Pesona Rumput Tetangga

Pesona Rumput Tetangga
Menyusul ke Terminal


__ADS_3

Aulia memesan kopi dan kemudian memilih tempat duduk yang agak tersembunyi. Baru saja wanita cantik itu mendudukkan diri, Aulia mendengar suara yang tak asing sedang bercanda tak jauh dari tempatnya duduk.


"Ah, Mas ... jahil banget, sih! Sabar bentar, dong. Lanjut nanti, di kamar saja, ya," ucap seorang wanita dengan suaranya yang mendayu, manja.


Mendengar suara yang sangat familiar tersebut, Aulia menoleh ke arah sumber suara. Netra wanita muda itu membulat sempurna kala melihat sang suami sedang duduk memangku seorang wanita berpakaian seksi, sambil tangannya mere*mas bukit kembar wanita tersebut.


'Astaghfirullahal'adzim ... Ma-mas Han, Mbak Cynthia?' Aulia menutup mulutnya sendiri yang menganga.


Hampir saja wanita cantik itu menjerit, tetapi logikanya masih dapat berpikir dengan jernih karena jika sampai dia menjerit dan menimbulkan keributan, maka hal tersebut justru akan mempermalukan dirinya sendiri.


"Aku mau lagi, Sayang. Milikmu bikin nagih," balas Handoyo yang kemudian mencumbui leher Cynthia, membuat wanita seksi itu melenguh dan mende*sah nikmat.


Handoyo berbohong pada istrinya dengan mengatakan bahwa dirinya mengikuti acara Bintek kantor selama dua hari, padahal laki-laki dewasa tersebut sedang berkencan dengan kekasih gelapnya. Kencan yang telah direncanakan ketika mereka berdua bertemu di kantor Cynthia dan berlanjut ke penginapan.


Dengan tangan gemetaran Aulia mengambil ponsel dari dalam tas dan kemudian merekam adegan tersebut. Cukup lama Aulia mengambil video kegiatan sang suami dengan tetangganya sendiri yang tengah bercumbu rayu tanpa rasa malu, di tempat terbuka seperti ini.


Sejujurnya, Aulia sudah tidak tahan mendengar suara manja Cynthia yang tengah mendapatkan sentuhan dari Handoyo, tetapi demi mendapatkan sebuah bukti, ibu satu anak tersebut menguatkan hati untuk melanjutkan merekam adegan memalukan itu.


'Ya Rabb, ampuni dosa hamba. Hamba tahu hamba sering lalai dalam beribadah dan mungkin ini adalah teguran dari-Mu agar hamba lebih mendekat lagi kepada-Mu.'


Aulia sama sekali tak menyalahkan orang lain atas apa yang dilihatnya. Wanita berhijab itu justru menyalahkan dirinya sendiri yang mungkin saja selama ini kurang mendekat pada Yang Maha Kuasa.


Istri Handoyo tersebut begitu fokus dengan ponselnya yang sudah ketinggalan zaman, hingga dia tidak mendengar ketika 𝘸𝘢𝘪𝘵𝘦𝘳𝘴 mengantarkan kopi pesanannya.


Setelah dirasa cukup, Aulia beranjak perlahan dan kemudian segera meninggalkan tempat tersebut tanpa menyentuh apalagi meminum kopi yang telah dia pesan.

__ADS_1


Sesak di dada Aulia rasakan, bagai terhimpit batu besar dengan berat ribuan kilogram. Wanita muda itu menitikkan air mata sambil berjalan menjauh dari hotel.


'Sebaiknya, aku pulang saja. Aku enggak mau bertemu dengan mereka semua dalam keadaan seperti ini,' gumamnya sambil terus berjalan dengan langkah cepat.


Setibanya di jalan raya, Aulia segera menghentikan angkot yang melintas dan segera naik angkot tersebut yang akan membawanya sampai ke terminal.


Di dalam angkot, Aulia menyempatkan diri untuk memberi kabar pada Luna melalui aplikasi perpesanan, agar sahabatnya tersebut tidak khawatir karena dirinya tiba-tiba meninggalkan acara reuni.


"Lun, maaf ... aku terpaksa pulang duluan. Barusan mama telepon, katanya papa enggak mau makan kalau tidak aku suapi." Aulia mengirimkan pesan tersebut ke nomor Luna.


Ya, wanita yang berpenampilan sederhana, tetapi tetap terlihat mempesona tersebut terpaksa berbohong karena tak ingin sang sahabat mengetahui apa yang terjadi pada dirinya.


'Ya Allah, tutup aib suamiku, tutup aib keluargaku. Semoga Luna tidak melihat Mas Han di sana bersama wanita itu,' batin Aulia penuh harap.


Sepeninggal Aulia. Tak berapa lama berselang, sepasang kekasih tersebut kemudian juga beranjak karena dua-duanya sudah dalam mode on akibat saling mencumbu barusan.


Handoyo nampak tidak sabar menuntun sang kekasih menuju kamar yang telah mereka sewa dari kemarin, untuk kembali menuntaskan hasrat yang telah melambung tinggi.


Mereka berdua berjalan sambil tertawa bahagia dan berangkulan dengan mesra, sesekali sambil berciuman panas, seolah dunia ini hanyalah milik mereka berdua.


Sementara di dalam 𝘣𝘢𝘭𝘭𝘳𝘰𝘰𝘮 hotel, Luna yang baru saja membaca pesan dari Aulia mengerucutkan bibir. Wanita berpakaian modis dengan rambut sebahu yang tergerai indah itu merasa kesal karena Aulia tiba-tiba pergi dan hanya berpamitan kepada dirinya melalui pesan.


"Kamu kenapa, sih, Lia! Kayak di rumah mamanya Mas Han enggak ada orang lain saja, 'kan ada bibi juga!" Luna mengirimkan pesan suara, setelah sebelumnya mencoba melakukan panggilan ke nomor sang sahabat, tetapi Aulia tidak menerima panggilannya.


"Kenapa, Lun?" tanya Andre, yang mendengar suara Luna menyebut nama Aulia.

__ADS_1


"Lia, Mas. Dia tiba-tiba pulang," balas Luna yang masih merasa kesal.


Bukan, wanita yang pandai merias wajah tersebut bukan kesal pada Aulia, tetapi dia kesal pada alasan sahabatnya itu karena menurut Luna, alasan Aulia sungguh tak masuk akal.


"Pulang?" tanya Lutfi yang tiba-tiba saja sudah berada di belakang Luna.


"Hem," balas Luna hanya dengan gumaman.


Pemuda tampan mantan kekasih Aulia tersebut mengerutkan dahi. "Kenapa tiba-tiba pulang?" tanya Lutfi seraya menatap Luna. Pemuda itu kemudian mendudukkan diri di hadapan sahabat Aulia tersebut, bersebelahan dengan Andre.


Luna hanya mengedikkan bahu.


"Memangnya, kalian tadi ngobrolin apa, Lut? Apa kira-kira ada obrolan kalian berdua yang kemudian membuat 𝘮𝘰𝘰𝘥-nya memburuk?" Andre menoleh ke kanan dan menatap adik tingkatnya tersebut.


Lutfi menggeleng. "Tidak ada, Mas. Tadi, sih, dia baik-baik saja," balas Andre, yang memang tidak tahu apa-apa karena obrolan mereka berdua tadi juga berakhir dengan baik.


"Dia naik apa, Lun?" tanya Lutfi kemudian.


"Taksi atau bus mungkin," balas Luna, ragu. "Barusan aku chat, aku tanya dia naik apa? Lia belum jawab," lanjutnya.


"Aku akan susul Lia ke terminal, ya," pamit Lutfi yang langsung beranjak dan kemudian berlari kecil meninggalkan tempat tersebut.


💖💖💖 bersambung ...


__ADS_1


__ADS_2