PESONA BUNGA SURGAWI ( Season 1 )

PESONA BUNGA SURGAWI ( Season 1 )
63. Berkorban


__ADS_3

Note : Karena hari ini author update cerita author yang lain crazy up, maka besok gantian cerita ini yang up lebih, besok rencananya akan up 3 chapter, jadi jangan sampai ketinggalan ya, terimakasih !


He Xun merasa bahwa hatinya menjadi tenggelam dan Bali Ruoqing juga tampaknya tidak sadar dalam hal ini.


Bali Ruoqing tampak seperti terhipnotis dan tidak bisa mendengar panggilan dari He Xun.


"Saat ini , dia tidak akan sadar dan akan terus menyerangmu. Tanpa seseorang yang terluka maka mantra ini akan terus menerus berada di tubuh orang itu. Pilihannya adalah kamu mengalahkannya atau kamu mengalah untuknya. " Ucap Untaian Jiwa Phoenix.


"Aku tidak menyangka bahwa Jiwa Phoenix yang dikatakan adalah sosok yang Suci sebenarnya adalah seorang pengadu domba sepertimu. " Ucap He Xun dengan tawa mengejek.


"Kamu bisa mengatakan apa saja yang ingin kamu katakan sesuka hatimu dan aku tidak akan peduli. " Ucap Jiwa Phoenix dengan dingin.


"Tentu saja , dibawah hasutan sepertimu, aku tidak akan kehilangan akal. Aku tidak percaya bahwa ada benar benar harta karun di dalam sana dan aku akan pergi dari sini. " Ucap He Xun dengan tawa kecil.


He Xun menuruni arena dan bersiap untuk kembali melalui jalan yang dia lalui ketika ingin melewati tempat ini.


Tapi, pintu secara tiba tiba tertutup dan He Xun tidak merasa terkejut. Tidak mungkin Untaian Jiwa Phoenix yang menyebalkan itu melepaskannya begitu saja.


"Kamu tidak di izinkan untuk pergi sejak kamu telah melangkah masuk ke dalam sini. " Ucap Jiwa Phoenix.


He Xun tidak menanggapi dan hanya tertawa ringan lalu berjalan menuju atas arena sekali lagi seolah olah sedang berjalan di taman.


"Jadi, aku hanya memiliki satu pilihan, yaitu bertarung , bukan ? Bagaimana jika aku benar benar tidak ingin bertarung ?" Tanya He Xun sambil menyeringai.


"Lalu ? Serahkan nyawamu dengan begitu gadis ini akan bisa selamat !" Ucap Jiwa Phoenix sambil tertawa terbahak bahak. He Xun tidak menanggapi tapi hanya tertawa ringan.


Baili Ruoqing mulai bergerak dengan agresif tapi He Xun menghindari semuanya dengan mudah, He Xun memikirkan keputusan yang akan dia buat di masa depan.


Tapi, sejenak kemudian, He Xun memandang ke arah wajah Baili Ruoqing. Orang di depannya ini telah menyelamatkan nyawanya maka dia akan membalas orang itu 10 kali lipat atau bahkan 100 kali lipat.


He Xun tidak bisa membahayakan nyawa Baili Ruoqing hanya karena sebuah harta yang tidak jelas, He Xun tidak akan pernah bisa melakukan itu.

__ADS_1


Setelah beberapa perlawanan, Baili Ruoqing tampak menjadi lebih ganas karena dikendalikan oleh Jiwa Phoenix.


Sebaliknya, He Xun menjadi semakin lemah dalam serangan dan bertahan sebelum akhirnya hanya berdiri diam.


Pedang Baili Ruoqing menembus bahu He Xun dan Baili Ruoqing tampaknya telah mendapatkan kesadarannya sekali lagi.


Baili Ruoqing tampak menatap dengan tatapan tidak percaya dan menahan tubuh He Xun.


"He Xun !! "Teriak Baili Ruoqing ketika tubuh He Xun terjatuh ke belakang layaknya boneka salju yang dihantam oleh angin badai.


He Xun tampak tersenyum sebelum akhirnya jatuh sepenuhnya dengan mulut penuh darah, Baili Ruoqing berlutut di samping He Xun dengan panik.


"Tidak ! He Xun, berusahalah untuk tetap sadar ! Aku percaya bahwa aku pasti akan memiliki cara untuk menyelamatkan mu !" Ucap Baili Ruoqing dengan mata yang berkaca kaca.


He Xun tidak menyalahkan Baili Ruoqing karena ini bukanlah sesuatu yang di inginkan oleh gadis itu juga, melainkan mereka hanya menjadi permainan di tangan Jiwa Phoenix yang menyebalkan ini.


"Kenapa kamu tidak melawan ? Tubuhku lebih kuat dan aku bisa memulihkan diri lebih baik daripada manusia biasa, kenapa kamu tidak ingin menyerangku ketika kamu bisa melakukannya ?!" Tanya Baili Ruoqing dengan putus asa ketika darah tidak berhenti mengalir dari sela sela tusukan.


Air mata Baili Ruoqing perlahan lahan mulai menetes dan Baili Ruoqing memeluk He Xun. He Xun yang melihat ini tampak sedikit tersenyum sebelum akhirnya terbatuk batuk oleh darah.


"Jangan sedih, aku melakukan ini untuk membalas budi. Karena kamu telah menyelamatkan nyawaku, maka aku tidak akan sungkan untuk memberikan nyawa ku padamu. Jika kamu memberiku satu kebaikan maka aku akan membalasnya padamu sepuluh kali lipat. " Ucap He Xun dengan senyum bahagia.


He Xun perlahan lahan memejamkan matanya dengan damai, jika dia ingin maka dia bisa saja mengalahkan Baili Ruoqing dan membuat Baili Ruoqing menemui kematiannya.


Tapi, He Xun menolak dan membiarkan bahunya ditembus oleh pedang. Rasa sakit itu tidak tertahankan bahkan untuk dirinya yang terbiasa dengan rasa sakit.


He Xun merasa bahwa pandangannya semakin kabur dan hal terakhir yang di ingatnya adalah Baili Ruoqing yang meneriakkan namanya dengan putus asa.


Setelah itu, kesadarannya tenggelam ke dalam kegelapan tanpa batas. Disisi lain, Baili Ruoqing membawa tubuh He Xun masuk lebih dalam ke dalam pelukannya.


"Kamu adalah seorang siluman, kenapa kamu ingin menyelamatkan manusia ?" Tanya Jiwa Phoenix.

__ADS_1


"Awalnya, aku hanya menyelamatkannya untuk hiburan tapi pada akhirnya, aku menyadari bahwa aku tidak bisa berpisah darinya dan sepenuhnya tenggelam padanya. " Ucap Baili Ruoqing dengan penuh kerinduan sambil memandangi wajah He Xun yang sangat tampan.


"Senior, kamu pasti memiliki cara untuk menyembuhkannya. Junior ini memohon kepadamu dengan segala cara untuk menyelamatkannya. " Ucap Baili Ruoqing.


Baili Ruoqing menurunkan He Xun yang sekarat lalu mulai bersujud dengan suara yang keras, kepalanya menghantam batu.


Terdengar sangat menyedihkan dan ketika sujud ketiga kali, kepalanya berdarah tapi Baili Ruoqing bahkan tidak menunjukkan tanda tanda akan berhenti atau akan menyerah.


Sebaliknya, Baili Ruoqing semakin kuat dan ingin membuktikan ketuluasannya, ketika kelima kali, kepala Baili Ruoqing sepenuhnya pecah dan mengalirkan darah.


"Berhenti ! Aku bisa membantu mu menyelamatkannya asalkan kamu ingin mengorbankan sesuatu. " Ucap Jiwa Phoenix.


Baili Ruoqing langsung bangkit dan menatap ke arah atas dengan penuh harap.


"Aku bersedia untuk memenuhi apapun itu !" Ucap Baili Ruoqing.


"Jangan terburu buru, sebaiknya kamu dengarkan. Aku menginginkan Inti siluman mu. " Ucap Jiwa Phoenix.


Untuk sejenak, Baili Ruoqing merasa bahwa tubuhnya membeku, Inti Siluman, sama saja dengan nyawa Siluman itu.


Jika di tubuh manusia, maka Inti Siluman akan disebut dengan Dantian. Menyerahkan seluruh kekuatannya sama saja dengan melepas takdir keabadiannya dan menjadi manusia biasa, melepaskan semua ambisi nya yang ingin sebagai Siluman terbaik.


Baili Ruoqing tertawa ringan kesedihan memenuhi wajahnya, keraguan memenuhi hatinya tapi ketika melihat wajah pucat He Xun dan tubuh dingin He Xun membuat Baili Ruoqing bertekad.


"Aku akan melakukannya, aku akan memberikan inti siluman ku padamu. Aku harap Senior menyelamatkan nyawanya dan tidak melakukan tindakan curang. " Ucap Baili Ruoqing dengan sepenuh hati.


Baili Ruoqing duduk dalam kondisi bersila dan cahaya membungkus seluruh tubuhnya, perlahan lahan rasa sakit mulai menghampirinya.


Baili Ruoqing memandangi tubuh He Xun yang terbaring dengan lemah dan tampak tersenyum tipis.


"Hiduplah dengan baik. " Pesan Baili Ruoqing.

__ADS_1


__ADS_2