, dan Teh krisan. " Ucap He Xun.
"Untuk siapa teh itu ?" Tanya He Yue dengan bingung dan wajah yang sangat polos.
"Tentu saja untuk dirimu, kamu tidak mungkin berpikir untuk minum arak bukan ? Kamu belum cukup umur, aku tidak akan membiarkan mu melakukan itu. " Ucap He Xun dengan tegas.
"Ayolah Tuan. " Ucap He Yue membujuk He Xun.
"Tidak, kamu belum cukup umur !" Tolak He Xun dan wajah He Yue berubah menjadi cemberut.
Tidak lama makanan mereka datang dan harum dari makanan memasuki indra penciuman mereka tanpa menunda lagi.
Karena dia telah bekerja keras sejak tadi, perutnya terus bergetar tidak terkendali dan seolah olah ingin memberontak dan ingin makan semuanya dengan rakus.
Ditambah lagi dengan bebek panggang yang di panggang selama 3 jam di atas api, diolesi dengan bumbu setiap 3 menit, lalu di dinginkan selama 30 menit.
Sangat mencengangkan, bebek panggang yang berwarna oranye kemerahan itu tampak sangat menggoda.
Tampak seperti api yang menyala nyala, tangan he Xun terulur dan menarik paha bebek. Daging yang masih sangat lembut sementara ketika digigit, menimbulkan suara akibat kulit bebek yang renyah.
He Yue yang melihat pemandangan ini tidak tahan lagi lalu langsung mengambil bebek miliknya dan makan seperti Tuannya.
He Xun memakan paha Bebek yang matang sempurna dengan bumbu yang pas itu dengan sangat semangat bahkan hanya butuh 5 menit sebelum akhirnya paha bebek itu menjadi bersih dari daging.
__ADS_1
"Tuan, kamu harus mengunyah dengan benar atau kalau tidak kamu akan tersedak sampai mati. " Ucap He Yue memperingati He Xun.