
He Xun melihat grafik dan menyadari bahwa , peringkat tetap tidak berubah. Diri nya masih berada di posisi kedua.
Sementara Yuan Li ketiga dan Cui Lan nomor 1 , selanjutnya pastilah dirinya dengan Cui Lan.
" Cui Lan dan Ji Feng !" Ucap Bing An Yue.
He Xun berjalan naik ke atas panggung dan melihat wajah dingin milik Cui Lan, He Xun tampak tertawa ringan dan bersiap siap untuk mengatakan sesuatu.
"Jangan mengatakan suatu omong kosong." Ucap Cui Lan dengan dingin.
"Tuan Cui terlalu dingin denganku, apakah Tuan Cui takut memiliki nasib yang sama dengan Tuan Fang ?" Tanya He Xun sambil Cekikikan.
Karena dia sedang menggunakan identitas samaran maka dia tidak akan ragu untuk melakukan sesuatu yang bertentangan dengan sifat asli nya.
" Kamu harus tahu satu hal, yang pasti aku tidak sama dengan si idiot Yuan Li yang kamu hadapi sebelumnya. " Ucap He Xun sebelum akhirnya mengambil inisiatif untuk menyerang terlebih dahulu.
Kekuatan He Xun jelas berada di atas Cui Lan sedikit, He Xun menebak bahwa dengan kekuatan Tingkat 1 Tahap Prajurit Emas milik Cui Lan maka seharusnya Cui Lan bisa masuk ke babak selanjut nya bersama dengannya.
"Kamu adalah orang yang berbakat, tentu nya untuk mencapai tahap mu saat ini maka kamu harus melakukan banyak hal, bahkan mungkin mengorbankan banyak hal untuk berada di tahap semacam ini. "
"Sayang sekali bahwa kamu bertemu dengan jenius yang diberkati oleh langit sepertiku, kamu di takdirkan untuk menjadi nomor dua. " Ucap He Xun.
Kata kata He Xun dengan tepat menggerogoti kepercayaan diri musuh nya, karena He Xun bisa membaca tingkat kultivasi nya maka He Xun seharusnya memiliki tingkat kultivasi yang sama dengannya atau mungkin lebih tinggi.
Yang membuat Cui Lan menjadi lebih takut adalah dia tidak bisa melihat kultivasi milik He Xun.
Cui Lan menjadi benar benar ketakutan dan menjadi gugup dengan hal ini.
He Xun dengan cepat mengambil kesempatan dari ini untuk mengambil langkah lebih.
Dalam sangat cepat, He Xun mendorong Cui Lan sampai ke tepi. Cui Lan yang menyadari hal ini menahan kipas He Xun dengan pedangnya.
__ADS_1
Bahkan, karena kekuatan He Xun sangat besar, itu membuat Cui Lan harus menahan pedangnya dengan kedua tangan atau jika tidak maka kipas He Xun akan memukul nya dengan keras.
"Pada saat ini, kamu tahu dengan jelas bukan, perbedaan kekuatan kita. " Bisik He Xun dengan lembut.
He Xun benar benar tidak ingin menarik terlalu banyak perhatian dari orang orang tapi juga tidak ingin terlalu lama bermain dengan orang orang ini.
Jadi, He Xun hanya bisa menyelesaikannya dengan banyak bicara agar orang orang mengira bahwa selama dia tidak berbicara maka dia adalah orang yang mudah untuk di hadapi.
Setau He Xun, memang ada seni bela diri yang menyerang menggunakan suara jadi ini adalah hal yang masuk akal menurut He Xun.
He Xun mendorong kipasnya dengan satu tangan tapi lebih kuat, suara gesekan besi terlihat dan kipas itu tampak bergetar dengan marah.
Setelah melihat kejadian ini membuat He Xun mendengus dingin pada kipasnya dan mengalirkan lebih banyak tenaga.
Clanggg !
Suara pecahan terdengar dan ketika abu sudah mulai mereda, barulah orang orang bisa melihat bahwa pedang Cui Lan telah berubah menjadi tiga bagian.
He Xun berdiri dengan angkuh di depan Cui Lan dan menghancurkan segenap kepercayaan diri milik Cui Lan.
"Sekarang..... apakah kamu masih memandangku sebagai orang yang lemah ?" Tanya He Xun dengan lembut.
Tapi, ketika mendengar hal ini, seluruh bulu kuduk Cui Lan langsung berdiri.
"Jadi , apakah kamu masih ingin melanjutkan pertarungan ini atau tidak ? Jika kamu begitu berani maka aku akan menghargai mu, paling paling kamu hanya kehilangan satu tanganmu. Percaya atau tidak, aku mampu untuk melakukannya. Kamu tampaknya kurang percaya dengan kata kataku, apakah kamu ingin mencobanya ?" Tanya He Xun bertubi tubi dan memberikan intimidasi pada Cui Lan.
Cui Lan tiba tiba berdiri dengan kepalan tangan dan mata yang memerah, He Xun menghindarinya dengan dingin dan memandang ke arah ketiga penilai.
He Xun memukul kepala Cui Lan dengan kipasnya lalu di dada bagian kirinya dekat dengan jantung dan beberapa bagian lain, tiba tiba Cui Lan jatuh ke tanah sambil berlutut.
"Ketiga juri tidak menghentikan tepat waktu, bukankah ini berbahaya ?" Tanya He Xun dengan senyum bermartabat.
__ADS_1
Ketiga juri turun dari atas tempat duduk mereka yang tinggi, lalu menahan Cui Lan dengan Qi mereka.
"Cui Lan telah dikeluarkan !" Ucap Liu Wan Er.
Beberapa orang tidak mengerti dengan alasan Cui Lan di keluarkan secara tiba tiba tapi He Xun tahu dengan jelas.
Cui Lan menggunakan teknik terlarang yang bisa meningkatkan kultivasi nya untuk waktu tertentu, pada saat itu selesai maka akan ada banyak hal yang harus dibayar.
Tampaknya, Cui Lan benar benar bertekad untuk mengalahkan nya, mungkin Cui Lan takut bahwa dirinya tidak berhasil menang.
He Xun diam diam mengutuk Cui Lan dalam hati, karena Cui Lan telah keluar dari dalam kelompok mereka maka itu artinya satu satunya yang tidak lolos adalah Fang Xin.
Sementara Yuan Li yang seharusnya bisa tidak lolos menjadi lolos, dasar si sialan Cui Lan ini.
He Xun telah mengunci titik meridian milik Cui Lan dengan kipas miliknya, oleh karena itulah Cui Lan tidak bisa menyerang lagi.
Cui Lan dibawa oleh ketiga juri keluar dan diserahkan kepada Sektenya.
"Ji Feng, menang ! Mendapat poin tertinggi !" Seru Qian Li.
He Xun melihat namanya di nomor satu, bersamaan dengan beberapa nama lain, salah satunya yang paling menarik perhatian adalah Rong Yuan.
Rong Yuan telah mengalahkan ketiga musuh lainnya jadi sudah mendapatkan poin penuh dan posisi nya untuk babak selanjutnya sudah di pastikan.
"Selamat untuk Saudari Rong karena sudah berhasil mengamankan untuk babak ketiga. " Ucap He Xun dengan tenang.
"Gerakan dari Saudara Ji benar benar luar biasa, tidak di sangka bahwa Cui Lan akan menggunakan cara curang untuk menang. " Ucap Rong Yuan dengan wajah jijik.
"Itu hanya gerakan spontan, aku pernah diajarkan bahwa ketujuh titik akan menghambat aliran Qi di meridian. Jika tidak maka aku takut aku akan mengalami luka besar untuk menghadapi Tuan Yuan di putaran selanjutnya. " Ucap He Xun.
Rong Yuan baru saja akan mengatakan sesuatu sebelum akhirnya di interupsi oleh juri.
__ADS_1
"Selanjutnya adalah Ji Feng melawan Yuan Li untuk menentukan siapa pemenangnya !" Seru Bing An Yue.