
Tatapan He Xun menjadi sedikit lebih kabur setelah itu dan berusaha untuk tetap sadar sementara kedua monster itu menatapnya dengan lapar dan bersiap untuk menerkam nya.
He Xun berusaha untuk berdiri bertumpu pada pedangnya dan itu berhasil, tapi sayangnya tidak memiliki kemampuan untuk mengayunkan pedangnya lagi.
Dadanya terasa sesak tepat di tempat yang dipukul oleh Monyet Mata Emas tadi, sangat menyakitkan seolah olah ditimpa baja.
Sementara disisi lain, di bagian kakinya ada beberapa luka yang mengalirkan darah karena duri duri Landak yang menancap dalam di dagingnya.
Yang paling parah adalah luka cakaran dari monster sebelumnya, Rakun Berbulu Emas. Luka itu kembali terbuka dan mengalirkan darah.
Itu adalah hal yang membuatnya sulit untuk mengangkat pedang dan mengayunkan pedang. Ini adalah hal yang sangat buruk.
Sampai akhirnya ketika Landak Berkaki Tiga mengeluarkan bola keemasan yang diarahkan padanya, bola cahaya itu ternyata adalah energi.
Pada saat itu, He Xun tidak sempat menghindar dan terhuyung huyung ke belakang dengan mulut yang penuh darah.
He Xun jatuh ke belakang tanpa daya dan tangannya mengepal dengan marah, He Xun menolak untuk menyerah.
Bahkan jika dia mati, dia harus membawa kedua monster ini bersama dengannya !
Baru saja akan melakukan penyerangan terakhir dengan kekuatan penuh, seorang wanita dengan rambut putih mendarat di depannya.
Dengan rambut yang mencapai paha, pakaian biru muda dengan warna yang sama dengan langit. Belahan paha yang sangat tinggi yang menampakkan hampir seluruh pahanya yang putih dan mulus.
He Xun hampir saja mimisan karena pemandangan yang indah ini, tapi wanita di depannya memancarkan aura yang sangat angkuh bahkan mengalahkan Senior Yi.
"Kalian semua pergi !" Perintah wanita itu dengan suara rendah tapi sangat dingin.
Kedua monster itu tampak gemetar ketakutan lalu berlari pergi dengan panik, He Xun menatap wanita itu dengan penuh kekaguman.
__ADS_1
"Terimakasih, Nona. Karena telah menyelamatkan nyawaku. " Ucap He Xun sambil terbatuk batuk dan rasa sakit didadanya masih tidak berkurang.
"Aku tidak menyelamatkan mu, aku hanya benci ketika melihat orang mati disini. " Ucap wanita di depannya dengan dingin.
"Pokoknya, aku berterima kasih pada Nona. " Ucap He Xun dengan keras kepala.
"Tutup mulutmu atau aku akan mematahkan leher mu !" Ancam wanita itu dengan sinis.
He Xun langsung menutup mulutnya dengan patuh karena yakin bahwa itu bukan ancaman belaka. Seseorang yang mampu untuk mengusir dua monster dengan satu kalimat singkat adalah orang yang luar biasa.
'Huft, sayang sekali walaupun dia kuat dan cantik tapi dia terlalu dingin dan tidak ramah. Sangat menakutkan, sungguh keindahan yang disia siakan. ' Keluh He Xun dalam hati.
Seandainya wanita berbaju biru itu bisa membaca pikiran He Xun maka He Xun sudah bisa dipastikan dipukuli sampai mati.
Pada saat itu, bahkan ayah dan ibunya tidak dapat mengenali wajahnya lagi. He Xun merinding dan tidak berani untuk berpikir terlalu banyak.
Orang hebat semacam ini, siapa yang tahu jika ternyata memiliki trik untuk membaca pikiran seseorang ?
Kecantikan ini terlalu tidak nyata tapi wajahnya menunjukkan keangkuhan yang sengit, He Xun merasa dirinya agak gemetar.
Alis yang yang tipis dan tajam, setajam pedang berwarna hitam seperti tinta. Mata bunga persik yang sengit dan mata yang berwarna biru jernih layaknya air dilautan.
Hidungnya kecil dan tulang hidungnya tinggi, tampak sangat mancung. Bibirnya tipis berwarna merah seperti ceri.
Kulitnya lebih putih dari kebanyakan orang bahkan bisa dibilang putih pucat seperti salju, benar benar tidak seperti orang yang hidup.
Kecantikan semacam ini seperti lukisan yang dibuat oleh orang orang, tidak tidak ! Ini bahkan 10 kali lipat lebih cantik daripada yang berada di lukisan !
"Namaku adalah Sima Ying, aku adalah penguasa Alam Ilusi Keajaiban selama 560 tahun. Aku adalah Roh bukan benar benar manusia fana. " Ucap Sima Ying dengan dingin dan mengarahkan telapak tangan padanya.
__ADS_1
He Xun merasa tubuhnya menjadi jauh lebih dingin sebelum akhirnya merasa bahwa kesakitan nya perlahan lahan langsung hilang bahkan luka lukanya tertutup.
"Aku menemukan bahwa kamu aneh dan aku baru terbangun berkat Guncangan Dimensi. Jadi aku sengaja mengirimkan dua bayi tadi untuk menahanmu sejenak, aku penasaran padamu. " Ucap Sima Ying dengan menggoda.
Tapi, He Xun membelalakkan matanya dengan ketakutan ketika mendengar kata kata Sima Ying yang terlalu menakutkan menurutnya.
Apa yang dimaksud dengan kedua bayi ? Kedua monster mengerikan yang hampir membunuhnya tadi ? Itu hanya bayi ? Sangat mengejutkan !
"Kamu mungkin tidak tahu bahwa semua Monster diukur dari umurnya, kenapa aku mengatakan bahwa mereka masih bayi adalah karena mereka baru berumur 10 tahun. " Ucap Sima Ying seolah olah menjawab ketakutannya.
"Jika begitu, bukankah Nona Sima bisa dikatakan sebagai ibu dari semua Monster disini ?" Tanya He Xun dengan penasaran.
"Bisa dibilang begitu, walaupun aku bukan yang tertua tapi aku yang paling kuat. Kamu masih muda dan memiliki bakat yang baik bahkan kamu memiliki Dimensi Pribadi yang telah diikat dengan erat pada dirimu sejak lama. " Ucap Sima Ying sambil menilai dirinya.
"Dimensi Pribadi ?" Tanya He Xun dengan terkejut, ini terlalu mengejutkan baginya.
"Benar, aku tidak tahu apakah kamu menyadarinya atau tidak tapi dari penglihatanku dan denyut nadimu maka kamu baru mendapatkan kekuatan ini bukan ?" Tanya Sima Ying dengan penasaran kamu duduk di depannya.
He Xun menjadi tidak fokus karena pemandangan didepannya yang terlalu luar biasa. Dua bukit yang seolah olah terlalu sesak dan ingin segera keluar itu terus melambai lambai ke arahnya.
He Xun menahan keinginannya untuk pingsan, He Xun bukanlah seseorang yang terbiasa dengan godaan seorang wanita.
"Itu benar, aku baru mendapatkan nya beberapa bulan lalu. " Ucap He Xun sambil mengerutkan dahi, tampaknya tingkat kultivasi wanita ini melebihi dari yang dibayangkan olehnya.
"Hm, ini aneh. Aku merasa bahwa kamu memiliki bakat yang sangat baik tapi tampaknya sangat ditahan oleh suatu penghalang yang akan bisa dipecahkan ketika kamu mencapai titik tertentu. Aku tidak mengerti , tapi ada ribuan teknik di dunia ini untuk melakukan hal semacam ini. " Ucap Sima Ying sambil berpikir sejenak.
"Mungkin juga ini dilakukan untuk menghindari sesuatu atau mungkin agar mengubah takdir , tapi pada dasarnya ini adalah takdir yang telah ditentukan oleh langit dan tidak akan bisa diubah, hanya bisa ditunda. Apakah kedua orang tuamu adalah kultivator ternama ?" Tanya Sima Ying.
He Xun tampak ragu untuk menjawabnya dan sulit untuk mengatakan ya, bagaimanapun kedua orang tuanya hanya terkenal di kota Yunhua.
__ADS_1
...----------------...
Note : Jangan lupa vote dan like ya guys