
...MATA MERAH SILUMAN MENERKAM BUMI...
......RADIO INTERNET......
...SUARA FANATISME PRABU NUSANTARA...
__ADS_1
Sore harinya Medina dan Grace balik ke Jakarta untuk mengikuti pelajaran di sekolahnya, karena mereka tidak ingin lama-lama di yogyakarta yang nantinya menyulitkan mereka untuk menguasai mata pelajaran yang mereka tempuh. Mereka berdua di antar sama Om, Tante dan Ingrid pergi ke terminal Giwangan yang berada di daerah Bantul Yogyakarta. Mereka akan menaiki bus malam yang sudah mereka pesan tiketnya jauh-jauh hari agar mereka bisa kembali ke Jakarta, karena transportasi darat benar-benar padat. Apalagi kendaraan umum ke luar kota, tiketnya sering ludes di borong sama penumpang. Sebelum mereka naik bus, Om dan Tantenya Medina berpesan untuk hati-hati dan selalu memperhatikan menjaga kesehatan badan mereka, terutama terkena ac bus. Keduanya pun disuruh selalu memakai selimut agar tidak kedinginan. mereka bersalaman kepada Om, Tante dan juga menciumi Ingrid keponakannya Medina yang imut imut, bicaranya menggemaskan sekali.
Grace dan Medina masuk ke dalam bus sambil melambaikan tangan kepada Om dan Tantenya juga keponakannya. Tante dan Omnya juga melambaikan tangan ketika bus itu mulai berjalan. Sedangkan Ingrid, keponakan Medina menangis merasa kehilangan karena dia tidak mau berpisah dengan Grace dan Medina. Bus mereka berangkat pada sore hari, cuaca saat itu sedang gerimis. Malam harinya mereka kedinginan di dalam bus karena di malam itu hujan deras. Seluruh penumpang bus merasa kedinginan terkena hembusan AC bersengkongkol dengan musim yang tidak menentu, terutama badai hujan yang dibarengi suara petir. Paginya mereka sampai juga di Jakarta, fajar yang membekukan tangan mereka. Di terminal rawamangun mamanya menunggui mereka, Grace dan Medina di jemput mama mereka yang sudah mulai rindu disebabkan kangen ingin bertemu lagi dengan buah hatinya. Sudah enam hari tidak bertemu membuat mereka saling menangis dan berpelukan kepada mamanya. Sesampainya mereka di kota Jakarta, Grace dan Medina mengabari sahabat baru di Yogyakarta lewat hape. Keduanya menelepon Ajeng dan Putra jika sudah nyampai dengan selamat.
iiiii
__ADS_1
Nama radio internet yang aneh ini adalah Radio Internet Suara Fanatisme Prabu Nusantara. Persahabatan dari mereka yaitu Grace, Medina, Ajeng maupun Putra juga lewat chatting melalui yahoo messenger karena jarak rumah mereka yang sangat jauh antara Jakarta dan Yogyakarta. Tak jarang mereka berempat juga menggunakan Facebook untuk mengikat persahabatan yang baru saja dijalin agar lebih akrab lagi. Di dalam chatting mereka selalu sharing satu sama lain terutama mengenai kejadian di toko buku Gramedia Yogyakarta waktu itu. Putra juga membahas di dalam blog pribadinya mengenai kejadian yang dialami. Ketika dia sedang mengupload data blognya, dia mendengarkan acara dari Radio Internet Suara Fanatisme Prabu Nusantara.
“Para pendengar yang masih setia dan selalu berjiwa fanatisme, dengarkanlah suara kami terus. Kalian nggak akan rugi mantengin dengan kuping kalian acara yang asik dari kami. Para Fans yang berjiwa muda, janganlah kalian takut dengan bencana alam ini. Justru ada sebagian dari kalian yang nantinya akan asik sendiri. kalian tahu Fan’s, nantinya di tanah Indonesia ini akan didatangi salju yang sangat lebat. Mulailah dari sekarang Fan’s, mempersiapkan diri dengan perlengkapan beberapa alat yang kalian butuhkan untuk kedatangan musim salju yang aneh di Negeri Indonesia ini.” Kata penyiar radio ini. Fan’s adalah nama kelompok untuk para pendengar yang setia dan fanatik dengan Radio Internet Suara Fanatisme Prabu Nusantara. Jika kalian ingin menjadi member dan menjadi Fans, kalian harus login dan daftar dulu di alamat situsnya yang beralamat di sini. Ingat yah, hanya di sini www.suara_fanatisme_prabu_nusantara.co.id / www.suara_fanatisme_prabu_nusantara.com. Di Indonesia sudah ada ribuan member yang menjadi fanatik dengan Radio Internet Suara Fanatisme Prabu Nusantara. Para Fans merasa senang dengan informasi yang didapatkan dari penyiar radio internet ini.
“Yah acaranya hampir selesai nih, padahal aku ingin mendengarkan informasi ada apa lagi ya yang akan terjadi dengan Negara Indonesia ini.” Kata Putra di dalam kamarnya yang duduk di kursi. Dia berinternet ria memakai laptopnya yang berwarna merah. Putra adalah member dan sudah menjadi Fans yang sangat fanatik. Putra terdaftar sebagai anggota member bernomor lima puluh ribu tiga ratus lima. Ini menandakan anggotanya sudah mencapai lebih dari lima puluh ribu orang.
__ADS_1
“Acara yang seru ini kita akhiri sampai di sini dulu yah, besok malam kita lanjutin. Oh yah, kita balik ke lagu aja yang udah di pesan sama Putra dari kota Yogyakarta. Piye kabare le, apik to. Lagu yang dipesan putra dari PROJECT POP yang berjudul BUKAN SUPERSTAR. Katanya Pura sih lagu ini untuk orang biasa yang merasa dirinya superstar, dia juga mengajak seluruh Rakyat Indonesia untuk menjadi narsis senarsis-narsisnya. Oke deh put, ajakanmu aneh banget. Tapi tak apalah, aku dukung kamu. Bravo narsis. Bravo Fan’s. Dan bravo Radio Internet Suara Fanatisme Prabu Nusantara” Ucap penyiar radio. (STOP. Dengerin Musiknya. PLAYLIST. NO. 12).
##T##