Petualangan Gembira

Petualangan Gembira
23. Roh Gentayangan 5


__ADS_3

...MATA MERAH SILUMAN MENERKAM BUMI...


......ROH GENTAYANGAN......


ketiga cewek cantik sahabatnya Putra mencoba menuliskan di halaman pertama untuk melihat keberadaan Putra saat ini, setelah mereka selesai menuliskan apa yang mereka inginkan, buku sakunya bergetar. Mereka membuka halaman ketiga untuk melihat apa yang terjadi  selanjutnya. Mereka takjub bisa melihat Putra beserta kondisi kamarnya melalui halaman ketiga dari buku saku milik mereka. Putra melakukan aksinya yang lucu agar persahabatan mereka menjadi akrab lagi. Ketiga cewek cantik ini pun tertawa sampai mengeluarkan air mata melihat Putra yang lucu saat itu. Walaupun Putra mencoba melawak, nampak jelas jika Grace, Medina dan Ajeng sedih melihat Putra yang mulai kurus dan pucat tidak seperti biasanya. Ketiganya hanya bisa memendam rasa iba kepadanya. Apalagi ketika Grace dan Medina bertemu di toko buku Gramedia Yogyakarta, sungguh sangat berbeda. Sepertinya Putra menyembunyikan sesuatu, ketiganya sungkan untuk menanyakan apa yang dirahasiakannya.


Grace mencoba untuk mengetahui Medina, demikian juga Medina menuliskan untuk mengetahui Ajeng dan ajeng pun sama ingin mengetahui Grace. Ketiga cewek cantik sahabatnya Putra saling menanyakan pada buku saku mereka masing-masing keadaaan para sahabatnya yang muncul gambar bergerak di halaman ketiga pada buku saku mereka. Mereka lebih suka memainkan buku sakunya di banding chatting lewat laptop. Sampai suatu ketika Medina menulis di buku saku nama Passport Sarmijo, tiba tiba saja Sarmijo atau Putra merasakan keanehan buku sakunya mengeluarkan suara dentuman berkali-kali dengan sangat keras. Bergetarlah buku saku miliknya yang membuat merinding seluruh tubuhnya Putra. Kejadian seperti ini mengingatkannya seperti kejadian kemarin. Ketika itu buku sakunya berbunyi dentuman, dia menjadi bau yang sangat menyengat selama dua hari dan pingsan tanpa ada yang menolongnya. 


Putra agak takut dan sedikit trauma. Dia memberanikan diri untuk mengambil buku saku miliknya yang berada di atas meja belajarnya. Setelah dia mengambil buku saku miliknya, dia membuka halaman satu ternyata halaman satu kosong tidak ada tulisan sama sekali. Kemudian dia membuka halaman kedua ternyata juga sama kosongnya, sampai dia membuka halaman ketiga, nampak ada sesuatu yang sangat aneh sekali. Di dalam buku saku miliknya nampak ada gambar Medina bergerak-gerak. Medina pun dibuat kaget dengan gambarnya putra pada buku saku miliknya. Medina membuka halaman ketiga pada buku sakunya karena halamannya bergetar setelah dia menuliskan Passport Sarmijo. Putra menyapa dengan kekagetannya dibarengi rasa bahagia karena bisa melihat Medina yang biasanya menelepon dia lewat 3G melalui HP maupun webcam ketika chatting.

__ADS_1


Medina takjub dan kaget bisa melihat wajah dan tubuhnya Putra, mereka saling menyapa dan bercakap-cakap sebentar. Putra menceritakan kejadian tadi jika bukunya berbunyi, ketika bukunya dibuka tepatnya pada halaman ketiga ternyata di situ ada Medina. Sekarang keduanya pun paham dan mengerti jika keduanya saling bisa berkomunikasi dua arah tidak hanya menjadi hidden kamera saja. kejadian ini mirip sekali dengan hape masa kini yang mempunyai nada dering, melihat video sampai berkomunikasi dengan 3G. Luar biasa, jaman dahulu kala sudah ada teknologi yang sangat canggih. Hape masa kini juga canggih yang bisa memenuhi kebutuhan manusia modern, akan tetapi lebih canggih buku saku ini karena dia bisa menjadi Hidden kamera yang bisa melihat kejadian sahabatnya selama ini. Buku saku telah teruji kehebatannya di bandingkan dengan hape masa kini karena sudah di buktikan jika Putra mengintai kegiatan para gadis cantik sahabat dia.


Setelah Putra memberi tahu kepada medina, sekarang dia menyuruh putra untuk menuliskan namanya di buku saku miliknya putra. Medina penasaran, dia ingin tahu sendiri seperti apa sih suaranya. Setelah dirasa cukup percakapannya, mereka mengakhiri pembicaraan dan keduanya menutup kedua buku saku tersebut. Putra membuka halaman satu dan dia mulai menuliskan nama Passport Medina, seketika itu juga di kamar Medina buku itu berbunyi mengeluarkan jeritan yang sangat keras berkali-kali. Medina ketakutan, badannya merinding merasakan aura yang berbeda. Dia memberanikan diri untuk mengambil buku sakunya bersampul kulit hewan tersebut. Medina membuka halaman ketiga, di halaman ini ada gambar Putra yang  tersenyum kepadanya. Begitu juga sebaliknya Medina memberikan senyuman balik. Setelah kejadian yang spektakuler ini mereka temukan, Medina dan Putra memberitahukan pengetahuan yang sangat baru ini kepada kedua sahabatnya. Grace dan Ajeng pun takjub sendiri dengan kehebatan buku sakunya. 


Buku sakunya Putra di tutup olehnya, dia ingin mencoba hal yang baru lagi dari kemampuan buku sakunya. Dia mulai mencoba menuliskan nama ketiga sahabatnya, Passport Ajeng, Passport Grace, dan Passport Medina. Buku Passport mereka bertiga seketika itu juga bersuara. Grace Medina dan Ajeng melihat Putra sedangkan buku saku miliknya putra muncul gambar bergerak yang terbagi tiga kotak yaitu gambarnya Grace, Medina dan Ajeng. Dia memberi tahu kepada ketiga gadis sahabatnya jika di dalam buku Passportnya ada gambar bergerak mereka bertiga. 


“Iya nih, hebat banget Toko Buku Gramedia. Kita nggak nyangka yah bisa mendapatkan buku yang sangat ajaib ini.” Ucap Medina.


“Kita sih seharusnya mengucapkan terima kasih kepada Toko Buku yang memberikan keajaiban ini. Yah, walaupun harus merasa merinding dibuatnya.” Ucap Grace yang ingin mencoba seperti Putra. Dia ingin bisa melihat ketiga gambar mereka bertiga lewat buku Passportnya.

__ADS_1


“Iya. Iya. Benar apa yang kalian omongin. Kita harus sering ke Toko Buku Gramedia agar menemukan keajaiban lagi di sana.” Kata Putra yang sangat cinta dengan Toko Buku Gramedia. Dulunya dia memang sudah cinta, dengan mendapatkan buku ini dia makin cinta buta.


Selama pembicaraan melalui buku Passport tersebut, Putra ingat jika dia mendapatkan secarik jimat sakti. Putra pun memberi tahukan kepada ketiga gadis sahabatnya. Akan tetapi dia agak kecewa, ketiga gadis cantik sahabatnya menyuruh kepada Putra untuk menyelidiki sendirian karena mereka mempunyai firasat yang tidak enak. 


Ah jahat sekali mereka meninggal kan sendirian kawan yang sedang mendapatkan lembaran jimat ini yang seharusnya dipecahkan bersama-sama.” Pikir putra. Akhirnya putra menyadari dan memakluminya. “Wajar aja lah, siapa sih yang enggak takut.” Kata putra yang manggut-manggut sambil berfikir di dalam hatinya. Mereka berempat saling mengakhiri pembicaraan lewat buku Passport atau buku saku karena malam sudah mulai larut.


Grace, Medina dan Ajeng pergi tidur karena besok mulai sekolah. Sedangkan Putra tidak bisa tidur karena di suasana tengah malam yang sepi, dia mengamati secarik jimat sakti yang di pegang tangan kanannya. Dia mulai berfikir dan meneliti lagi lembaran yang ditekuk menjadi empat bagian itu. Dengan melihat dari berbagai sudut dia menarik-narik segel bertali emas agar bisa putus. Dia sangat penasaran dengan tulisan yang ada di dalamnya. Usahanya sia-sia, dia tidak bisa melepas segel walau dengan gunting sekalipun. Bahkan dibakar dengan api pun jimat itu tidak terbakar, dia sangat takjub sendiri dari bahan apakah jimat ini, pikirnya. Karena usahanya sia-sia dia teringat buku sakunya yang bernama Passport 3 Alam. Putra bertanya kepada buku saku miliknya, akhirnya dia bisa membuka dengan bantuan darinya. Tanpa berpikir panjang, dia pun membaca mantra yang tertulis di buku saku tersebut. Terbukalah jimat sakti itu di tangan putra. Ketika dia merasa senang karena bisa membuka lembaran jimat itu, buku saku miliknya menuliskan kalimat yang lainnya lagi. “Ada sisi positif dan ada juga sisi negatif dari jimat ini. sisi positifnya adalah jimat ini memberitahukan suatu saat nanti mantra yang berada di jimat sakti berguna untuk dirinya dan orang lain dan sisi negatifnya dia tanpa sengaja maupun secara sengaja telah mengaktifkan roh gentayangan yang sudah lama terpenjara beribu-ribu tahun. Roh gentayangan ini sengsara karena diperbudak oleh sekumpulan makhluk berjubah, suatu saat nanti kalian akan bertemu dengan kedua makhluk tersebut. Bijaksanalah dalam bertindak dan selalu selamatkanlah para sahabatmu yang tidak berdosa.” Putra agak ngeri juga apa yang diberitakan buku saku miliknya. Malam yang semakin larut dia pergi tidur karena besok dia sekolah dan setelah itu mengaudit aset-set dagangannya juga keuangan tokonya.


##T##

__ADS_1


__ADS_2