Pesona Rumput Tetangga

Pesona Rumput Tetangga
Jadi Ayah Ammar


__ADS_3

Husain kemudian mengetuk pintu kamar wanita berhijab tersebut dan bertanya, tepat disaat Aulia menoleh.


"Apakah ada, wanita sholehah di luar sana sepertimu, Dik Lia? Yang mau menerima laki-laki biasa yang telah memiliki anak, seperti diriku?"


Melihat kehadiran Husain yang tiba-tiba, serta mendengar pertanyaan laki-laki yang dulu adalah tetangganya tersebut yang tanpa dia duga, membuat Aulia terkejut.


Ibu satu anak itu kemudian beringsut dan mendudukkan diri di tepi ranjang. Aulia menatap Husain, dengan tatapan tak mengerti.


"Kalau di sini ada, kenapa harus mencari yang di luar sana, Mas Husain?" Belum hilang keterkejutan Aulia, suara Pak Haji yang menyusul Husain, menambah keterkejutan wanita cantik tersebut.


Husain langsung menoleh pada Pak Haji yang tengah tersenyum kepada dirinya. Sementara Bu Hajah yang juga ikut menyusul bersama sang suami, kemudian masuk ke dalam kamar dan mendekati Aulia.


"Nak Lia, apa kamu tidak ingin melihat putramu memiliki keluarga yang utuh?" tanya Bu Hajah, semakin menambah kebingungan serta keterkejutan wanita berhijab tersebut.


"Maksud, Ibu?" tanya Aulia yang benar-benar tak mengerti. "Bukankah selama kami tinggal bersama Bapak dan Ibu, Ammar telah memiliki keluarga yang utuh?" lanjutnya dengan dahi berkerut dalam.


"Ayah, Nak. Sosok seorang ayah yang tentunya tidak ditemukan Ammar pada diri eyang kakungnya," balas Bu Hajah seraya menoleh ke arah sang suami yang masih berdiri di luar pintu, bersama Husain.


"Benar apa kata ibumu barusan, Nak Lia. Sebagai anak laki-laki, Ammar butuh sosok seorang ayah yang bisa menjadi contoh dan panutan baginya, dan yang akan membimbing serta mendidiknya Ammar agar kelak dia tumbuh menjadi lelaki yang bertanggung jawab," timpal Pak Haji.


Aulia yang masih dalam kebingungan, menatap kedua orang tuanya secara bergantian.


Pak Haji mengangguk seraya tersenyum. Seakan memberikan isyarat, tetapi Aulia belum dapat menangkapnya dengan jelas.


Tak sengaja, tatapannya kemudian beradu dengan netra teduh Husain.


Sesaat kedua netra mereka bertaut dalam, seolah saling menyelami pikiran dan perasaan masing-masing.


Husain tersenyum manis pada Aulia, membuat hati wanita cantik itu tiba-tiba berdebar.

__ADS_1


Buru-buru Aulia mengalihkan pandangan, menoleh ke belakang ke arah dua bocah yang masih terlelap dan sama sekali tidak terganggu dengan kehadiran para orang dewasa tersebut.


"Pa-pa." Suara kecil Yasmin yang kembali mengigau, membuat Husain yang dapat mendengar suara putrinya, reflek masuk ke dalam kamar Aulia tanpa meminta ijin.


Bu Hajah dan Aulia langsung berdiri, memberikan jalan pada Husain untuk mendekati putrinya.


"Tadi, badan Yasmin kembali panas, Mas. Makanya, saya kompres pakai air hangat," ucap Aulia ketika Husain meraba kain yang menempel di dahi putrinya.


"Terimakasih, Dik Lia." Husain menoleh ke belakang dan tersenyum tulus pada Aulia.


"Apa Mas Husain, akan tetap membawa pulang Yasmin dengan kondisi seperti itu?" tanya Bu Hajah dengan raut wajah yang sangat khawatir.


"Sebaiknya, Mas Husain menginap saja di sini," sarannya kemudian.


Nalurinya sebagai seorang nenek, menuntun wanita paruh baya tersebut untuk mencegah Husain agar tidak membawa Yasmin pulang terlebih dahulu karena perjalanan Husain menuju pulang, cukup panjang.


"Kalau memang itu sudah menjadi keputusan Mas Husain dan karena ada tanggung jawab yang harus Mas Husain selesaikan, silahkan ... kami tidak dapat mencegahnya," tutur Bu Hajah.


Husain mengangguk, mengerti kekhawatiran wanita paruh baya yang langsung menyayangi putrinya meski baru pertama mereka bertemu.


"InsyaAllah lain waktu, Husain akan ajak Yasmin untuk main ke sini lagi," ucap Husain seraya menatap Bu Hajah dan tersenyum hangat.


Sementara Aulia dan Pak Haji hanya diam, menyimak perbincangan tersebut.


Husain kemudian mengangkat tubuh kecil putrinya untuk di bawa pulang, tetapi baru saja Yasmin dia dekap, gadis kecil itu terbangun dan langsung menangis seraya menggapai-gapai ke arah Aulia.


"Itut, Nda ... itut Nda," ucapnya di sela isak tangis.


Tangis Yasmin, membuat Ammar pun ikut terbangun dan bocah kecil tersebut langsung beringsut. Ammar kemudian turun dari ranjang dan mendekati Husain.

__ADS_1


"Om Syain, jangan bawa Adik!" larang Ammar sambil menarik-narik kaki kecil Yasmin.


Husain dibuat bingung dengan ulah kedua anak tersebut, yang satu masih menangis dalam gendongannya, sementara yang satu lagi berteriak-teriak melarangnya untuk membawa Yasmin.


Melihat keributan tersebut, mau tak mau Aulia maju untuk mengambil Yasmin dari gendongan papanya.


"Mas, boleh saya tenangkan Yasmin dulu," pinta Aulia dengan suaranya yang lembut seraya mengulurkan tangan, hendak meraih tubuh Yasmin.


Husain akhirnya melepaskan putrinya dan membiarkan Yasmin digendong oleh Aulia.


Benar saja, baru saja beralih ke dalam dekapan Aulia, Yasmin langsung berhenti menangis.


Husain terus menatap putrinya dan juga wanita cantik yang menggendong Yasmin, bergantian.


Melihat perhatian Aulia yang tulus pada Yasmin, membuat Pak Haji dan istrinya saling pandang dan kemudian tersenyum bahagia.


'Ya, Allah ... mereka berdua sama-sama telah gagal dalam pernikahannya dan sama-sama didzolimi oleh pasangan. Jika menurut Engkau mereka berdua adalah pasangan yang cocok karena sepadan keimanan dan ketaqwaannya kepada-Mu, mudahkan dan lancarkanlah jalan mereka untuk menuju sunnah Rasul-Mu, yaitu pernikahan,' do'a tulus Pak Haji, di hati yang terdalam.


Ya, bertahun-tahun mengenal Husain sebagai sales yang baik, ramah, dan taat dalam beribadah, membuat Pak Haji menaruh simpati yang besar pada papanya Yasmin tersebut.


Sementara Aulia yang baru dikenalnya empat bulan terakhir dan memiliki ketaatan yang sama seperti Husain, serta memiliki kepribadian yang santun, membuat dua orang paruh baya tersebut menaruh harapan besar, kiranya Husain dan Aulia dapat bersanding dan membina sebuah keluarga yang utuh.


"Om Syain!" Suara Ammar yang memanggil Husain, membuyarkan lamunan Pak Haji dan sang istri.


Sementara Husain langsung mengalihkan perhatian pada bocah laki-laki tersebut.


"Kalena Bundanya Ammal diminta syama Yasmin, sekalang Om Syain jadi ayah Ammal, ya?"


💖💖💖 bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2