
He Xun dan Baili Ruoqing melihat bahwa ditengah ruang yang megah itu, hanya ada satu papan penyembahan yang berisikan nama.
Tapi, nama itu tidak jelas karena terlalu jauh, tapi ketika di dekati lagi, barulah bisa melihat dengan jelas.
Bahwa itu adalah papan penghormatan bagi seseorang yang meninggal, siapa yang meninggal disini ?
Berbagai macam pertanyaan memenuhi kepala mereka berdua dan mereka saling menatap satu sama lain dengan penuh tanda tanya.
Siapa yang bisa begitu di hormati oleh Jiwa Phoenix?
He Xun melihat lebih dekat dan menyadari bahwa itu bukanlah tulisan biasa, tulisan itu diukir dengan sangat dalam , sedalam lautan.
Sementara ketebalannya, sangat pas dan kerapihan dari setiap goresan terasa sangat sempurna dan membawa kekuatan tersendiri.
He Xun tercengang dengan tulisan yang seindah ini, siapa yang memiliki kaligrafi sebaik ini ? He Xun benar benar tidak memiliki ide untuk hal ini.
Kaligrafi ini, jika di jual maka mungkin akan bernilai beberapa puluh juta emas, setiap karakter yang tertulis di sana tampak sangat hidup.
Setiap karakter membawa emosi yang berbeda , dari dalam goresan yang ada, orang orang bisa melihat kesedihan si penulis.
"Ini bukan tulisan biasa. " Ucap Baili Ruoqing dengan kagum.
"Ini adalah Goresan Pedang !" Seru Baili Ruoqing.
"Goresan Pedang ? Apa itu Goresan Pedang ?" Tanya He Xun tidak mengerti.
"Di dunia ini, dikatakan jika mencapai suatu tingkat kekuatan dan pemahaman terhadap pedang yang sangat luar biasa, maka orang itu akan bisa menulis menggunakan pedang dan setiap emosi dalam kata kata akan tertuang ke dalam dan membuat orang orang yang membacanya ikut terhanyut dalam emosi itu. " Ucap Baili Ruoqing dengan penuh kekaguman.
__ADS_1
He Xun benar benar kehabisan kata untuk memuji kaligrafi yang indah ini, kemampuan pedang apa yang memungkinkan seseorang untuk menulis seindah ini ?
Perjalanan kali ini, sama sekali tidak sederhana. He Xun mendapat berbagai macam pelajaran berharga yang tidak akan dapat ditemukan dimana mana.
"Makam Kaisar He. " Gumam He Xun dengan serius.
"Itu memiliki marga yang sama denganmu. " Ucap Baili Ruoqing bercanda.
"Itu tidak mungkin, walaupun sama tapi kami sudah bisa dipastikan tidak terhubung. Kaisar He ini tampak sangat luar biasa sementara Keluarga He ku benar benar tidak memiliki sesuatu yang harus di banggakan pada orang luar kecuali sikap sombong mereka dan kemampuan mereka untuk menindas orang lain. " Ucap He Xun dengan acuh tak acuh.
Sementara Baili Ruoqing terdiam setelah mendengar ini bahkan, menjadi canggung. Siapa yang akan dengan begitu kejam mengakui kelemahan keluarga nya sendiri ? Sepertinya hanya He Xun yang sanggup untuk melakukannya.
"Jangan terlalu heran, aku tidak dekat dengan keluarga ku di masa lalu. Kami bahkan tidak menganggap satu sama lain sebagai keluarga. Huft, tidak perlu di katakan lagi karena mereka semua telah tiada. " Lanjut He Xun.
"Mereka semua telah tiada ?" Tanya Baili Ruoqing dengan ragu dan memiliki sebuah dugaan tentang hal ini.
"Apakah kamu yang membunuh mereka semua ?" Tanya Baili Ruoqing dengan gugup dan sedikit takut.
"Mereka layak untuk mendapatkannya. " Ucap He Xun dengan seringaian bangga.
Baili Ruoqing merasa bahwa pandangannya terhadap He Xun berubah, dari luar, orang orang akan menduga bahwa He Xun adalah seorang anak yang polos dan tanpa dosa.
Bahkan, Baili Ruoqing juga memikirkan bahwa He Xun adalah seseorang yang sangat polos dan tidak akan membunuh orang lain tanpa sebab yang jelas.
Jika orang lain, maka orang orang akan menduga bahwa He Xun adalah seorang pemuda yang hanya tahu bagaimana mendandani dirinya sendiri agar terlihat baik dan tidak memiliki kekuatan untuk mengikat seekor ayam.
Siapa yang menyangka bahwa He Xun telah membantai keluarganya sendiri ? Baili Ruoqing merasa bahwa dia telah kehabisan kata kata untuk hal ini dan tidak bisa mengeluarkan ekspresi lain.
__ADS_1
"Jangan ditahan, katakan apa yang ingin kamu katakan atau ketika kamu meninggal maka kamu akan menjadi hantu penasaran. " Ucap He Xun bercanda.
"Bagaimana kamu bisa melakukan itu semua ?" Tanya Baili Ruoqing.
"Kenapa aku tidak bisa melakukan itu semua ? Ketika aku masih muda dan tidak memiliki kekuatan untuk berlindung, mereka telah menghancurkan ku. Aku yang saat ini, adalah hasil dari perbuatan mereka. Masih bisa mempertahankan akal sehatku sampai saat ini adalah keajaiban. Apa yang aku lalui semasa aku kecil, bukanlah sesuatu yang kamu bisa bayangkan dengan akal sehat. Lucu untuk mengatakannya, mereka memproklamirkan diri sebagai Klan yang terhormat dan jujur , tapi pada kenyataannya, sikap mereka bahkan lebih buruk daripada seorang penjudi. " Ucap He Xun dengan lembut dan menatap ke depan seolah olah sedang mengingat masa lalu.
Pandangannya sangat lembut seolah olah itu semua adalah kenangan indah, tapi pada kenyataannya , setiap bagian dari kenangan itu, pada akhirnya terlalu berdarah untuk di ingat setiap detailnya.
He Xun mendiamkan Baili Ruoqing yang masih berusaha untuk mencerna kata katanya dan menatap ke papan penghormatan Kaisar He ini.
"He Jiang Yin, nama yang baik. Tidak dijelaskan meninggal karena apa dan memiliki motto, ' tanpa keadilan, dunia tidak akan terselamatkan. '" Gumam He Xun sambil membaca papan nama itu.
He Xun tertawa ringan tapi tawanya menjadi semakin luas dan luas tapi pada akhirnya itu bahkan tidak tampak seperti bahagia melainkan menyedihkan.
Seperti binatang buas yang terluka dan berusaha untuk menggertak musuhnya seolah olah dia baik baik saja.
He Xun terus tertawa sampai air mata mengalir di kedua belah matanya , He Xun menatap dengan tatapan tidak percaya.
"Tanpa keadilan, Dunia tidak terselamatkan. Bagaimana mungkin manusia bisa begitu mirip ?! Apakah Ayahku adalah reinkarnasi manusia menggelikan ini ?"Tanya He Xun dengan putus asa.
Baili Ruoqing tidak mengerti dengan maksud dari kata kata He Xun dan menatap ke arah pria itu meminta penjelasan.
"Ayahku, bernama He Jiang, walaupun tidak dikatakan apa motto hidupnya. Tapi, apa yang dia lakukan tidak berbeda dengan motto He Jiang Yin ini. Sangat menggelikan sekali, ketika seseorang bahkan tidak bisa melindungi dirinya sendiri dan mencoba untuk memikirkan keselamatan dunia. Ini adalah hal paling menggelikan yang pernah aku lihat dalam hidupku. " Ucap He Xun dengan dingin.
Setiap orang akan membanggakan ayah mereka jika Ayah mereka memiliki sikap kepahlawanan seperti He Jiang, Ayah He Xun.
Tapi, pada akhirnya, He Xun bahkan tidak memiliki kebanggaan sedikitpun terhadap Ayahnya bahkan merasa bahwa Ayahnya terlalu menyedihkan.
__ADS_1
Semua kebaikan itu, ditiup oleh angin dan tidak menyisakan apapun, setiap kebaikannya di dunia ini, seolah olah tidak pernah ada dan hanya menyisakan kesedihan bagi He Xun.