PESONA BUNGA SURGAWI ( Season 1 )

PESONA BUNGA SURGAWI ( Season 1 )
25. Mengusir Penjahat II


__ADS_3

"Baik, jangan sampai menyesali keputusanmu itu !" Ucap preman bertubuh kekar itu dengan kesombongan yang bahkan bisa menutupi langit.


"Baik, aku tentu saja tidak akan menyesal, silakan. "Ucap He Xun dengan acuh tak acuh.


"Kau ! Pemuda yang sombong, biar tetua ini mengajari bagaimana cara bersikap yang baik !" Ucap preman itu dengan marah.


"Tentu saja, tolong ajari aku. " Ucap He Xun dengan senyum dingin.


Dengan pedang besarnya, preman itu menebaskan pedangnya ke arah kepalanya dan sebuah bayangan elang nampak di punggung preman bertubuh kekar.


Elang itu meraung dan tampak ingin menerkam nya tapi itu hanya sebuah gertakan belaka yang tidak berguna dan menghabiskan Qi.


Tampak sangat mengesankan tapi sebenarnya sama sekali tidak berguna. He Xun dengan sangat santai mendorong tubuhnya ke belakang seolah olah akan melakukan kayang.


He Xun dengan sangat elegan melakukan gerakan menyapu, He Xun menghindari sapuan yang tajam dari preman itu dan kakinya menendang pedang besar itu.


Dengan sangat santai tapi sudah cukup untuk memukul preman itu mundur beberapa langkah.


"Sisa 2 gerakan yang tersisa, gunakan yang terbaik. Jangan sia siakan, atau kamu memang sangat ingin memanggilku ayah dan menjadi putraku yang berbakti ?" Ejek He Xun.


"Kau !! Lihat bagaimana kekuatan tetua ini !" Teriak preman itu dan memuntar 3 kali, sebelum akhirnya didorong ke depan.


He Xun itu berputar 3 kali sebelum akhirnya meloncat ke atas dengan ilmu meringankan tubuhnya dan mendarat dengan santai di atas pedang lebar orang itu dengan satu kaki dan kedua tangan yang terentang ke kanan dan kiri.


Pedang di angkat ke atas dengan ganas dan He Xun meloncat ke bawah dan mendarat dengan sangat baik di tanah.


Setiap gerakannya membawa bunga bersamanya. Serangan terakhir adalah dimana pedang itu dilempar ke arahnya dalam posisi terus berputar dengan kencang.


He Xun meloncat dan menjepit pedang itu dengan kedua kakinya lalu berputar putar di udara beberapa kali sebelum akhirnya dengan sedikit hentakan mendorong pedang yang penuh dengan Qi itu ke tanah dan menunduk padanya.


Pedang itu tampak bergetar beberapa kali dengan menyedihkan, seolah olah ingin membebaskan diri, tapi tidak dapat melakukannya sebelum akhirnya benar benar kehilangan kekuatannya.

__ADS_1


He Xun berdiri dengan kedua tangan di belakang dan wajah senyum yang angkuh, Preman itu menatapnya dengan tatapan tidak percaya.


"Ayo bersujudlah pada ayahmu, anakku. " Ucap He Xun dengan senyum sinis.


"Kau pasti menggunakan sesuatu dari balik lengan baju mu ! Kau pasti curang !" Teriak Preman itu.


"Tidak mampu mengalahkan, meneriaki orang lain curang, bukankah ini memalukan untuk reputasi mu sebagai Preman paling baik di kota ini ? Ren Yu , heh ? Jadi kamu tidak ingin bersujud padaku ?" Tanya He Xun degan senyum mengerikan sebelum akhirnya sepatunya mendarat di dada Ren Yu dan membuat orang itu terpental sejauh 3 meter.


Ren Yu memuntahkan seteguk darah dan He Xun melangkah dengan tenang dan tidak terburu buru seolah olah Ren Yu berada dalam genggaman nya.


Tangan He Xun menjangkau dagu pria kekar itu dan mencengkram nya dengan kasar, tatapan He Xun tidak selembut biasanya lagi melainkan tatapan membunuh yang tidak pernah dilihat oleh siapapun.


"Orang mu yang mencari masalah pada orang ku dan kalian datang kemari seolah olah kalian telah ditindas oleh ku, tidakkah kalian merasa malu pada anak anak sepertiku ?" Tanya He Xun.


"Jika aku yang kalah maka kamu pasti akan mengejarku untuk melakukan hukuman sampai aku melakukannya dan jika begitu, maka aku akan melakukan hal yang sama yaitu, mengejarku sampai sampai kamu melakukan apa yang seharusnya dilakukan olehmu. " Ucap He Xun.


He Xun melepaskan cengkraman nya dengan kasar dan menendang punggung Ren Yu dan He Xun berjalan ke depan lagi.


Orang orang bawahan Ren Yu langsung bersujud di depannya dan He Yue, He Xun berdiri di depan mereka dengan kedua tangan yang terlipat di dada.


Tampak sangat angkuh seolah olah dia adalah Raja.


"Panggil aku ayah dan aku akan melepaskan kalian." Ucap He Xun.


Suara gertakan gigi terdengar sebelum akhirnya orang orang ini setuju untuk menurunkan harga diri mereka.


"Ayahku." Ucap mereka dengan sangat pelan, bahkan tikus tidak dapat mendengarnya.


"Apa ? Aku tidak dapat mendengarnya !" Teriak He Xun dengan sinis.


"Ayahku !" Ucap mereka dengan sedikit penekanna.

__ADS_1


"Bagaimana mungkin nada kalian begitu lembut layaknya seorang wanita dari rumah bordil, kencangkan suara kalian lagi !"Perintah He Xun.


"Ayahku !" Teriak mereka dengan putus asa seolah olah sedang melihat Iblis yang menjelma menjadi manusia tampan.


Bahkan tetangga tetangga He Xun dapat mendengar ini dengan jelas dan orang orang sekitar telah ditarik untuk menonton pertunjukkan bagus ini.


Sekelompok preman yang telah lama menindas orang orang itu, melihat mereka tertunduk rendah dan memanggil orang lain dengan sebutan ayah membuat orang orang yang menonton sangat puas.


"Baiklah, anak anakku yang berbakti. Aku berikan waktu pada kalian 3 detik untuk pergi dari sini atau ayah akan memberikan sedikit pelajaran lagi untuk kalian. " Ucap He Xun dengan seringaian.


"Tidak, tidak !" Teriak mereka dan berlari sambil menyeret Ren Yu yang luka parah.


Orang orang menertawakan sekelompok preman yang berubah menjadi sekelompok anak ayam itu, sementara He Xun langsung mengubah senyum iblisnya menjadi senyum yang menawan lagi.


He Xun berjalan ke depan dan membuat orang orang terpanah dengan ketampanan yang dimilikinya.


"Mohon maaf karena telah menganggu tetangga tetangga sekalian dan membuat keributan, aku sangat minta maaf. " Ucap He Xun dengan nada ramah dan menunduk 90 derajat.


Sementara He Yue yang melihat kemampuan Tuannya dalam mengusir penjahat tampak sangat takjub dan kagum.


Pada saat itu, kekaguman dan rasa pemujaan yang dimiliki oleh He Yue untuk He Xun bahkan meningkat dua kali lipat.


Para tetangga yang melihat keramahan dan kelembutan yang dimiliki oleh He Xun seolah olah terhipnotis dan melupakan sikap angkuh nya tadi.


"Tidak apa apa anak muda yang tampan dan pemberani, sangat cocok untuk dijadikan seorang menantu laki laki untuk putriku. " Ucap salah satu tetangga dengan senyum lebar.


Mendengar itu tidak membuat He Xun langsung marah atau bereaksi yang berlebihan, hanya menatap dengan tenang.


"Terimakasih bibi, biarlah takdir yang memutuskan hal tersebut. "Ucap He Xun menolak secara tidak langsung.


Dalam sekejap, He Xun langsung akrab dengan para tetangga yang tinggal di dekatnya. Masing masing dari mereka adalah orang kaya, karena memiliki rumah dengan ukuran yang sama dengannya.

__ADS_1


__ADS_2