
...MATA MERAH SILUMAN MENERKAM BUMI...
......SUIT... SUIT... PANGERAN TAMPAN BERAKSI......
NAMAKU adalah Sarmijo Syah Putra Noto Negoro. Sarmijo adalah gelar turun temurun dari ayahku dari zaman Mataram Islam sebagai saudagar yang kaya raya ketika itu. Umurku, yang biasanya di Sekolah aku dipanggil Sarmijo hanya untuk tujuan meledekku dan sebenarnya panggilan namaku adalah Putra adalah Enam Belas Tahun. Aku duduk di Sekolah Menengah Kejuruan Yogyakarta Unggulan Terpadu, mengambil jurusan Teknologi Informasi. Baru semester satu atau setara kelas satu jika dinilai dengan sekolah pada umumnya, karena sekolahku berbeda dengan sekolah yang lain. Seragamnya juga berbeda menyesuaikan dengan fakultas masing-masing. Bahkan jika kamu pintar, kamu bisa lulus dua setengah tahun jika tiap semester mengambil Sistem Kredit Semester sebanyak mungkin. Namun siapa gerangan yang sanggup mengambil sebanyak itu. Jika kamu orang yang paling malas ke sekolah, kamu bisa menikmati studi sampai lima tahun karena batasannya sampai tahun tersebut. Namun jika kamu orangnya standar seperti aku dan mencari amannya saja. Yaitu masuk sekolah terus, tidak pernah bolos dan aktif mengikuti kegiatan di sekolah. Karena tempat studiku menggunakan sistem seperti kampus-kampus di Yogyakarta pada umumnya, maka kamu bisa lulus tiga tahun tidak kurang dan tidak lebih.
__ADS_1
Kata orang cerdas sih demikian. “Kuliah yo karepmu ora kuliah yo karepmu seng penting kue lulus dhap”. Maksudnya adalah kuliah ya terserah kamu ngga kuliah ya terserah kamu yang penting kamu lulus mas. Karena tipenya seperti itu, sukanya foya-foya dan menghabiskan uang orang tuanya saja, tapi perlu di garis bawahi karena orang yang tipe seperti ini adalah Mahasiswa pemalas. Banyak juga kok yang aktif dan menjadi orang penting, paling tidak bisa menempatkan dirinya di tengah masyarakat. Demikian juga di Sekolahku, entah kenapa SMK kok sudah berdarah Sekolah Tinggi atau sekelas Universitas. Benar-benar loncatan yang sangat besar. Denger-denger sih kata Alumni Sekolahku agar menjadi mandiri karena dididik sejak dini seperti ini. Yaitu mengurus diri sendiri agar bisa mandiri begitu kata kakak kelasku yang sudah lulus dan sekarang menjadi ketua BEM di UGM.
Kediaman rumahku berada di kilometer dua puluh empat jalan Kaliurang Sleman Yogyakarta. Aku mempunyai sahabat dekat yang sangat cantik banget deh, jika ada laki-laki yang melihat diriku bersamanya pasti dia iri sama aku. Sahabat dekatku ini bernama Ajeng Indah Ayu Putri, yang biasanya aku panggil dengan Ajeng. Tapi jika kadang kala aku naksir sama dia, aku panggil dengan nama Ayu’. Karena ya itu tadi, dia itu ayu pisan atau cantik banget seperti putri Ayu dari keraton gitu deh. Cantiknya sahabatku ini luar biasa, bahkan kecantikannya melebihi seluruh gadis di negeriku Indonesia. Dialah gadis yang paling cantik yang paling aku cintai sepanjang masa, pokoknya dia itu paling, paling dan paling deh di dalam hatiku. Bahkan adindaku ini telah aku dedikasikan dengan sebuah lagu dari Group Band DEWA 19 yang berjudul PEREMPUAN PALING CANTIK DI NEGERIKU INDONESIA. Saat ini umur Ajeng sahabat yang aku cintai adalah Lima Belas Tahun. Dia duduk di SMK Sekolah Unggulan Terpadu seperti Sekolah yang aku tempati saat ini. Ajeng mengambil jurusan Kedokteran karena dia cinta dengan bidang ini. Katanya sih mau menolong orang yang kurang mampu. Selain itu kedua orang tuanya Ajeng juga seorang Dokter. Beliau berdua adalah teman Ayah dan Bundaku sewaktu SMA dulu. Dari zaman dahulu yang awal mula mereka berkenalan, saat ini dan yang akan datang mereka telah berikrar untuk selalu menjadi sahabat yang abadi. Adindaku Ajeng yang aku cintai sekarang baru semester satu atau setara kelas satu loh. Kediamannya juga dekat dengan rumahku, kira-kira jarak rumahku dengan rumahnya lima puluhan meter deh kalau ngga salah sih. (STOP. Dengerin Musiknya. PLAYLIST. NO. 5).
Waktu aku mengetahui ayahku meninggal dunia, aku menangis di pelukan sahabatku Ajeng. Ketika itu Ajeng main ke rumahku saat aku sedang sakit. Sekarang aku sering di kunjungi Ajeng sambil membawa makanan dari rumahnya untuk aku. Katanya dia sih untuk memberi support sama aku agar aku tidak sedih lagi. Untuk itulah aku sangat bersyukur masih ada yang mencintai dan peduli sama diriku yang saat ini sedang kesepian. Tidak hanya Ajeng saja yang peduli sama aku, papa dan mamanya Ajeng juga sayang sama aku, karena aku sudah dianggap seperti anaknya sendiri. Bahkan kakek dan nenek angkatku juga sangat sayang sama aku yang tinggal di kota Semarang.
__ADS_1
Sekarang dan untuk selamanya aku mempunyai tanggung jawab terhadap diriku yang seorang diri di kota yang aku cintai. Aku di Yogyakarta ditinggali warisan oleh ayahku sebuah rumah kecil yang baru saja di bangun dengan indah sekali dan sepeda motor baru dengan kredit belum lunas serta motor vespa buntut milikku untuk pergi ke Sekolah. Ketika aku sedih di kala susah maka aku pasti mengatakan, “Lihatlah, pangeran tampan akan beraksi.” Dan aksiku selalu membuat takjub untuk diriku sendiri dan juga sahabatku Ajeng, tapi jika aku mengatakan seperti tadi di hadapannya, dia agak jengkel dan kurang suka. Namun tak mengapa, justru dia tidak suka maka aku godain dia dengan kata-kata seperti ini agar dia marah. Wuih kalau Ajeng marah dia tambah cantik loh, apalagi kedua pipinya pasti akan memerah karena dia gadis berkulit putih langsat, mulus seperti salju dan seksi loh.
Kata-kata teman-temanku sih, aku ini tipenya suka banyol dan bercanda. Tapi tidak keterlaluan bercandaku, malahan banyolanku menjadikan mereka menjadi pintar di sekolah itu sih versiku sendiri hehehe... Tapi sayang, seketika ayahku pergi untuk selamanya saat itu juga aku menjadi pendiam seribu bahasa. Bisa dibilang sih teman teman di sekolahku mengatakan sudah terjangkiti penyakit stres atau hampir depresi. Namun, dengan kesabaran dan menerima takdir ini, aku pun sadar dan semangatku tumbuh kembali. Aku pun bersiap-siap untuk mencari pekerjaan sampingan untuk biaya sekolah, makan dan kebutuhan yang lain. Inilah aksi sang Pangeran menurut versiku bahwasanya. ”Akulah Pangeran yang tampan membuat senang orang dan selalu sukses.” Ini adalah kata-kata semangatku ketika aku beranjak dari tidur malamku. Kamu tahu rahasiaku selama ini, ingatlah ketika aku akan tidur biasanya aku mendengarkan sebuah lagu kesaktian milikku. Dialah lagu dari Group Band DEWA 19 yang berjudul PANGERAN CINTA, karena aku adalah Pangeran Cinta untuk diriku sendiri dan untuk kekasihku nantinya. hehehe...
##T##
__ADS_1