PESONA BUNGA SURGAWI ( Season 1 )

PESONA BUNGA SURGAWI ( Season 1 )
104. Kompetisi Yuanliu III


__ADS_3

"Tampaknya saudara Ji tidak terlalu beruntung untuk hal ini. " Ucap Rong Yuan dengan canggung.


"Sepertinya begitu, aku benar benar tidak beruntung untuk hal ini. " Balas He Xun tanpa merasa marah.


Lagipula, untuk apa marah ? Memang dia kurang beruntung untuk masalah ini. Jika dia beruntung maka dia akan mendapatkan tempat di arena 3 sampai 8.


Tapi, tidak apa apa, hanya berbeda satu orang. He Xun optimis bahwa dia akan bisa bertahan di babak pertama ini.


"Di setiap arena , hanya ada 4 orang yang bertahan. Sehingga orang yang lolos babak satu dan masuk ke babak dua ada 32 orang. " Ucap Bing An Yue.


Semua orang tampak terkejut dengan hal ini dan memandang dengan tatapan tidak percaya karena dari 882 orang hanya ada 32 orang yang masuk.


"Setelah itu, dari 32 orang itu akan dibagi menjadi 8 kelompok lagi. Setiap kelompok ada 4 orang, berarti setiap orang bertarung 3 kali. Setiap kali kemenangan akan mendapat 2 poin, dan kalah 0 poin. "


"Dari delapan kelompok tersebut, akan diambil 2 tertinggi untuk masuk ke babak selanjutnya. Di babak ketiga akan dibuat kelompok dua orang saling melawan satu sama lain dan hanya ada 4 kelompok yang lolos dengan kata lain ada 8 orang yang lolos." Ucap Liu Wan Er.


"Selanjutnya akan diberi tahu nanti, kalian harus mempersiapkan diri sebaik mungkin. " Ucap Qian Li.


"Saudara Ji, menurutmu sampai ke babak berapa kamu bisa bertahan ?" Tanya Rong Yuan.


"Mungkin aku akan bisa bertahan sampai ke babak dua atau babak tiga. " Ucap He Xun dengan rendah hati.


Tapi, Rong Yuan menebak bahwa He Xun telah terlalu bangga dan tidak bisa menilai dengan benar.


"Kita akan bertemu jika begitu. " Ucap Rong Yuan dan tidak mengatakan apa yang di pikirkan nya terkait kata kata He Xun.


Lagipula karena Saudara Ji ini sangat percaya diri maka Rong Yuan tidak akan menjatuhkan kepercayaan dirinya.


Hanya saja , jika di dengar orang lain mungkin akan menjadi bahan tertawaan. Lagipula tidak mudah untuk melewati babak pertama ini.

__ADS_1


He Xun tidak peduli dengan pikiran orang lain dan hanya peduli dengan dirinya sendiri. He Xun memikirkan sebuah masalah.


Pedang Naga Petir bukanlah pedang yang sangat bagus, jika di bandingkan dengan para orang kaya yang bertanding ini, bukanlah pedangnya akan patah ?


He Xun memikirkan hal ini di dalam hatinya tapi bingung bagaimana cara menanganinya. Bahkan jika dia ingin mencari pedang pada saat ini maka akan sulit untuk mendapatkan pedang baru yang sesuai dan berkualitas bagus untuknya dalam waktu singkat.


Biarlah, dia akan menyimpan pedangnya dan menggunakan tangan kosong untuk menghadapi orang orang di babak satu ini.


Seni pedang yang dia kembangkan akan dia gunakan untuk mengejutkan orang lain, He Xun yakin bahwa dengan kemampuannya maka dia akan masuk paling tidak ke semifinal.


Pada saat ini, semua orang membubarkan diri dan akan datang pada esok hari. He Xun hanya menghela nafas dengan malas lalu berjalan turun terlebih dahulu agar tidak berdesakan dengan orang lain.


Beberapa orang atau mungkin sebagian besar orang masih akan tinggal untuk berusaha menjalin dan memulai perbincangan dengan ketiga ahli yang menjadi pengamat dan penilai pertandingan.


Sementara He Xun tampak tidak peduli sebelum akhirnya Rong Yuan menyusulnya sambil berlari dengan buru buru.


"Saudara Ji, kenapa kamu tidak datang dan mencoba untuk menjalin hubungan baik dengan ketiga ahli abadi itu ?" Tanya Rong Yuan dengan penasaran.


"Pelan kan suaramu, aku mungkin bisa menoleransi kata katamu. Tapi, jika ini sampai terdengar orang lain maka tamat riwayatmu !" Seru Rong Yuan.


"Maafkan aku, lalu bagaimana dengan Nona Rong ? Kenapa kamu tidak mencoba untuk menjalin hubungan baik dengan mereka alih alih berbincang dengan seorang kultivator tanpa nama sepertiku ?" Tanya He Xun.


Rong Yuan tertawa ringan ketika mendengar ini dan hanya menggelengkan kepala nya dengan pelan.


"Aku sudah berbincang dan menegur mereka sebelum mereka muncul , aku bertemu dengan mereka ketika aku akan masuk. Aku memiliki hubungan yang cukup baik dengan mereka bertiga. " Ucap Rong Yuan dengan ceria.


He Xun hanya tertawa ringan dan tidak mengatakan apa yang di pikirkan nya, menurut He Xun.


Tidak peduli sehebat apapun mereka pada saat ini, mereka tidak cukup untuk membuatnya tunduk dan menurunkan dirinya untuk menjilat mereka.

__ADS_1


He Xun bertarung dengan kemampuannya sendiri dan mendapatkan hasil sesuai kemampuan nya sendiri bukan kemampuan nya dalam menjilat orang lain.


He Xun juga tidak menghakimi orang yang ingin mencoba untuk membangun relasi baik dengan orang berpengaruh, hanya saja jika menyuruhnya untuk melakukan itu maka dia akan menolak.


Dia memilih untuk berlatih ilmu pedangnya di dalam penginapan dan melupakan semua urusan fana.


Keesokan harinya, masih dengan pakaian terpelajar miliknya benar benar tidak sesuai dengan identitas nya sebagai seorang pendekar.


Alih alih seorang pendekar dia bahkan tampak lebih mirip seperti seorang sarjana yang bersiap untuk memasuki tes untuk menjadi pejabat Kerajaan dan berkutat dengan ribuan buku dan mengucapkan ribuan puisi indah.


Gayanya terlalu anggun untuk seorang pendekar, He Xun kali ini membawa Kipas. Kipas ini bukan sembarang kipas.


Kipas ini adalah senjata yang diberikan oleh Lan Hua Yin padanya karena ini adalah sebuah senjata yang bisa menipu.


Setiap lipatan kipas ini penuh dengan pisau dan dibalik kain yang melapisi ini, kipas ini terbuat dari kayu besi.


Jadi, nama kipas ini adalah Kipas Keanggunan Ilahi, bukankah nama ini agak aneh dan terlalu sombong ? He Xun benar benar mengerutkan dahinya ketika mendengar nama ini pertama kali.


Bahkan untuk menyebutnya, Lan Hua Yin merasa malu. Untunglah, nama pedang ini terukir dalam dan kecil di bagian gagang nya dan jika dipegang dengan tangan maka tidak akan terlihat.


He Xun mengipasi dirinya sendiri dengan anggun dan Rong Yuan datang duduk di sebelahnya lagi.


"Saudara Ji, kamu sangat berbeda hari ini. Kamu tampak seperti seorang sarjana. " Ucap Rong Yuan dengan antusias.


"Terima kasih atas pujian dari Nona Rong. " Balas He Xun.


"Saudara Ji, di kelompokmu ada beberapa orang yang sulit untuk di lawan seperti si tangan besi, Huang Yuan. " Rong Yuan menunjuk sebuah nama di papan raksasa yang terbuat dari Qi di depan mereka.


"Aku telah bertarung dengannya dua kali dan aku hanya menang tipis darinya, lalu juga ada di si monyet lincah, Jing Yi Yi. Wanita itu memiliki kemampuan meringankan tubuh yang sangat hebat, saudara Ji harus waspada. " Lanjut Rong Yuan.

__ADS_1


He Xun tidak menyela dan hanya mendengar hal ini dengan patuh dan baik, lagipula tidak ada salahnya mengetahui kemampuan calon musuhnya.


__ADS_2