
Tubuh Baili Ruoqing terhenyak ke belakang dan menabrak dinding batu sambil memuntahkan seteguk darah.
"Sungguh kasih sayang yang mengharukan, aku benar benar baru saja melihat kasih sayang sejati antara manusia dan siluman. Tapi, apakah kamu tahu bahwa tidak akan ada akhir yang bahagia untuk Siluman dan manusia. Saat ini dia mungkin bisa membalas perasaan mu , tapi bagaimana dengan di masa depan ?" Tanya Jiwa Phoenix dengan tawa dingin.
Baili Ruoqing hanya menatap dengan penuh kebencian, bahkan setelah ribuan tahun berada di tempat terkutuk ini, Jiwa Phoenix tetap menjadi sebuah eksistensi yang tidak dapat di lawan olehnya.
Hanya orang bodoh yang percaya bahwa kekuatan disini hanya terbatas sampai Prajurit Perunggu, Perak dan Emas.
Jika orang yang telah sampai ke tahap tertentu, maka mereka akan menyadari bahwa itu hanyalah sudut gunung es yang tidak tertutup kabut.
Gunung es yang sebenarnya.....
Sama sekali tidak terlihat.
Jadi, orang yang merasa dirinya telah mencapai puncak kultivasi, sebenarnya baru saja menyentuh sedikit bagian Kultivasi.
Kultivasi tidak memiliki dasar dan sama dalamnya dengan lautan.
"Aku tidak peduli dengan apa yang terjadi akhirnya dan aku akan tetap melindunginya ! Kenapa kamu berubah pikiran ? Apakah hati nurani mu membuatmu merasa bersalah ?!" Tanya Baili Ruoqing dengan putus asa.
Jiwa Phoenix membatalkan penarikan Inti Siluman di tengah jalan membuat Baili Ruoqing terluka tapi kultivasi nya masih baik baik saja.
"Lupakan, aku tidak akan berdebat dengan seseorang yang gila akan cinta sepertimu. Apa yang ingin aku lakukan, bukanlah urusan mu. Aku akan menyelamatkan pemuda ini. " Ucap Jiwa Phoenix.
Cahaya menyelimuti tubuh He Xun dan tubuh He Xun melayang sebelum akhirnya kembali diturunkan lagi dengan perlahan lahan dan cahaya yang menyelimuti tubuh He Xun perlahan lahan menjadi pudar.
Baili Ruoqing tidak repot repot untuk menyeka darah di bibirnya dan langsung merangkak menuju He Xun lalu memeriksa denyut nadi pemuda itu, ajaibnya itu telah menjadi sangat stabil !
Inilah yang disebut dengan kekuatan tanpa batas, Baili Ruoqing menarik nafasnya dalam dalam, kekuatan Jiwa Phoenix ini hanya sebagian, tapi telah bisa menghanguskan Baili Ruoqing dan He Xun layaknya sedang menyapu halaman.
__ADS_1
"Terima kasih kepada Senior yang telah bersedia untuk menyelamatkan nyawanya. " Ucap Baili Ruoqing dengan suara yang lantang.
"Aku tidak akan mengambil kesempatan dari orang orang lemah seperti kalian, jika kalian beruntung maka kalian akan mendapatkan banyak hal dari tempat ini. Tugasku hanyalah menjaga, bukan membunuh orang yang datang kemari. " Ucap Jiwa Phoenix itu dengan dengusan lalu menghilang dan ruangan batu itu menjadi sangat sunyi dan dingin.
Baili Ruoqing merasa bahwa nafasnya menjadi lebih berat. Siapa yang bisa memerintahkan Untaian Jiwa Phoenix sampai sampai begitu patuh dan begitu segan ?
Baili Ruoqing tidak berani memikirkan, orang macam apa yang memiliki kemampuan luar biasa semacam itu, benar benar diluar akal sehat manusia.
Uhuk, Uhuk
He Xun terbatuk batuk dan menatap sekitar dengan kabur sebelum akhirnya bisa melihat Baili Ruoqing yang berlumuran dengan darah.
He Xun langsung sadar dan menatap ke arah Baili Ruoqing yang penuh dengan darah. Di depannya, dahi Baili Ruoqing tampak penuh dengan darah dan bibir Baili Ruoqing juga memiliki jejak darah mengalir.
"Apa yang terjadi padamu ?" Tanya He Xun berusaha untuk duduk.
Tapi, kesulitan sehingga menopang tubuhnya di dinding ruang batu. He Xun mengulurkan tangannya dan menyeka darah Baili Ruoqing yang mulai kering.
Baili Ruoqing menggelengkan kepalanya dengan khawatir.
"Jangan mengatakan sesuatu yang buruk, aku takut bahwa dia akan tersinggung dan kemarahan nya bukanlah sesuatu yang bisa kita tanggung. " Ucap Baili Ruoqing dengan serius.
"Jadi itu benar benar karenanya ? Apa yang dia lakukan ?" Tanya He Xun menahan amarahnya.
"Aku bersujud padanya dan memohon padanya agar menyelamatkan mu, dia awalnya ingin mengambil inti siluman ku tapi pada akhirnya x dia berbaik hati dan melepaskan ku. " Ucap Baili Ruoqing sambil tersenyum riang.
"Maafkan aku, gara gara aku membuatmu menjadi seperti ini. " Ucap He Xun dengan rasa bersalah.
"Apa yang sedang kamu bicarakan ? Aku yang menusukmu, kenapa aku tidak bisa membayarnya kembali ? Dimasa depan, jika menemukan kejadian serupa, maka kamu harus lebih berhati hati, jangan korbankan dirimu sendiri. " Ucap Baili Ruoqing dengan serius.
__ADS_1
He Xun yang mendengarkan ini mengangguk tapi dalam hati menolak gagasan ini dan tersenyum pahit.
'Seandainya aku bisa..... pada akhirnya, aku tahu bahwa aku tidak bisa melihat orang yang aku sayangi terluka. Dibandingkan melihat mereka terluka , aku lebih senang melihatku terluka. Aku benar benar putus asa jika melihat orang yang aku sayangi menderita tanpa bisa melakukan apapun. '
Pikir He Xun dengan sedih.
Orang orang mengatakan bahwa He Xun memiliki hati yang hitam, membunuh dan membantai sejak usia muda.
Tapi, pada akhirnya, He Xun adalah orang yang setia dan tulus. Selama orang itu memberinya satu kebaikan maka He Xun akan membalasnya sepuluh kali lipat.
"Jiwa Phoenix meminta kita untuk berjalan dan menulusuri. Karena kita telah sampai ke titik ini, maka kita tidak akan pernah bisa menemukan jalan mundur lagi. Jadi, satu satunya pilihan kita saat ini adalah terus maju dan menghadapi apapun yang terjadi di masa depan. " Ucap Baili Ruoqing.
He Xun mengangguk dan He Xun mengeluarkan obat dari saku pakaiannya. Lalu, He Xun mengeluarkan perban dari dalam cincin Dimensi dan membalut kepala Baili Ruoqing yang berdarah.
Melihat luka ini membuat He Xun sedih bahkan menjadi lebih sakit ketika Baili Ruoqing mengerutkan dahi saat dia menyentuh luka tersebut.
"Kamu juga harus lebih menjaga dirimu dimasa depan. " Ucap He Xun memberi pesan pada Baili Ruoqing.
Baili Ruoqing mengangguk ngangguk seolah olah mengerti tapi pada akhirnya, sebenarnya sedang menikmati harum tubuh He Xun yang mengeluarkan harum bunga Persik.
Tampak sangat sejuk dan mengeluarkan sebuah keanggunan tersendiri dan Baili Ruoqing benar benar terpesona pada pria ini tanpa bisa menemukan jalan mundur.
Setelah merawat luka luka Baili Ruoqing, He Xun berdiri dan mengulurkan tangannya. Baili Ruoqing berdiri dengan uluran tangan He Xun.
Tapi, berkat bantuan dari penopang He Xun, barulah Baili Ruoqing bisa berdiri dengan baik. Tangan Baili Ruoqing berada di atas bahu He Xun.
Sementara He Xun merangkul pinggang sempit Baili Ruoqing dengan erat agar gadis itu tidak jatuh ke depan.
Mereka melihat sebuah pintu lain yang baru saja terbuka ketika mereka mendekatinya. Keduanya berjalan dan melihat sebuah ruangan yang sangat besar.
__ADS_1
He Xun memandang sekeliling dengan waspada sebelum akhirnya pintu tempat mereka masuk itu kembali dijatuhkan dan mereka tidak memiliki akses keluar.