PESONA BUNGA SURGAWI ( Season 1 )

PESONA BUNGA SURGAWI ( Season 1 )
102. Kompetisi Yuanliu


__ADS_3

He Xun berjalan sendirian dan menuju sebuah tempat pendaftaran Kompetisi Yuanliu, disana antrian telah lebih panjang daripada tubuh Naga.


Ini bahkan sebelum matahari sepenuhnya menampakkan diri, tampaknya walaupun telah ada standar untuk mengikuti lomba ini tapi masih banyak saja yang ingin mengikuti, benar benar luar biasa.


He Xun menunggu dengan sabar sebelum akhirnya setelah berdiri tiga jam, tersisa dua orang di depannya.


He Xun juga menyadari bahwa banyak orang yang masih mencoba peruntubgan mereka walaupun tahu jika mereka tidak sesuai dengan kriteria.


Kriteria nya sama dengan yang disebutkan oleh pria yang berada di kedai itu, tidak boleh lebih dari 30 tahun dan tidak boleh memiliki riwayat seorang penjahat.


Jika namanya atau wajahnya merupakan salah satu orang di buku hitam maka akan langsung diusir.


Orang yang mengurusnya pada saat ini adalah orang orang Sekte Ular Hijau atas permintaan You Lianqi.


Karena, You Lianqi mengatakan kalau murid Sekte Ular Hijau berada di bawah dua Sekte lainnya.


"Namaku Bian Qi. " Ucap pria gemuk itu tampak antusias.


"Tempelkan tanganmu disini. " Ucap murid Sekte Ular Hijau menyerahkan sebuah batu dengan sebuah tempat untuk menampilkan umur.


Umur itu menunjukkan bahwa itu adalah 31 tahun, sangat disayangkan dan Bian Qi itu terpaksa pergi.


"Namaku adalah Rong Yuan !" Ucap gadis di depannya.


"Berasal dari Sekte Pedang Kembar. " Lanjut Rong Yuan.


Setelah dites, itu baru saja umur 17 tahun dan akhirnya diberikan waktu untuk lewat dan diberikan sebuah token yang mengukir namanya.


"Ehm, Tuan, namaku adalah Ji Feng. Berasal dari Klan Ji di Utara. " Ucap He Xun dengan malu malu dan menunjukkan bahwa dia adalah pria muda yang pemalu.


Klan Ji dari Utara sangat jauh untuk kemari dan mustahil bagi murid Sekte Ular Hijau ini untuk menyadari kepalsuan yang dia buat.


Benar saja , murid Sekte Ular Hijau ini tidak penasaran sama sekali. Lalu menyerahkan baru dengan kasar seolah olah ingin semua ini cepat berakhir.


He Xun menempelkan tangannya dan tidak sengaja melihat buku yang mencatat nama masing masing penjahat.


Yang paling atas adalah yang paling mengejutkan tapi juga tidak mengejutkan, itu adalah namanya !

__ADS_1


"16 tahun. " Gumam pria itu lalu mengeluarkan sebuah token emas dan mengukir namanya dengan Qi.


"Senior , itu salah. Namaku bukan Feng (angin) melainkan Feng dari kata Fenghuang." Tegur He Xun dengan malu malu dan ragu.


Murid Sekte Ular Hijau itu berdecak dengan kesal dan mengambil token baru dan menulis namanya.


"Terimakasih Senior. " Ucap He Xun sambil menundukkan kepalanya dengan malu.


"Tunggu sebentar ! Kenapa kamu menutupi wajahmu ?" Tanya murid Sekte Ular Hijau itu dengan dingin.


"Wajahku...... Aku telah bertarung dengan orang di Klan ku dan mengalami luka. " Ucap He Xun.


Murid Sekte Ular Hijau itu masih ragu sebelum akhirnya menarik topeng He Xun dan menunjukkan penyamaran yang diberikan oleh He Xun.


Barulah murid Sekte Ular Hijau itu membiarkan nya lewat, He Xun kembali menggunakan topengnya dan berjalan masuk.


Didalam sana , adalah sebuah lapangan yang sangat besar. Dimana ada 8 arena bertarung di bagian tengah dan ada ribuan kursi yang Mengelilingi nya.


He Xun menyadari bahwa token miliknya berbeda dengan beberapa orang atau lebih tepatnya setiap orang berbeda.


Merah merupakan paling depan, lalu diikuti oleh warna kuning dan biru lalu yang paling belakang adalah hijau.


Token milik He Xun berwarna hijau maka kemungkinan besar maka dia akan duduk di garis warna hijau.


Mungkin ini semua dibedakan oleh kemampuan dan layar belakang yang dimiliki oleh masing masing dari mereka.


"Kau ! Lewat sini !" Teriak seorang murid berpakaian seragam ungu.


He Xun menyadari bahwa semua orang yang berjalan di jalan lebar dan megah ini hanyalah orang yang membawa token berwarna merah dan kuning.


Sementara yang ditunjukkan oleh murid itu adalah sebuah lorong dengan tangga sempit. Disana sangat penuh dengan orang dan keributan.


He Xun menghela nafas lelah ketika melihat ini, benar benar tidak beruntung. He Xun berjalan menuju tangga sempit itu dan di dorong dorong oleh orang di belakang.


Sepertinya sekarang dia mengerti, warna hijau adalah untuk orang tanpa latar belakang sementara yang biru adalah orang dengan latar belakang yang tidak berpengaruh.


Orang yang duduk di garis merah pastilah yang terkuat. He Xun memandang kursi di bagian seberang sana yang tidak dibedakan oleh warna warna.

__ADS_1


Tampaknya itu adalah kursi untuk penonton, He Xun akhirnya sampai ke bagian atas dan mencari sebuah tempat duduk di sudut yang kosong.


Tempat ini sangat buruk dan kursi hampir hancur. Lingkungan di sekitar sini juga sangat kotor, berbeda dengan tempat yang berada di bagian merah yang dihiasi dengan meja dan vas bunga.


Sangat menyedihkan, tahu begini maka dia akan menunda untuk melenyapkan Sekte Naga Biru dan mengambil tempat sebagai salah satu murid Sekte agar bisa duduk di bagian depan.


Tapi, setelah menimbang kembali untung rugi, He Xun berpikir sejenak dan tetap tidak akan melepaskan Sekte Naga Biru walaupun waktu bisa diputar kembali.


Tidak apa apa, lagipula dia dulu tidur di kandang anjing. Bagaimana mungkin dia tidak bisa bertahan dari penderitaan ringan semacam ini ?


He Xun menyadari bahwa semuanya masih kosong dan yang terisi belum sampai setengah, bahkan mungkin ini akan terisi ketika sore hari.


Tampaknya pertarungan tidak akan dimulai hari ini melainkan baru dibagi bagaimana acara akan berjalan pada tahun ini.


Orang orang dari sekte besar mungkin sudah mendapatkan gambaran jelas, tapi bagaimana dengan orang orang seperti dia ?


Mereka hanya bisa duduk seperti orang bodoh dan menunggu semuanya dengan antusias.


He Xun duduk dan melipat kakinya di atas kursi dalam posisi bersila lalu memejamkan matanya dan bermeditasi.


Tidak ada gunanya untuk terus menatap kepada orang lain, He Xun akan berlatih dan membantu meningkatkan kekuatannya.


Selama berbulan bulan belakangan ini, tidak ada peningkatan yang terlalu jauh pada kekuatannya.


Tampaknya, kekuatannya telah mencapai titik dimana dia mengalami kemacetan , ini membuat He Xun agak ragu dan sulit untuk mrnanggapinya.


Bagaimanapun, dia belum pernah mengalami hal semacam ini, benar benar membingungkan.


Di dalam dimensi pribadi untuk berlatih miliknya, He Xun membaca puluhan buku untuk mencari cara melewati kemacetan kultivasi.


Tapi, semuanya mengacu pada satu hal, yaitu untuk terus berlatih dan memperluas pengetahuan dan mendapatkan pencerahan.


Tidak mudah untuk mendapatkan pencerahan jadi He Xun hanya bisa menunggu dengan sabar.


He Xun berkultivasi dengan tenang dan tidak sadar kalau wanita bernama Rong Yuan tadi duduk di sampingnya.


He Xun juga tidak menyadari kalau orang orang Kerajaan telah datang dan duduk di barisan paling depan.

__ADS_1


__ADS_2