
Yi Fei Fei dibawa He Xun ke Penginapan mereka dan mengenalkan Yi Fei Fei dengan kedua muridnya, kedua murid He Xun tampak senang.
Yi Fei Fei juga bersemangat dengan keduanya sampai akhirnya, He Xun tidur saat malam hari dan Yi Fei Fei mengendap ngendap masuk ke dalam kamar He Xun.
Yi Fei Fei melangkah dengan hati hati sebelum akhirnya ketika sudah menutup pintu, Yi Fei Fei mendekati He Xun yang tertidur lalu menatap wajah pemuda itu dari dekat.
Yi Fei Fei mengulurkan tangannya ingin mencekik He Xun tapi tangan Yi Fei Fei ditarik oleh He Xun, He Xun bangkit dan merubah posisi mereka.
Yi Fei Fei yang tidak siap terjatuh dibawah tubuh He Xun, kedua tangan He Xun berada di kanan dan kiri kepala Yi Fei Fei.
"Apa yang dilakukan oleh seorang gadis cantik yang datang pada tengah malam ke kamar seorang pria lajang sepertiku?" Tanya He Xun dengan senyuman seringaian nya yang menawan.
He Xun selalu tidur dengan waspada, Yi Fei Fei juga terlalu gugup sehingga menjadi ceroboh untuk hal sederhana semacam ini.
Ketahuan dalam melakukan hal sederhana semacam ini pasti sangat memalukan bagi Yi Fei Fei.
"Kau ?! Licik sekali ! Kau tidak tidur !" Teriak Yi Fei Fei dengan wajah yang memerah karena malu.
"Bagaimana aku bisa tidur dengan kehadiran seorang gadis cantik sepertimu ?" Tanya He Xun.
Wajah Yi Fei Fei berubah menjadi lebih memerah karena wajah He Xun yang sangat dekat dengan wajahnya.
"Jangan mendekat !" Perintah Yi Fei Fei dengan putus asa.
"Tampaknya ini agak salah, Tuannya disini adalah aku. Bukankah kamu harus memohon padaku dan menjadi gadis yang penurut ? Malam malam datang ke kamar Tuanmu, apakah untuk menggodaku ?" Tanya He Xun tanpa tahu malu.
"Kau ?! Tidak tahu malu ! " Teriak Yi Fei Fei.
He Xun mengulurkan tangannya dan membekap mulut Yi Fei Fei dengan senyum iblisnya.
"Kamu sebaiknya jangan berteriak atau orang orang akan mengira bahwa kita benar benar melakukan hal yang terlarang disini, aku tidak akan menderita kerugian. Tapi, kamu seorang gadis, akan kesulitan untuk mencari seorang suami baik di masa depan. " Ucap He Xun.
__ADS_1
"Apa pedulimu , dasar bajingan !" Ucap Yu Fei Fei dengan suara yang tertahan.
"Terima kasih atas pujian mu, aku merasa sangat bangga. " Ucap He Xun dengan bangga.
He Xun merasa bahwa dia sudah menggoda gadis ini cukup, jadi berdiri dan menjauhkan dirinya dari Yi Fei Fei dengan wajah cuek.
"Karena aku tidak bisa membunuhmu maka aku akan membunuh diriku sendiri. " Ucap Yi Fei Fei dengan posisi menaruh sebuah belati kecil di leher gadis itu sendiri.
He Xun yang melihat ini menghela nafas dan menatap Yi Fei Fei dengan tatapan dingin.
"Jika kamu tidak menghargai dirimu sendiri, bagaimana kamu bisa berharap bahwa seseorang akan menghargai mu ? Bahkan jika ada kesempatan terkecil pun, maka aku akan mencoba untuk bertahan hidup. Menyia nyiakan hal semacam ini adalah hal yang sia sia. " Ucap He Xun dengan dingin.
Yi Fei Fei merasa tertekan oleh aura mendominasi milik He Xun yang sangat kuat , ini bahkan bisa dikatakan sebagai aura paling kuat yang pernah dirasakan Yi Fei Fei.
"A.. aku... " Yi Fei Fei tiba tiba kehilangan kata katanya.
Yi Fei Fei semakin mundur sebelum akhirnya memejamkan mata dan ingin memotonh lehernya sendiri.
Disana, bukan lehernya yang terluka, melainkan tangan He Xun yang tertusuk oleh belati miliki Yi Fei Fei.
He Xun berdiri dengan wajah dingin dan tanpa emosi, tampak marah dengan tangan yang tertusuk belati.
He Xun menatap Yi Fei Fei dengan tegas seolah olah tidak merasakan sedikitpun sakit dari tusukan Yi Fei Fei.
Yi Fei Fei merasa bahwa lututnya menjadi lemas dibawah tatapan mendominasi milik He Xun, bahkan dia menjadi takut.
Belati itu terlepas dari tangannya dan terjatuh ke tanah, Yi Fei Fei tampak terguncang oleh kondisi ini lalu kehilangan kesadaran dan jatuh ke dalam pelukan He Xun dalam kondisi pingsan.
He Xun membaringkan Yi Fei Fei di atar kasurnya sementara dia membalut lukanya dengan perban yang disediakan di setiap kamar penginapan.
He Xun duduk di atas kursi dan memandang Yi Fei Fei, tidak tahu apa yang membuatnya sampai sampai rela untuk mengorbankan dirinya sendiri, untuk melindungi gadis itu.
__ADS_1
Mungkin karena bakat gadis itu tinggi dan He Xun tidak ingin Yi Fei Fei mati dengan sia sia menyusul si Tua Xing Yuliang.
Jadi, kedua usaha yang dilakukan oleh Yi Fei Fei untuk melepaskan diri dari He Xun benar benar gagal total.
Ketika bangun, Yi Fei Fei melihat ke sekitar dengan bingung sebelum akhirnya ingat dengan kejadian semalam.
Masih ada belati berdarah di dekat kasur dan Yi Fei Fei menatap ke arah pojok dimana seorang pria sedang tertidur dengan posisi duduk dan tangan yang basah oleh darah.
Yi Fei Fei bangkit dan mengambil sesuatu dari saku pakaiannya, itu adalah obat penghenti pendarahan.
Yi Fei Fei mengoleskan obat tersebut pada luka Ge Xun lalu membalut nya dengan perban yang baru, Yi Fei Fei menatap wajah He Xun dengan penasaran.
Wajah yang sangat tampan itu tidak tampak seperti manusia yang nyata, tampak sangat jauh untuk digapai.
Yi Fei Fei mengulurkan tangannya untuk membelai wajah He Xun dengan pelan lalu merasa bahwa jantungnya sedikit berdebar karena pemandangan ini.
"Apakah kamu sudah puas memandangi wajahku ?" Tanya He Xun tiba tiba membuka matanya dan menarik tangan Yi Fei Fei.
Tanpa diduga, Yi Fei Fei terjatuh di atas pangkuan He Xun yang membuatnya tampak seperti dipangku oleh He Xun.
Wajah keduanya menjadi sangat dekat dan He Xun memandang Yi Fei Fei dengan senyum tipis, lalu mendekatkan wajahnya dengan wajah Yi Fei Fei.
Yi Fei Fei memejamkan matanya dan menunggu sesuatu tapi tidak ada yang datang, He Xun tertawa ringan karena berhasil mengerjai Yi Fei Fei.
"Ha ha, apa yang kamu tunggu, hm ?" Tanya He Xun.
Yi Fei Fei membuka matanya dengan murka dan tanpa diduga duga menarik kepala He Xun lalu menempelkan bibirnya dibibir He Xun.
He Xun yang semula hanya ingin bermain main saja tanpa diduga duga terjebak dalam hal ini, mata He Xun terbelalak dan menatap Yi Fei Fei dengan tatapan tidak percaya.
Tapi, Yi Fei Fei menolak untuk mengakui kekalahan ini sehingga mengalungkan kedua tangannya di belakang kepala He Xun dan mencium He Xun lebih dalam.
__ADS_1
Yi Fei Fei menatap He Xun dengan bangga, kali ini tidak tahu pihak mana yang dirugikan, hanya saja tidak akan ada yang menyangka bahwa pagi hari yang dingin ini akan tiba tiba menjadi panas.