
He Xun dengan santai duduk di atas punggung kuda dan sesampainya di Kota Lanhua, mereka melihat sesuatu yang tampak sangat menakjubkan.
"Wah sangat indah, Shizun. " Seru He Yue dengan antusias.
"Tentu, ini adalah kota dengan ukuran 3 kali lipat lebih besar dari Kota Yunhua. Tentu saja kota ini lebih indah dan lebih megah. " Ucap He Xun dengan senyum tipis.
"Mari kita mencari penginapan terlebih dahulu. " Ucap He Xun dan memacu kudanya menuju sebuah penginapan bernama Penginapan Bulan Purnama.
Bulan Purnama, kenapa nama ini begitu sering digunakan? Setidaknya ada 2 atau 3 toko yang menggunakan nama ini di Kota Yunhua, tidak tahu jika di kota sebesar ini.
He Xun bahkan sudah bosan mendengar nama ini berulang kali, He Xun memasuki penginapan ini dengan tenang dan tampak ramai.
Sudah pasti ini sangat ramai karena tidak hanya dirinya yang ingin masuk ke dalam Sekte Awan Ringan, melainkan pasti lebih dari 200 orang ingin ikut mendaftar.
He Xun menggelengkan kepalanya dengan ringan dan meloncat turun dari atas kuda dan berjalan bersama dengan kedua muridnya.
"Kami ingin memesan dua kamar untuk 10 malam ?" Tanya He Xun.
"Maaf sekali, Tuan Muda. Tapi hanya ada 1 kamar. " Ucap pelayan itu dengan rasa bersalah.
He Xun memikirkan sejenak sebelum akhirnya mengangguk kan kepalanya , mau bagaimana lagi ? He Xun telah melihat beberapa penginapan lain sebelumnya tapi beberapa tidak memiliki kondisi yang baik dan yang lain tidak memiliki tempat yang tersisa.
"127 Tael Emas. " Ucap pelayan itu.
He Xun mengeluarkan jumlah yang diberikan lalu mengambil nomor kamarnya, dengan Qi maka pintu akan berubah warna.
Kartu di tangannya berubah dari hijau ke merah yang menandakan bahwa ada orang yang sedang menginap.
He Xun dan kedua muridnya diantar menuju kamar yang luas dan untungnya ranjang luas sehingga tidak takut bahwa kedua muridnya akan kesempitan tidur berdua di atas ranjang.
"Kalian semua, telah menempuh perjalanan panjang. Kalian masih muda, masih harus banyak beristirahat. " Ucap He Xun.
"Ehm, dimana kami akan tidur ?" Tanya He Yue dengan bingung.
"Di atas ranjang tentu saja. " Ucap He Xun tanpa ragu.
__ADS_1
Kedua murid nya membelalakkan mata dan He Xun menyadari bahwa ada yang salah dengan pemikiran kedua muridnya.
"Kalian pikir aku akan tidur di atas ranjang ? Tentu saja tidak ! Itu untuk kalian, aku akan tidur di sana !" Ucap He Xun sambil menunjuk kursi bambu yang panjang.
Kedua murid He Xun terperangah dengan apa yang dikatakan oleh Shizun mereka dan menyadari bahwa mereka telah salah paham.
He Xun sendiri tampak malu, sepertinya kata katanya sebelumnya tidak terlalu jelas dan membuat kedua muridnya salah paham.
"Maafkan Shizun, kalian berdua tidurlah. Shizun akan tidur di atas kursi itu sekalian menjaga kalian. " Ucap He Xun dengan senyum tipis dan berjalan menuju bambu.
"Tapi, Shizun. Bagaimana jika kamu yang tidur di atas sini sementara kami tidur di sana ?" Tanya Chu Xue dengan ragu.
"Apa yang kamu pikirkan gadis kecil ? Shizun mu ini sudah terbiasa dengan kerasnya tanah, tidur di atas bambu akan membuatku merasa tidur di atas ranjang paling baik sedunia. " Ucap He Xun dengan membual.
Lalu He Xun berbaring di atas kursi dan pura pura tertidur, melihat nya, Chu Xue tidak memiliki cara lain untuk membujuk Shizun nya, sehingga hanya bisa tidur bersama dengan Shijie nya.
(Shijie : kakak seperguruan perempuan)
Keesokan harinya, He Xun adalah orang yang bangun paling pagi dan mandi dengan air hangat yang disiapkan lalu memanggil kedua muridnya untuk bangun dan menyuruh mereka mandi.
Mereka masih muda, He Xun akan menyuruh mereka untuk mencicipi berbagai makanan enak dan berkualitas.
Seperti yang telah dikatakan, Cincin Dimensi dapat menampung banyak hal seperti pakaian dan makanan, selama itu bukan benda hidup maka seharusnya tidak ada masalah.
Mereka bertiga turun dan makan tapi baru saja akan menyendok suapan pertama, sudah ada orang perusak nafsu makan.
Seperti sepasang suami istri yang bertengkar dengan sangat hebat di dalam penginapan dan saling menunjuk satu sama lain.
He Xun mengibaskan tangannya dan telinga He Yue dan Chu Xue mengeluarkan cahaya. Itu adalah Qi nya yang membuat kedua muridnya hanya bisa mendengarkan nya.
Mendengarkan pertengkaran orang tua tidak akan membuat mereka berdua menjadi lebih baik atau menjadi lebih hebat, lebih baik untuk menutup telinga mereka.
"Shizun, apakah mereka salah paham satu sama lain ?" Tanya He Yue dengan polos.
"Ya , mereka salah paham satu sama lain. Bersabarlah, Shizun akan membuka penutup telinga kalian nanti. " Ucap He Xun dan kedua muridnya mengangguk ngangguk.
__ADS_1
"Kamu seharusnya tidak pergi dengannya !" Teriak sang istri dengan sangat marah.
"Dengan siapa aku pergi ?! Kamu yang seharusnya mengerti aku !" Teriak yang pria.
"Apakah kamu tidak tahu bahwa aku sedang mengandung anak mu ?" Tanya Sang Istri dengan kedua garis air mata dan orang orang mulai bertepuk tangan.
Pada saat itu, He Xun menyadari bahwa dirinya telah benar benar salah paham. He Xun memikirkan bahwa ini semua adalah pertengkaran asli sementara ini ternyata adalah teater.
"Kau harus memikirkan, aku, putramu, dan Klan He !" Ucap wanita itu.
He Xun yang mendengar ini bagaikan tersambar petir, cerita macam apa ini ? Cerita apa yang menyangkut pautkan dengan Klan He ?
"Ji Niang ! Kamu harus mengerti diriku. " Ucap pria itu dengan kesedihan dan ekspresi perpisahan.
Mendengar kalimat ini telah menegaskan dugaan yang dibuat oleh He Xun dan hatinya menjadi dingin.
Kretek !
Suara patahan membuat semua orang menatap ke arahnya sementara He Xun berdiri dengan tatapan yang tajam.
"Ada apa dengan pemuda ini ?" Tanya pemeran pria dengan bingung.
"Sebagai apa kamu memainkan peran ?" Tanya He Xun sambil menekan amarahnya.
"He Jiang. " Ucap pria itu.
"Apakah kau harus melakukan itu untuk mencari uang ? Apakah tidak memiliki cara lain ? Harus menggunakan kisah dari orang yang telah meninggal selama 14 tahun lalu ?!" Bentak He Xun dengan dada yang bergerak naik turun dan semua orang memandangnya dengan aneh.
"Ada apa dengan pemuda ini ? Apa hubungannya dengan He Jiang ?"Tanya salah satu penonton sambil berbisik tapi He Xun mendengarnya dengan sangat jelas, bahkan lebih jelas daripada siapapun.
"Aku adalah putranya, kalian boleh menghina siapapun. Tapi, mengejek ayah dan ibuku, maka kalian benar benar mencari kematian !" Raung He Xun dengan penuh amarah.
Ayahnya selalu merupakan seorang pahlawan yang terhormat, diejek seperti ini seolah olah dia adalah orang yang tidak memiliki pendirian.
Menjijikkan sekali !
__ADS_1
He Xun, sampai kapanpun tidak akan pernah bisa mentolerir hinaan yang diberikan pada kedua orang tuanya.
"Kalian semua harus mati !" Ucap He Xun dan melesat ke depan lalu mencekik sepasang pemain peran itu dengan ekspresi yang sangat ganas.