
...MATA MERAH SILUMAN MENERKAM BUMI...
......MUSIM LIBURAN.....
SAAT INI...
KICAUAN burung sambil malu terdengar di lindungan pohon yang hijau. Burung itu berada di taman kota Jakarta yang asri penuh dengan satwa yang sembunyi dari para predator. Tubuhnya mulai kedinginan, kepalanya di sembunyikan di balik sayapnya dari kilat yang menyambar-nyambar di sore hari yang sedang hujan. Seluruh wilayah Jakarta terhujani dengan butiran-butiran meriam putih dari atas langit. Salju beserta batu es sebesar bola tenis menggelinding dari angkasa meluluh lantakkan rumah penduduk yang berada di wilayah Jakarta. Sepanjang malam penduduk Jakarta kedinginan dan kebanjiran, bahkan di beratkan kondisi mereka dengan angin kencang yang tidak ramah lagi. Genting rumah mereka porak poranda tertimpa butiran-butiran meriam putih yang kelaparan. Sepertinya Ibukota Jakarta bersengkongkol dengan ibu tiri di angkasa sana membuat iri hati ibu-ibu PKK yang tidak diajak bermusyawarah, jika akan terjadi badai mengandung butiran-butiran meriam putih sebesar bola tenis. Ibu seluruh Jakarta protes jika mereka terbebani hentakan lengkungan langit biru menjadi hitam merana yang bisa memberatkan dapur mereka yang mengepul sepanjang masa menjadi padam tersapu oleh banjir. Dimana banjir itu membawa petaka berupa sampah masyarakat yang di tumpuk di aliran Ying dan Yang di sungai-sungai Jakarta. Para pecinta Jakarta menyerah dari nasibnya yang tidak bisa lagi berkutik dari takdir. Dialah takdir yang memilukan sepanjang masa yang belum pernah sekalipun dari zamannya ledakan gunung krakatau purba sampai penjajahan kompeni dari negeri Belanda bersengkongkol dengan penjajah Nippon dari negeri Sakura. Bahwasanya akan terhujani meteor putih dari dewa dan dewi penjaga langit sana. Mungkin para dewa dan dewi di atas langit sana sedang mandi sambil bercinta menyanyikan lagu kematian buat manusia yang terus merana dimakan zaman yang tak pasti. Mereka mengerti jika negeri ini sedang sedih tertimpa musibah ketidakpastian perjuangan mencari sesuap nasi putih menjadi hitam kotor terkena lumpur ambisi. “SUDAHLAH.” Kata Pujangga lama yang suci dari dosa. “Ikutilah aliran sungai kehidupan Ciliwung yang dulunya bersih menjadi kotor. Demikian dosanya manusia sekarang mengotori fitrah hati suci yang akan sampai ke muara menjadi limbah yang akan dibersihkan oleh GENERASI PARA PECINTA.” Kata Pujangga ini sambil berujar menyanyi dan mendendangkan sebuah lagu cinta untuk kekasih hatinya yang sedang sedih dalam keputusasaan. Terbersit dari hati sang Pujangga sebuah lagu yang berjudul PERCAYAKAN dari group band LYLA. (STOP. Dengerin Musiknya. PLAYLIST. NO. 4).
iiiii
Di pagi hari yang meredup tertutupi sisa-sisa semalam. Di seluruh wilayah Indonesia ujian Nasional telah selesai. Liburan sekolah telah datang yang akan digantikan dengan metamorfosa secara alami. Siswa dan Siswi yang duduk di Sekolah Taman Kanak-Kanak akan menempuh hidup baru dengan menjajaki intelektualitasnya ke jenjang Sekolah Dasar. Demikian juga Siswa dan Siswi Sekolah Dasar akan melamar menjadi pemikir di lingkungan Sekolah Menengah Pertama. Mereka akan mengepakkan sayap alam pemikiran mereka untuk terbang memutar-mutar di lingkungan yang sedang tumbuh menghijau.
Setelah mereka puas merasakan Sekolah Menengah Pertama, para Siswa dan Siswi mulai melangkahkan kakinya menuju lingkungan yang menyenangkan namun berat dirasakan. Mereka mulai memasuki di dalam relung-relung rengkuhan Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan. Mereka akan berjibaku untuk masa depannya nantinya seperti apa. Disebabkan karena lingkungan inilah yang akan menentukan masa depan mereka menjadi apa, bagaimana kedewasaan seseorang ditentukan. Mereka akan berpetualang menempuh badai cobaan yang dialami Alumni mereka yang haus akan pekerjaan. Tapi patut disayangkan untuk dirasakan, sebab pekerjaan itu layu tersapu dinginnya terik matahari yang membutakan keuangan kantong-kantong manusia. Di masa inilah kesempatan menjadi Siswa dan Siswi yang besarnya nanti melangkahkan kaki menuju Mahasiswa yang penuh dengan tantangan dan wawasan atau seorang pekerja dengan ijazahnya mencari tiang penyangga kehidupannya. Bisa jadi mereka menjadi seorang pengusaha muda lulusan SMA dan SMK yang sukses membawahi Mahasiswa yang haus pula akan uang dan pekerjaan. Di sinilah sebagian dari mereka nantinya melanjutkan ke jenjang Mahasiswa dan Mahasiswi atau menjadi pekerja penghasil rupiah. Ingatlah, masa lalu tidak akan bisa terulang lagi.
__ADS_1
Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan adalah masa yang paling indah, masa menuju awal kedewasaan seseorang. Kebanyakan di masa ini adalah masa yang sering dihabiskan dengan bermain dan bercanda ria. Sebagian dari mereka melupakan masa depan akan seperti apa nantinya. Sungguh masa-masa yang sangat menentukan untuk dilewati dengan sisa umur yang di karuniakan oleh Tuhan kepada kita. Dengan berjalannya umur, kalian harus mulai menentukan masa depan untuk dirimu sendiri, nantinya seperti apa dan menjadi apa di tengah masyarakat Indonesia yang sedang berputus asa dengan susahnya mencari lapangan pekerjaan di negeri yang kita cintai ini. Harapan kita sebagai Siswa dan Siswi pastinya sukses dan lulus dengan nilai yang sangat baik, setelah itu peluang kerja banyak yang bertebaran di depan mata kita. Jika jalur yang diambil adalah menjadi Mahasiswa dan Mahasiswi, harapannya mempunyai wawasan yang lebih dan luas untuk menembus cakrawala ilmu yang bisa diterapkan setelah lulus nanti menjadi sarjana sukses di bidangnya untuk dirinya sendiri beserta kekasihnya dan buah hatinya. Hemmm...manis sekali rasanya. Kamu mau merasakannya sayangku, mulailah berjuang untuk masa depanmu yang lebih baik nantinya. Kita harapkan seperti itu, doaku menyertaiku sobat.
Di kota Jakarta ada sebuah Sekolah Menengah Atas Unggulan yang setara dengan kualitas Sekolah Menengah dari Negara-Negara maju. Sekolah Menengah ini setara dengan Sekolah Internasional. Nama sekolah ini adalah SMA Jakarta Unggulan Terpadu, yang sistemnya disesuaikan dengan jenjang Universitas. Namun mereka tetap memakai seragam wajib mereka, istilah kerennya di seragamkan atau dengan maksud di samakan. Bahwasanya mereka belum dewasa yang bisa menentukan ini dan itu, sebabnya mereka belum mempunyai KTP dan masih dalam bimbingan master yang lebih mumpuni untuk menyiapkan masa depan untuk mereka.
SMA Jakarta Unggulan terpadu membuka pendaftaran Siswa dan Siswi baru, sebagian dari calon Siswa dan Siswi ini adalah SMP Jakarta Unggulan Terpadu dan Siswa dan Siswi dari SMP lain. Grace Alexa Widawati dan Medina Syahrani adalah sahabat lama, mereka berasal dari SMP Jakarta Unggulan Terpadu. umur Grace lima belas tahun dan umur Medina juga sama. Mereka telah di terima di SMA Jakarta Unggulan Terpadu, sekolah yang diidam-idamkan mereka berdua sejak lama. Saat ini mereka sedang mengambil jurusan yang berbeda. Medina mengambil jurusan IPA, sedangkan Grace mengambil jurusan bahasa.
Siang itu mereka datang ke Sekolah baru mereka dan akan mengikuti bimbingan dari dosen pembimbing mereka. Mereka akan dibimbing dengan apa yang harus diambil mata kuliah yang nantinya akan di tempuh ke depannya. Setelah mereka mendapatkan penjelasan dari masing-masing dosen pembimbingnya, Mereka berdua keluar kelas yang berbeda dan saling bertemu di lorong kelas mereka yang berada di lantai empat gedung sekolah mereka. Kemudian mereka turun ke lantai satu bersama-sama menuju ruangan tengah yang banyak dengan siswa baru. Mereka berjalan-jalan dan berhenti sebentar untuk mendekati dan melihat komputer yang berada di pojok ruangan yang tidak terpakai.
“Masa sih Grace, coba sini lihat. Oh iya, benar Grace. Kita bisa bersama-sama lagi seperti dulu ya.” Ujar Medina yang sedari tadi pusing. Mereka berdua dibingungkan untuk mengisi mata pelajaran yang akan diambilnya yaitu mata pelajaran umum dan mata pelajaran pilihan. Juga mereka bingung harus mengambil berapa SKS atau Sistem Kredit Semester yang ditawarkan oleh Sekolah mereka, minimal berapa SKS dan maksimal berapa SKS.
“Grace, hari apa aja jadwal teorimu dan jadwal praktekmu. Kalau mata pelajaran umum kita kan bisa bersama sama lagi. Jangan sampai bentrok dengan mata pelajaran pilihan, coba lihat kelas mana saja yang masih kosong.” Mereka berdua membuka-buka situs sekolah mereka melalui komputer di pojok ruangan itu.
“Kelas 1A jurusan IPA untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia hari senin pagi jam delapan, kalau kelas 1B jurusan Bahasa, hari rabu mata pelajaran yang sama masuk jam setengah tujuh.” Kata Grace sambil menggoyang-goyangkan kaki kirinya. Mulutnya komat-kamit mengunyah permen karet kemudian meniupnya.
__ADS_1
“Aduh. kalau hari rabu pagi banget, eh...hari senin kelas 1A baru terisi siswa berapa. Kamu ikut kelasku saja ya, coba lihat masih kosong apa enggak.”
“Entar coba aku lihat, sepertinya masih ada enam kursi, tenang saja.” Kata Grace yang mencentang pilihan kelas tadi dengan nama login Medina. Kemudian Grace membuka halaman lain untuk melogin miliknya sendiri, dia mengetikkan passwordnya untuk menyamakan jadwal apa yang diambil Medina.
Mereka berdua asyik sendiri di pojok ruangan sampai menjelang sore tiba. Akhirnya mereka selesai dengan mengisi jadwal dan memilih kelas masing masing beserta mengambil beberapa sks wajib atau umum. Jadwal kelas masuk beserta SKS pilihan mereka diberi batas satu minggu mulai dari sekarang untuk mengisi sks jika nanti ada yang dirubah. Setelah mereka selesai dan merasa puas dengan SKS yang diambilnya di depan komputer tadi, mereka bertemu dengan teman lamanya yang berada di sana. Mereka berdua juga saling berkenalan dengan siswa baru yang wajahnya masih baru di SMA ini. Setelah lama mereka ngobrol dan ngerumpi ini dan itu yang tidak jelas. Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk pulang mengajak teman mereka yang tadinya asik ngegosipin teman mereka yang sekolah berbeda. Mereka yang tadinya duduk-duduk di kursi bundar di tengah ruangan akhirnya menyebar keluar gedung dan pulang ke rumahnya masing masing.
Pagi harinya para Siswa dan Siswi baru SMA Jakarta Unggulan Terpadu masuk dan baris di lapangan terbuka. Bagi kakak kelas mereka masih liburan semester. Mereka masuk hari itu untuk mengikuti kegiatan ospek atau orientasi di sekolahnya. Nampak kakak-kakak kelas mereka yang menjadi panitia memasang tampang galak dan sangar. Sampai ada panitia yang gendut sekali sambil membentak-bentak mereka menyuruh baris dengan rapi. Seluruh Siswa dan Siswi baru tertawa karena wanita gendut ini bersuara cempreng. Sungguh alunan melodi bentakan yang bersuara kecil seperti suara jangkrik yang sedang ditinggal pergi kekasihnya. Wanita gendut ini marah sekali, menjadikan suara yang cempreng tadi seperti biola yang jatuh dari gedung bertingkat empat puluh. Meledaklah tawa Siswa dan Siswi baru ini yang akhirnya tidak terkendali lagi.
Tiba-tiba datang dari samping mereka seorang pemuda tinggi, besar dan gagah sambil membawa tongkat di tangan kirinya. Seketika itu juga para siswa baru diam seribu bahasa, mereka mulai mengatur barisannya. Pemuda ini adalah ketua penanggung jawab dari ospek ini. Dia sangat beringas sekali, jika ada Siswa dan Siswi baru yang melakukan kesalahan. Tak segan-segan dia menyuruh lari keliling lapangan delapan kali, dia tidak memandang bulu entah itu pria atau wanita. Bahkan ada yang sampai di suruh untuk push up dengan satu tangan sebanyak delapan kali, jika tidak mampu dia disuruh menyanyikan sebuah lagu sambil loncat-loncat seperti katak. Seluruh panitia semangat sekali dengan datangnya ketua mereka. Mereka tak segan-segan menghukum jika bersalah, mereka juga merasa bangga jika membentak-bentak di depan mukanya para gadis siswi baru. Bahkan mereka sangat agresif menghukum yang sangat berat kepada siswa laki laki. Siang hari mereka semua istirahat dan makan siang. Setelah itu mereka disuruh masuk ruangan kelas sesuai dengan jurusan masing-masing dan menyuruh mereka untuk bersih bersih ruangan. Panitia ospek menipu mereka karena tidak ada kelas permanen bagi mereka. Namun kelas mereka adalah kelas bersama yang selalu berganti-ganti sesuai jadwal dosen mereka. Akhirnya semua siswa dan siswi membersihkan seluruh kelas dari lantai satu sampai lantai tujuh. Walaupun begitu ada beberapa siswa laki-laki yang lari kabur bersembunyi di kantin sambil merokok dan makan.
Setelah sore hari mereka diberi tugas yang aneh-aneh untuk dibawa besok pagi. Tujuan dari panitia ini adalah seberapa keseriusan mereka dengan menjalankan tugas ini. Jika tugas ini tidak dilaksanakan maka tidak segan-segan panitia akan menghukum sangat berat. Tugas itu ada sepuluh macam yaitu membawa caping kecil kemudian dihiasi dengan lambang sekolah mereka. Membawa sebotol besar minyak sayur, Membawa beras satu kilo, membawa kelereng berwarna hitam, memakai dasi berwarna hitam untuk laki laki dan wanita memakai dasi kupu kupu berwarna merah, membawa karung beras yang di hiasi dengan gambar buah-buahan, membawa tujuh mie instan, membawa selembar kertas untuk di tulis dengan nama kelompok mereka masing-masing, membawa sepatu putih, membawa celana jins. Setelah mereka mendapatkan briefing dari panitia, akhirnya para korban ospek ini pulang ke rumahnya dengan agak jengkel.
##T##
__ADS_1