PESONA BUNGA SURGAWI ( Season 1 )

PESONA BUNGA SURGAWI ( Season 1 )
49. Berkelana


__ADS_3

He Xun tersenyum tipis dan mengangkat kepalanya lalu menatap kepada dua orang pria yang bergosip tentangnya tadi.


"Maaf, tanganku licin dan tidak dapat memegang sumpit dengan baik. " Ucap He Xun dengan lembut.


Pria yang masih hidup tiba tiba ketakutan dan menyadari bahwa ini adalah He Xun yang sedang dikatakan olehnya.


"A.. apa.. apakah kau He Xun ?" Tanya Pria itu dengan gemetar ketakutan.


"Kamu tidak perlu tahu tentangku, tapi jika aku mendengar kata kata seperti tadi dari mulutmu lagi maka akan kupastikan bahwa nasibmu tidak akan lebih baik dari pria itu. " Ucap He Xun dengan ringan tapi pria di depannya telah dipenuhi oleh keringat dingin.


"Tu.. tuan tenang saja, aku tidak akan berani mengatakan nya lagi, jika tidak maka aku bersumpah bahwa putraku tidak akan memiliki nasib pernikahan yang baik. " Ucap Pria itu dengan ketakutan.


Plakk !!


Tangan He Xun terulur dan menampar wajah pria itu sampai terdorong ke samping, pria itu menataonya dengan tatapan tidak percaya karena tiba tiba di tampar.


"Kamu mungkin bisa mengatakannya dengan begitu mudah karena kamu mungkin akan meninggal dalam umur 20 atau 30 tahun lagi, tapi bagaimana dengan putramu ? Kamu yang berbuat kesalahan tapi melempar putramu untuk menanggung kesalahan mu ? Aku pikir kamu sangat menjijikkan. " Ucap He Xun dengan suara rendah.


"Sekarang, aku ingin kamu pergi dari sini dan jangan merusak pemandangan ku. " Ucap He Xun lagi.


Pria itu tidak berani menunda dan langsung pergi dari tempat itu dengan ketakutan dan merasa bahwa kematian telah mendekatinya.


"Tuan, tolong bersihkan. Ini untukmu dan berikan ini pada keluarga pria ini. " Ucap He Xun memberikan 2 Tael Emas dan memberikan satu kantong Tael Emas untuk keluarga pria yang dibunuh olehnya.


Pelayan toko itu tidak berani untuk memakan yang tersebut untuk dirinya sendiri, pelayan tersebut telah melihat seganas apa He Xun.


Jadi dengan segera melakukan apa yang di inginkan oleh He Xun, takut bahwa He Xun akan kembali marah.


He Xun tahu bahwa dia telah disalahpahami oleh orang orang sebagai orang yang pemarah dan tidak masuk akal.


Tapi, He Xun tidak peduli apabila dia disalahpahami, lagipula dalam kehidupannya ini, He Xun telah sering disalahpahami oleh banyak orang.

__ADS_1


Jadi ditambah beberapa orang tidak akan menganggu He Xun, hanya saja itu berbeda dengan kedua murid He Xun yang tidak terbiasa dengan hal ini.


"Shizun, apakah perlu aku menjelaskan kepada semua orang disini bahwa mereka duluan yang menjelek jelekkan mu ?" Tanya Chu Xue dengan pelan dan hati hati karena takut bahwa He Xun akan marah.


"Tidak perlu terlalu berhati hati seperti itu, aku tidak akan marah karena hal sepele. Tidak perlu menjelaskan, karena orang orang hanya peduli dengan apa yang mereka pikirkan. Tidak peduli berapa banyak kamu menjelaskan, orang orang akan menganggapnya sebagai pembelaan diri. " Ucap He Xun dengan senyum tipis.


"Shizun, kamu begitu sabar, kenapa orang orang begitu jahat pada mu ?" Tanya He Yue dengan sedih.


"Dasar anak bodoh, dunia tidak jahat padaku tapi ini memang sudah menjadi keharusan. Aku pikir, jika manusia tidak menjelekkan manusia lainnya maka itu akan menjadi akhir dunia. " Ucap He Xun dengan tawa miris.


Pada akhirnya, itu adalah ppemahaman tentang manusia yang didapatkan oleh He Xun selama ini jadi tidak bisa disalahkan padanya.


Tentang betapa pesimis nya dia tentang kebaikan antara manusia, He Xun sendiri menolak untuk menjadi orang baik yang naif.


He Xun hanya ingin hidup tenang dan tidak diganggu, juga tidak ingin dengan sengaja membasahi tangannya dengan darah seolah olah kecanduan.


Dia masih sadar dan tidak gila karena hanya orang gila yang akan begitu haus darah.


He Xun memikirkan ini dan mengangguk lalu memikirkan kemana mereka akan berjalan setelah ini.


"Shizun, apakah kita akan menjadi kultivator pengelana ?" Tanya Chu Xue dengan pelan.


He Xun yang mendengar ini langsung mendapatkan ide, dengan uang yang dimilikinya maka semuanya akan baik baik saja.


He Xun bisa berkeliling dengan nama samaran, baik Tabib Fang atau Qi Bairong, atau bahkan nama samaran lain.


Dengan Dimensi Alam Ilusi Keajaiban, maka semuanya akan baik baik saja jika dia ingin berlatih kultivasi.


"Kita akan berkelana menuju utara dan menyelamatkan banyak orang. " Ucap He Xun dengan semangat.


"Apakah Shizun akan kembali menjadi Tabib ?" Tanya Chu Xue.

__ADS_1


"Ya, itu tidak buruk dan kita akan berkeliling lalu mencoba berbagai makanan enak yang ada di setiap daerah. " Ucap He Xun.


Mata kedua anak anak di depannya menjadi berbinar cerah dan He Xun tersenyum dengan bangga.


"Jika makanan enak saat ini , dimakan secara terus menerus maka itu akan biasa saja maka lebih baik untuk berhenti memakannya lalu menyimpannya di memori sebagai makanan yang sangat baik laku mencari makanan lain. " Ucap He Xun ketika memakan sayur tumis.


Setelah semuanya selesai, He Xun membelikan kuda baru untuk mereka, tapi kalian ini membeli 3 kuda. Satu orang satu agar tidak sempit dan kuda menjadi tidak mudah lelah.


Jika melihat dari peta maka seharusnya mereka akan menuju sebuah kota kecil bernama Xue Jin. Itu berarti Salju Emas , nama yang bagus tapi sayangnya terdengar canggung dan tidak menyatu menjadi satu.


(雪今: Xue Jin : Salju Emas )


Kota itu tidak lebih besar dari kota Yunhua, mungkin sedikit lebih kecil tapi pada kenyataannya kota itu jauh lebih kaya daripada Kota Yunhua.


Karena , sesuai dengan nama kota itu bahwa kota itu adalah salah satu tanah dengan seluruh tanahnya adalah tambang emas.


Tapi, yang membuat agak sulit adalah salju datang sepanjang musim disana sehingga membuat makanan agak sulit untuk di dapatkan disana.


Dikatakan bahwa Emas dapat di beli dengan uang atau dengan menukar makanan sehingga He Xun berniat untuk mencoba hal ini ketika sampai di sana, bagaimanapun ini adalah hal yang sangat baru.


Keesokan harinya,


Kabar tentang Klan He telah mencapai ke telinga semua orang, jangan sampai tidak ada yang tidak tahu.


Bahkan anak anak, bayi ataupun orang tau yang renta sudah mendengar berita tersebut. Bisa dibilang bahwa ini menjadi topik yang panas belakangan ini.


Setiap orang menceritakan dan membahas tentang siapa pelakunya dan berbagai spekulasi muncul dari berbagai orang yang imajinatif.


Sementara pelaku sebenarnya telah siap untuk pergi berkelana bersama dengan kedua murid kesayangannya.


Siapa lagi jika itu buka He Xun dan kedua muridnya ?

__ADS_1


__ADS_2