Petualangan Gembira

Petualangan Gembira
53. Tujuh Meteor 2


__ADS_3

...MATA MERAH SILUMAN MENERKAM BUMI...


.......TUJUH METEOR......


“Hai Jaka, apa maksudmu kamu tertawa dan mengumpat seperti itu, bukankah kamu menyuruh kami datang pada malam hari buta seperti ini serta membawa dua gadis yang paling cantik di desa kita untuk di jadikan sarat menjadi saksi agar berkah kita diterima. Kenapa kamu bisa melayang-layang di udara, siapakah kamu hai Jaka. Sepertinya kamu bermaksud tidak baik terhadap kami, apakah saudara sekampung yang berada di kapal bersama dengan kita kemari tenggelam ke laut ulah kamu hai Jaka yang terlaknat.” Kata kakek ini marah sama Jaka sambil mengacung-ngacungkan kerisnya. Sedangkan para gadis ketakutan dan menangis, mereka saling berpelukan. Jarik yang menutupi tubuh mereka hampir saja lepas karena terpaan angin kencang serta ombak yang tinggi menyebabkan air laut masuk ke kapal kecil mereka. Kedua gadis cantik ini ketakutan sambil membetulkan jarik mereka yang basah. Mereka juga berpegangan tiang layar. 


“Memang benar aku bermaksud tidak baik pada kalian karena aku punya tujuan lain, dan dua gadis itu yang pada sorenya aku perdaya di gubug dengan ilmu sirepku untuk sarat kesempurnaanku. Memang gadis itu untuk sarat tapi bukan sarat menjadi saksi namun menjadi sarat tumbal ilmu kesaktianku dan kepala kerbau, tumpeng dan minyak Firaun tidak ada gunanya bagiku dan bagi sesembahanku ini. Kamu semua telah aku tipu untuk datang kemari.” Ujar Jaka yang berkata kasar menampakkan kesombongannya. “Hai kakek yang sudah tua, ini tidak ada hubungan dengan kamu lebih baik kamu menyerah saja dan masuklah ke laut dan berenanglah ke darat sebelum seesembahanku marah sama kamu.”


“Terlaknat kamu anak muda brengsek, namaku baghira bertangan besi dukun terkenal di pelosok Jawa tidak akan begitu saja menyerah di tanganmu anak brengsek berbau kencur.”


“Jika itu maumu maka aku akan ladeni keinginanmu kakek tua yang sudah bau tanah.” Akhirnya mereka saling berkelahi, Jaka membuka keris dari sarung kerisnya yang di selipkan di pinggangnya. Terjadilah pertempuran yang tidak seimbang, Jaka melayang-layang di udara sedangkan kakek tua ini berputar-putar di atas kapal kecil untuk menghindari kutukan dan menyerang kepada Jaka, musuh bebuyutannya. Kedua keris itu mengeluarkan bunga api dan berbunyi yang sangat nyaring sehingga memekakkan telinga kedua gadis cantik ini yang menangis ketakutan. Gadis ini menjerit jerit sambil menundukkan kepala serta badan mereka. Gadis ini takut bukan main hampir saja ada niatan dalam hatinya untuk menceburkan dirinya kelaut agar mati daripada kena kutukan keris yang sedang mengeluarkan kekuatan khodam keris miliknya Jaka dan kakek tua.


Kakek ini kelelahan, sungguh naas menimpa kakek tua ini. Leher kakek ini kena kerisnya Jaka yang melayang dan melesat begitu saja yang tidak disadari oleh kakek ini. Akhirnya kepala kakek ini putus dan menggelinding di depan para gadis yang sedang jongkok untuk menghindar dari cipratan kutukan keris. Tubuh kakek itu jatuh dan masuk kedalam laut, darah mengalir di tubuh kakek dan mencemari laut yang biru namun hitam karena gelapnya malam. Sedangkan kedua gadis ini ketakutan melihat kepala kakek sesepuh desa mereka yang matanya melotot kepada mereka. Kedua gadis ini menjerit kemudian kepala kakek ini dilempar oleh salah satu gadis ini yang ketakutan kedalam laut. Kedua gadis ini diam sebentar memandangi Jaka yang berada di atas mereka. Kedua gadis ini marah dengan geramnya namun tidak bisa berbuat apa-apa.


“Aku mohom Jaka lepaskanlah kami yang tidak tahu apa apa, apakah masih kurang penderitaan kami. Ingatlah kamu telah memperdayai kami kemarin sore di sebuah gubug di sawah ketika kamu sedang istirahat bekerja memacul sawah. Saat itu kamu mengajak kami makan bersamamu sambil merayu kami yang paling cantik di desa kami dan meninggalkan kita berdua ketika kami bangun kamu sudah tidak ada. Betapa teganya kamu terhadap kami yang masih suci dan kemudian ternoda oleh ulahmu. Aku diam tidak memberi tahu sama kedua orang tuaku karena kamu sihir aku sehingga aku lupa jika aku mengucapkan dan menyinggung tentang dirimu apapun itu. Bukankah kita hidup bersama ketika kita masih kecil. Dulu kita sering main bersama-sama, apakah kamu tidak ingat Jaka. Lepaskanlah kami aku mohon apapun permintaanmu pasti aku turuti.” Kata kedua gadis ini dengan memelas sambil menangis, air mata mereka meluncur deras di pipi mereka yang putih.


“Ha...ha...ha...ha. Hai gadis muda, aku sudah tidak butuh sama kamu lagi. Memang aku berencana sejak kecil untuk mempunyai kekuatan ini karena perintah langsung dari ayahku yang seorang dukun sakti di negeri seberang sana. Ayahku menyuruh untuk mencari dua gadis muda yang seumuran denganku dan juga dia harus teman sepermainanku. Memang di sayangkan karena tubuh kalian sangat indah, namun sesembahanku juga suka keindahan terutama yang telah ternoda. Karena bagi dirinya tubuh kalian harum semerbak yang memabukkan. Bukan hanya kalian saja yang di cari, janin yang ada di dalam perutmu pun akan di jadikan tentaranya dan budak yang di muliakan di komunitas sesembahan ku, itulah  perintahnya sayangku.” Kata Jaka sambil mengucapkan sayang kepada mereka.


“Kamu kejam dan tega terutama bakal anakmu sendiri, karena janin ini adalah anakmu dan engkau sebagai ayah dari janin di kandungan kita berdua.” Kata kedua gadis ini.


 Jaka mulai diam sambil memikirkan apa yang di katakan kedua gadis ini. Diapun mulai bimbang dengan tindakannya yang menyerahkan kedua gadis pujaan hatinya. Pada saaat itu dia memalingkan mukanya dan diam seribu bahasa. Kedua gadis caantik ini sangat ketakutan sambil berteriak-teriak meminta kasihan kepada jaka. Akan tetapi kedua gadis ini sangat kecewa, karena jaka menjauh dari mereka. Seketika itu juga makhluk berjubah berkepala serigala mendatangi gadis ini dan memegangi tubuhnya. Kedua gadis cantik ini melawan dan meronta-ronta minta untuk di lepaskan. Mereka berdua tidak berdaya dengan cengkraman makhluk ini. Mereka berdua di bawa ke atas sambil melayang-layang di udara. Pemimpin dari makhluk ini kemudian mendatangi gadis ini yang di pegang oleh anak buahnya. Pemimpin segawon mulai melakukan aksinya, tangannya mencengkram salah satu perut gadis yang naas itu dan menembus kulit perutnya. Gadis ini menjerit kesakitan sambil menangis, air matanya mengeluarkan tetesan darah segar yang mengalir di pipinya. Tangan pemimpin makhluk berjubah ini menembus daging wanita yang naas ini, dia mengambil kandungan dari gadis ini dan mengeluarkan dari perutnya kemudian dia memasukkan ke dalam tabung cahaya yang di bawanya. Setelah gadis ini menjerit sangat keras yang sangat menyayat hati, jika ada yang mendengarkannya pasti akan merasa kasihan dan membuat bulu kuduk berdiri. Sungguh naas, gadis ini menemui ajalnya di tangan pemimpin makhluk berjubah yang haus akan darah manusia. Dia memakan kepala gadis ini kemudian membuang tubuhnya ke bawah. Sedangkan di bawah dia sudah ada anak buahnya yang siap bergantian menyantap tubuh gadis ini yang sudah mati. Gadis cantik yang satunya mengetahui kejadian sahabatnya yang telah mati dan di santap mereka, dia meronta ronta sambil dipegang oleh anak buahnya. Dia menangis sejadi-jadinya karena takut jika mengalami hal yang sama seperti sahabatnya yang di cintainya. 

__ADS_1


Pemimpin makhluk ini mendatangi gadis ini dan melakukan hal yang sama. Gadis inipun menjerit menyayat hati sambil menahan rasa sakit yang di deritanya. Pemimpin makhluk ini mengambil kandungannya, perutnya berdarah dan berlubang. Gadis ini masih hidup dan masih menahan sakit yang sangat. Walaupun dia meronta-ronta agar bisa lepas dari makhluk ini, darah di perutnya keluar deras. Dia menjerit sangat kencang dan merasakan sakit luar biasa ketika kandungannya di ambil pemimpin kelompok ini. Tangan kiri dari pemimpin ini menggesek perutnya yang berlubang menganga. Gadis naas ini berkelonjotan sakitnya bukan main. Kali ini pemimpin kelompok ini tidak memakan kepala gadis ini. Namun memberikan wakilnya yang berada di sampingnya. Gadis ini masih hidup sampai kepala gadis naas ini masuk ke dalam mulut dan menjerit sangat keras di dalam mulut serigala. Terdengar bunyi tulang kepala yang remuk dalam kunyahan makhluk ini, pada saat itu juga suara jeritan gadis cantik yang naas ini berhenti. Setelah merasakan nikmatnya memakan kepala gadis cantik ini, wakil dari kelompok ini membuang tubuhnya ke bawah. Pada saat itu juga tubuh gadis ini di santap anak buahnya yang kelaparan yang berada di bawah, mereka mengoyak tubuhnya dan memakan gadis ini sampai habis. Tabung yang berisi kandungan di masukkan ke jubah pemimpin mereka dan kandungan itu bergerak-gerak hidup, seolah-olah seperti detak jantung manusia. 


Jaka seketika itu tubuhnya lemas ketika melihat kedua gadis yang sebenarnya menjadi pujaan hatinya dan dalam hatinya dia mencintai mereka berdua yang seharusnya menjadi istri Jaka dan menjadi bapak dari janin tersebut. Tapi harapannya pupus dan penyesalan datangnya selalu belakangan. Padahal ketika mereka bersama-sama, Jaka mempunyai angan untuk poligami dan mempunyai anak banyak serta mencintai mereka dan tidak ada dalam kekerasan rumah tangga, itu impian Jaka yang lalu. Karena hati Jaka tertambat dalam pelukan dua gadis pujaannya. Ketika berpacaran Jaka selalu memakai ilmu sirepnya untuk mencium kening, pipi, dan bibir mereka dan kedua gadis cantik pujaan hatinya Jaka tidak tahu seperti orang linglung. Jaka berpacaran bergiliran, jika hari senin maka dia dengan gadis warga sebelah selatan dan jika selasa maka dia mengencani dengan gadis utara yang kesemuanya telah mati di tangan sesembahan Jaka. Namun, sekarang Jaka malah melakukan kekerasan dalam hampir calon dalam rumah tangga karena mereka belum resmi menikah. Sungguh naif pilihan hidupnya Jaka dan ***** untuk ukuran kita. Namun sekali lagi, itulah ambisi, karena ambisi bisa membutakan sekeliling kita. 


“Mana janjimu, mana batu meteor itu yang telah engkau janjikan. Batu meteor yang bisa untuk diriku pindah tempat dari alam duniamu ke alam duniaku dan juga bisa pindah ke segala tempat.” Kata Jaka Sambil menitikkan air mata.


“Ha..ha..ha..ha. Aku membohongimu.” Kata pemimpin kelompok ini. “Aku tidak punya batu meteor itu, malahan batu meteor itu bisa menghancurkan bangsaku sendiri karena kekuatannya membinasakan bangsaku jika berdekat-dekatan dengan batu meteor itu. Impianmu Cuma tinggal anganmu yang kosong. Juga, kamu tidak akan aku kasih kekuatan gaib yang lebih hebat lagi karena di hatimu masih ada cinta terhadap kedua gadis tadi. Kamu sekarang bukan pengikutku lagi karena hatimu terisi air matamu, seharusnya hatimu kering seperti batu yang terpanggang matahari beratus tahun.”


“Penghianat, kamu menipu aku. Kamu Cuma memanfaatkan aku, kurang ajar makhluk siluman ******** tengik kamu, hei bangsaaaa...ttt.” kata Jaka yang marah, mukanya memerah dan ancang-ancang menyerang dengan keris ditangannya.


“Kamu tak lebih seperti bangkai **** yang dimasukkan ke dalam kotoranmu sendiri. Dasar bani adam yang bodoh, manusia yang bodoh percaya saja dengan rayuanku ini. Rasakan serangan dari anak buahku dan dagingmu tidak pantas untuk kami makan biar dagingmu hancur dalam dasar laut dan terpanggang dalam neraka.” Kata pemimpin makhluk berjubah berkepala serigala yang mempunyai tanduk kecil, matanya juga tajam setajam pisau.


iiiii


BUMI, TAHUN 1947...


CUACA sore hari itu cerah tidak ada awan yang berarak-arak girang. Matahari sore menghangatkan badan jika terkena tubuh manusia yang sedang berjalan di luar rumah. Anjing-anjing menggonggong berkali-kali, kuda meringkik-ringkik seperti telah mendapatkan anak kuda yang telah lama mati. Hembusan angin sepoi menitikkan air kerinduan terhadap cinta yang membara ketika jauh dari pandangan mata. Baginda Iblis telah menantikan saat-saat yang penting ini. Kutukan-kutukan telah di suarakan oleh pengikutnya, mereka berkata. “Cinta kita telah lama hilang sekarang kembali bertemu.” Berulang-ulang mereka menyanyikan lagu rindu sambil mengutuki langit biru sore itu yang tenang namun beraura benci dengan tongkat mereka yang memancarkan kembang api yang indah seperti dalam tahun baru manusia di bumi. Loncatan jangkrik membuyarkan angan mereka yang tersayat dan terluka, suara kerikannya membuat hati mereka sedih ingin bertemu dengan tanah mereka yang lalu. Di mana Baginda Iblis telah hidup di sana dan tidak bisa kembali lagi.


Pada malam harinya hujan telah mengguyur bumi. Petir menyanyikan sambaran hatinya yang paling mengerikan jika manusia mendengar. Guntur pun sama mendendangkan sebuah lagu hidmat yang bisa menjadikan telinga manusia menjadi aliran sungai darah dan buntu menjadi tuli. Di atas ujung langit sana Baginda Iblis telah menunggu sesuatu yang telah lama di nanti-nanti yang hanya bisa sampai ke Bumi jika mendekati akhir jaman Tata Surya. Dia tahu karena dia sendiri yang memprogramnya karena dia adalah seorang Raja yag sangat pintar tiada tandingannya, bahkan dengan Raja manusia pertama sekalipun. Dia adalah sahabat dekat Baginda Iblis yaitu Baginda Adam AS yang telah lama menjadi teman suka dan duka di ujung langit sana.


Penyayang baginda Iblis, para pengikut setianya telah menunggu di langit Bumi yang teratas yaitu langit yang di tempati oleh satelit Bani Adam yang tidur di Bumi dengan selimut harta yang baunya seperti daging **** yang terlumasi saus darah manusia jika Bani Adam mengetahui. Karena dari harta inilah manusia saling membunuh dan memperkaya diri sehingga orang miskin lebih hina dari binatang peliharaan orang kaya, serupa kucingnya, anjingnya dan lainnya yang perawatan lebih mahal di bandingkan orang miskin yang makan tiga hari sekali. “Tuan dan Nyonya yang rumahnya gedongan, Kasihanilah kami.” kata orang miskin. Bayangkanlah sobat.

__ADS_1


Malam itu memang mencekam, ribuan gerombolan Mata Merah berjalan di ujung langit sana. Mata Merah Siluman akan melewati Bumi, Bumi merupakan tiga Kerajaan bagi tiga makhluk yang berfikir. Mereka saling sikut dan sikat untuk menguasai bumi ynag hampir rapuh dimakan butiran racun yang menyengat dari Sang Surya, sehingga baju biru Bumi terkikis berlubang dan membakar rambut hijau Bumi di Kalimantan dan di Sumatra. “Mata Merah Siluman milik Baginda Iblis akan datang bersiap-siaplah.” Itulah sebagian titah Baginda Iblis untuk menyambut ribuan meteor yang melayang melewati Bumi. Baginda Iblis membuat Tujuh Mata Merah Siluman yang akan mampir dan sampai ke Bumi untuk di jadikan Baju Kebesaran Istana Kerajaan yang tidak terkalahkan.


Meteor itu telah melewati Yupiter, sebagian Mata Merah Siluman menghujam di planet ini, sehingga planet ini merinding dan berdecak seperti getaran HP manusia yang berbunyi untuk membangunkan ketika tidur. Yupiter tidak perawan lagi karena di datangi Mata Merah Siluman ini, begitu juga Mars yang bergoyang mendapatkan ratusan tendangan Meteor ini yang bersarang di tubuhnya. Sekelebat Mata Merah Siluman ini menyusuri dan menuju ke Bumi. Para pengikut Baginda Iblis mendorong dengan kekuatan gaibnya agar tidak semua Meteor ini bersarang di Bumi dan hanya yang direstui saja yang boleh mengunjungi Bumi. Ribuan Meteor mental ke Matahari dan Tujuh Meteor memasuki Bumi. Bani Adam di Tahun ini tidak tahu jika Ribuan Meteor hampir saja mampir ke Bumi, karena pada masa ini masa Bani Adam dalam kegelapan. Mereka telah menumpahkan darah sesama saudara sendiri demi sebuah Fanatisme keinginannya untuk menguasai dan memperbudak satu sama lain. Bani Adam lagi demam perang, sehingga perhatian mereka membuat senjata untuk memusnahkan diri sendiri. Membuat senjata tidak untuk menembakkan dan mengebom pendatang baru di ujung langit sana, ribuan meteor yang haus akan landasan. Baginda iblis lebih pintar dari manusia semuanya karena Baginda Iblis telah mentitahkan rakyatnya untuk menendang balik ribuan meteor itu ke Matahari sehingga ribuan mata merah di makan oleh Sang Surya. 


Tujuh meteor telah memasuki Bumi. Seketika itu juga Tujuh Meteor yang mendapat gelar sebagai MATA MERAH SILUMAN MENERKAM BUMI, menjadikan binatang ternak gaduh dan gelisah seperti kehilangan induknya. Apalagi binatang liar yang berada di dalam hutan, di mana hutan itu menjadi sepi dan sunyi di karenakan penghuninya diam dan gelisah. Turunnya Tujuh Batu Meteor ini bertepatan dengan malam Jumat Kliwon atau hari Kamis Wage bertepatan dengan malam Satu Suro kalender Jawa dan Hijriah. Malam yang mana kekuatan yang lama pulih kembali dan kekuatan baru semerbak karena hal-hal baru tepatnya hari ini juga. Demikian juga Istana Baginda Iblis yang akan di hiasi dengan Tujuh Meteor bikinan dari campuran tanah surga, campuran tanah neraka dan campuran bilasan air untuk membilas Raja Manusia yang pertama ketika masih dalam keadaan lumpur kering. Bilasan ini air kehidupan yang diambil oleh Baginda Jibril di sisi Tuhannya.


Tujuh Meteor itu telah mendarat di Bumi. Masing-masing adalah yang Pertama berada di tanah Jawa dan yang ke Dua berada di laut Jawa. Baginda Iblis ingin tanah dan laut Jawa bersatu karena tanah ini yang paling di sukai Baginda Iblis di bandingkan tanah Bumi manapun. Juga kondisi lautnya yang menyejukkan bagi Baginda Iblis karena mengingatkannya akan kehidupan yang lalu di ujung langit sana. Yang ke Tiga mendarat di kawasan Inggis, karena semerbak bahasanya sampai seantero dunia yang telah di kuasai oleh manusia. Yang ke Empat memasuki kawasan Jepang, Negara Asia yang maju menguasai teknologi paling laku di dunia dan gambar bergeraknya yang bisa di masuki pengikutnya. Mereka masuk ke dalam kartun ini agar kelihatan hidup menjadikan manusia senang dan cinta. 


Yang ke Lima mendarat di kawasan India, ibu kita ibunda Siti Hawa ketika mendarat di tanah Hindustan ini. Beliau bertemu dengan suami yang tercinta juga disini, entah keberapa kali mereka senang bernostalgia disini. Yang ke Enam turun di tanah negara Cina. Bangsa yang belum pernah di bumi hanguskan oleh Tuhan sehingga keturunan terbanyak di bumi, juga keahlian bela diri dan ketabibannya sungguh memukau. Kerajaaan terbesar yang mempunyai tentara dan kasim yang setia pada jamannya. Yang ke Tujuh yang paling besar sebesar bola basket mendarat di Istana baginda iblis yang di jadikan pemimpin dari ke enam meteor yang kecil sebesar bola tenis. Kerajaan Baginda Iblis di Segitiga Bermuda megah karena menggantung di atas laut.


Akan adanya hujan meteor pada tahun ini sebagian ilmuwan yang tidak doyan perang sadar, mereka juga mendapat bisikan wangsit dari Baginda Iblis untuk mencarinya. Ilmuwan Amerika, Rusia, Inggis, India, Jepang dan Cina melakukan pencarian. Ilmuwan Amerika ke tanah Jawa dan laut Jawa dengan mendompleng kompeni Belanda. Mereka mencari ke pelosok tanah Jawa dan juga melakukan penelitian di laut sekitar Jawa untuk mencari meteor ini. Karena dalam mimpi sang ilmuwan, meteor ini bisa menyala menyilaukan layaknya matahari kecil. Namun patut di sayangkan, akhirnya ilmuwan dari Amerika ini semuanya mati. Ada yang tersambar petir tiba-tiba ketika mencari di tanah Jawa, kapal mereka tenggelam seolah-olah ada yang menarik mereka ke dasar laut. Demikian juga ilmuwan Rusia mencari meteor di tanah Jawa dan sekitarnya. Mereka tidak mau kalah dengan negara Amerika, pesaing terberat pada jamannya. Naas menimpa ilmuwan dari Rusia, seluruh ilmuwan cerdas dari negara ini mati, yang membuat aneh dan heran bagi tim pencari ilmuwan yang telah hilang dari negara Rusia . 


Ilmuwan Cina juga mencari di gurun pasir di wilayah negara Cina, mereka juga mati terhisap oleh pasir. Ada satu ilmuwan yang masih hidup, tapi sayang dia menjadi gila. Biasanya ilmuwan ini telanjang, melepaskan bajunya sambil berlari-lari ketakuatan di jalanan. Ilmuwan India mencari di hutan negara India, namun sayang sekali, sebagian ilmuwan di santap oleh harimau yang sangat lapar dan sebagiannya lagi di patok sama king kobra. Ilmuwan Jepang mencari meteor di negara Jepang, tepatnya di jurang yang paling dalam dan sempit. Mereka semua masuk ke dalam jurang memakai tali, ada juga sebagian ilmuwan yang berada di atasnya mengawasi dan melihat ke bawah. Namun naas juga, ketika itu ada gempa yang sangat dahsyat sehingga mereka tertutupi longsor pada tebing di sekitar mereka sehingga mereka mati semua.


 Namun, mereka tidak berputus asa juga. Mereka, para ilmuwan yang cerdas bergabung meyewa  kapal walaupun kondisi sedang perang. Ilmuwan tetap ilmuwan, mereka cuek dengan dunia politik dan hanya percaya pada dunia teknologi yang hampir mereka dapatkan. Diantara mereka itu ada ilmuwan dari negara Rusia, negara Amerika, negara Cina dan negara Jepang. Mereka mencari di Segitiga Bermuda dengan di bantu kapal selam robot mini. Naas menimpa mereka lagi yang telah mati, tubuhnya hancur di tengah samudera. Tiba-tiba saja mereka hilang, namun kapal mereka telah di temukan tentara Amerika yang sedang lewat berpatroli di kawasan segitiga bermuda. Kapal ilmuwan itu telah kosong, membuat heran bagi tentara Amerika. Semua ilmuwan di dunia yang mengetahui tujuh meteor ini telah mati, mereka terkena kutukan dari Baginda Iblis. Mereka semua menjadi tumbal makanan tujuh meteor ini agar bisa lebih oktimal, karena perjalanan tujuh meteor ini yang sangat panjang antara baginda iblis turun ke bumi dan nyampainya di bumi mendekati akhir zaman. 


##T##


LANJUT KE NOVEL PETUALANGAN GEMBIRA 1 MATA MERAH SILUMAN MENERKAM BUMI


BAGIAN 2

__ADS_1


__ADS_2