
He Xun menarik pedangnya yang tertancap lumayan dalam di dalam tanah yang kering, lalu mulai menebas musuh dengan Pukulan Cakar Naga yang telah dia pelajari selama ini.
"Pukulan Cakar Naga !" Teriak He Xun , karena dia telah mempelajari semuanya, maka He Xun membuat sebuah ringkasan yang meringkas setiap bagian menjadi satu gerakan yang utuh.
Sejak saat itu, tidak akan ada bagian bagian lagi melainkan satu Pukulan Cakar Naga yang utuh. He Xun saat ini sedang menahan pedangnya yang didorong oleh gagang tombak yang kuat.
He Xun yang merasakan ini menggunakan satu tangannya lagi untuk membalikkan situasi saat ini, telapak tangan He Xun sebelah kiri memukul bilah pedangnya dengan kuat.
Sementara karena serangan kejut yang dikirimkan oleh He Xun, Prajurit itu terlempar ke belakang dengan tombaknya yang terbelah menjadi dua.
Baili Ruoqing sendiri menggunakan sebuah pedang panjang yang sangat kurus, bisa dikatakan sangat kecil.
Pedang itu memiliki panjang 1,5 meter dengan lebar sekitar 5 centimeter, untuk ukuran pedang panjang, itu termasuk sangat kecil.
Berbeda dengan Pedang Naga Petir yang memiliki panjang dengan panjang yang sama tapi dengan lebar 12 centimeter. Baili Ruoqing memutar pedangnya dan menebas tanpa pandang bulu.
Baili Ruoqing menekankan kekuatannya di kaki dan melompat ke atas, lalu kedua kakinya menghantam dada Prajurit di depannya.
Dengan kekuatan semacam itu, bahkan baju zirah milik Prajurit itu menunjukkan retakan sebelum akhirnya hancur.
Kehancuran zirah itu telah menunjukkan bahwa organ dalam tubuh pemilik pakaian itu juga telah hancur.
Sebagai Siluman Rubah, maka dia memiliki kekuatan lebih di kaki. Baili Ruoqing menunduk ketika Pedang melewati atas kepalanya.
Kecepatan Baili Ruoqing sama sekali tidak buruk dan menghantam dua orang sekaligus dengan pedang tipisnya.
Walaupun pedang itu tipis dan terlihat lemah tapi sebenarnya pedang itu sangat baik dan berkualitas bagus.
__ADS_1
Lebih bagus daripada besi yang dimiliki oleh Pedang Naga Petir, hanya saja ada pepatah bahwa tidak peduli seberapa baik pedang, jika tidak cocok maka tidak akan memunculkan kekuatan yang terbaik.
Kebetulan, Pedang Naga Petir cocok dengan He Xun jadi walaupun kualitasnya agak dibawah tapi kekuatannya sama sekali tidak lebih buruk.
Lalu beralih pada Xiu Xiyi yang selalu memasang wajah serius, baik dalam keadaan santai atau keadaan mencekam.
Kali ini, Xiu Xiyi menggunakan pedang pendek. Dengan panjang bilah tidak sampai 30 centimeter, dengan ujung yang melengkung dan membentuk segitiga yang lancip.
Dijamin bahwa jika telah menancap maka sudah bisa dipastikan bahwa itu akan menembus dalam dengan ujung bilah setajam itu, maka bisa dikatakan itu sangat luar biasa.
Lalu panjang gagang yang hampir sama dengan panjang bilah, walaupun pedang itu pendek dan kecil tapi tidak membuat Xiu Xiyi mengalami kerugian ketika melawan pedang panjang atau tombak.
Xiu Xiyi menekankan pada kekuatan dan kecepatan jadi ketika berhadapan dengan pedang, maka Xiu Xiyi akan menghindar lalu menyelinap dan menusukkan pedang pendeknya di tubuh lawan.
Dengan kerja sama intens dari ketiga orang ini, lebih dari 100 Prajurit yang dikirimkan untuk mengejar buronan, He Xun telah terbaring tanpa nyawa.
He Xun memandang ke arah musuhnya yang terbaring tanpa nyawa dengan senyum aneh.
"Ini semua baru permulaan, ayo kembali !" Ucap He Xun dengan bangga.
He Xun dan kedua orang lainnya naik ke atas kuda mereka lalu berjalan menuju pasar, disana lorong yang sepi pengunjung penuh dengan darah dan mayat.
He Xun memandang tumpukan mayat yang dibuat oleh ulahnya dan kedua orang yang bersamanya dengan perasaan campur aduk, tapi He Xun tahu bahwa tidak ada gunanya untuk menyesal dengan hal ini.
Karena, tidak peduli seberapa banyak penyesalan yang dia miliki, nyawa para Prajurit itu tidak akan pernah kembali.
He Xun tidak pernah bisa menyalahkan para Prajurit itu karena para Prajurit itu hanya menjalankan perintah dari atasan mereka, yaitu keluar Kerajaan yang terhormat.
__ADS_1
Dengan kekuatan mereka, maka mereka hanya bisa menuruti, tanpa bisa membantah perintah yang diberikan oleh Kerajaan pada mereka.
"Aku merasa bersalah, karena tindakan kita ini, entah berapa banyak orang yang kehilangan suami, putra, dan ayah mereka. " Ucap He Xun dengan sedih.
"Mereka terpaksa untuk melakukan ini semua, aku hanya merasa bahwa ini telah melukai hati nurani ku. " Ucap He Xun dengan helaan nafas.
"Mereka terpaksa untuk menyerang kita dan kita terpaksa untuk menyerang mereka, inilah hidup. Tanpa kekuasaan yang cukup, maka kamu tidak akan memiliki hak untuk menentukan pilihan mu sendiri. " Ucap Baili Ruoqing dengan bijak.
Kata kata Baili Ruoqing membuatnya menjadi lebih tenang walaupun tidak sepenuhnya tenang, hanya saja perasaan rasa bersalah yang dia rasakan menjadi sedikit pudar dengan semua kejadian ini.
"Huft, aku hanya merasa agak sedih saja. Tapi, status buronan ini, aku harus segera mengakhirinya atau kalau tidak aku akan membunuh lebih banyak orang yang sebenarnya tidak terlibat dalam dendam ku. " Ucap He Xun dengan sedih.
He Xun bukan boneka besi tanpa hati, dia memiliki hati dan bisa merasakan kesedihan, bisa merasa bersalah. He Xun merasa bahwa ini semua adalah kesalahannya.
He Xun akhirnya bertemu dengan rombongannya di sebuah penginapan yang ada di Ibukota lalu He Xun menceritakan semuanya tanpa menceritakan kesedihan yang dia rasakan.
He Xun duduk di kamarnya dengan murung lalu menghela nafas sampai akhirnya Baili Ruoqing mendekatinya dan memijat bahunya.
"Apakah kamu masih berpikir tentang hal tadi ?" Tanya Baili Ruoqing dengan lembut.
"Ya , sulit untuk tidak memikirkan nya, selama ini aku membunuh orang yang menurutku melakukan kesalahan sementara ini adalah pertama kalinya bagiku untuk membunuh orang yang tidak melakukan kesalahan, ini sedikit berat untukku. " Ucap He Xun, He Xun membenci status buronan yang dia dapatkan dari Kerajaan sialan ini.
Kerajaan telah menganggu nya terlebih dahulu dan ketika dia membalas, mereka bertindak seolah olah mereka telah menderita ketidak adilan yang sangat besar.
"Saat kamu mencapai status yang lebih tinggi maka kamu akan membunuh lebih banyak orang baik yang bersalah maupun yang tidak, semuanya ada bayarannya. " Ucap Baili Ruoqing.
He Xun setuju dengan kata kata ini dan tidak bisa menolak karena kenyataan ini memang benar, jika kamu lemah maka kamu akan dimangsa sementara jika kamu kuat maka kamu akan menjadi pemangsa, setiap sisi sangat serba salah.
__ADS_1
He Xun memandang ke arah langit yang berubah menjadi oranye yang menunjukkan bahwa matahari akan segera tenggelam.