Pesona Rumput Tetangga

Pesona Rumput Tetangga
Dimabuk Cinta


__ADS_3

"Siapa, Jum?" tanya Pak Haji seraya menoleh ke arah Mbak Jum.


Aulia menatap wanita yang sudah dia anggap seperti kakaknya sendiri itu seraya menggeleng pelan, mengisyaratkan agar Mbak Jum tidak membuka mulutnya.


"Eh, anu. Itu, Pak Haji. Em ...." Mbak Jum kebingungan sendiri harus bagaimana. Di satu sisi, dia tidak ingin menyakiti hati Aulia. Sementara di sisi lain, Pak Haji adalah orang yang dia hormati dan sudah dianggap oleh Dul, suaminya, sebagai orang tua.


"Apa, Syamsul?" tebak Pak Haji seraya menelisik wajah lugu Mbak Jum.


Wanita yang memiliki dua anak tersebut hanya bisa mengangguk kecil, seraya melirik Aulia dengan perasaan bersalah.


Aulia menggeleng. "Enggak apa-apa, Mbak. Bukan salah Mbak Jum, Mbak 'kan hanya menyampaikan amanah," bisik Aulia.


Ibu satu anak tersebut mencoba menenangkan wanita yang sudah dia anggap sebagai kakaknya itu, pengganti kakak kandung Aulia yang telah tega menolak kehadiran Ammar dan dirinya di rumah orang tua mereka.


"Duduk sini, Mbak," pinta Aulia kemudian seraya menggeser duduknya, agar Mbak Jum ikut duduk di sampingnya.


Mbak Jum dapat bernapas dengan lega, setelah mengetahui bahwa Aulia tidak marah. Wanita yang juga mengenakan hijab seperti Aulia tersebut kemudian duduk di samping bundanya Ammar, seperti yang diminta ibu satu anak itu.


Hening, tak ada lagi yang bersuara. Hanya terdengar suara garpu dan sendok, yang beradu dengan mangkok.


"Maaf, Nak Lia. Bukannya bapak mau turut campur." Suara Pak Haji, mengurai keheningan yang sejenak tercipta.


"Bagi bapak dan ibu, tidak masalah jika Nak Lia mulai membuka diri. Toh, perpisahan kamu dengan ayahnya Ammar juga sudah hampir empat bulan." Pak Haji menghentikan makannya sejenak dan kemudian menatap Aulia.


"Hanya saja, bapak berpesan satu hal. Selidiki dulu, siapa yang akan menjadi pendamping hidupmu kelak. Jangan sampai, dia hanya menyayangimu, tetapi tidak bisa menerima putramu," nasehat Pak Haji dengan tatapan yang meneduhkan.


"Dan ibu lihat, Nak Syamsul tidak begitu perduli sama Ammar, Nak Lia," sahut Bu Hajah seraya melirik suaminya, meminta dukungan.

__ADS_1


Pak Haji mengangguk, setuju.


Mendengar penuturan ibu angkatnya tersebut, dahi Aulia berkerut dalam. "Maaf, apa maksud Bapak dan Ibu? Lia, Lia benar-benar tidak mengerti."


"Nak, kami sudah lama tahu, bahwa Nak Syamsul menaruh hati padamu," tutur Pak Haji. "Dan kami sengaja ingin mendekatkan Ammar dengan Nak Syamsul, tapi seperti yang ibumu bilang barusan, laki-laki itu responnya kurang baik terhadap Ammar," terang Pak Haji, panjang lebar.


Aulia mengangguk, mengerti. "Terimakasih atas nasehatnya, Pak, Bu. Kebetulan sampai detik ini, Lia belum memiliki keinginan ke arah sana." Wanita cantik itu menatap kedua orang tua angkatnya, secara bergantian.


"Mengenai Mas Syamsul, Lia juga bisa menangkap gelagat tersebut, Pak, Bu, dan Lia juga sudah mencoba untuk menjaga jarak, agar dia tidak terlalu berharap," lanjut Aulia dengan sejujurnya.


Pak Haji dan Bu Hajah, nampak bernapas dengan lega. Kekhawatirannya, bahwa Aulia akan tertarik dengan pesona Syamsul yang memang ramah dan wajahnya juga enak dipandang tersebut, ternyata tidak terbukti.


"Syukurlah kalau begitu, Nak Lia. Ibu lega mendengarnya," tutur Bu Hajah. "Semoga nanti, akan ada laki-laki yang benar-benar bisa menerima kamu dan Ammar dan menyayangi kalian berdua dengan tulus," imbuhnya.


"Aamiin." Mbak Jum paling kenceng mengaminkan karena wanita lugu itu mengetahui kisah pilu Aulia, sewaktu pertama kali bertemu dengan suaminya.


"Ish, Mbak. Lia mau fokus dengan usaha yang baru Lia rintis ini," kilah wanita cantik tersebut, seraya mencubit lengan Mbak Jum.


Bu Hajah melihat kedekatan dua wanita berhijab di hadapannya seraya tersenyum bahagia. Beliau seperti mendapatkan dua anak sekaligus, anak sulung dan anak bungsu.


⭐⭐⭐


Di tempat lain.


Handoyo dan Cynthia yang sudah menikah seminggu yang lalu, kini tengah merencanakan untuk berbulan madu ke puncak, di villa milik kolega Handoyo.


Selama seminggu di awal pernikahan, pegawai ASN yang menjabat sebagai Kabag di salah satu instansi pemerintah kota tersebut, selalu memanjakan istri barunya, Cynthia.

__ADS_1


Laki-laki berwajah tegas tersebut memperlakukan Cynthia bak seorang ratu. Dia juga menyediakan seorang asisten rumah tangga, untuk melayani kebutuhan mereka berdua seperti yang diminta oleh sang istri.


Handoyo juga menuruti semua keinginan Cynthia, mulai dari memberi nafkah untuk belanja kebutuhan rumah tangga bulanan, uang untuk perawatan ke klinik kecantikan, dan juga uang belanja kebutuhan pribadi Cynthia untuk satu bulan penuh.


"Nanti kita di sana, sampai libur sekolah selesai ya, Mas," rajuk Cynthia, di sela-sela mereka menikmati sarapan buatan sang asisten.


"Iya, Sayang," balas Handoyo seraya tersenyum. "Aku sudah ambil cuti, kok. Kamu santai saja," lanjutnya, yang kemudian melanjutkan sarapannya.


Laki-laki itu sama sekali tidak perhitungan, tidak seperti ketika bersama Aulia, kala itu. Handoyo seolah tunduk dan patuh dengan apapun yang dikatakan oleh Cynthia, membuat wanita seksi tersebut, menjadi besar kepala dan mulai berani bukan hanya membantah, tetapi juga memerintah Handoyo.


"Sayang, mau ke kamar, kan? Ambilkan syalku sekalian, ya. Tadi aku simpan di atas ranjang kalau enggak salah," pinta Cynthia, ketika mereka baru saja selesai sarapan dan melihat Handoyo beranjak.


"Kalau di atas ranjang enggak ada, kamu cariin saja syal yang lain, di dalam almari pakaian, dekat dengan daleman," lanjut Cynthia, tanpa dosa.


"Oke, Sayang. Hanya itu?" balas dan tanya Handoyo, sebelum berlalu menuju kamar. "Apapun untukmu, Sayang," lanjutnya yang kemudian melabuhkan ciuman mesra di bibir sang istri, ciuman yang hangat meski hanya sekilas.


Membuat bibir Cynthia, melengkungkan sebuah senyuman.


Handoyo yang tengah dimabuk cinta, tidak mempermasalahkan apa yang dilakukan oleh Cynthia terhadap dirinya. Laki-laki itu melakukan apapun yang diminta sang istri, dengan senang hati.


Sangat berbeda dengan ketika Aulia yang menjadi istrinya. Meski istri belianya yang berpenampilan sederhana itu meminta pada Handoyo dengan diawali kata


tolong dan dengan ucapan yang sangat lembut, laki-laki dewasa tersebut akan langsung membalas mantan istrinya dengan bentakan, hingga membuat nyali Aulia menciut, bahkan sang putra pun menjadi takut.


💖💖💖 bersambung ...


__ADS_1


__ADS_2